You Are My Mine

You Are My Mine
Episode 145.


__ADS_3

Rasya kini sedang berbaring. Luka di bibirnya sudah di obati oleh Lia, dengan banyak pertanyaan dari Lia yang menanyakan apa penyebab bibir Rasya terluka, tentu Rasya hanya menjawab dengan kata-kata lain, tidak berani mengatakan yang sesungguhnya.


Rasya kini sedang berpikir bagaimana caranya untuk lebih tahu tentang Albi dan Adelia. Karena Rasya meyakini, bahwa wanita yang di sebut istrinya Albi, adalah Adelia istrinya. Rasya terus memutar otaknya, dengan sesekali mendesah karena belum menemukan ide yang pas untuk rencananya.


Arumi itu adalah Adelia. gumam Rasya di dalam hati. Rasya tetap yakin bahwa wanita yang bernama Arumi adalah Adelia.


Akhirnya Rasya memilih bangkit, hendak menuju dapur. Perut Rasya merasa lapar, yang memang sedari pagi perutnya belum ia isi. Ia langsung duduk di meja makan saat berada di ruang makan. Tangannya terangkat, untuk membuka tudung saji. Namun, tidak ada apa-apa di meja tersebut.


Rasya mendesah, kemudian Rasya memilih makan di luar. Dengan mengendarai mobilnya, Rasya berpikir makan apa yang enak saat ini, karena selera makan Rasya yang suka aneh-aneh, membuat Rasya sendiri kebingungan.


Saat di perempatan jalan lampu merah menyala. Rasya pun menghentikan mobilnya, dan mencoba menengok ke kiri dan ke kanan. Namun, saat menengok ke arah kiri. Mata Rasya membola, melihat ada Albi di dalam mobil bersama Adelia. Untung saja kaca mobil milik Rasya tidak bisa terlihat jelas jika dari luar, tapi jika dari dalam keluar terlihat jelas.


Lebih baik aku ikuti mobil Tuan Aneh itu!!


Rasya berniat untuk mengikuti mobil Albi, ia ingin tahu kemana perginya Albi dan Adelia. Dan lampu hijau menyala, Rasya sengaja melajukan mobilnya dengan lambat, agar Albi tidak bisa merasakan bahwa dirinya mengikuti kemana mobil Albi pergi.


Awas saja Tuan aneh, kalau istrimu itu adalah istriku. Aku tidak akan segan-segan untuk menghajarmu.


Rasya mengumpat di dalam hatinya kepada Albi, yang jikalau istrinya itu adalah istri dirinya, maka Rasya tidak akan segan untuk menghajar Albi.


Hingga Rasya menepikan mobilnya, saat melihat mobil Albi masuk ke dalam gerbang pagar yang tinggi.


Apa itu rumahnya?


Rasya memilih terdiam di dalam mobilnya, dengan matanya menelisik pagar tinggi, yang ternyata di dalamnya terdapat bangunan rumah yang megah. Rumah kedua orang tua Rasya pun kalah megahnya, dengan rumah milik Albi.


Rasya sengaja keluar dari mobilnya, berpura-pura menjadi seseorang yang sedang mencari alamat. Rasya menghampiri dua penjaga pintu pagar gerbang Albi.


"Permisi Pak!" ujar Rasya kepada dua penjaga tersebut.


"Iya ada apa Mas?" sahut salah satu penjaga gerbang.

__ADS_1


"Saya mau bertanya, kalau ini rumah Pak Soni bukan, ya?" kata Rasya bertanya dengan menanyakan nama pemilik rumah yang jelas Rasya mengarang saat itu juga.


"Bukan Mas, ini rumah Tuan kita. Tuan Albian," jawab dari salah satu penjaga itu.


"Oh bukan ya, padahal saya ingin menemui Pak Soni untuk bekerja di rumahnya," tutur Rasya dengan kebohongannya.


"Coba Mas cari ke sebelah sana!" kata penjaga itu dengan menunjuk arah depan.


"Eh, kebetulan ya, Tuan Albi tadi berbicara ingin mencari pelayan untuk melayani istrinya, tapi perempuan," ujar penjaga satunya kepada teman penjaganya.


Pelayan rumah?


Untuk melayani istrinya?


Ahaa.....


Rasya dengan tersenyum berbicara di dalam hati, ia seperti menemukan sebuah ide untuk rencana yang akan Rasya lakukan dalam misi merebut istrinya. Entah apa yang Rasya akan lakukan, author juga belum mengetahuinya. Hanya Rasya lah yang tahu.


Rasya dengan sopan menunduk kepada dua penjaga tersebut, lalu berbalik badan untuk menghampiri mobil miliknya yang agak jauh tadi Rasya tepikan.


Sekarang aku punya ide. Gila sih? tapi mudah-mudahan berjalan dengan lancar. ucap Rasya di dalam hatinya.


