You Are My Mine

You Are My Mine
Episode 102.


__ADS_3

Happy reading.


❤ Malam Pertama Yang Tertunda❤


Tak terasa hari sudah senja. Adelia baru saja menata masakan nya untuk makan malam bersama sang suami. Adelia malam ini memasak Ayam balado kesukaan Rasya, di tambah tumis capcay dan tak lupa kerupuknya.


Memang sih kalau tak ada kerupuk menurut author itu belum lengkap serasa hampa gitu.


Rasya baru saja habis mandi dan setelah selesai dengan memakai pakaian nya Rasya bergegas mendekati Sang istri yang berada di dapur. Rasya memeluk sang istri dari belakang, dan mencium wangi dari rambutnya dengan hidungnya ia endus seakan wangi itu menelusup masuk lewat indra penciuman nya. Sedangkan Adelia merasa geli dengan tingkah suaminya itu.


"Mas mau makan sekarang?," tanya Adelia.


"He-em...." Rasya dengan masih memeluk Adelia dari belakang.


"Ya udah kalau mau makan sekarang, kamu duduk Mas, masa terus begini?," Adelia menyuruh Rasya agar duduk, dan Rasya pun menurut ia melepaskan pelukan nya, dan duduk di kursi depan Meja makan.


Adelia mulai mengambilkan nasi dan Ayam balado beserta tumis capcay ke atas piring suaminya. Rasya hanya tersenyum merasakan bahagia atas pernikahan nya. Adelia selain cantik ternyata pintar memasak, bahkan membuat segala jenis kue.


"Terima kasih Sayang," ucap Rasya.


"Iya sama-sama."


Mereka pun makan dengan diam tak ada yang bersuara di sela-sela makan nya.


Sehingga acara makan malam pun cepat selesai.


Adelia membereskan bekas makan nya, dan Rasya keluar menutup Rolling dor Toko Kue. Lalu melangkah menuju Bengkel menemui Para pekerja nya.


"Malam ini jangan ada yang ganggu saya. Kalau ada urusan atau masalah bicarakan besok saja. Ok, Al!!"


Rasya menegaskan agar Para pekerjaan tidak mengganggu nya malam ini. Bahkan di beri penekanan terhadap Aldi. Yang tadi pagi telah mengganggu acara Rasya.


"Emang Pak Bos mau kemana?," tanya Aldi.


"Saya ada urusan," ucap Rasya datar.


"Ya sudah saya kembali ke rumah, kalian paham kan?, Jangan ganggu saya!!!" tegas Rasya.

__ADS_1


"Siap Pak Bos," kata mereka bersamaan.


Rasya pun kembali masuk ke dalam rumahnya dengan mengunci semua pintu akses masuk keluar rumah. Rasya benar-benar ingin teliti saat ini, moment yang sudah seminggu tertunda tidak boleh gagal lagi pikirnya.


Sementara itu Aldi, Ivan, Damar, dan Beni masih berdiri dengan pikiran nya masing-masing akan perintah Bosnya yang tidak boleh mengganggu dirinya malam ini.


Si Bos mau kemana ya?.


Tapi Si Bos masuk Rumah?.


Terus kalau di rumah kenapa tidak mau di ganggu?. Em... atau mungkin ingin istirahat.


Batin Aldi yang polos tidak mengingat akan tadi kejadian pagi yang telah mengganggu Bos nya itu.


"Eh ayo kerja lagi," ucap Aldi kepada rekan-rekan nya itu yang masih saja berdiri menatap ke rumah sang Bos.


Mereka pun kembali bekerja.


Sementara Rasya yang sudah berada di dalam rumah mencari keberadaan Adelia, Rasya menuju dapur namun sang istri sudah tidak ada di sana. Rasya akhirnya menuju kamar dan ternyata benar Adelia sedang duduk menonton tv di atas ranjang.


Rasya mengunci pintu kamar terlebih dahulu, dan mulai tersenyum nakal menatap Adelia. Rasya pun ikut duduk di sebelah Adelia dengan tangan nya merangkul bahu Adelia.


"Sayang...." Rasya memberi kode sebenarnya.


"Apa Mas?," sahut Adelia dengan matanya masih menatap layar televisi.


"Itu... yang tadi pagi terganggu, kita lakukan sekarang yuk!" Rasya to the point.


Adelia langsung merona di wajahnya dan mengangguk memberi jawaban kepada Rasya.


Rasya yang sudah mengerti dengan anggukan kepala Adelia, mulai melancarkan aksinya. Rasya langsung menautkan bibirnya pada bibir Sang istri. Adelia pasrah bahkan memejamkan matanya membiarkan Rasya melakukan aksinya.


