You Are My Mine

You Are My Mine
Kertas Selebaran.


__ADS_3

Ke Esokan harinya Yuda dan Rara memutuskan membuat selebaran kertas pengumuman yang tertera bertuliskan.


DI CARI ORANG HILANG.


PERKIRAAN HILANG DARI PAGI SABTU, BERANGKAT MENGANTAR KUE PESANAN.



NAMA: ADELIA CAHAYA LESTARI


JENIS KELAMIN: PEREMPUAN


CIRI-CIRI: TB:160cm, KULIT PUTIH, RAMBUT PANJANG LURUS, MEMPUNYAI LESUNG PIPI.


JIKA MENEMUKAN SESUAI YANG ADA DI PHOTO. MOHON HUBUNGI NOMOR TELEPON DI BAWAH INI.


Yuda 08588885****.


Rara 08125876****.


Seperti itulah isi dari selebaran kertas pengumuman yang Yuda buat dan Rara.


Mereka menempelkan di setiap sudut keramaian yang biasa di lewati banyak orang, seperti di tihang-tihang Lampu, Pohon-pohon, dan sebagainya. Agar dapat perhatian dari setiap orang yang melihat.


Sehingga menarik perhatian seseorang yang kini tengah mengemudi mobilnya, ia telah resmi bercerai dengan istrinya atas persetujuan orang tua sang istri sampai menunggu persidangan dari pengadilan agar benar-benar resmi. Ia kini sedang mengemudikan kendaraan menuju rumah kediaman orang tuanya, orang itu Ialah Rasya.


Rasya mengernyitkan dahinya ketika melihat selebaran kertas yang di tempel di tihang Listrik dekat sekitaran pertigaan jalan yang menuju rumah nya. Tapi ia meneruskan untuk meneruskan perjalanan nya, hingga ia kini sampai di depan halaman rumah nya yang luas. Ia keluar dari mobil dengan rasa penasaran akan selembaran kertas tadi yang sempat terlihat photo seseorang yang sangat di kenalinya.


Apa aku salah lihat?.


Atau aku benar melihat nya?.


Rasya keluar mobil dengan bergumam di dalam hatinya, bertanya-tanya akan apa yang ia lihat tadi. Pintu rumah terbuka, Lia Mama Rasya keluar dengan perasaan senang melihat putra nya datang, ia mengembangkan senyum nya melihat Rasya yang berjalan menghampirinya.


Rasya meraih tangan Lia, ia menyalami dan mencium tangan nya. "Apa kabar ma?." Rasya mendongak menatap sang Mama yang sedang tersenyum kepadanya.


"Baik nak. Bagaimana kabar mu?. Dari pertama kamu menikah, kita baru ketemu sayang... dan Mama sangat merindukan mu." Tanya Lia kembali, dan menghambur memeluk putra pertamanya itu.


"Rasya baik ma. Iya Rasya juga merindukan mama...." Rasya yang berada di dalam pelukan mama nya.


Lia melepaskan pelukan rindunya, kemudian ia menoleh ke arah mobil Rasya seperti mencari keberadaan seseorang.


"Ariyanti mana?. Kenapa kamu tak ajak istri mu?." Benar ternyata Lia sedang mencari keberadaan Ariyanti, dan menanyakan nya ke Rasya yang tidak datang bersama.


Rasya menghela nafas dalam.


"Ariyanti ada di rumah nya. Dan tak akan pernah lagi kesini." Ucap Rasya seraya mendudukan tubuhnya di atas kursi yang tersedia di teras itu.


Lia kaget dengan ucapan Rasya yang seperti itu. "Kenapa kamu bilang Ariyanti tidak akan pernah ke sini lagi?." Tanya Lia memastikan ucapan Rasya.


"Rasya sudah bercerai ma...." Rasya mengatakan keputusan nya.


Lia tercengang mendengar Rasya mengatakan kata Cerai.


"Apa maksud kamu bercerai?. Apa Alasan nya?." Lia sedikit tinggi suara nya.


