You Are My Mine

You Are My Mine
Menyelamatkan Adelia.


__ADS_3

Perjalanan menuju Gank Juana dengan posisi yang sama. Mas ojek di posisi terdepan menuntun jalan agar Mobil Yuda dan Rasya mengikuti dari belakang. Sekeliling kiri kanan jalan terlihat sepi, hanya banyak pepohonan lebat tanpa ada rumah yang terbangun di tempat itu.


Kini Mas Ojek menghentikan laju motornya. Sepertinya sudah sampai. Yuda dan Rasya pun menghentikan mobilnya. Lalu mereka turun ke luar dari dalam mobil. Di edarkan pandangan mereka ke sekelilingnya masih belum nampak ada hunian rumah.


"Mas, koq berhenti emang kita sudah sampai?." Tanya Rara yang penasaran.


"Em... anu neng. I-itu jalan lagi setikungan baru menemukan rumah. Dan rumah itu hanya satu-satunya di sana yang merupakan tempat Gank Juana. Saya sampai sini saja. Saya takut." Mas ojek itu tidak ingin mengantar hingga sampai.


"Ya sudah. Ini untuk Mas buat beli bensin. Hati-hati Mas di jalan nya. Dan terima kasih Mas sudah mau mengantar kami ke sini." Rasya dengan menyerahkan uang ke tangan Mas ojek itu langsung, dan mengucapkan terima kasih.


Mas Ojek itu pun tersenyum senang mendapat uang yang di beri Rasya, karena Mas ojek itu sungguh membutuhkan nya dan di tambah Rasya memberikan lima lembar uang berwarna merah, Mas ojek itu merasa mendapatkan banyak.


"Aduuh Mas terima kasih banyak. Semoga rezeki Mas lancar dan berkah. Iya sama-sama. Kalau begitu saya undur pamit. Mari Mas, Neng, Mas." Mas ojek itu mengucapkan banyak terima kasih kepada Rasya yang telah memberikan upah, dan pamit kepada Mereka dengan menganggukan kepala.


"Iya Mas sama-sama." Kata mereka bersamaan.


Mas Ojek itu pun pergi. Kini tinggal Mereka yang masih berdiri dengan memandang kepergian motor si Mas ojek tadi. Kini Rara mulai menoleh ke arah Yuda dan Rasya.


"Terus gimana rencana kita?." Rara mulai menanyakan apa rencana selanjutnya.


"Em... gimana kalau mobil kita simpan aja di sini. Jadi kedepan kita jalan kaki aja." Usul Yuda.


"Boleh juga." Rasya menyetujui usul Yuda.


Dan Rasya begitupun Yuda mulai mengambil kunci mobil nya, lalu memberikan kunci pengaman ganda ke mobil mereka.


Rasya dan Yuda beriringan berjalan, di belakang Rara mengikuti langkah mereka berdua. Di lihat dari kejauhan sudah terlihat ada satu rumah yang sesuai Mas ojek tadi. Dan itulah Gank Juana.


Rasya menghentikan langkahnya, kini ia fokus menatap ke arah Yuda dan Rara."Bentar kita harus bikin strategi. Tidak mungkin kita datang ke sana tapi tidak bisa membawa pulang Adelia."


"Iya Benar juga. Mereka itu cerdik. Kita harus bisa mengelabui mereka." Kata Yuda.


Lalu Rasya membisikkan usulnya kepada Rara dan Yuda. Entah apa yang Rasya bisikkan hanya mereka yang tahu. Setelah itu terlihat Yuda dan Rara menganggukan kepalanya secara bersamaan.


Kemudian mereka berjalan melangkah kembali. Kini ketiga nya berpencar. Yudah Dan Rara pergi ke arah belakang untuk mencoba mengintip ke arah dalam rumah untuk memastikan keberadaan Adelia.


Lalu Rasya mencoba untuk menemui langsung dari arah depan.


Rasya menghela nafas dalam sebelum tangan nya terangkat untuk mengetuk pintu.


Tapi ketika Tangan nya hendak mau mengetuk, Pintu dengan cepat terbuka. Terlihat Dua Pria Kekar keluar dari balik pintu tersebut.


Rasya yang berhadapan dengan kedua pria kekar tersebut menelan ludahnya. Ia merasa gugup akan sorot mata tajam kedua pria itu.