Rasya melu*at bibir Adelia dengan lembut, mulai menjulurkan lidah miliknya agar bertemu dengan lidah sang istri, Adelia pun membuka sedikit mulutnya agar pertemuan lidah terjadi. Lidah itu terbelit satu sama lain. Kedua Tangan Rasya sudah mulai berselancar mencari titik-titik kelemahan sang istri. Tangan kanan Mulai mengelus-elus leher, hingga dada. sedangkan tangan kirinya menelusup meraba-raba paha sang istri. Hingga suasana yang sejuk berubah menjadi sangat begitu panas di dalam ruangan kamar itu.


Sungguh Adelia yang memang sangat sensitif sudah merasakan tubuhnya itu seperti terbang melayang, dengan aliran desiran ke sekujur tubuhnya yang membuat Adelia melenguh. Rasya semakin bertambah hasratnya kala mendengar suara seksi sang istri melenguh, Kedua Tangan Rasya mulai membuka kancing piyama sang istri dengan bibirnya masih bertautan. Kedua Tangan Rasya sudah bermain di gundukan gunung kembar yang lembut dan kenyal seperti squishy. Rasya melepaskan tautan bibirnya, bibir Rasya berpindah ke arah gunung kembar untuk melu*at serta mengu*um nya dengan lembut.


Adelia sudah menggelinjang nikmat akan hisa*an yang Rasya berikan, sehingga Adelia mendesah dengan sendirinya tanpa ia sadari. Sungguh ini hal baru yang Adelia rasakan, Rasya memberikan sensasi indah lewat mulut, bibir, dan tangan nya.

__ADS_1


Bibir Rasya kini turun melu*at setiap inci perut sang istri, dengan tangan nya mulai membuka celana piyama pendek yang Adelia pakai. Terpampanglah benda kain yang berbentuk segitiga menutupi bagian inti yang ternikmat dalam tubuh Adelia, Rasya dengan mata sayu bergairah di seluruh tubuh, mulai melepaskan kain yang berbentuk segitiga itu. Dan terlihatlah jelas kepemilikan sang istri yang sangat menggoda. Rasya mulai menyentuh dengan tangan nya, dan matanya menatap ke arah wajah sang istri yang tengah terpejam.


"Sayang punya mu sudah basah?, Aku boleh melakukan nya sekarang?," tanya Rasya memastikan dan anggukan Adelia berikan tanda mengijinkan.


Rasya pun mulai menanggalkan kaos oblong dan celana bokser beserta ****** ***** nya. Rasya sudah mengarahkan Rasya kecilnya yang sudah menegang sejak tadi ke arah sarang yang berumput itu. Rasya bergerak pelan karena ini pasti akan menyakitkan untuk istrinya yang baru pertama kali melakukan nya.


"Aku akan pelan-pelan. Kamu tak perlu takut ya, Sayang."


Rasya berbisik meyakinkan agar istrinya tidak ketakutan karena terlihat oleh Rasya Adelia seperti bergetar dan berkeringat di dahinya.


"Kamu harus rileks Sayang."


Adelia pun sedikit lega dengan bisikan dari suaminya dengan mata yang terus terpejam karena menahan malu untuk melihat tubuhnya yang tanpa sehelai kain.


"Sayang aku menyukai tubuh indah mu, bukalah matanya tak perlu takut dan malu. Kamu milik ku, dan aku milikmu!!."


Adelia menurut membuka matanya dan tatapan nya beradu dengan mata suaminya, yang kini tengah berada di atas tubuh yang sedang mengungkungnya.


Rasya tersenyum dan mulai melajukan pacuan tubuhnya memberi hentakan demi hentakan.


Adelia mengernyit menahan sakit saat kepemilikan Rasya mulai menerobos dinding yang masih terkunci, rasa perih dan nikmat kini menjelma saat dinding itu sudah mulai roboh. Adelia merasakan sensasi yang tak bisa di jabarkan saat Rasya mulai menghentak-hentakkan tubuhnya. Dan Adelia merasa ada yang mendesak memaksa ingin keluar dari milik intinya bertepatan dengan tubuh Rasya yang kini menegang mengeluarkan semburan bibit dari miliknya.


Rasya merasa lega saat hasratnya yang telah lama terpendam kini telah tercipta. Terlihat peluh keringat dari dahi hingga dadanya.


Rasya terbaring di sisi Adelia, lalu menarik tubuh Adelia ke dalam dekapan nya.


"Terima kasih sayang, sungguh ini moment yang begitu berharga bagiku. Aku telah memiliki mu Seutuhnya." Rasya dengan mengecup kening sang istri lama.


"Iya Suamiku, Aku milik mu. Dan kamu adalah milik ku," ucap Adelia dengan tangan nya memeluk pinggang Rasya.


...Bersambung....


Maaf ya readers bila adegan malam pertama Rasya kurang hot. Author belum bisa menciptakan suasana hot seperti novel-novel yang lain yang pernah Author Baca.


Jadi Mohon maaf sebesar-besarnya.


😄😄😄

__ADS_1


__ADS_2