
Rima menepikan mobilnya setelah menemukan alamat Gank Preman yang terkenal Brandal nya di kota itu. Rima memastikan lagi alamat yang di beri seseorang. Akhirnya Rima pun turun, dan mengetuk sebuah Rumah Kecil. Terlihat Seorang Pria bertubuh Tinggi di penuhi Tato di lengan nya membuka kan Pintu. Pria itu sangat kaget melihat wanita yang cantik bertamu tengah malam.
"Siapa kamu?." Tanya Pria tinggi itu.
"Benarkah ini markas Gank Juana?." Tanya Rima memastikan.
"Benar. Ada perlu apa kamu kemari?." Tanya nya lagi.
"Bisakah kamu menyuruh ku duduk terlebih dahulu. Sebelum aku menyampaikan apa maksud ku?." Rima meminta untuk duduk.
Pria itu pun mengangguk dan menunjukan Sofa, untuk Rima duduk.
"Ayo. Katakan sekarang apa maksud mu?." Pria itu tidak mau lama menunggu apa maksud Rima.
"Aku ingin meminta kerja sama kepada Gank kalian. Tentang Bayaran nya Silahkan kalian yang menentukan." Rima mengucapkan niat kedatangan nya.
"Kerja sama?. Tentang apa dulu, Baru kita akan menyampaikan soal upahnya." Pria itu ingin lebih tahu jelas tentang kerja sama yang Rima minta.
Rima lalu membuka ponsel nya, ia memperlihatkan sebuah photo, yang tak lain Adalah Photo Adelia. Pria itu tersenyum setelah melihat photo yang Rima lihatkan.
"Aku ingin kamu menghancurkan hidup wanita itu." Pinta Rima.
Lalu Rima melanjutkan perkataan nya, dengan menyeringai. "Dari mulai Rumah nya, kau harus menghancurkan. Dan setelah itu kamu bebas mau apakan wanita itu."
Pria itu pun manggut-manggut tanda mengerti akan apa yang Rima maksud.
"Ok. Gua akan nentuin bayaran nya sekarang juga." Ucap nya.
"Silahkan katakan." Kata Rima dengan cepat.
"Gua minta bayaran 20 juta. Bagaimana?." Pinta Pria itu.
"Baiklah. Aku akan mentranafer nya setelah pekerjaan kalian selesai. Dan ini kartu nama ku. Lalu ini alamat wanita itu." Rima menyerahkan kartu nama, dan catatan alamat Rumah Adelia.
Pria itu pun menerima nya.
Lalu Rima Pergi meninggalkan Tempat itu dengan tersenyum menang.
...----------------...
Yuda yang tergesa-gesa langsung memasuki Rumah Rima. Ia tidak perduli dengan waktu yang sudah begitu malam. Yuda dengan cepat memencet bel Rumah Rima. Yuda terus menunggu dengan wajah yang begitu cemas. Terlihat pintu terbuka, Tante Meli membuka kan pintu dengan matanya seperti sudah tertidur.
"Yuda?." Tante Meli heran akan kedatangan Yuda teman lelaki Rima.
"Tante. Yuda mohon bantuan tante." Yuda langsung mengatakan apa maksud kedatangan nya.
"Bantuan apa Yuda?." Tanya Tante Meli.
Yuda dengan berwajah cemas. "Yuda minta alamat rumah Adelia, dan Nomor ponsel nya." Ucap Adelia.
"Untuk apa Yuda?." Tante Meli bertanya kembali.
"Adelia dalam bahaya. Rima merencanakan sesuatu Tante." Yuda menjelaskan.
Tante Meli pun terlihat langsung cemas wajahnya. "Ya sudah kamu tunggu dulu di sini." Tante Meli bergegas ke dalam rumah untuk mengambil ponsel dan kertas kecil.
Tante Meli mencatatkan Alamat dan Nomor Ponsel Adelia, lalu Tante Meli serahkan kepada Yuda. Yuda pun tersenyum dengan menerima kertas kecil dari Tante Meli.
"Terima kasih banyak Tante." Ucap Yuda berterima kasih kepada Tante Meli.
"Iya Yuda. Tolong kamu lindungi Adelia. Tante tidak tahu harus berbuat apa untuk mencegah Rima, ia selalu berbuat nekat dan tidak pernah mendengarkan apa kata tante." Pesan Tante Meli kepada Yuda.