"Kebetulan Saya baru saja mau mengetuk pintu." Ucap Rasya.


Kedua Pria kekar itu menatap tajam.


"Ada perlu apa kamu ke sini?." Tanya nya.


"Em... Saya ingin bekerja sama dengan kalian." Ucap Rasya.


Kedua pria kekar itu saling pandang satu sama lain, seperti sedang mengutarakan pendapat masing-masing.

__ADS_1


"Sebentar Gua panggil dulu Si Boss." Kata Salah satu pria itu.


Iya benar berarti tiga orang.


Rasya bergumam di dalam hatinya. Mengerti akan ucapan Mas ojek tadi. Yang mengatakan Gank Juana tersebut ada tiga orang.


Terlihat salah satu dari pria tersebut ke arah dalam untuk memanggil Salah satu yang di sebut Boss nya. Salah satu pria lagi menatap seperti memindai penampilan Rasya.


Keluarlah Pria yang di sebut Boss itu dengan Badan Kekar, dengan tato memenuhi lengan nya.


"Ada apa?." Setiba nya sampai di depan Rasya.


"Saya ingin bekerja sama dengan kalian." Ucap Rasya.


"Bekerja sama untuk apa?." Tanya Pria yang bernama Juana.


"Saya ingin........."


Tiba-tiba terdengar suara wanita meminta tolong, yang membuat ke tiga pria tersebut menatap ke arah dalam. Begitupun dengan Rasya yang begitu yakin itu adalah suara Adelia. Rasya yang begitu ingin cepat bertemu Adelia, mengacaukan strategi nya sendiri. Rasya langsung memberi pukulan kepada Juana yang di depan nya.


Bugh.... Bugh.... Rasya memukul dan menendang Juana. Karena Juana yang di serang tiba-tiba Tubuhnya menjengkang ke belakang. Ke dua pria yang masih berdiri memberikan perlawanan nya kepada Rasya, sehingga posisi Rasya kini Dua banding satu. Rasya masih bisa menghalau setiap pukulan dari Salah satu pria tersebut, Namun Pria satu lagi mulai ingin memberikan tendangan nya ke arah perut Rasya, namun dengan cepat Yuda datang menghalau kaki si pria yang mau menendang perut Rasya itu.


Dan terjadilah saling baku hantam, Yuda dan Rasya menghadang setiap pukulan yang kedua pria itu berikan. Sedankan Juana Berdiri tegak memperhatikan kedua anak buahnya yang sedang bertarung. Rara datang mengendap-endap di belakang Juana, Rara ingin masuk kedalam yang berarah ke suara parau Adelia yang meminta tolong. Dengan gerakan seperti maling, Rara berhasil masuk, Ia mulai memeriksa setiap ruangan demi ruangan. Terdengar suara Adelia yang parau meminta tolong dari Arah Gudang. Beruntungnya gudang tersebut tidak terkunci, Maka Rara bisa masuk menghampiri Adelia yang sedang terikat di sebuah kursi dan di tutup mulutnya menggunakan lakban.


Setelah sampai di dekat Adelia, Rara langsung melepaskan Ikatan yang mengikat kaki dan tangan Adelia, begitu dengan lakban yang menutup mulut Adelia.


Adelia seketika bernafas lega, ia bisa bernafas.


"Ra, Kamu bisa ada di sini?." Tanya nya.


Mata Rara melihat ada dua Tongkat Baseball, Rara pun meraihnya.


"Ini Lu pegang. Gue juga pegang yang ini." Rara dengan menyerahkan salah satu tongkat Baseball ke tangan Adelia.


"Untuk apa?."


"Nanti saja. Lihat aku cara menggunakan nya." Rara dengan menarik tangan Adelia untuk keluar.


Rara jalan mengendap-endap kembali dan di tiru oleh Adelia.


Setelah menuju ruangan tengah terdengar jelas ada perkelahian di arah depan luar.


Posisi Juana masih seperti tadi berdiri tegak memperhatikan perkelahian anak buah nya.


Kedua anak buahnya sudah babak belur Parah akan hantaman Pukulan Rasya dan Yuda. Begitupun Yuda dan Rasya dengan muka yang sudah lebam.


