
Hujan yang lebat pun reda, Security sudah mengumpulkan banyak orang yang merupakan karyawan Pabrik yang baru saja selesai bekerja. Sesuai permintaan Rasya lebih banyak lebih baik, dan semua orang yang ingin ikut mencari keberadaan istrinya itu akan di bayar oleh Rasya.
Mereka semua sudah berpencar mencari Adelia, dari mulai kebun-kebun teh kecil, hingga kebun-kebun teh luas, bahkan ada yang mencari ke hutan, sampai ke pinggiran sungai. Namun hasilnya tetap tidak ada yang dapat menemukan Adelia hingga waktu menjelang malam.
Rasya merasa frustasi hingga menjambak rambutnya sendiri, bahkan Rasya mengeluarkan butiran bening air mata dari pelupuk matanya.
Adelia Sayang kamu dimana?
Dimana kamu sekarang?
Jangan sampai kamu meninggalkan aku!!
Aku tak sanggup jika harus kehilangan kamu!!. Batin Rasya sedih memikirkan keberadaan istrinya yang entah dimana.
"Wah Sepertinya Nona itu, bisa saja di bawa penghuni hutan. Atau di makan binatang buas!" celetuk salah satu orang yang ikut mencari Adelia.
"Iya bisa saja, di sini sudah tidak asing kalau tamu yang datang tiba-tiba hilang!!" celetuk yang lain nya lagi. Hingga Rasya yang mendengarnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala tanda itu tidak mungkin terjadi kepada istrinya.
"Mas, bagaimana pencariannya lebih baik kita hentikan saja? lagian sekarang sudah malam, dan dua puluh lima orang yang saya perintahkan untuk mencari, mereka tidak menemukan keberadaan nona istri anda" tutur Security menyampaikan pendapatnya kepada Rasya.
Rasya sendiri hanya mengangguk memberikan jawaban setuju kepada Security tersebut, dan tidak mungkin dirinya memaksa orang-orang itu untuk tetap mencari. Rasya mengeluarkan dompet dari saku, lalu mengambil banyak lembaran uang warna merah.
"Pak, Terima kasih sekali atas bantuan nya, dan tolong ini terima buat Bapak dan juga orang-orang yang lain nya yang telah ikut membantu mencari istri saya. Tolong Bapak Bagikan, ya!!" Rasya seraya menyerahkan uang tersebut kepada Bapak Security.
"Duuh terima kasih banyak Mas, Iya saya akan bagikan kepada yang lainnya. Dan Mas jangan sungkan bila Mas membutuhkan bantuan saya lagi, saya siap membantu nya dengan senang hati," ucap Security itu senang dengan tersenyum.
"Kalau begitu saya undur pamit ya Pak, besok pagi saya ke sini lagi. Mari Pak, Permisi" ucap Rasya undur pamit.
Rasya bergegas melangkah meninggalkan tempat Pos Security tadi di susul oleh Serly dan Rara dari belakangnya. Rasya berjalan dengan menengok kanan dan kiri, mungkin saja ia bisa menemukan istrinya pikir Rasya. Hingga langkah Rasya terhenti sampai tempat dimana memarkirkan motor milik Ivan tadi pun Rasya tidak menemukan istrinya.
Serly dan Rara yang sedari tadi ketakutan dan khawatir, terus menunduk. Tidak berani membuka suara kepada Rasya. Sampai terdengar Rasya menyalakan mesin motornya dan berlalu pergi, Serly dan Rara baru bisa mengangkat kepalanya dan menatap nanar ke arah kepergian Rasya.
Serly dan Rara pun memutuskan untuk pergi pulang ke rumah Rasya. Selang beberapa menit Mobil yang di kendarai Serly terhenti di depan bengkel Rasya. Dan Rasya masih berada duduk di motor milik Ivan dengan menelungkupkan wajahnya di bagian depan motor.
Serly dan Rara yang sudah turun merasa tidak nyaman dan ketakutan saat berada dekat Rasya karena rasa bersalah akan kehilangan Adelia yang di akibatkan mereka.
Tiba-tiba Lia dan Hadi datang menemui mereka di depan bengkel.
"Aduuh yang sudah memandangi perkebunan baru datang ya?" celetuk Lia.
Lia dan Hadi belum tahu bahwa Adelia saat ini tengah hilang.