__ADS_1
"Tentu tante. Kalau begitu Yuda pamit. Permisi tante." Yuda dengan melangkah menuju mobilnya kembali.
Ia langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Lalu ia melihat catatan kecil tadi yang di berikan Tante Meli, ia mencatat nomor ponsel Adelia. Kemudian mencari alamatnya melalui google map.
Yuda pun melajukan mobil nya sesuai petunjuk google map tersebut, dan tak lama Yuda terhenti sesuai titik yang di tunjukkan google map itu. Yuda melihat sekelilingnya, dan Membaca Sebuah Baligo Ruko yang tertera Nama Toko Adelia Cake. Yuda yakin itu adalah Ruko milik Adelia. Ia terdiam di dalam mobilnya tanpa mau keluar. Ia seperti sedang mengintai, takutnya ada hal yang mencuriga kan.
Terlihat ada sebuah mobil Jeep datang, dan berhenti tak jauh dari mobil Yuda. Yuda mulai cemas akan adanya mobil tersebut. Namun Yuda akan terus berusaha berada di dalam mobil nya, ia ingin tahu pasti akan adanya mobil tersebut.
Terlihat oleh Yuda, Ada Tiga Orang yang dari dalam mobil tersebut keluar dengan Memakai Topeng. Yuda sudah yakin itu adalah orang suruhan Rima. Yuda dengan cepat meraih ponsel nya untuk menelpon nomor ponsel Adelia. Telpon nya tersambung, namun belum juga Adelia mengangkat nya. Setelah beberapa kali, baru Adelia mengangkatnya.
Adelia.
Hallo....
Yuda.
Hallo Del, ini aku Yuda.
Adelia.
Ada apa Yuda?.
Kenapa kamu bisa tahu nomor ponsel ku?.
Yuda.
Itu nanti aku jelaskan.
Sekarang kamu keluar.
Kamu dalam bahaya.
Rima sedang merencanakan untuk membakar rumah kamu.
Adelia.
Apa?.
Adelia dengan perasaan kaget, sedikit mengintip ke jendela kaca. Ia pun melotot setelah melihat Ada tiga orang sedang berdiri dengan membawa jerigen bensin.
Yuda.
Del?.
Kenapa kamu malah diam?.
Ayo cepat keluar. Dan pastikan Orang-orang itu tidak melihat mu saat keluar nanti.
Aku menunggu mu di bawah dari seberang jalan.
Adelia.
Yuda aku sungguh cemas.
Suara Adelia terdengar bergetar, dengan sedikit terisak. Sehingga Rara yang tertidur pulas pun bangun, dan merasakan aneh terhadap Adelia.
"Del, Lu kenapa?." Tanya Rara yang merasa aneh akan Adelia yang menangis.
"Ra. Untung kamu bangun. Ayo kita cepat keluar. Kita dalam bahaya." Tutur Adelia mengajak Rara untuk cepat pergi.
"Hah apa?." Rara yang belum paham.
__ADS_1
Adelia mulai meraih tas nya dan memakai jaketnya. Begitu pun Rara. Mereka turun menuruni anak tangga. Untung dari sebelah dapur ada sebuah pintu yang bisa keluar, tanpa harus melewati rolling dor depan toko nya. Pintu tersebut langsung menuju gang kecil yang mengarah ke jalan raya. Mereka berjalan mengendap karena takut salah satu dari orang tersebut melihatnya.
Adelia dan Rara pun akhirnya sampai di depan sebuah mobil yang berada di seberang jalan. Yuda pun keluar dengan cepat membuka kan pintu belakang mobilnya agar Adelia dan Rara masuk. Terlihat Ruko Adelia mulai mengeluarkan api.
"Del, Ruko kita." Rara melihat ruko nya yang mulai terlahap api.
"Mending sekarang kita tinggalkan tempat ini. Sebelum dari salah satu mereka melihat kita." Ajak Yuda.
Adelia pun mengangguk dengan menangis, Rara yang berada di sampingnya memeluk Adelia dengan perasaan takut.
Yuda pun meninggalkan tempat tersebut, melajukan mobilnya dengan cepat. Yuda takut di antara orang suruhan Rima ada yang melihatnya.
Ketiga orang tersebut tersenyum setelah melihat api yang sudah meluas melahap Ruko Adelia. Lalu ketiga orang tersebut, dengan cepat masuk ke dalam mobilnya kemudian pergi.
