
Rasya kini keluar dari kamarnya. Berjalan menuruni anak tangga. Ia berniat mengambil air minum ke arah dapur. Rasya mulai menuangkan air minum kedalam gelas, dan meneguknya hingga tandas.
"Mama mau masak?" tanya Rasya saat melihat Lia masuk ke arah dapur.
"Iya. Buat makan malam kalian," sahut Lia.
"Aku sepertinya ingin makan gudeg deh," kata Rasya menyampaikan apa yang di inginkannya.
Entah kenapa, Rasya tiba-tiba menginginkan makanan tersebut. Gudeg adalah salah satu masakan khas indonesia yang terkenal akan kelezatannya. Masakan ini merupakan masakan tradisional dan khas Provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah Indonesia.
Dan saat ini Rasya ingin memakannya. Dengan pandangannya yang seperti membayangkan makanan tersebut, di tambah mulut Rasya seperti menahan ludahnya.
"Gudeg? sejak kapan kamu suka gudeg?" tanya Lia merasa heran kepada Rasya yang tiba-tiba memesan masakan untuk nanti di makannya. Padahal Rasya tidak pernah seperti itu, jika mau makan, selalu makan yang ada saja, yang Lia hidangkan.
"Entahlah Ma ... aku tiba-tiba menginginkannya, bahkan aku membayangkan nya sampai ngiler," ujar Rasya.
"Buatkan ya, Ma...." sambung Rasya.
"Besok saja. Mama kan, belum ke pasar. Lagian kamu ada-ada saja,"
Rasya merubah wajahnya menjadi cemberut. "Ya sudah kalau Mama gak mau masakin, aku akan keluar untuk mencari makanan itu," tukas Rasya.
Rasya pun berlalu dari dapur dan kembali menuju kamarnya. Entah ada apa dengan dirinya, yang sangat menginginkan makanan tersebut saat ini juga. Ia memakaikan jaket denim berwarna abu ke badannya, menyisir rambut hitamnya, dan meraih dompet beserta kunci mobil miliknya.
Lia yang merasa heran kepada Rasya, meneruskan niatnya untuk memasak. Lia mulai membuka kulkas, dan hanya ada telur dan cumi saja di dalamnya. Kemudian Lia mulai mengeluarkan bahan makanan tersebut, dan mencucinya.
"Ma, aku keluar ya...." ucap Rasya tiba-tiba sudah berada di belakang Lia.
"Iya. Hati-hati jangan ngelamun nyetirnya!" pesan Lia. Rasya pun menjawab dengan mengangguk.
Rasya melangkah cepat menuju pintu depan, kemudian bergegas ke arah mobil miliknya yang berada di halaman rumah. Rasya masuk kedalam mobil, dan mulai melajukan mobilnya, keluar dari halaman rumah.
Rasya berniat mencari warung atau Restauran yang menjajakkan makanan yang tengah di inginkannya kini. Mobil Rasya sudah jauh dari arah rumahnya, dan membelah jalanan yang begitu padat saat sore itu.
Mungkin waktu sore, merupakan waktu kebanyakan orang-orang yang baru saja pulang dari tempat aktivitasnya. Dari mulai sekolah, dan bekerja.
Rasya tersenyum saat melihat ada warung makan yang bertuliskan 'Warung Gudeg khas Jogja'. Kemudian Rasya mulai memelankan kecepatan mobilnya, dan mencari tempat untuk memarkirkan mobil miliknya itu.
Setelah mobil terparkir di tempat yang aman. Rasya mulai keluar dan menghampiri warung makan tersebut. Lalu Rasya langsung memesan makanan yang tengah di inginkan itu. Hingga selang beberapa menit, makanan tersebut telah di hidangkan, di hadapan Rasya. Mata Rasya berbinar, menerima makanan yang di hidangkannya. Dan mulai melahap makanan tersebut.
Makanan yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Perlu waktu berjam-jam untuk membuat hidangan ini. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan. Gudeg biasanya dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental (areh), ayam kampung, telur, tempe, tahu dan sambal goreng krecek.
Seperti yang tengah Rasya santap sekarang. Ia seakan lupa beban yang begitu berat, yang tengah menimpanya. Hingga selang beberapa menit, Rasya telah menghabiskan makanannya tersebut, kemudian memabayarnya.