"Mama sudah pasti tahu alasan nya sebelum Rasya melakukan pernikahan itu. Sedangkan Mama dan Papa tidak pernah mendengarkan nya. Tapi Kedua Orang Ariyanti mendengarkan apa kata Rasya, mereka bahkan memahami, dan mengerti apa keputusan Rasya. Walau pun Rasya sendiri tidak menyangka akan semudah itu mereka menyetujuinya Rasya dan Ariyanti bercerai." Rasya mengatakan nya dengan tegas bahkan penuh penekanan.


Lia terdiam, memang terlintas dari dirinya yang sangat mengasihani Rasya atas keputusan ia dengan suaminya. Dan kini Lia sedikit tidak paham atas begitu mudah Kedua orang tua Ariyanti menyetujui keputusan Rasya anaknya yang bercerai dengan Ariyanti anaknya.


"Tapi Ariyanti menjadi Janda Rasya?."


"Iya itu hanya statusnya saja. Dia tetap masih perawan Rasya tidak pernah menyentuh nya." Rasya mengatakan dirinya yang tidak pernah menjamah Ariyanti.


"Ya sudah, kalau kedua Orang tua Ariyanti tidak mempermasalahkan mu. Mama sedikit lega." Lia menutupi ketidak mengertian nya terhadap kedua orang tua Ariyanti.


"Ya sudah Rasya ingin beristirahat." Rasya yang mulai berdiri dan ingin melangkah ke dalam rumah.

__ADS_1


Terlihat Serly adik Rasya datang dengan mengendarai mobilnya. Ia turun dari mobil seperti tergesa-gesa. Lia yang masih di depan merasa heran dengan tingkah anak gadisnya.


" Ma... Lihat ini!." Serly menyerahkan selembar kertas yang berisi pengumuman.


Lia meraihnya, karena penasaran akan anak gadisnya yang seperti tergesa-gesa Agar Lia melihatnya. Setelah Lia Lihat dan membacanya, Lia Melotot kaget. Rasya yang kembali keluar mendekati Adik dan Mamanya yang sedang terdiam, namun perhatian Rasya terfokuskan kepada kertas yang di pegang mama nya.


Rasya pun mengambil Kertas itu dari tangan mama nya. Ia melotot kaget setelah membaca apa yang tertera di kertas itu.


"Serly kamu dapat dari mana?." Tanya Rasya kepada adiknya. Dengan mata nya masih terfokus ke bacaan yang tertera di kertas itu.


"Serly tadi dari taman, dan tanpa sengaja melihat ini tertempel di pohon. Lalu Serly membaca dan mengambilnya." Jawab Serly.


Yang memang ia baru saja ngumpul bersama teman-teman nya di Taman kota terdekat.


"Bukan kah Adel sudah meninggal kata mu?." Tanya Rasya kembali.


"I-iya kak beneran."


"Lalu ini?." Rasya dengan menunjuk kertas yang di pegang nya itu.


Lia dan Serly seketika bertatap satu sama lain. "Berarti masih hidup." Kata Lia dan Serly bersamaan dengan tersenyum.


Rasya pun manggut-manggut. Seperti melihat ada cahaya meneranginya, ia kini hatinya merasa ada sedikit semangat. Dengan melihat kertas yang tertera Adelia hilang dari hari kemarin, berarti itu menunjukkan Adelia selama ini masih hidup. Dan di kuatkan ada nama Rara tertera di sana.


"Ini saatnya aku memperjuangkan cinta ku." Gumam Rasya dengan cepat menuju mobilnya, seperti ingin hendak pergi.


"Eh mau Kemana Rasya. Bukan nya mau istirahat?." Teriak Lia yang melihat Rasya pergi masuk ke dalam mobil.


Namun tidak terdengar oleh Rasya, yang sudah menyalakan mesin mobilnya dan berlalu pergi.


"Kak Rasya baru datang bukan ma?." Serly yang memang baru datang dari luar menanyakan kakaknya.


"Iya. Baru saja. Tapi sepertinya dia ada urusan mendadak." Ujar Lia.


