You Are My Mine

You Are My Mine
Episode 143.


__ADS_3

Sementara itu di Kediaman Rasya...


Rasya sedang duduk di kursi panjang, yang berada di pinggir kolam renang samping rumahnya. Dengan posisi kaki ia selonjorkan. Rasya sedang melamun dengan pandangan mengarah langit yang hari ini sedang cerah.


Tiba-tiba suara dering di ponsel Rasya memekik telinga. Terdapat panggilan dari Sakti temannya. Rasya pun meraih ponselnya yang tergeletak itu dan menggeser tanda panggilan berwarna hijau.


"Ada apa?" tanya Rasya saat sudah tersambung.


"Nongkrong yuk! jangan ngelamun aja!!" kata Sakti di balik sambungan telepon.


"Sok tahu loh?!!" pekik Rasya.


"Emang gue tahu!" ujar Sakti.


"Bentar suara kamu kok semakin jelas?!" kata Rasya lalu memutar tatapan nya ke arah seseorang yang sedang berdiri tersenyum.


"Ngapain kamu nelpon? kalau sudah ada di rumahku?" tukas Rasya dengan menaruh ponselnya ke tempat semula.


Sakti sengaja datang ke rumah Rasya, dan saat Lia Mama Rasya mengatakan kalau Rasya sedang berada di kolam renang, Sakti langsung melangkah menghampiri kolam renang. Namun, Sakti melihat sisi Rasya di belakangnya. Rasya terlihat ceria kala di hadapan teman-temannya. Tapi ternyata di belakang Rasya rapuh. Kentara oleh Sakti saat Rasya melamun dengan raut wajah sedih.


"Sengaja. Em ... nongkrong Yuk!! di Cafe," ajak Sakti.


"Boleh. Tapi gue gak mau banyak anak-anak bau kencur di sana," seloroh Rasya yang merasa risih saat semalam Cafe itu penuh dengan anak remaja tanggung. Yang umurnya lebih jauh dari Serly adiknya.


"Haha ... elu ada-ada saja ngatain. Masa anak-anak bau kencur?" ledek Sakti yang tidak tahu artinya.


"Risih gue!, mana semalam pas mau pulang banyak yang ngajak photo, dan ngasih bunga. Ogah gue kejadian kaya gitu lagi! lebih baik gue udahan gabung kalian," ujar Rasya dengan membayangkan semalam yang membuatnya risih bercampur geli.


"Haha ... iya-iya. Nanti gue suruh ada pengawalan buat elu," ucap Sakti dengan tergelak kembali.


"Ya sudah tunggu. Gue ganti baju dulu,"


"Udah gitu aja! elu masih terlihat keren kok," puji Sakti dengan meneliti tampilan Rasya yang hanya memakai celana jeans pendek dengan berkemeja pendek.


"Ya sudah. Kalau tampilan gue jelek, juga gak apa-apa. Biar yang lihat gue jadi ilfeel,"


"Rasya ... elu sengaja ingin buat fans elu ilfeel?" kata Sakti dengan tergelak kembali.


"Iya soalnya gue risih."


Sakti terlihat membaca chat dari Omnya yang Bernama Bondan.


"Eh bro!! ayo, kita di tunggu seseorang yang ingin melihat penampilan elu saat ini!, Om gue nyuruh kita!" kata Sakti saat selesai membaca chat-nya.


"Siang begini?" pekik Rasya.


Sakti tidak menjawab. Malah asyik menatap ponsel miliknya dengan jari jemarinya mengetik pesan. Rasya pun hanya mendengus kesal.


"Iya bro! katanya ini khusus, ada seorang pengusaha muda sengaja ingin kita tampil. Karena istrinya yang ingin sekali melihat penampilan elu, lagi ngidam bro! kasihan" ujar Sakti saat sudah mendapat pesan balasan dari Omnya.


"Lagi hamil?" tanya Rasya dengan serius menatap Sakti.


"He'em ... Ayo! gue tunggu di depan"


Sakti pun melangkah terlebih dahulu ke arah depan rumah Rasya untuk menunggu Rasya. Sedangkan Rasya merasa hatinya tak tenang. Bahkan jantungnya tiba-tiba berdetak dengan lebih kencang.


Ada apa sih kok aku kaya gugup gini?


Rasya memilih dengan penampilan seperti itu. Lalu menyusul Sakti ke halaman depan rumah.

__ADS_1


"Gue gak mau bawa mobil. Gue nebeng aja ya!" kata Rasya saat sudah di halaman rumah. Dan sengaja masuk ke dalam mobil Sakti.


"Siap, ayo berangkat!!," ucap Sakti semangat lalu menekan pedal gasnya. Kemudian mobil Sakti keluar dari halaman rumah Rasya membelah jalanan.


Selang beberapa menit. Mobil yang Sakti kendarai pun berhenti di depan Cafe Bondan.


Sakti dan Rasya langsung keluar dari mobil dan melangkah masuk ke dalam area Cafe.


Pandangan Rasya lurus kedepan dengan menunduk. Rasya memilih untuk tidak mengitari area sekitar. Karena Rasya takut ada fans yang membuat Rasya risih.


Tapi tunggu ... kenapa Cafe sepi banget? kata Rasya dalam hatinya bertanya. Saat Rasya terus melangkah lebih dalam bahkan sekarang sudah berada di atas panggung. Rasya merasa sekitaran Cafe sepi. Tak ada suara orang yang saling mengobrol.


