You Are My Mine

You Are My Mine
Episode 93.


__ADS_3

Aldi menjauh dari Adelia untuk menjawab telepon dari Beni teman nya.


"Ada apa Ben?." Saat Aldi sudah menjawab telepon.


"Al... gue udah di depan rumah Lu. Gue di suruh Pak Bos untuk jemput Lu sama Calon bini nya." Kata Beni dengan nyengir lalu tangan nya mengetuk pintu rumah Aldi.


Aldi langsung menuju pintu, lalu membukanya dan tangan nya seketika menjitak kepala Beni.


"Lu gimana sih Al. Tamu di sambutnya koq sama jitakan?." Hardik Beni dengan mengusap-usap kepalanya.


"Lagian sih Lu Ben. Kalau udah di depan rumah tinggal masuk aja ngapain harus nelpon dulu." Sungut Aldi jengkel.


"Iya-iya sorry gue ingin iseng aja." Beni dengan nyengir memperlihatkan deretan giginya.


"Ya udah Lu masuk dulu." Aldi menyuruh Beni untuk masuk ke dalam rumah.


Beni pun masuk dan di susul Aldi setelah menutup pintu terlebih dahulu.


"Hai Non Adel...." Beni menyapa Adelia setelah melihat Adelia duduk di sofa bersama Alma.


"Iya Ben. Ayo duduk." Adelia dengan tersenyum menyuruh Beni untuk duduk.


"Iya Non. Eh saya kesini di suruh Pak Rasya untuk menjemput Nona." Tutur Beni. Dan membuat Adelia terkejut bercampur rasa senang.


"Rasya sudah datang?." Adelia memastikan kembali.


Beni mengangguk.


"Ayo. Cepetan aku ingin cepat bertemu dengan Rasya." Adelia berdiri dan langsung menarik tangan Beni.


Beni terkejut dengan tangan nya yang di tarik Adelia. Beni terus melirik tangan nya yang sedang di tarik Adelia.


"Eh Maaf Ben." Adelia tersadar akan sikapnya, dan memohon maaf kepada Beni.


Beneran deh Pacar si Bos ini bikin orang salting mulu. Batin Aldi.


"Al ayo..." Beni melirik ke arah Aldi yang masih terdiam.


Aldi pun mengangguk.


"Alma Kakak kerja dulu ya. Hati-hati di rumah." Aldi berpamitan kepada Alma adiknya.


"Iya Kakak ku yang paling tampan." Alma menggoda kakaknya.


Aldi langsung melenghos tanpa menyahuti ucapan adiknya. Kini Adelia sudah di depan rumah bersama Aldi, dan Beni.


"Non mau ikut bareng siapa?." Tanya Aldi.


"Beni saja." Sahut Adelia dan langsung naik motor di belakang Beni yang sudah berada di atas motornya.


Aduuh.... Gue jadi grogi ni. Batin Beni.


Aldi merasa bernafas lega karena tidak membonceng Adelia yang selalu membuat jantungnya berdetak kencang.


Sedangkan Beni kini merasa gugup membonceng Adelia.


Mereka berdua pun mulai melajukan motornya menuju Bengkel. Adelia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Rasya kekasihnya.


Selang beberapa menit Motor Beni dan Aldi terhenti kala di depan Bengkel yang mereka tuju. Adelia dengan cepat turun dari motor Beni dan melangkah menuju Bengkel yang sudah terbuka.


"Al... Jantung gue dari tadi kaya lagi lari maraton." Bisik Beni setelah mereka turun dari motornya masing-masing.


"Maksud Lu?." Aldi kembali berbisik.


"Ah Elu masa gak ngerti. Gue gugup deket Cewek si Bos. Gile dia wanginya pake banget." Tutur Beni dengan masih berbisik.


Apalagi gue tiap di rumah jantung gue jadi gak sehat Ben kalau deket dia. Batin Aldi.


Aldi tanpa merespon ucapan Beni langsung masuk ke dalam bengkel.


Adelia sedang berdiri di depan Pintu kamar Rasya. Sedari tadi Ia mengetuk tapi Rasya tidak membuka nya.


Aldi yang akan bergegas masuk ke dalam toilet untuk mengganti baju kerja, menoleh sebentar kepada Adelia yang sedang cemberut.

__ADS_1


Aldi menghampiri Adelia terlebih dahulu dan seperti sudah mengerti apa penyebab Adelia cemberut.


tok... tok...tok...


"Pak Rasya...." Aldi mengetuk pintu dan memanggil Rasya.


