You Are My Mine

You Are My Mine
Episode 98.


__ADS_3

Happy Reading.


~Masih Menceritakan Tentang Martin~


Dimas dan Reyhan masih menunggu di kursi depan Ruang UGD mereka berdua nampak sangat mengkhawatirkan keadaan Martin.


"Rey, Apa Tante Meli kabari saja?." Tanya Dimas yang dengan wajah lesu.


"Seperti nya harus Dim, bagaimanapun Tante Meli adalah satu-satunya keluarga Martin." Sahut Reyhan.


"Ya udah Lu hubungin deh ke nomor rumah Martin, gue gak punya nomor Tante Meli soalnya." Dimas meminta Reyhan yang menghubungi Tante Meli.


"Sama gue juga gak punya. Tapi kalau Nomor rumah Martin bentar gue lihat dulu di kontak. Siapa tahu gue masih save." Kata Reyhan dengan mulai menscroll nama-nama pada Kontak ponselnya.


Reyhan pun akhirnya menemukan Nomor Rumah Martin yang di tulis pada kontaknya yaitu Martin House.


Reyhan mulai menekan kata panggil, dan Reyhan bernafas lega karena panggilan nya tersambung. Setelah menunggu beberapa saat panggilan pun di jawab.


"Hallo dengan siapa ini?." Tanya Tante Meli.


"Ini Reyhan Tante." Jawab Reyhan.


"Ada apa Nak Reyhan?. Oh iya apa kamu tahu Nak keberadaan Rima dan Martin?." Tante Meli bertanya dengan menanyakan keberadaan Rima anaknya dan juga Martin.


Astaga Tante Meli ternyata belum tahu bahwa anaknya sudah mendekam di penjara.


Batin Reyhan.


"Oh tentang itu... Tante datang dulu ya ke sini ke Rumah Sakit X, Reyhan tunggu kedatangan nya. Dan Tante langsung datangi Ruang UGD." Kata Reyhan tanpa ingin membicarakan tentang Rima dan Martin.


"Ada apa, kenapa Tante harus datang ke Rumah Sakit?." Kata Tante Meli dengan heran.


"Nanti Tante Tahu sendiri, dan akan Rey jelaskan mengenai Rima dan Martin. Kalau begitu Rey tunggu kedatangan Tante. Terima kasih Tante." Ucap Reyhan dengan menutup panggilan nya.


Reyhan menghela nafas dalam, Ia harus menjelaskan tentang Rima dan Martin kepada Tante Meli nanti.


"Bro gimana?. Apa Tante Meli mau ke sini?." Tanya Dimas.


"Iya. Dan Tante Meli menanyakan tentang anaknya Rima."


"Ya Pasti dia belum tahu, orang kita sibuk ngejagain Martin di Apartemen. Jadi kita sampai lupa mengatakan semuanya kepada Tante Meli." Kata Dimas.


Reyhan mengangguk.


Tak selang beberapa lama datang Tante Meli dengan tergopoh-gopoh. Ia sedari rumahnya sangat penasaran berikut khawatir tentang siapa yang kini tengah sakit di Rumah Sakit.


"Nak Rey, Nak Dim..." Saat Tante Meli sudah berada di hadapan Reyhan dan Dimas.


Reyhan dan Dimas menyalami tangan Tante Meli dan menyuruhnya untuk duduk.

__ADS_1


"Siapa yang sakit Nak?." Tanya Tante Meli masih penasaran.


"Martin Tante," sahut Reyhan dengan menatap ruang UGD.


"Ada apa dengan Martin?." Tante Meli sudah terlihat wajahnya begitu khawatir.


Reyhan menghela nafas berat dan melirik kepada Dimas sebagai isyarat meminta persetujuan untuk membicarakan nya kepada Tante Meli, Dimas yang paham pun mengangguk memberi jawaban menyetujui.


"Ekhem... Begini Tante, Rey ingin membahas tentang Rima dan Martin saat ini. Tapi Rey ingin bertanya terlebih dahulu kepada Tante tentang anak Tante yaitu Rima." Reyhan dengan sopan.


"Silahkan Nak Rey, apa yang ingin Nak Rey ketahui tentang Rima?."


