You Are My Mine

You Are My Mine
Di Alun-Alun Kota.


__ADS_3

Martin dan Adelia terus menyusuri setiap bazar yang ada, namun tak ada satu pun yang Adelia beli begitu pun dengan Martin.


Sayangnya Rara tidak mau ikut, kalau ikut pasti dia akan mecoba dan membeli barang yang ia suka.


Padahal berbagai macam barang banyak sekali di pampangkan di sana.


Tapi Adelia hanya ingin melihat-lihatnya saja, dengan berjalan Adelia merasakan itu sudah cukup.


Langkah Adelia terhenti ketika melihat ada gerobak ice cream, Martin yang di samping nya juga ikut terhenti dan memperhatikan apa yang Adelia lihat.


"Sayang apa kamu mau ice cream?". Tanya Martin dengan melihat ke sebuah gerobak ice cream.


Adelia mengangguk menjawab dengan tersenyum.


"Ya sudah, tunggu sebentar ya di sini. Di sana cukup padat dengan orang-orang". Perintah Martin untuk Adelia menunggu nya di tempat itu.


"Iya aku akan tunggu di sini". Adelia pun duduk di sebuah kursi yang terbuat dari tembok.


Martin pun berjalan mendekati Gerobak Ice Cream yang ternyata banyak sekali yang beli dengan mengantri.


Martin menjadi pusat perhatian remaja wanita yang sedang mengantri di sana, banyak yang tersenyum melihat Martin karena sosoknya yang tampan.


Martin mencoba untuk tersenyum juga, namun sedikit risih karena terus menjadi bahan perhatian.


Akhirnya Martin mendapat giliran untuk memesan Ice Cream, Martin memilih Ice Cream dengan Rasa Coklat, Vanila, dan Strawbery.


Martin memesan tiga cup sekaligus, takut nanti Adelia merasa kurang.


Martin pun berjalan kembali mendekati Adelia yang sedang duduk menunggu nya.


Adelia pun tersenyum melihat Ice Cream yang di bawa Martin dengan mata berbinar.


Martin pun duduk, dan menyerahkan Ice Cream itu ke Adelia.


"Mau rasa apa dulu?". Tanya Martin seraya membuka kantong yang berisikan Ice Cream yang baru saja ia beli.


"Aku pengen rasa Strawbery dulu". Ucap Adelia dengan tersenyum.


"Aku suapin yaa". Martin mulai menyendoki Ice Cream rasa Strawbery yang Adelia pilih.


Adelia pun mengangguk, dan membuka mulutnya menerima Martin menyuapi nya.


Martin terus tersenyum memperhatikan Adelia, yang begitu lahap menerima suapan demi suapan ice cream yang Martin beri.


Sampai ice cream yang rasa Strawbery itu pun akhirnya habis.


"Mau lagi?" Tanya Martin, menawarkan kembali. Tinggal ada dua rasa yang tersisa, yaitu ice cream rasa coklat, dan rasa vanila.


Adelia menggeleng.


"Sekarang kamu yang makan ice cream itu". Adelia menyuruh Martin untuk memakan Ice cream.


"Tidak sayang, aku kurang suka". Martin menolak untuk memakan ice cream.


"Kenapa? ini enak lho, atau mau aku suapi?". Adelia dengan menaik-naikan alisnya.


"Boleh deh kalau makan nya di suapi". Martin dengan tersenyum.


Adelia pun membuka cup ice cream yang rasa coklat, Adelia mulai menyendoki ice cream itu dan menyuapi nya ke mulut Martin.


Martin pun tersenyum menerima suapan ice cream dari Adelia.


"Ehmmm.... enak juga ya?". Martin bersuara di sela Adelia menyuapinya.


"Emang Enak, gimana manis kan?". Adelia dengan menyuapi Martin kembali.


"Ice cream nya sih kurang manis, namun rasa manis nya ada di kamu". Ucap Martin dengan mencium tangan Adelia yang sedang ingin menyuapinya.


"Ih kamu gombal ya, ni rasain ni buat raja gombal seperti kamu". Adelia dengan mencolekan ice cream itu ke hidung Martin dengan tertawa.


Martin pun tertawa dengan mencoba ingin membalas apa yang Adelia barusan lakukan.