Seketika pintu terbuka menampilkan Rasya dengan masih memakai handuk.


Adelia melotot langsung membalikan badan nya karena tidak ingin melihat Dada Rasya yang tanpa penutup.


Rasya langsung tersenyum, dan memberi isyarat untuk Aldi meninggalkan nya.


Aldi pun melanjutkan niatnya masuk ke dalam toilet yang bersebelahan dengan kamar Rasya.


"Sayang...." Rasya dengan memeluk Adelia dari belakang.


"Pakai baju dulu." Kata Adelia dengan ketus yang membuat Rasya terkekeh.


"Ok. Tapi kamu masuk kedalam kamar." Bisik Rasya mulai menggoda.


Adelia terperanjat dengan mata melotot yang posisinya masih membelakangi Rasya. "Enggak. Aku di sini saja. Kamu pakai baju dulu. Setelah itu aku baru mau masuk."


"Baiklah. Tunggu ya..." Rasya dengan mengecup bahu Adelia dengan sekilas.


Ih Rasya kamu tak tahu tempat. Bagaimana kalau pekerja mu melihatnya. Umpat Adelia dalam hati.


Dan benar tanpa Rasya dan Adelia ketahui, Aldi melihatnya saat ingin melangkah keluar dari toilet. Aldi seakan merasakan sesak melihat pemandangan yang baru saja Ia lihat. Namun Aldi menepis nya saat dirinya tersadar seakan ada rasa cemburu di pikiran nya.


Aldi menutup pintu toilet dengan keras.


Brakkk.... Sampai Adelia terperanjat dan menoleh ke arah suara.


"Al..." Tapi Aldi terus melangkah seolah tidak melihat Adelia yang sedang menatapnya.


Tiba-tiba Rasya keluar dari kamar dengan membawa Kue Tar dengan lilin berangka 23 di atasnya dengan api menyala.


Yang membuat Adelia tersenyum senang, dengan mata berkaca-kaca.


"Happy birthday to you.... Happy birthday to you... Happy birthday Happy birthday, Happy birthday to you.... Selamat Ulang tahun sayang semoga Panjang umur sehat selalu dan Selalu bahagia." Rasya menyanyi terlebih dahulu dan mendo'akan Adelia setelahnya.


"Ayo berdo'a dulu, dan setelah itu tiup lilin nya sayang...."


Adelia mengangguk, dan mulai memejamkan matanya. Setelah itu Adelia meniup lilin nya.


Seketika terdengar tepuk tangan dari Ivan, Damar, dan Beni. Ternyata sedari tadi mereka menyaksikan tanpa Adelia ketahui dan Rasya.


"Selamat ulang tahun ya Non..." Kata mereka serempak.


"Terima kasih." Ucap Adelia dengan tersenyum namun mata Adelia tidak melihat Aldi di antara mereka.


"Aldi sedang keluar dulu Non." Kata Ivan seperti tahu akan mata Adelia yang sedang mencari keberadaan Aldi.


Adelia mengangguk dan mata nya mulai menatap Seseorang yang sangat spesial dalam hidupnya yaitu Rasya.


"Potong Kue nya sayang...." Ucap Rasya.


Adelia pun mulai memotong kue tersebut dan menyuapi ke mulut Rasya.


"Kiyuuut banget sih..." Celetuk Ivan.


Dan membuat Rasya tersenyum begitupun Adelia.


"Ini buat kalian." Adelia sudah memotong kue buat Mereka dan menyerahkan nya.


"Terima kasih." Kata mereka serempak.


"Aldi mana ya koq lama?." Adelia bergumam tapi masih terdengar oleh Rasya.


"Aldi sedang melihat cafe terdekat atau resto sayang buat kita makan siang bersama. Aku tadi menyuruhnya." Kata Rasya.


"Yuk sini." Rasya menarik tangan Adelia masuk kedalam kamar. Adelia hanya bisa menurut mengikuti langkah Rasya yang menuntun dirinya masuk ke dalam kamar.


"Si Bos kaya nya mau kangen-kangenan deh." Bisik Damar.

__ADS_1


"Pasti. Atau mereka mau kikuk-kikuk." Bisik Ivan dan membuat Mereka tertawa.


Sementara itu Adelia yang sudah di dalam kamar Rasya. Melihat Rasya yang sedang mengunci pintu kamarnya. Setelah itu melangkah mendekati Adelia dan memeluk Adelia dengan erat. Adelipun menjawab pelukan Rasya.