"Tante apa tahu Rima selama ini menyukai Martin?." Tanya Reyhan memulai.


Tante Meli mengangguk. "Dan Rima sangat berambisi untuk menginginkan Martin menjadi miliknya." Tutur Tante Meli meneruskan.


"Rima sampai seperti Depresi kala dirinya melihat Martin dengan wanita lain. Padahal Tante sudah memberikan nasihat beserta mencegah untuk tidak menyukai Martin, Tapi Rima bersikeras Ia mencari cara untuk mendapatkan Martin." Kata Tante Rima.


Reyhan sekarang paham bagaimana Rima bisa merencanakan pembakaran rumah Adelia, Rima begitu ambisi dan menginginkan Martin.


"Apa Tante Tahu Tentang Kebakaran Rumah Adelia?."


"Tante Tahu Polisi bilang karena konsleting listrik kan?."


Reyhan menggeleng. "Bukan Tante, Rima lah yang telah merencanakan pembakaran itu."


"Tante, untungnya Adelia dan Rara selamat. Berkat pertolongan teman Rima yang bernama Yuda." Lanjut Reyhan.


"Lalu dimana sekarang Adelia dan Rara?." Tanya Tante Meli dengan menatap setiap penjuru ruangan.


"Mereka berada di kediaman Rasya."


Sedangkan Dimas hanya mendengarkan pembicaraan antara Reyhan dan Tante Meli.


"Terus Rima mana Nak Rey?."


"Rima sudah di penjara Tante."


"Apa?." Tante Meli dengan terkejut.


"Iya Tante. Martin sudah melaporkan nya dan banyak bukti yang Rima lakukan sehingga Martin bisa bertindak." Sahut Reyhan.


"Lalu kenapa Martin bisa di UGD?." Tante Meli dengan penasaran.


"Martin pingsan karena terlalu banyak minum Tante," kata Reyhan menjelaskan.


"Minum?. Sejak kapan anak itu minum minuman haram?." Sorot Tante Meli tajam.


"Sejak Martin kecewa kepada Adelia Tante. Adelia memilih Pria lain untuk menjadi pendamping hidupnya. Tapi Itu karena Adelia melakukan nya agar terhindar dari kejahatan Rima." Reyhan enggan mengatakan bahwa Adelia masih mencintai Pria yang dipilihnya.

__ADS_1


"Jadi Adelia sudah tahu kejahatan Rima?."


"Ya Tante, itu berkat Yuda. Yuda sudah menolongnya dan menyembunyikan nya dari Rima, tapi Rima dapat mengetahuinya karena telah mencurigai Yuda, jadi Yuda pun menjadi sasaran kejahatan Rima selanjutnya. Rima membayar Para Preman untuk memuluskan kejahatan nya, dan ternyata Preman itu adalah buronan Luar Kota." Reyhan dengan melirik ke arah Pintu, Perawat telah masuk ke dalam ruangan UGD untuk memeriksa Martin.


"Ya Tuhan." Tante Meli sepertinya shock dengan semua tentang Rima anaknya.


Tak lama Perawat itu keluar, dan kembali masuk bersama Dokter Haris.


Reyhan, Dimas dan Tante Meli menunggu di ambang pintu ingin mendengar penjelasan tentang keadaan Martin.


Dokter Haris pun keluar dan tersenyum ramah kepada mereka.


"Mari ikut ke ruangan saya." Dokter itu mengajak Mereka karena tahu ingin penjelasan darinya.


Mereka pun masuk dan duduk di kursi yang berhadapan pada Meja Dokter Haris.


"Begini, keadaan Pasien sangat mengkhawatirkan beliau sekarang mempunyai Penyakit jantung (kardiovaskuler) masuk dalam daftar penyakit yang bisa menyebabkan kematian. Ini karena penyakit jantung memengaruhi jantung dan pembuluhnya yang bertugas untuk memompa dan mengalirkan darah kaya oksigen ke seluruh tubuh." Dokter itu menjeda terlebih dahulu ucapan nya.


"Jika organ tersebut tidak bekerja dengan baik, gejala penyakit jantung akan timbul, mulai dari nyeri dada hingga sesak napas. Tanpa pengobatan penyakit jantung, komplikasi seperti serangan jantung dan stroke dapat terjadi." Imbuh Dokter selanjutnya.


