
Aldi telah sampai di Pusat Kota B. Ia sudah berdiri di depan Toko Furniture yang terlihat begitu lengkap. Aldi mata nya sudah memindai barang-barang yang akan di perlukan Bos nya.
Aldi di sambut oleh salah satu Karyawan Toko tersebut dengan senyuman Ramah.
"Permisi Mas... Mas mau beli barang apa ya?." Tanya Karyawan wanita dengan tersenyum ramah kepada Aldi.
"Saya mau kursi, lemari, meja makan, Tempat tidur, meja nakas, lemari pendingin, itu saja dulu. Selebihnya saya mau mengingat terlebih dahulu dan menanyakan nya kepada Atasan saya." Tutur Aldi dengan mengatakan Barang-barang yang hendak ia beli.
"Baik Mas... Silahkan Mas pilih saja. Di sini sudah banyak Kursi design baru, dan lemari juga." Ucap Wanita tersebut dengan mempersilahkan Aldi memilih.
Aldi menjawab dengan mengangguk.
Dan berjalan melangkah melihat Banyak macam kursi, dan barang lainnya.
Model yang mana ya?.
Aku takut salah. Dan selera Bos takut nya beda.
Gumam Aldi di dalam hati, lalu tidak mau berpikir lebih Aldi mulai memencet tombol panggilan kepada Sang Bos.
"Hallo Pak... Saya sudah sampai di Sebuah Toko yang terlihat begitu Komplit, Namun Saya takut pilihan saya tidak sesuai dengan Pilihan Pak Bos." Kata Aldi setelah Rasya menerima panggilannya.
"Em... Saya tentukan sesuai pilihan kamu. Saya selalu suka akan kinerja kamu. Hingga Pilihan kamu tidak selalu mengecewakan saya. Jadi Kamu Saja yang memilih nya." Sahut Rasya di sebrang telepon.
"Begitu ya Pak. Terima kasih kalau setiap Pekerjaan Saya tidak pernah mengecewakan Pak Bos. Em... Atau begini Saya ingin tahu kesukaan warna Pak Bos atau Istrinya?." Aldi sepertinya akan memilih warna kesukaan Pasangan tersebut untuk Furniture yang akan di pilihnya.
"Kesukaan Istriku Saja. Dia Suka warna Ungu." Jawab Rasya.
"Baiklah Pak. Terima kasih Pak. Saya sekarang akan mulai memilihnya." Kata Aldi
"Iya Al." Rasya pun mengakhiri panggilan nya.
Aldi mulai melihat kembali ke barang-barang yang akan di belinya. Aldi menunjuk setiap Barang yang akan hendak ia beli kepada Salah satu karyawan. Aldi menghabiskan waktu tiga jam memilih dan menunjuk Barang yang di butuhkan nya.
Terlihat Setiap Barang sudah di Catat di Sebuah Note Bon, Dan Semua barang Sudah di angkat ke atas bak Mobil yang terbuka milik Toko Furniture tersebut, Barang-barang yang Aldi beli membutuhkan Tiga mobil dan beruntungnya Mobil tersedia di milik Toko Itu.
Aldi mulai memindai Catatan yang sudah Ia beli, takut ada yang tertinggal. Dan Saat selesai membacanya Aldi teringat akan Ucapan Rasya bahwa Istrinya ingin membuka Toko Kue.
__ADS_1
Aldi menunjuk ettalase kaca, Aldi membelinya dua Ettalase besar dan panjang, lalu Aldi memilih Mikser Besar beserta Oven Kue listrik tiga buah, dan tak lupa cetakan-cetakan yang bervariasi.
Aldi memijit pelipisnya merasakan pening kepada kepalanya.
Ya Tuhan Pusing juga memilih Perabotan dalam satu waktu ini.
Gerutu Aldi.
Aldi menghadap ke Meja Cashier dan menyerahkan Catatan tadi yang sudah Aldi baca, dan Cashier tersebut menuliskan lagi Barang yang baru Aldi pilih kembali. Setelah Aldi merasa cukup, walaupun ada yang terlupa tinggal beli kembali pikirnya.
Aldi melotot kaget saat mendengar Cashier mengatakan bahwa semua barang yang sudah Ia tunjuk dan Kini di atas mobil itu, Nominal nya dua ratus lima puluh juta itu sudah dengan harga diskon karena Aldi membeli dengan banyak barang.
Apa Uangnya ada gak ya di kartu ini?.
Pasti ada.
Aldi menyerahkan Sebuah Kartu yang tadi Rasya berikan, untuk membayar semua barang-barang tersebut. Dan setelah selesai Aldi menaiki motornya untuk menuntun jalan Tiga mobil di belakangnya yang mengangkut Barang-barang.