Tapi dari ketiganya tak ada yang menyahuti, hingga Lia merasa aneh dan pandangan nya mengedar, untuk mencari sang menantu yang tidak ada di antara mereka bertiga.
"Loh Adel mana? dia itukan lagi hamil, dia belum makan siang dan minum susu ibu hamilnya." tutur Lia menatap ketiganya.
Namun masih hening tak ada yang bersuara di antara mereka bertiga.
"Rasya, istri mu mana?," kini Lia bertanya kepada putranya.
__ADS_1
Rasya mendongak dengan wajah sudah berurai air mata, ternyata Rasya menelungkupkan wajahnya sedari tadi ia tengah menyembunyikan tangisan nya.
"Ma ... Istriku hilang," ucap Rasya lirih dengan air mata terus berjatuhan dari matanya.
Lia sontak tercengang kaget mendengar ucapan putranya itu.
"Rasya apa kamu bilang? Adel hilang? dan bagaimana bisa?" tanya Lia dengan tajam.
Hadi pun yang mendengarnya merasa khawatir dan sedih.
"Rasya juga tidak tahu Ma, Rasya tiba-tiba tahu dari Serly, dan Rasya pergi menyusul hingga mencari dengan warga di sana, dan Adelia tidak di temukan," ucap Rasya seraya menjatuhkan tubuhnya ke lantai.
Lia kini menatap ke arah Serly dan Rara.
"Serly ... Rara ... bagaimana bisa Adelia hilang? dan ini semua karena kamu Serly, kamu tadi yang merengek meminta Adelia untuk ikut ke perkebunan dan merengek untuk meminta ijin kepada Abangmu, kalau Adelia tidak ikut, tidak mungkin akan ada kejadian seperti ini," teriak Lia menyalahkan putrinya yang tadi Ia tahu merengek kepada Adelia.
"Iya Ma, Serly akui ini semua salah Serly, tapi bagaimanapun Serly tidak tahu kejadian ini akan terjadi. Mohon maafkan Serly, Ma, Kak!!" ucap Serly meminta maaf kepada Kakaknya dan Mamanya.
Lia terdiam begitupun dengan Rasya. Hadi hanya bisa mendengarkan dan menyaksikan, Hadi tidak mau memperkeruh keadaan pikirnya biarkanlah dulu Mereka berbicara.
"Pah, bagaimana ini Mama takut kehilangan Adelia menantuku dan calon cucuku," Lia menatap kepada Hadi sang suami.
"Sabar dulu Ma. Semoga Adelia dalam keadaan baik-baik saja. Dan besok kita harus cari lagi," ucap Hadi menenangkan istrinya.
Lia mengangguk mengerti akan ucapan Suaminya. Lia kini membangunkan Rasya yang terkulai di lantai dengan masih menangis.
"Nak, Rasya Sayang ... Bangun, Ayo di dalam istirahat dulu, dan makan. Agar kamu bertenaga untuk mencari istrimu lagi," kata Lia dengan menggenggam tangan putranya.
Serly dan Rara mengikuti masuk ke dalam rumah. Seperginya mereka kini Ivan, Damar, dan Beni saling pandang. Mereka sedari tadi dengan mengerjakan tugasnya, telinga mereka mendengar setiap yang di ucapkan Rasya bersama yang lainnya.
"Jadi kenapa wajah Si Bos tadi seperti cemas itu, karena istrinya hilang?" celetuk Ivan.
"Iya, benar. Gue juga dengar apa yang Pak Bos bicarakan beserta keluarganya," sahut Beni.
"Terus kalau Bu Adel hilang, menurut kalian apa yang terjadi?" tanya Damar.
"Ya Sedihlah bege, dan yang paling sedihnya pasti Pak Bos. Istri yang di cintainya hilang secara tiba-tiba itu sangat menyedihkan," ucap Ivan.
"Semoga saja Bu Adel besok ketemu ya, soalnya Gue gak bisa bayangin bagaimana hancurnya hidup si bos tanpa istrinya itu bahkan lagi hamil lagi," ujar Beni.
"Iya benar," sahut Ivan dan Damar bersamaan.
Dan tak terasa jam sudah menunjukkan 21:00 waktunya tutup bengkel. Beni yang di beri kepercayaan Rasya memegang kunci pintu bengkel, menutup Rolling dor. Bahkan sebelumnya Beni memeriksa terlebih dahulu ruangan memastikan tidak ada yang membahayakan selagi Bengkel di tutup.