"Benar ma. Tentang urusan cinta nya." Serly dengan tersenyum melihat ke arah mobil Rasya yang mulai pergi meninggalkan halaman.


"Maksud kamu?." Lia kini fokus menatap Serly.


"Hah... Ya biarkanlah, mama sekarang sedikit lega ternyata Adelia masih hidup. Tapi kini sedang hilang...." Lia menatap sedih ke arah depan.


"Kita do'ain aja ma. Semoga Kak Adel dalam keadaan baik-baik saja." Serly dengan menggenggam tangan Lia mamanya.


Lia pun mengangguk.


Sementara Rasya yang kini sedang melajukan mobilnya mengarah ke arah tempat Ruko Adelia, yang harus menempuh perjalanan tiga puluh menit lama nya.


Setelah sampai di depan Ruko Adelia yang sudah ambruk terbakar, Rasya menatap nanar ke arah Ruko itu. Ada rasa sedih menyeruak di hatinya.


Maafkan aku Del. Aku yang pengecut ini. Yang tak bisa memperjuangkan cinta kita. Namun kini aku kembali untuk memperjuangkan cinta itu.


Rasya bergumam di dalam hatimu dengan tetap menatap nanar ke arah Ruko Adelia yang sudah habis terbakar. Setelah beberapa menit lama nya Rasya melajukan kembali mobilnya. Teringat akan nama seseorang yang bisa di hubungi di kertas selebaran pengumuman itu, Rasya mulai menekan tombol angka untuk menelepon orang tersebut.


Tutttt.... Tutttt..... Suara sambungan telepon yang tersambung. Dan tak lama orang yang di telepon Rasya, menjawab. Rasya menepikan terlebih dahulu mobilnya agar fokus bicara.


"Hallo...." Suara orang dari seberang telepon.


"Ra... Ini aku Rasya. Bisakah kita bertemu?." Rasya langsung mengenalkan dirinya di sambungan telepon tersebut.


"Rasya?. I-Iya bisa. Tapi dimana?." Orang itu seperti kaget akan yang menelepon nya adalah Rasya.


"Kamu tentuin aja. Nanti sharelok tempat kamu untuk mau bertemu dengan ku." Rasya membiarkan Rara yang menentukan tempatnya untuk bertemu.


"Ya sudah. Aku sharelok sekarang. Lagian aku sekarang lagi di luar rumah. Aku tutup telepon nya." Rara dengan cepat menutup sambungan telepon Rasya.


Rasya masih di pinggir jalan, ia sedang menunggu pesan dari Rara yang akan mensharelok kan lokasinya untuk bertemu.


Tring.... Nada notifikasi pesan masuk ke ponsel Rasya. Dengan cepat Rasya membuka, melihat dan membacanya.

__ADS_1


Setelah itu Rasya cepat melajukan kembali mobilnya menuju tempat yang sudah Rara Sharelok. Tak lama Rasya sampai di tempat yang di tuju nya. Terlihat Rara tidak sendiri, ia sedang duduk di sebuah Bangku Taman di pinggir jalan. Rasya turun untuk menghampirinya.


"Hai Ra...." Rasya menyapa setelah sampai.


"Iya Rasya. Ada apa ya kamu ingin bertemu dengan ku?. Em ya kenalkan ini Yuda temen aku dan Adel." Rara langsung menanyakan apa tujuan Rasya untuk menemuinya, dan memperkenalkan Yuda ke Rasya, karena dati tatapan Rasya seperti menanyakan siapa yang sedang bersama Rara.


"Oh Ya. Hai salam kenal. Aku Rasya...." Rasya memperkenalkan nama nya.


Yuda dengan tersenyum menjawab, "Aku Yuda."


Kini tatapan Rasya menoleh ke Rara.


"Tujuan ku ingin menemui mu. Pertama aku ingin meyakinkan akan kabar meninggalnya kalian, dan yang kedua kenapa Adelia bisa hilang?." Tutur Rasya mengatakan tujuan untuk bertemu Rara.


Namun Yuda dengan cepat bertanya kepada Rasya.