Rasya merasa agak lebih tenang, setelah sudah mengetahui tempat kediaman Albi, yang Rasya menyebutnya dengan kata Tuan Aneh. Ia berniat melanjutkan untuk mencari makanan yang bisa menggugah seleranya.


Dan Rasya menepikan kembali mobilnya saat di depan sebuah rumah makan masakan Padang. Rasya merasa tergugah saat mencium aroma wangi dari masakan khas Padang tersebut, sehingga Rasya memilih untuk makan di sana.


Rasya duduk di meja warung tersebut, kemudian memesan makanan saat di hampiri pelayan Warung itu. Rasya memesan nasi dengan lauk rendang sapi. Di tambah air teh tawar angat. Selang beberapa menit Makanan itu kini tersaji di depan Rasya, dengan lahap Rasya langsung menyuapkan makanan tersebut ke dalam mulutnya. Hingga perut Rasya menjadi kenyang. Setelah habis makanan tersebut, Rasya langsung membayarnya dan meninggalkan warung masakan Padang itu.


Rasya kembali mengendarai mobilnya, ia berniat untuk pulang. Setelah beberapa menit, Rasya sampai di halaman rumahnya yang luas. Ia keluar dari mobil dan bergegas berjalan santai masuk ke dalam rumah.


Rumah masih terasa sepi, mungkin Lia, Serly, dan Rara berada di dalam kamarnya masing-masing. Rasya pun bergegas masuk ke dalam kamarnya. Kemudian Rasya duduk di salah satu kursi sofa yang berada di dalam kamarnya. Rasya mulai bermain ponsel, dengan membuka aplikasi shop online. Rasya memesan banyak baju wanita. Entah untuk apa, dan untuk siapa. Author belum di kasih tahu sama Rasya.

__ADS_1


Dan Rasya memesan kembali di aplikasi shop online nya suatu benda yang nanti akan Rasya kenakan.


Astagfirullah ... semoga Allah mengijinkan jalan yang aku tempuh ini. Dan semoga Allah memberikan petunjuk, kebenaran akan keyakinan hatiku. Aku yakin, di balik masalah ini akan ada hikmah yang dapat aku petik. Karena segala hal sesuatu yang terjadi merupakan kuasa dan kehendak Allah.


Rasya berbicara dan berdo'a di dalam hatinya. Rasya meyakini semua masalah yang menimpanya merupakan segala kuasa dan kehendak Allah. Rasya hanya bisa terus bersabar dan berdo'a untuk menjalaninya, karena Rasya yakin di balik semuanya akan ada hikmah yang dapat ia petik.


***


Di Kediaman Albi...


Albi dan Adelia pulang saat setelah memeriksakan kehamilannya ke Dokter Kandungan. Kini mereka berada di dalam kamar. Adelia memilih membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, sementara Albi duduk menunggu Adelia selesai dengan mandinya, dengan menatap kertas hasil usg Adelia.


Seandainya anak ini adalah anak ku sendiri, tentu aku akan merasakan bahagia.


Albi berbicara dalam hati seraya menatap kertas hasil usg tersebut. Kehamilan Adelia sudah enam minggu, janin di dalam perut Adelia masih berupa kantung, jadi belum jelas terlihat bentuk dan jenis kelaminnya.


"Mas, mau mandi?" tanya Adelia yang sudah mandi di sore itu.


Albi mengangguk. Albi bangkit dari duduknya, dan berjalan melewati Adelia yang hendak duduk di meja rias. Albi masih berkecamuk di dalam hatinya, saat kejadian di Cafe hati Albi menjadi tidak tenang. Albi takut kesadaran Adelia pulih, dan di tambah Albi tidak ingin kehilangan Adelia. Albi sudah sangat mencintai Adelia, walaupun baru sekitar beberapa minggu Albi kenal dengan Adelia. Sosok Adelia yang cantik, dengan perilaku baik, membuat Albi terpikat. Di tambah lagi, Adelia memperlakukan Albi seperti suami yang sesungguhnya. Membuat Hati dan jiwa Albi menghangat serta mendapat rasa kenyamanan.


Albi mengguyur tubuhnya di bawah sower, dengan pikiran yang bercabang-cabang. Albi terus mengingat wajah pria yang memeluk Adelia. Albi sudah yakin, bahwa Pria tersebut adalah suami dari Adelia. Albi akan merencanakan sesuatu agar Adelia tidak di ketemukan oleh Rasya.


...Bersambung....


Ada yang tahu gak Readers, kalau Rasya akan merencanakan apa??


Jangan lupa pantengin episode selanjutnya!!


Dukung ya, dengan Like, Comment, dan Hadiah poinnya!!


Terima kasih, semoga sehat selalu Readers 😘

__ADS_1


__ADS_2