Dan mereka pun bertiga pulang ke rumahnya masing-masing dengan mengendarai kendaraan motor milik mereka.
***
Di pinggir Sungai, ada tiga pemuda dari kota M yang sengaja berlibur di Villa milik salah satu tiga pemuda tersebut, kini sedang memancing ikan. Tiga pemuda tersebut sabar menanti ikan untuk memakan umpan yang berada di kail pancingan nya. Dengan sesekali ketiganya bercanda, dan bersenda gurau.
__ADS_1
"Yess gue dapat ikan!" pekik pemuda yang bernama Arman.
"Wah gede banget ikan nya," sahut pemuda yang bernama Dirga.
"Lumayan buat di bakar nanti," ujar Pemuda yang bernama Albi.
Mereka bertiga menarik ikan yang di dapat dari kail milik Arman tadi dan menaruhnya di ember. Dan mereka bertiga pun anteng kembali menatap air sungai yang mengalir tenang menunggu ikan yang siap memakan umpan dari kail mereka. Namun ada yang menarik perhatian mereka bertiga hingga mereka bertiga saling pandang.
"Bro, coba lihat itu yang putih!" tunjuk Arman kepada kedua temannya.
"Iya gue juga lihat!" sahut Dirga.
Namun Albi dengan cepat menceburkan dirinya ke Sungai untuk memastikan apa yang di lihatnya. Albi berenang, dan mendekati ke arah yang mengambang berwarna putih.
Deg... Albi melototkan matanya saat sudah mendekati yang mengambang berwarna putih itu. Albi langsung meraihnya dan membawanya dengan menyeret. Karena air Sungai tersebut begitu dalam dan tenang. Hingga Albi kesusahan untuk menggendong.
"Albi, i-itu kan mayat!" tunjuk Arman seakan ketakutan.
"Jangan dulu banyak bicara, cepetan bantuin gue untuk angkat wanita ini!" sahut Albi dengan terengah-engah.
Arman dan Dirga pun turun mencoba menarik tangan Albi, sedangkan tangan Albi yang satunya masih memegang tubuh wanita yang mengambang tersebut.
"Kalian malah narik tangan gue sih? gotong ini cewek harusnya!!" teriak Albi.
Arman dan Dirga pun menurut dengan cepat mengambil alih wanita yang Albi selamatkan.
Arman dan Dirga langsung membawanya ke Villa milik Albi, wanita itu mulai di rebahkan di atas karpet berbulu di ruang tengah.
Albi mulai mengecek denyut nadi wanita itu, dan saat di cek masih ada denyutan namun seperti sudah lemah.
"Dia masih hidup!" ucap Albi.
"Namun denyut nadinya mulai lemah" tambahnya.
"Terus apa yang harus kita lakukan?" tanya Dirga.
"Kita harus cepat bawa wanita ini ke Klinik terdekat. Ayo angkat!!" perintah Albi kepada kedua temannya.
Dan wanita itu pun mereka bawa ke dalam mobil untuk cepat di tangani, dengan Dirga yang menyetir malajukan mobilnya dengan cepat. Agar wanita tersebut dengan cepat tertolong. Hingga beberapa saat mobil yang Dirga kendarai terhenti di sebuah Klinik Kesehatan yang buka 24jam. Albi dan Arman keluar dengan menggotong wanita tersebut menuju Lorong rumah sakit, sedangkan Dirga mengikuti dari belakang.
Semoga wanita ini bisa selamat. Batin Albi merasa khawatir atas apa yang di rasakannya.
Dan datanglah Perawat dengan mendorong brangkar Pasien, wanita itu pun di baringkan dan di dorong menuju ruang UGD.
"Mas semua tolong tunggu di luar ya," ucap Suster dan menutup pintu Ruang UGD yang di dalamnya sudah ada Dokter yang sedang menunggu, dan wanita tersebut pun dengan cepat di tangani.
...Bersambung....
Jangan lupa Like, Comment, dan Vote nya ya Readers!.
__ADS_1
Dan terima kasih banyak atas Readers yang sudah setia membaca novel receh dan halu Author!!.
Tunggu Episode selanjutnya yaa..... 😊😊