You Are My Mine

You Are My Mine
Episode 107.


__ADS_3

Terima kasih sebanyak-banyak nya kepada Readers yang sudah setia membaca karya saya You Are My Mine ini. Entahlah saat saya ingin mencoba berkarya, satu judul yang saya tuju yaitu judul nya You Are My Mine.


Sesuai judulnya 'Kau adalah Milik ku' menggambarkan Adelia yang telah di miliki Rasya seutuhnya, walaupun awalnya banyak lika-liku rintangan, tapi tetap hanya Rasya lah yang memiliki Adelia.


Mohon Maaf jika cerita saya ini kurang menarik, atau banyak kesalahan nya. Saya sadar diri, saya hanya sebagai author baru yang mencari kesibukan di sela-sela kesenjangan. Dan saya ucapkan terima kasih kepada readers yang sudah setia membaca dari awal bab, dan yang berkomentar memberi saran saya sangat senang, dan juga kepada yang sudah memberikan Like nya saya ucapkan terima kasih banyak.


Ya sudah, sekarang saya mau lanjut lagi meneruskan cerita selanjutnya tentang Adelia dan Rasya. Oh iya Readers, Martin beserta kawan-kawan nya mulai dari Bab ini akan saya tinggalkan. Karena Nanti Martin akan muncul di Cerita Baru Saya, Penasaran? pantengin terus karya saya ini!!.


❤❤❤


Rasya di baringkan oleh Adelia di atas ranjang, Adelia mulai mencari uang berbentuk koin untuk mengerik punggung suaminya yang dengan penuh keyakinan bahwa suaminya telah masuk angin.


"Mas, coba duduk," perintah Adelia setelah memegang uang koin dan minyak angin di tangan nya.


Rasya pun menurut dengan cepat mengubah posisinya menjadi duduk.


"Mas, buka baju nya! kan, mau di kerik?" kata Adelia.


Rasya menurut tanpa bersuara. Rasya melepaskan baju kaos oblongnya, dan terpampanglah tubuh suaminya yang datar dan bidang. Adelia menganga, bahkan menelan ludah dengan cepat saat punggung nya Adelia sentuh.


Sungguh Aku beruntung punya kamu Mas.


Kamu sangat sempurna. Batin Adelia bangga melihat setiap inci pada tubuh suaminya.


Tangan Adelia mulai mengerik dengan pelan dan lembut takut suaminya merasa ke sakitan, tapi tidak ada tanda merah dari hasil kerikan nya. Adelia berhenti tangan nya.


"Mas, tapi hasilnya gak merah Loh?," tutur Adelia.


"Benarkah?, tapi kenapa kepala ku pusing sekali, di tambah tadi aku mual dan muntah-muntah," sahut Rasya yang mulai membalikkan tubuhnya untuk menghadap sang istri.


Rasya tiba-tiba merasa aroma yang sangat menenangkan indra penciuman nya, Rasya mengendus-endus tubuh istrinya.


"Sayang, wangi kamu buat aku tenang," ucapnya.


"Hah?, maksud Mas apa?," kata Adelia tidak mengerti.


Rasya menyandarkan kepalanya di dada sang istri dengan terus mengendus dari wangi tubuhnya Adelia.


Sedangkan Adelia merasa risih dengan sikap suaminya kini, Adelia sudah berpikir tidak mungkin suaminya mengajak kembali. Hari ini Adelia sudah mandi dua kali, tidak mungkin harus mandi tiga kali.


"Mas, pakai lagi bajunya," Adelia dengan menyerahkan baju milik Rasya tadi.


"Enggak, aku gerah sayang."

__ADS_1


"Tapi kamu sedang sakit, tidak baik kamu bertelanjang dada seperti ini, Mas." protes Adelia.


Rasya mendengus sejenak. Lalu ia mulai tersenyum nakal. "Apa kamu tidak suka melihat tubuh suami mu?,"


Adelia langsung menggeleng, justru Adelia sangat menyukainya.


"Lalu?, kenapa kamu menyuruh aku harus cepat memakai baju?, kalau kamu tidak suka, em... berarti kamu tidak tahan melihatnya?," goda Rasya.


Adelia memerah wajahnya, seketika Adelia bangkit berdiri membiarkan Suaminya yang tengah menggodanya tanpa menjawab.


"Hei, Sayang. Kenapa kamu diam saja?," tanya Rasya yang kini sengaja terlentang di atas kasur.


"Mas, kamu itu tadi sudah muntah. Ayo cepat pakai bajunya!!," Adelia sengaja mengalihkan pertanyaan Rasya.


"Kamu khawatir banget ya, sama aku?. Terima kasih sayang," ucap Rasya dengan mulai memakai bajunya dan berbaring kembali.


"Aku kedepan dulu, mengunci semua pintu ya...." Ijin Adelia.


"Ya Istriku," sahut Rasya.