Tak selang beberapa lama Aldi menghentikan laju motornya begitu ketiga mobil yang di belakangnya, Aldi sudah sampai di depan Rumah Minimalis milik Rasya yang akan Ia huni.
Rasya dan Adelia tersenyum kala melihat Barang-barang yang di beli Aldi. Terlihat wajah Aldi begitu penat mungkin karena kelelahan Aldi hingga melewati makan siangnya demi perintah Sang Bos.
"Baik Pak, Eh iya ini Kartu Bapak dan Nota Belanjaan nya." Aldi dengan menyerahkan Kartu Pintar Milik Rasya beserta Nota belanjaan.
"Iya Al." Rasya menerima dua benda tersebut.
Terlihat beberapa Pekerja Toko Furniture beserta para Sopirnya membantu menurun kan barang-barang dari mobil. Dan Para Pekerja Bengkel Rasya pun ikut serta.
...****************...
Di tempat lain.
Seseorang tengah berbaring di Ruang UGD ia terkapar pingsan karena terlalu banyak minum alkohol. Ya orang tersebut Adalah Martin. Martin di temukan Dimas di Aparteman nya terkapar pingsan saat Dimas keluar membeli Makanan Ringan ke Mini Market.
Dan Dimas meminta Bantuan Petugas keamanan Apartemen untuk menolong menggotong Martin ke dalam mobilnya lalu salah satu Petugas menemani Dimas menuju Rumah Sakit.
Kemudian di sinilah sekarang Dimas menunggu penjelasan Dokter akan penyebab Martin bisa pingsan seperti tadi.
__ADS_1
"Rey, Sekarang Lu datang ke Rumah Sakit X sekarang juga." Dimas berbicara saat telepon nya telah di angkat Reyhan.
"Dim ada apa Lu?. Siapa yang sakit?."Jawab Reyhan di sebrang telepon.
"Martin Pingsan mungkin karena terlalu banyak minum. Cepat ke sini temenin gue." Tutur Dimas dan langsung menutup telepon nya tanpa mendengar ucapan Reyhan kembali.
Dimas berjalan mondar mandir Ia sangat Khawatir akan sahabatnya Martin yang kini tengah di tangani Dokter dan belum kunjung keluar.
Selang beberapa lama Reyhan datang setelah bertanya terlebih dahulu kepada petugas Resepsionis.
"Gimana keadaan Martin?." Tanyanya setelah sampai di dekat Dimas yang sedang berjalan mondar-mandir.
Dimas menggelengkan kepalanya, membuat Reyhan tidak mengerti.
"Maksud Lu apa sih menggeleng kepala gitu?." Tanya Reyhan ingin penjelasan.
"Gue juga belum tahu Rey, dari tadi Dokter belum keluar. Gue khawatir sekali takut terjadi apa-apa kepada Martin." Ujar Dimas Khawatir.
Dan tak lama Dokter keluar dari Ruang UGD berjalan menghampiri Dimas.
"Bagaimana Dok keadaan teman saya?." Dimas bertanya saat Dokter berdiri.
Dokter tersebut menghembus nafas terlebih dahulu sebelum berbicara kepada Dimas.
"Keadaan pasien sangat Mengkhawatirkan, Dia terlalu banyak minum alkohol dan tak ada makanan yang di cerna di dalam tubuhnya. Sehingga mengakibatkan Fungsi lambung, Bahkan Jantung berhenti. Apa Pasien Pemabuk?."
"Tidak Dokter, Dia baru mabuk beberapa minggu ini dan tidak mau makan sama sekali. Mungkin karena teman saya tidak terbiasa jadi pingsan." Dimas menjelaskan.
Dokter tersebut manggut-manggut setelah mendengar penjelasan Dimas.
"Anda tak perlu khawatir, Pasien nanti akan sadar dengan sendirinya. Kami sudah memasang infus kepadanya. Kalau begitu saya permisi, dan jika pasien sudah sadar temui saya." Dokter tersebut lalu pergi meninggalkan Dimas Dan Reyhan.
"Ini Semua karena cewek itu Martin jadi begini." Umpat Dimas.
"Lu Jangan salahkan Adelia, ini Salah Martin saja yang mengambil tindakan bodoh dengan minum Alkohol." Reyhan tidak menerima Dimas yang telah menyalahkan Adelia.
"Rey Lu gila, Elu gak paham apa?. Penyebabnya jelas dari cewek itu. Kalau saja Martin tidak Kecewa dan sedih tidak mungkin Martin mengambil tindakan seperti itu." Dimas kekeh.
__ADS_1
Reyhan terdiam dan berpikir, ada benarnya juga semua yang di ucapkan Dimas. Jika Saja Adelia tidak mengecewakan Martin, ini semua tidak akan terjadi. Sekarang keselamatan Martin sedang di khawatirkan.
...Bersambung....