"Kamu siapa nya Adelia?." Tanya Yuda, yang belum tahu tentang Rasya merasa cemburu ada pria yang ingin mengetahui tentang Adelia.


"Aku Sahabat Adel. Aku sudah berteman sejak kecil." Ujar Rasya menjawab Pertanyaan Yuda.


Lalu Rasya mulai kembali Menatap Rara.


"Ya memang aku masih hidup dan Adel berkat pertolongan Yuda. Jika tentang Adel hilang aku juga tidak mengerti, ia pergi berpamitan untuk mengantarkan kue pesanan nya ke alamat pelanggan itu. Tapi Adel gak pulang sampai sekarang." Rara menuturkan menjawab pertanyaan Rasya.


Rasya terdiam, Kini Rasya sedang berpikir. Tidak tahu apa yang Rasya pikirkan. Tatapan nya kembali menoleh ke Rara.


"Apa kamu tahu tujuan alamat yang Adel datangi?." Pertanyaan itu Lolos dari mulut Rasya.


Rara menggeleng. "Kalau aku tahu, aku dan Yuda pasti sudah mendatangi alamat itu terlebih dahulu. Dan sayangnya yang membuat kita cemas Adel gak bawa ponsel nya."


Tiba-tiba ada pengendara motor menghampiri ke arah Mereka bertiga.


Setelah mendekat pengendara motor itu seperti memastikan benar atau salah nya, orang yang sedang mencari keberadaan Adelia.


"Permisi. Mohon maaf apa kalian yang sedang mencari keberadaan gadis di kertas ini?." Tanya Pria itu.


"Iya mas. Kami sedang mencari nya." Yuda langsung menjawab pertanyaan pria tersebut.


"Em... Anu. Em... kemarin gadis ini sempat naik ojek saya."


"Benarkah?. Lalu mas tahu alamat yang Mas antar?." Dengan cepat Yuda menanyakan akan alamat yang Adelia tuju.


Rara dan Rasya hanya menatap memperhatikan Mas ojek tersebut.


"Iya saya tahu mas. Bahkan saya melihat gadis itu di bius...." Mas ojek itu mengatakan apa yang sempat ia lihat.


"Apa Adel di bius?." Kata Mereka bertiga bersamaan.


"I-iya. Tapi saya tidak bisa menolong nya. Karena saya takut orang yang di hadapi itu ada tiga orang dan sudah terkenal akan kejahatan nya." Mas ojek itu menuturkan apa yang membuatnya tidak bisa menolong Adelia.


Yuda sedikit terdiam, mengingat-ingat akan orang yang di sebutkan oleh Mas ojek tersebut.


"Gadis itu menemui Gank Juana. Sepertinya itu rencana mereka yang berpura-pura memesan kue ke pada gadis itu. Karena saat Gadis itu mau hendak pulang, Tiba-tiba di bekap mulut nya." Mas ojek itu menambahkan kembali.


"Mas Tolong antar kami ke tempat itu." Kini Rasya bersuara, dan meminta Mas ojek untuk mengantar nya.


Yuda dan Rara pun mengangguk menyetujui akan apa yang Rasya ucapkan.


"Tapi saya hanya mengantarkan saja ya. Setelah itu saya pulang. Karena saya takut."


"Iya Mas boleh pulang setelah mengantar kami." Rasya menyetujui apa yang di minta Mas ojek itu.


Kemudian Mereka masuk ke dalam mobil.


Rara masuk kedalam mobil Yuda, sedangkan Rasya masuk ke dalam mobilnya sendiri.


Mas ojek itu mulai mengendarai motornya, ia melajukan motornya di depan mobil Yuda, dan mobil Rasya di belakang mobil Yuda.

__ADS_1


Kini mereka akan mendatangi tempat yang kemarin Adelia tuju yaitu Gank Juana, yang sudah terkenal di tempat itu dengan kebringasan, dan kejahatan nya. Gank Juana ini selalu menjadi Pembunuh bayaran, atau setiap apa yang di lakukan Gank itu atas bayaran dari seseorang.


...Bersambung....


__ADS_2