Tante Meli shock sekali atas penjelasan Dokter begitupun Reyhan dan Dimas.


Sangat memprihatinkan yang kini terjadi kepada Martin. Martin harus memiliki penyakit Jantung Kardiovaskuler yaitu penyakit jantung yang bisa menyebabkan kematian.


Terjadinya penyakit ini dikaitkan dengan gaya hidup yang buruk, seperti terlalu sering makan makanan berlemak, malas olahraga, dan merokok. Di samping itu, beberapa ahli kesehatan juga menyebutkan bahwa konsumsi alkohol berlebih juga bisa meningkatkan risikonya.


Rokok memberikan pengaruh buruk sepenuhnya untuk kesehatan jantung, namun ini sedikit berbeda dengan alkohol. Efek buruknya ini ternyata muncul jika alkohol diminum secara berlebihan.


Situs John Hopkins Medicine menyebutkan beberapa studi menunjukkan minum anggur merah dalam jumlah sedang dapat meningkatkan kadar kolesterol baik karena kandungan antioksidan di dalamnya. Itu artinya, ada efek baik dari konsumsi alkohol untuk kesehatan jantung.


Pengaruh buruk alkohol berlebihan untuk kesehatan jantung Selain efek positif, alkohol juga memberikan efek negatif pada kesehatan jantung jika diminum berlebihan.


Pertama, alkohol dapat meningkatkan tekanan darah jadi lebih tinggi. Pada orang yang punya hipertensi (tekanan darah tinggi), kenaikan tekanan darah bisa meningkatkan risiko gagal jantung atau stroke.


Kedua, alkohol juga bisa mempengaruhi otot-otot jantung sehingga meningkatkan risiko kardiomiopatiolik alkohol, yakni kelainan otot jantung yang membuat jantung harus bekerja lebih keras.


Ketiga, minum alkohol berlebihan memungkinkan asupan kalori berlebihan. Hal ini bisa menyebabkan berat badan naik atau obesitas yang meningkatkan risiko penyakit jantung nantinya. Terakhir, alkohol juga bisa memicu jantung berdetak tidak beraturan.


"Dokter apa pasien bisa sembuh kembali?." Tanya Tante Meli setelah merasa tenang dari shock nya.


"Pada orang yang punya gangguan irama jantung (aritmia), alkohol bisa memperburuk kondisi yang dimiliki. Pengaruh buruk alkohol untuk kesehatan jantung ini akan muncul jika diminum melebihi batas asupan harian, yakni 59,1471 ml untuk bir dan 147.868 ml untuk wine. Bagi orang yang sehat, minum alkohol boleh-boleh saja asal sesuai aturan. Tidak hanya sesuai batas asupan harian, tapi juga waktu minum alkohol. Pasien tidak boleh minum alkohol ketika sedang stres, mengemudikan kendaraan, menggunakan obat-obatan lain, atau minum di malam hari menjelang waktu tidur. Jadi kemungkinan Pasien bisa selamat, asal kedepan nya menerapkan gaya hidup sehat, konsumsi alkohol sebaiknya dihindari. Pasalnya, alkohol sama seperti rokok yang bisa menimbulkan kecanduan. Jika diminum secara rutin, ada kemungkinan Pasien minum melebihi batas yang dianjurkan. Sebagai contoh, ketika Pasien sedang stres dan melampiaskan hal dengan minum alkohol berlebihan." Tutur Dokter Haris menjelaskan dengan begitu panjang.


Reyhan dan Dimas terdiam mencerna apa saja yang barusan Dokter jelaskan dengan panjang. Tante Meli pun merasa lega akan perkataan Dokter yang mengatakan bahwa Martin bisa kemungkinan sembuh.


"Saya Mohon Dok, sembuhkanlah keponakan Saya." Tante Meli dengan wajah yang memelas.


"Tentu saya akan bertugas dengan semaksimal mungkin dan tentunya kita harus banyak berdo'a untuk kesembuhan Pasien. Karena Do'a merupakan untaian permohonan Kita kepada Sang Kholiq. Semoga Ibu lebih tenang ya." Ucap Dokter itu menenangkan Tante Meli.


...Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2