"Aku kangen kamu sayang."


Adelia menjawab dengan mengangguk karena memang dirinya juga merindukan Rasya.


"Sayang. Bagaimana kalau kita Nikah siri dulu." Tutur Rasya. Dan membuat Adelia melepaskan pelukan nya lalu menatap wajah Rasya dengan lekat.


"Kenapa harus nikah siri?." Adelia yang ingin tahu alasan Rasya.


"Sayang... Aku tidak mau menunda terlalu lama. Nanti jika Papa sudah sembuh kita Resmikan pernikahan kita di Kota J. Papa sudah merestui kita." Tutur Rasya dengan tersenyum.


"Bentar Om Hadi sakit?."


Rasya mengangguk.


"Bagaimana kalau kita nunggu sembuh dulu?." Ujar Adelia.


"Gak Adelia sayang. Aku sudah gak bisa menunda nunda.... Nanti malam kita nikah. Titik." Rasya langsung melahap bibir merah muda Adelia. Namun Adelia langsung melepasnya.


"Iya Aku setuju. Tapi kamu jangan dulu sentuh aku." Pinta Adelia.


"Aku cuma cium kamu koq sayang..." Rasya dengan memelas.


"Enggak ah. Bukan nya nanti malam kita nikah?. Ya kamu harus sabar dulu untuk tidak cium aku." Adelia dengan menatap tajam Rasya seolah seperti mengancam.


"Ok.Ok...." Rasya akhirnya menyetujui.


Adelia dan Rasya akhirnya keluar kamar. Dan duduk di kursi depan yang langsung memperlihatkan Rumah yang hampir saja selesai di bangun tinggal di cat, dan di isi perlengkapan rumah.


"Itu untuk rumah kita." Rasya dengan merangkul Adelia dari samping.


"Rasya. Terima kasih atas perjuangan mu." Ucap Adelia dan kepalanya ia sandarkan kepada dada bidang Rasya.


"Iya Sama sama sayang. Udah gak usah bilang gitu. Yang aku lakukan untuk kebahagiaan kita." Sahut Rasya.


Aldi datang dengan motor CBR nya. Dan langsung matanya menangkap pemandangan yang romantis.


"Gimana Al?." Tanya Rasya setelah Aldi turun dari motornya.


"Iya saya sudah lihat dan memesan mejanya. Nanti pas makan siang jadi kita bisa langsung ke sana Pak." Tutur Aldi.


"Baiklah terima kasih Al." Kata Rasya.


"Sama-sama Pak. Eh iya... Selamat ulang tahun Nona." Aldi beralih menatap Adelia.


"Terima kasih Al." Adelia dengan tersenyum.


Aldi berpamitan untuk masuk ke dalam bengkel. Dan mulai bekerja menyelesaikan tugas-tugasnya.


Waktu berlalu, Kini mereka sedang duduk di Meja Panjang sebuah Resto dengan posisi duduk lesehan tanpa kursi. Mereka semua sedang menyantap makan siang. Rasya sengaja mengajak para pekerja nya untuk makan siang sebagai perayaan ulang tahun Adelia.


"Eh Non. Ternyata kita seumuran ya. 23 tahun" Celetuk Ivan.


"Benarkah?." Adelia dengan tersenyum.


"Iya...." Kata Ivan, Damar, Dan Beni bersamaan.


"Kalau kamu Al umur berapa?." Tanya Adelia.


"Dia paling muda Non.... Baru 21." Jawab Beni.


Ngapain sih harus nanya umurku segala?. Umpat Aldi di dalam hati. Dirinya tak sadar sudah di kuasai rasa cemburu hingga Aldi enggan bersuara.


"Eh iyaa... Nanti malam Saya dan Adelia akan menikah di Mesjid terdekat. Saya mohon kalian menjadi saksi pernikahan kami. Saya menikah siri terlebih dahulu. Dan Saya tadi pagi sudah menemui ustad terdekat dan Penghulu." Ujar Rasya.


"Wah Selamat Bos." Kata Mereka serempak.


"Iya tentu kita akan menyaksikan ijab kabul Si Bos." Kata Mereka lagi.


Sedangkan Aldi tiba-tiba terdiam merasa aneh pada dirinya. Yang di sisi lain senang karena Adelia tidak akan tinggal dirumahnya lagi tapi di sisi lain ia seakan tidak rela mendengar Adelia yang akan di nikahi Bos nya itu.

__ADS_1


...Bersambung....


__ADS_2