__ADS_1


Adelia pun kena colekan Ice Cream tepat pada pipi nya oleh Martin.


Adelia pun mencoba ingin membalas kembali , namun tangan Adelia sudah lebih dulu di tangkap oleh tangan sebelah Martin.


Adelia menjadi merasa gugup karena jarak wajah Martin dengan nya sekarang begitu sangat dekat bahkan hembusan nafas Martin sudah terasa di wajah Adelia.


Seketika Adelia menginjak kaki Martin dan mencolekkan ice cream kembali ke pipi Martin, dengan tertawa dan mencoba berlari.


Martin pun meringis namun tertawa di tempatnya, tidak sadar kalau Adelia berusaha kabur menghindar. bahkan berlari lebih jauh dari tempat keramaian.


Adelia merasa Aman, ia kini bersembunyi di balik semak taman yang berada di alun-alun itu, lumayan jauh dari keramaian.


Adelia terus tertawa dengan berjalan mundur, namun gerakan mundur nya terhenti kala menubruk punggung seseorang yang sedang berbicara dengan ponselnya.


Orang yang tertubruk Adelia pun sontak kaget, dan membalik kan badan nya, begitu pun dengan Adelia.


"Mohon Maaf. Saya....


Ucapan Adelia terhenti kala melihat orang yang di tubruk nya adalah Rasya.


Rasya pun kaget dengan orang yang menubruk nya Adalah Adelia.


Deg...........


Adelia dan Rasya beradu pandang.


Terdengar dari balik ponsel Rasya yang memanggilnya, karena Rasya tidak berbicara lagi. Rasya mematikan panggilan nya, dan mencekal tangan Adelia yang akan bergegas pergi dari hadapan nya.


Adelia pun terdiam, ia melihat tangan Rasya yang kini memegang tangan nya.


Rasya mencoba langkahnya mendekati Adelia untuk lebih dekat.


Rasya menatap Adelia dengan diam.


Adelia pun yang di tatap nya menjadi kelu tak bisa bersuara.


Adelia bagaikan patung saat itu.


Adelia merasa merinding di buatnya ketika tangan Rasya sedang membelai nya.


Tatapan Rasya terhenti tatkala melihat bibir Adelia yang merah dan ranum yang pernah Rasya sentuh dengan bibirnya.


Rasya mulai mendekatkan wajahnya meraih bibir Adelia yang sedari tadi bagaikan magnet bagi dirinya.


Adelia menjadi bodoh, Adelia seketika menutup matanya.


Akhirnya Rasya merasakan kembali Bibirnya bersentuhan dengan bibir milik Adelia, Rasya mencium Adelia dengan lembut, menjulurkan lidah nya agar masuk bertemu dengan lidah milik Adelia, Adelia pun merespon dan membuka kan sedikit mulutnya. dan Lidahnya Rasya kini berbelitan dengan Lidah Adelia.


Adelia membuka mata, dan tersadar kala melihat orang yang kini bercumbu dengan nya adalah Rasya.


Adelia mendorong dada Rasya.


Adelia pun melepaskan pagutan Rasya dengan nafas yang tersengal, Adelia menggeleng merutuki kebodohan nya dengan menerima Ciuman Rasya.


Rasya yang melihat Adelia seperti itupun merasa canggung, karena ia berani nya mencium kembali Adelia.


Adelia mundur, dan bergegas pergi dari tempat itu.


Berniat bersembunyi dari Martin, malah bertemu Rasya.


Adelia terus berjalan sampai ke tempat duduk yang tadi ia duduki bersama Martin, namun Martin tidak ada di tempatnya.


Adelia pun bingung, Adelia ketakutan karena Martin tidak ada di sana.


Adelia pun duduk dengan wajah yang masih merasakan debaran jantungnya yang habis bertemu Rasya.


Adelia berpikir, apakah Martin pergi menyusul nya. dan melihat semua yang terjadi antaranya dengan Rasya.


Adelia ketakutan mengingat pikiran nya seperti itu.


"Akhirnya yang ngumpet datang juga". Ucap Martin yang duduk di sebelah Adelia.

__ADS_1


Adelia mendongak dengan wajah yang masih ketakutan.