Lalu Rasya memilih mendongakkan kepalanya yang semenjak tadi menunduk. Rasya menatap ke arah meja yang terlihat begitu sepi, hanya ada satu meja yang di duduki dua orang, dengan jenis berlawanan.


Oh mungkin itu pengusaha muda yang Sakti maksud. Begitu kuasanya dia sampai memesan Cafe ini untuk istrinya kepada Om Bondan?. Rasya kembali berbicara di dalam hati saat menatap pada meja yang di duduki oleh satu pria dan satu wanita di pojokan Cafe.


Dua orang tersebut masih sedang asyik melahap makanan siangnya. Dua orang itu adalah Albi dan Adelia. Albi sengaja saat masuk ke area Cafe menemui pemilik Cafe tersebut, untuk memesan ruangan khusus. Karena Albi pribadi tidak senang keramaian, di tambah walaupun Albi cemburu, tapi Albi tidak tega dengan Adelia yang merengek ingin melihat penampilan penyanyi pria yang sedang banyak dibicarakan. Namun, karena Cafe tersebut masih baru dan belum mempunyai banyak ruang dan hanya satu ruangan yang luas. Albi meminta kepada pemilik Cafe lamanya satu jam untuk Cafe tersebut di kosongkan, dan meminta Band yang selalu tampil saat malam, siang ini tampil. Dengan beralasan bahwa istrinya yang sedang mengidam ingin melihat penampilan Band Cafe tersebut, dengan Albi iming-imingi harga yang sangat pantastis. Ya tentu pemilik Cafe lebih bersedia karena hanya satu jam saja, penghasilan Cafe dapat seratus juta dari Albi.


Bahkan Adelia belum sadar dengan sekitaran Cafe yang berubah menjadi sunyi, di tambah Adelia belum mengetahui keberadaan Pria tampan yang sangat ia inginkan untuk melihat penampilannya.


"Selamat Siang Tuan, dan Nyonya. Selamat menikmati hidangan di Cafe kami. Dan semoga Anda terhibur dengan penampilan yang kami suguhkan" sapa Rasya mengarah pada meja yang di duduki Albi dan Adelia. Rasya menyapanya lewat microfon.


Sontak Albi menatap ke arah depan begitupun Adelia. Adelia berjingkrak senang saat ia melihat Pria yang saat ini, ingin ia lihat tampilannya.


"Mas ... kenapa sepi?" tanya Adelia saat sadar dengan sekitar cafe yang di tatap terlihat kosong hanya ada dirinya dan Albi.


"Khusus untuk kita," sahut Albi dengan tersenyum.


"Apa kamu senang, bisa melihat pria itu?" tanya Albi dengan menunjuk dengan dagunya. Menunjuk Rasya yang sedang memulai menekan-nekan not nada pada Keyboard.


"Iya Mas, aku senang sekali. Terima kasih" ucap Adelia dengan memeluk Albi dari samping.


Please Rasya saat ini kamu jangan dulu bersedih! kamu saat ini sedang di saksikan orang yang sudah menyewa mu!!! Rasya berbicara di dalam hati.


"Baiklah ... lagu pertama untuk Tuan dan Nyonya, saya nyanyikan sebuah lagu berjudul Sempurna. Semoga anda terhibur," ucap Rasya dengan mulai memainkan musiknya beserta teman Rasya lainnya.


Adelia begitu antusias menatap Rasya yang mulai bermain intro pada alat musiknya. Terlihat Rasya mulai mengambil nafas untuk bernyanyi.


Kau begitu sempurna, dimata ku kau begitu indah


Kau membuat diri ku, akan s'lalu memuja mu


Disetiap langkah ku, ku 'kan s'lalu memikirkan, diri mu


Tak bisa ku bayangkan hidup ku tanpa cinta mu


Janganlah kau tinggalkan diri ku


Tak 'kan mampu menghadapi semua


Hanya bersama mu ku akan bisa


Kau adalah darah ku


Kau adalah jantung ku


Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku


Oh sayangku kau begitu

__ADS_1


Sempurna, sempurna...


Kau genggam tangan ku, saat diri ku lemah dan terjatuh


Kau bisikkan kata, dan hapus semua sesal ku


Janganlah kau tinggalkan diri ku


Tak 'kan mampu menghadapi semua


Hanya bersama mu ku akan bisa


Kau adalah darah ku


Kau adalah jantung ku


Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku


Oh sayangku kau begitu


Sempurna, sempurna...


Janganlah kau tinggalkan diri ku


Tak 'kan mampu menghadapi semua


Hanya bersama mu ku akan bisa


Kau adalah darah ku


Kau adalah jantung ku


Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku


Oh sayangku kau begitu


Sempurna, sempurna


Kau adalah darah ku


Kau adalah jantung ku


Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku


Oh sayangku kau begitu


Sayangku kau begitu


Sempurna, sempurna...


Seperti biasa Rasya bernyanyi dengan penuh penghayatan, dengan matanya yang terpejam, bahkan membayangkan seolah Rasya bernyanyi untuk istrinya.


Lagu telah berakhir, Rasya mulai membuka kedua matanya. Dan sungguh Rasya membola matanya, tersentak saat menatap ke depan, wanita yang duduk di pojok bersama suaminya berpindah menjadi duduk di depan panggung.


Dan membuat Rasya semakin terkejut wanita yang berada di depannya adalah sosok yang begitu mirip dengan istrinya. Hingga Rasya berdiri dan menatap ke arah wanita yang sedang tersenyum kepada dirinya.


"Adelia ...."


...Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2