Terlihat Dua anak Buah Juana tersungkur tak berdaya di tanah kini Rara mulai mengarahkan tongkat Baseballnya ke kepala Juana yang membelakanginya.


Bugh...Bugh...


Juana terjungkal, Rara langsung dengan cepat meraih tangan Adelia untuk kabur.


Yuda dan Rasya pun melihat Rara bersama Adelia datang menghampirinya.

__ADS_1


Senyum Rasya mengembang setelah melihat Gadis nya bersama Rara. Seperti dapat Energi. Rasya menghantam lawan nya dengan kuat menggunakan kakinya, hingga lawan nya tersungkur tak berdaya.


Rasya berlari cepat mengikuti Arah Rara yang berlari dengan tangan nya menarik tangan Adelia. Di Susul dengan Yuda.


Mereka berlarian cepat takut akan Tiga pria itu dapat mengejarnya.


Rara dan Adelia berdiri setelah sampai di depan dua mobil. Adelia belum mengetahui bahwa Rasya kini tengah di sampingnya, Adelia pikir salah satu yang bersama Yuda Adalah Teman Dekat Yuda.


"Del, ayo kamu masuk mobil ini." Rara dengan cepat membuka pintu depan Mobil Rasya. Karena Rasya sudah menekan tombol di kuncinya.


"Aku masuk di mobil depan itu." Ucap Rara lagi.


Adelia pun mengangguk dan mulai masuk ke dalam mobil yang Rara buka tadi pintu nya.


Yuda dan Rara sudah masuk kedalam mobil tersebut. Begitu juga dengan Rasya yang kini masuk duduk di kursi sebelah Adelia.


Adelia tidak melirik sama sekali ia fokus ke arah jendela. Rasya terlebih dahulu membelokkan mobilnya dan di susul dengan Yuda.


Kini Mereka merasa lega, setelah bisa melajukan mobilnya untuk menuju pulang.


"Ekhemmm...." Rasya berdehem untuk mengalihkan fokus Adelia yang menatap jendela.


Deheman Rasya berhasil.


Dan benar saja, Adelia mencoba menoleh ke arah samping kepada orang itu yang sedang menyetir. Adelia tersentak kaget, bahkan seperti tercekat. Adelia melihat seseorang yang sedang menyetir itu dengan mata berkaca-kaca. Rasya tersenyum kepada Adelia yang kini tengah menatap nya.


Mobil Yuda menyalip mobil Rasya.


Lalu Rara membuka jendela kaca nya.


"Rasya... ikuti mobil Yuda." Teriak Rara.


Rasya pun mengangguk. Mobil Yuda begitu cepat melajukan nya. Rasya pun kembali fokus kepada setir nya untuk mengikuti mobil Yuda.


Setelah terlihat mobil Yuda, Rasya pun menghentikan mobilnya. Lalu kini Rasya menatap Adelia yang berada di sampingnya sedang tertidur.


Rasya mulai mendekat ke arah Adelia.


"Del.... Del... Bangun. Kita udah sampai." Rasya mencoba menepuk-nepuk tangan Adelia. Tapi tidak ada reaksi Adelia ingin bangun.


Terlihat Rara dan Yuda menghampiri mobil Rasya. Yang merasa lama menunggu. Karena Rasya dan Adelia tidak juga keluar.


"Rasya ada Apa dengan Adelia?." Tanyak Rara dari balik jendela luar.


Rasya pun membuka jendela nya.


"Seperti nya Adelia pingsan." Kata Rasya.


"Cepetan bawa keluar. Kita harus periksakan ke dokter." Yuda dengan langsung merasa khawatir.


Rasya pun dengan cepat keluar dari mobilnya, lalu memutar ke arah Pintu yang Adelia duduki. Rasya menggendong Adelia. Rara dan Yuda dengan cepat berjalan menuju Vila nya. Setelah sudah di buka pintunya, Rara dan Yuda mengarahkan Rasya untuk membawa Adelia ke dalam kamar. Agar Adelia, Rasya baringkan.


Setelah Adelia berbaring. Yuda dengan cepat menelepon Dokter terdekat agar datang ke rumah nya.

__ADS_1


Dan Dokter itu pun mengatakan akan datang.


...Bersambung....


__ADS_2