"Sayang kamu pergi kemana sih, aku mencari mu tapi aku tak bisa menemukan mu?". Tanya Martin.


"Aku. Aku bersembunyi di taman sebelah sana!". Tunjuk Adelia ke Taman yang tadi menjadi tempat persembunyian nya.


"Oh ya? aku gak kepikiran ke sana untuk mencarimu. jadi aku putuskan ke toilet saja untuk membasuh muka". Tutur Martin.


Adelia pun bisa bernafas lega, akhirnya pikiran nya tenang setelah tahu bahwa Martin tidak mencoba menyusul ke Tempat yang baru saja Adelia dan Rasya bertemu.


Adelia kini menatap Martin dengan perasaan yang amat bersalah.


Adelia merasa mengkhianati Martin dengan kejadian bersama Rasya.


Adelia meraih tangan Martin untuk di pegang lalu di tempelkan ke pipinya.


Martin pun tersenyum, Adelia pikirnya saat ini begitu aneh.


Martin merangkul Adelia ke pelukan nya, dengan mencium puncak kepalanya Adelia, dan menghirup aroma rambut Adelia yang seakan tenang bagi Martin.


"Maaf!". Ucap Adelia mendongak yang masih di peluk Martin.


"Untuk?". Tanya Martin.


Adelia terdiam tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya ke Martin.


"Tentang tadi kan? sudah, gak masalah itu cuma bercanda. tapi lain kali jangan injak-injak lagi ya!". Martin menyangka Adelia meminta maaf atas kejadian tadi, yang berani nya Adelia menginjak kaki Martin.


Adelia terdiam, namun tangan nya begitu erat memeluk tubuh Martin.


Martin melihat jam di pergelangan tangan nya.


"Sayang, mending kita pulang yu!. Tapi pulang ke rumah aku bagaimana?". Ajak Martin kepada Adelia.


"Ke rumah mu?". Tanya Adelia.


"Iya, Tante Meli ingin ketemu kamu. Lagian aku lagi banyak waktu sekarang untuk bisa berduaan sama kamu. mau gak?". Martin mengatakan bahwa tante Meli ingin bertemu dengan Adelia.


Adelia pun mengangguk.


Tak mungkin Adelia menolak, karena Tante Meli ingin bertemu dengan nya.


Martin dan Adelia pun bergegas pergi untuk menuju mobil Martin yang tadi ia parkirkan.


..............................


Rasya sedang menunggu Serly dan Ariyanti di mobilnya, setelah kejadian tadi bertemu Adelia, Rasya memutuskan untuk duduk di dalam mobilnya.


Rasa yang tadi Rasya lakukan bersama Adelia masih tersisa membekas sampai sekarang, Rasya terus tersenyum akan kelakuan nya yang nakal terhadap Adelia.


Rasya berpikir Adelia masih sangat mencintainya, karena terlihat Adelia jika bertemu dengan nya selalu gugup, dan tidak menolak jika Rasya cium.


Serly dan Ariyanti pun datang dengan membawa beberapa paper bag di tangannya.


Serly yang masuk duluan, merasa heran melihat kakaknya yang tengah sedang tersenyum sendiri, bahkan tidak menyadari adanya Serly dan Ariyanti yang sudah masuk ke dalam mobilnya.


"Ekhemmm...." Serly mencoba berdehem, untuk menyapa Rasya yang tersenyum sendiri.


Rasya pun menoleh, Rasya kaget melihat sudah Ada Ariyanti dan Serly yang sudah duduk dalam mobilnya. Rasya pun merubah wajahnya kembali menjadi wajah yang datar.


Rasya pun tidak banyak bicara ia langsung menancapkan gas mobil nya untuk pulang.


Serly yang duduk dari belakang melihat wajah Rasya dari spion dalam, terdapat seperti ada warna merah di sebelah bibirnya.


"Kak Rasya, coba deh ngaca. ada noda tuh di sebelah bibir kakak!". Serly mengatakannya seraya menyuruh Rasya untuk berkaca.


Rasya pun dengan bingung menurut saja, ia bercermin di cermin yang berada dashbord.


Rasya pun tersenyum, kala melihat warna merah yang di sebelah bibirnya, Rasya pikir pasti ini bekas lipstik dari bibir milik Adelia.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2