***
Adelia yang baru saja terbangun dari tidurnya, merasakan lapar pada perutnya. Adelia bangkit dari ranjang, dan melangkah keluar kamar. Adelia berjalan menuju tempat dimana Albi dan kedua temannya.
Terlihat di Ruang tamu hanya ada Arman dan Dirga yang tengah asyik bermain pada gawainya masing-masing. Adelia duduk di sofa single, dan menatap dua pria di depannya itu.
"Albi dimana?" tanya Adelia kepada Arman.
Arman sontak menatap Adelia yang sudah membuatnya kaget karena kehadiran Adelia yang tiba-tiba.
"Albi di kamarnya" sahut Arman. Dan langsung dapat pukulan di lengan dari Dirga.
__ADS_1
"Kok elu bilang di kamarnya sih, nanti dia curiga gimana?" tanya Dirga dengan berbisik.
Dan benar, Adelia merasa heran akan ucapan Arman yang mengatakan Albi tengah di kamarnya. Namun, Albi tidak ada di kamar yang baru saja Adelia tiduri. Apa mungkin selama ini Adelia dan Albi tidur terpisah? begitu pikiran Adelia.
"Apa kami selama ini tidur terpisah?" tanya Adelia kepada Arman.
Dirga hanya bisa menyaksikan apa yang akan di jawab oleh Arman.
"Tidak. Kalian selalu sekamar. Kalau terpisah mana mungkin kamu hamil?, dan Albi saat ini tidak mau mengganggu kamu, karena Albi merasa kasihan, kamu kan, baru saja sembuh," tutur Arman hingga membuat pipi Adelia merona manahan malu atas penuturan Arman.
"Apa ada sesuatu yang kamu butuhkan?" tanya Dirga mengalihkan.
Adelia mengangguk dengan pelan.
"Apa itu?" tanya Dirga kembali.
"Aku lapar," ucap Adelia dengan menunduk malu.
"Ish kasihan sekali ... ayo ikut aku ke dapur," pekik Arman dan mengajak Adelia untuk ke dapur.
"Lu mau apa? masak?" bisik Dirga dan dapat anggukan dari Arman.
Arman dan Adelia pun bergegas menuju dapur.
"Em ... kamu duduk saja di kursi. Biar aku yang menyiapkan makanan nya," titah Arman dengan menunjuk meja makan.
"Baiklah," jawab Adelia lalu melangkah dan mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan.
Arman mulai membuka Lemari pendingin, dan mengambil bahan makan cepat saji yaitu Rice with beef yakinku menu makanan cepat saji dari nama brand ternama. Lalu di masak ke dalam microwave. Setelah bunyi 'tring' Arman mengeluarkannya. Dan di hidangkan tepat di hadapan Adelia yang tengah kelaparan.
Adelia tersenyum kepada Arman. "Terima kasih," ucapnya.
Adelia pun mengangguk dan tersenyum. Arman duduk di kursi yang berhadapan dengan Adelia, ia memperhatikan Adelia yang makan makanan yang di masaknya dengan lahap.
Sementara itu Albi keluar dari kamar yang bersebelahan dengan kamar Adelia tadi. Ia berjalan melangkah ke ruang tamu, yang di mana kedua temannya terduduk. Namun, saat Albi mendudukan tubuhnya terlihat hanya ada Dirga seorang yang tengah terduduk, dengan tangannya bermain ponsel.
"Arman mana?" tanya Albi.
"Oh itu lagi di dapur sama Arumi" sahut Dirga tanpa melihat ke arah Albi.
Sontak Albi bangkit dari duduknya dan menuju dapur, entah kenapa mendengar Adelia bersama Arman hatinya merasa panas. Albi terdiam berdiri saat sudah masuk ke area dapur, ia melihat Adelia sedang makan dan di perhatikan oleh Arman.
"Ekhemmm" Albi berdehem yang membuat Arman dan Adelia melihat ke arah dirinya.
"Hei Bro, sini!" kata Arman menyuruh Albi untuk mendekatinya.
Albi menurut dan melangkah mendekati Arman yang duduk berhadapan dengan Adelia. Albi menarik kursi, dan mendudukinya.
"Mau?" tawar Adelia saat Albi sudah duduk.
Albi menjawab dengan menggeleng. Albi memasang wajah datar tanpa ekspresi apapun di hadapan Arman dan Adelia. Entah kenapa Albi merasa sesak melihat Adelia di perhatikan oleh Arman.