Adelia pun keluar kamar menyalakan beberapa lampu ruangan, dan menutup tirai-tirai pada kaca jendela rumahnya. Dan setelah itu Adelia mengunci pintu-pintu rumahnya.


Adelia beranjak ke dalam dapur untuk membereskan bekas tadi makan bersama suaminya itu. Dan mencuci setiap alat dapur yang telah kotor.


Bukankah aku tadi sudah makan?


Tapi kenapa perutku kembali lapar?


Adelia pun berniat untuk makan kembali, takut terjadi apa-apa dengan perutnya jika Adelia telat makan nanti. Tapi Adelia bingung baru satu jam-an ia habis makan, kini perutnya lapar lagi.


Adelia bersendawa telah merasa kenyang, lalu ia merapihkan bekas makan nya itu. Dan setelah selesai berada di dapur. Adelia sengaja duduk di ruang keluarga, yang tak pernah Adelia duduki, karena sering berada di dalam kamar bersama suaminya.


Adelia sengaja menyalakan Televisi, ia padahal sengaja menghindar dari suaminya. Karena Jika Adelia terus berada di dekat suaminya kemungkinan besar, kejadian sore tadi akan terulang lagi.


Adelia anteng menonton Televisi. Rasya yang merasa heran istrinya belum kembali ke dalam kamar, kini keluar untuk mencari keberadaan istrinya itu. Dan terlihatlah Sang istri duduk di sofa depan layar televisi dengan anteng menonton.


"Sayang, ternyata kamu di sini?, padahal aku menunggu kamu kembali ke dalam kamar," kata Rasya seraya duduk di sebelah istrinya.


"Iya Mas, tadinya aku sengaja agar kamu istirahat. Tapi kamu malah menunggu aku," pekik Adelia.


Rasya tersenyum merasa mengerti akan gelagat istrinya itu yang sengaja ingin menghindar.


"Sayang, kamu mau ilmu baru gak?," kata Rasya tiba-tiba.

__ADS_1


"Ilmu? ilmu apa?," sahut Adelia dengan tidak mengerti.


Rasya perlahan mendekati istrinya, dan mengecup bibir istrinya itu, "ilmu s*x Sayang," bisik Rasya.


Adelia melotot, sungguh Suaminya ini hari demi hari serasa bertambah mesum dan nakal.


"Mas, apa-apaan sih?," Adelia mengerucutkan bibirnya.


"Bukan apa-apa. Hanya Aku ingin mengajari mu ilmu baru, aku tidak mau istriku ini hanya tahu ilmu nya itu-itu saja," kata Rasya tanpa merasa ragu.


Adelia sengaja memfokuskan penglihatan nya kepada layar televisi, tidak mau mendengar hal-hal konyol dari suaminya yang mengarah ke hal mesum.


Tapi tanpa Adelia sadari Suaminya sudah mulai beraksi, Rasya sudah menyentuh titik sensitif milik istrinya.


"Mas?," Adelia yang kaget atas tangan suaminya yang sudah memegang gundukan Squishy.


"Apa?," tanya Rasya dengan tersenyum nakal.


"Mas, hari ini kita sudah melakukan nya dua kali, belum malam tadi. Terus apa sekarang kamu mau lagi?!," Adelia dengan menatap tajam suaminya seakan tatapan nya bisa menghentikan pergerakan tangan suaminya.


"Iya Aku mau lagi," kata Rasya tanpa alasan.


Kemudian Rasya sudah menutup mulut istrinya dengan melu*at bibir istrinya itu, Rasya tangan nya masih setia memegang dua Squishy.


Adelia pun tidak bisa menolak, sejujurnya Adelia sangat menyukai setiap sentuhan suaminya yang selalu merasa terbang ke nirwana. Adelia mulai terangsang akan sentuhan suaminya itu, Adelia menggelinjang, dan mendesah saat Bibir Rasya sudah berpindah ke leher, menyelusuri hingga dada. Dan antenglah bibirnya di dua Squishy yang sejak tadi ia pegang.


Adelia dengan masih posisi duduk, memejamkan kedua matanya dan mendesah saat Rasya berhasil bermain di bawah selangakangan nya.


"Mmhhh...."


Rasya tersenyum sejenak saat mendengar istrinya sudah mendesah.


Rasya kini membuka seluruh pakaian dirinya, dan membuka pakaian istrinya.


Lalu Rasya duduk di kursi, kemudian mengarahkan tubuh istrinya untuk duduk di atasnya.


"Mas bagaimana ini?," tanya Adelia yang tidak mengerti akan maksud suaminya.


"Sayang, kamu di atas pangkuan ku!!, ini ilmu baru yang aku maksud tadi, Sayang...." titah Rasya.


"Hah???"


...Bersambung....

__ADS_1


Aduuuuh..... Author hareudang Readers 🤣


__ADS_2