Terlihat ada beberapa warga yang mulai berteriak ada kebakaran. Dan sampai orang-orang banyak yang berdatangan mulai mengambil air untuk mencoba mematikan api. Tapi api malah semakin besar, akhirnya salah satu warga memutuskan untuk menelpon pemadam kebakaran.
Warga pun kewalahan untuk mematikan api tersebut, karena pemadam belum juga datang. Warga pun cemas akan keselamatan penghuni rumah. Akhirnya pemadam pun datang, namun terlambat Ruko Adelia sudah habis terlahap api.
"Apa ruko tersebut ada penghuni nya?." Tanya salah satu petugas pemadam.
"Iya ada pak. Kalau gak salah berjumlah dua orang." Jawab salah satu warga.
Petugas pun dengan cepat mematikan api tersebut, namun anehnya api itu susah sekali padam nya. Hingga pemadam pun menunggu sampai api itu padam dengan sendiri nya. Para petugas pemadam pun mulai masuk ke Ruko Adelia yang sudah ambruk terlahap api tersebut untuk memastikan penghuninya.
Namun para petugas tidak bisa menemukan keberadaan penghuni, Para petugas berpendapat Bahwa penghuni ruko tersebut sudah menjadi abu, atau tertindih reruntuhan bangunan. Hingga datang sebuah mobil polisi untuk meninjau lokasi kebakaran tersebut. Polisi pun dengan cepat memasang garis polisi di tempat kebakaran tersebut.
Yuda yang sudah jauh melajukan mobilnya, ia membawa Adelia dan Rara ke Vila yang waktu itu di jadikan penginapan saat berlibur.
Adelia dan Rara sudah duduk di sofa ruangan tengah. Yuda dari dapur membawa botol minum kemasan dan menaruhnya di atas meja yang ada Adelia dan Rara duduk.
"Ayo minum dulu. Agar kalian lebih tenang." Yuda menyuruh Adelia dan Rara untuk minum.
Adelia dan Rara pun menurut, dengan cepat mengambil botol air minum itu, lalu meneguknya.
Setelah merasa tenang akhirnya Adelia mulai bersuara. "Yuda terima kasih. Kamu sudah menolong kita." Ucap Adelia berterima kasih kepada Yuda.
"Iya Sama-sama Del." Yuda dengan tersenyum.
Kini Rara merasa bingung akan Yuda yang bisa datang tepat waktu.
"Yuda gimana bisa kamu tahu, akan ruko kita mau di bakar?." Tanya Rara.
Yuda pun menghembuskan nafas kasar sebelum menjawab pertanyaan Rara.
"Aku sebelum nya di minta Rima untuk melakukan itu. Tapi aku tidak mau, aku tidak bisa untuk berbuat sekeji itu. Dan Akhirnya Rima memutuskan untuk menemui orang lain untuk melakukan nya. Hingga aku panik akan keselamatan kamu Del, karena aku belum tahu bahwa kamu Ra, tinggal bersama Adelia. Yang ku panikan saat tadi hanya keselamatan Adelia. Sampai aku mendatangi Tante Meli untuk meminta nomor ponsel mu dan alamat mu." Tutur Yuda mengatakan perihal ia bisa tepat waktu.
"Jadi di balik ini semua Rima yang menyuruh nya?." Rara melotot dengan tidak percaya akan rencana Rima sampai sejauh ini.
Yuda pun dengan cepat mengangguk.
"Sekarang kalian tinggal lah dulu di sini. Aku tidak mau sampai Rima tahu kalian masih hidup. Karena aku yakin Rima akan berbuat lebih dari ini." Perintah Yuda.
Adelia dan Rara pun mengangguk bersamaan.
"Sekarang kalian tidurlah. Sebentar lagi pagi." Yuda menyuruh Adelia dan Rara tidur.
"Kalau begitu, kita tidur duluan ya Yud. Terima kasih sekali lagi kamu sudah menolong kita. Aku tidak tahu harus bagaimana cara membalasnya." Adelia dengan tersenyum dan berterima kasih kembali.
"Sudah. Aku ikhlas koq melakukan nya." Yuda mulai merebahkan tubuhnya di atas sofa.
Adelia dan Rara pun masuk ke kamar dengan bersamaan.
__ADS_1
Bersambung .