"Bro jangan salah paham! gue di sini, tadi masakin makanan buat Arumi, tadi ia terbangun dan kelaparan. Kasihan kan, dia lagi hamil" ucap Arman.
Arman mengerti dengan wajah Albi yang datar tanpa ekspresi apapun saat menatapnya, Arman beranggapan bahwa Albi saat ini tengah cemburu kepada dirinya.
__ADS_1
Albian, Lu yang benar saja. Lu sekalinya jatuh cinta sama bini orang. Batin Arman mengejek Albi.
"Tadi aku nanyain kamu, sama mereka. Tapi katanya kamu lagi tidur di kamar lain, karena tidak mau mengganggu istirahat aku," tutur Adelia dengan tersenyum kepada Albi.
What? Pasti mereka berdua sudah mengatakan yang aneh-aneh kepada Arumi. Gerutu Albi di dalam hatinya setelah mendengar Adelia mengatakan bahwa dirinya tidur di kamar lain.
Albi terpaksa mengangguk memberikan jawaban penuturan Adelia. Kini Albi melirik ke arah Arman yang sedang menahan tawa.
"Oh iya Arumi, kamu itu biasanya manggil Mas Albi sama suami mu ini," kata Arman dan langsung dapat injakan kaki oleh Albi.
"Benarkah?"
"Auw ... i-iya Arumi," sahut Arman. Walaupun kakinya kesakitan Arman tetap saja menyelesaikan aksinya.
"Ayo coba kamu panggil, dengan sebutan Mas!" titah Arman.
Albi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Dengan menatap tajam kepada Arman.
Adelia hanya tersenyum menanggapi titahan Arman itu. Lalu dengan santai menyelesaikan makannya. Hingga makanan itu habis, Adelia belum melaksanakan titahan Arman tadi.
Kenapa Arumi tidak menuruti Arman?. Tanya Albi di dalam hatinya. Ia sebenarnya ingin mendengar Adelia atas perintah Arman tadi, yang menyuruh Adelia memanggil dirinya dengan sebutan kata 'Mas'.
"Arumi, kok kamu diam saja?" tanya Arman kepada Adelia. Karena sedari tadi dirinya menunggu Adelia memanggil Albi sesuai yang di perintahkannya namun, sampai Adelia menyelesaikan makannya, Adelia belum juga menurutinya.
Adelia menggeleng dengan tersenyum, lalu pergi dari hadapan Albi dan Arman begitu saja. Membuat Albi dan Arman saling tatap, dan Arman mengedikan bahunya, saat tahu tatapan Albi seperti bertanya.
"Mending sekarang Lu susul!" titah Arman.
"Enggak" sahut Albi.
"Why? gue tahu kok, Lu udah suka kan, sama Arumi?" pekik Arman.
Albi terdiam.
"Gue dukung Lu, kalau Lu bener sudah suka dan jatuh hati sama Arumi," kata Arman dan pergi meninggalkan Albi di dapur.
Albi pun ikut melangkah dan bergegas untuk menemui Adelia yang berada di dalam kamar.
Tok tok tok...
Albi mengetuk pintu kamar yang Adelia tempati. Dan tak lama Adelia membuka pintunya.
"Ada apa?" tanya Adelia saat melihat yang mengetuk pintu kamarnya.
Albi langsung masuk kedalam tanpa menjawab pertanyaan Adelia.
Lalu Albi duduk di sofa panjang yang berada di dalam kamar itu. Albi menatap Adelia dengan penuh arti.
"Apa ada sesuatu?" tanya Adelia sekarang.
Albi hanya menggeleng.
"Ya sudah aku mau mandi," ucap Adelia dengan ketus. Adelia merasa kesal kepada Albi, yang hanya terdiam saat Adelia bertanya. Adelia masuk ke ruang ganti, yang langsung terhubung dengan kamar mandi.
Albi menatap kepergian Adelia, ia bingung untuk berbicara kepada Adelia. Ia merasa sangat banyak salah kepada Adelia, yang sudah memanfaatkan amnesia nya Adelia. Adelia yang hanya tau bahwa dirinyalah suaminya saat ini.
__ADS_1
...Bersambung....
Jangan lupa like, comment, dan poin hadiahnya ya Readers!! 😊😊