
Adelia dan Martin duduk di sofa ruangan toko kue Adelia. Rara terus memperhatikan Antara Adelia dan Martin, dengan terus tersenyum menggoda sepasang kekasih itu. Sedangkan Rima sedang mencari jawaban takutnya tiba-tiba Martin bertanya tentang keberadaan nya di sini.
"Del, Lu napa nunduk mulu,,?" Rara bertanya seraya menggoda Adelia yang menunduk karena malu.
Adelia pun menegakkan kepalanya, dan berpura-pura memainkan ponsel, Rara pun di buat ingin tertawa karena nya.
"Udah Gue paham deh, Martin Lu apain Adelia ?" Tanya Rara ke Martin.
"Bukan nya kamu udah paham Ra tadi bilang nya" Martin menjawab dengan menyuapkan kue yang Adelia suguhkan.
"Ya gue pengen jelas aja gitu" Rara kembali berucap ke Martin.
Martin pun melirik ke arah Adelia, "Sayang katakan apa saja yang tadi kita lakukan tadi di dapur?" Martin menyuruh Adelia untuk berbicara mengenai Martin dan dirinya di dapur.
"Apa Sih, orang aku lagi masak air, terus cuci piring. kamu aneh masa harus di bicarain sih," Adelia memonyongkan bibirnya.
"Hahaa iya benar, tadi yang di lakuin Adelia itu..",Ucap Martin dengan sedikit tawa karena tingkah Adelia.
Sedangkan Rima berpura-pura menyimak pembicaraan mereka, dengan rasa hatinya yang dongkol.
"Ah Gue gak percaya, orang gue pas mau masuk dapur,kalian lagi pelukkan. terus pasti ada adegan yang lain kan sebelum kalian pelukan?" Celoteh Rara yang membuat Adelia tersedak.
"Rara udah ah apaan sih..." Adelia tidak mau banyak membicarakan tentang hal itu.
"Oh iya Martin, kenalin ini Rima. kita baru berteman hari kemarin.." Adelia memperkenalkan Rima ke Martin.
"iya," Ucap Martin datar tanpa menoleh Rima. Malah Martin sibuk mengunyah kue yang sedari tadi ia makan.
Adelia pun merasa aneh, Adelia mencoba menatap Rima. Namun begitu juga dengan Rima, Rima menunduk dengan terus memainkan ponselnya.
"Eh Bentar gue layanin dulu yang mau beli kue,"Pamit Rara yang melihat ada seseorang hendak masuk untuk beli kue.
Kini Martin melihat ke arah Rima, Martin sudah tahu tentang Rima yang selama ini menyukainya. tapi Martin malah sebaliknya ia menjadi cuek dan dingin setelah mengetahuinya.
"Rima, gimana Tante Meli sehat?" Tanya Martin basa basi.
"Sehat, Mama Sehat," Jawab Rima dengan matanya sedikit berbinar, karena senang akhirnya Martin menyapa nya walaupun yang di sapa nya tentang mama nya.
Namun Adelia merasa bingung, Martin seolah lebih tahu tentang Rima. dan Martin menurutnya sangat akrab, sampai ibu Rima di tanyakan keadaannya.
"Maaf aku ke kamar dulu sebentar " Ucap Adelia tiba-tiba.
Rima pun mengangguk senang karena kini tinggal Martin saja yang menemaninya. namun,
Martin sendiri malah ikut mengekori Langkah Adelia dengan pelan.
Adelia kini menutup pintunya setengah, membuat Martin leluasa masuk tanpa harus membuka handle pintu.
Adelia duduk di sofa yang ada di kamarnya, Adelia bergumam "Kenapa hati ku merasa panas seperti ini, ketika Martin menyapa wanita lain? dan apa hubungan nya Martin sama Rima,? Gumaman Adelia pun terdengar oleh Martin.
"Itu artinya kamu Cemburu" Celetuk Martin, yang membuat Adelia kaget,
"Ke kenapa kamu ada di sini?" tanya Adelia
"Aku ingin ikut masuk ke kamar kekasihku.." jawab Martin yang langsung ikut duduk, dan merangkul Adelia dari samping.
Adelia tidak banyak bertanya lagi, Adelia kini malah merasakan ada hal aneh ketika Martin merangkulnya, debaran jantungnya seakan terdengar keras.
Adelia bingung, ada apa dengan jantungnya?
Begitu dengan Martin, Martin serasa jantung nya ingin keluar dari tempatnya, namun Martin menyadari inilah sebuah rasa Cinta.
Adelia melirik dan mendongak Kearah Martin.
"Tolong jelaskan tentang Rima,!" Perintahnya kepada Martin.
"Apanya yang harus di jelasin?" Tanya Martin.
"I itu, kenapa kamu sampai bisa bertanya tentang keadaan mama nya Rima,?" Ucap Adelia.
"Apa kamu pernah memiliki hubungan, yang belum aku ketahui,?" kata Adelia Lagi.
Martin malah tersenyum, dengan Adelia bertanya seperti itu Martin mengerti, sekarang Adelia tengah Cemburu kepadanya.
"Ada, malah hubungan kami dekat" Ucap Martin sengaja ingin tahu bagaimana reaksi Adelia selanjutnya. Dan memang benar adanya. Martin dan Rima berhubungan dekat Antara sepupu dan sepupu.
"Jadi kamu pernah pacaran sama dia,? ah....bodohnya sekarang aku malah menjalin teman dengan mantan mu itu.." ujar Adelia lirih.
Martin mendekap Adelia, Adelia sedikit berontak.
"Dan kamu tadi telah mengambil ciuman pertama ku." Ucap Adelia lagi.
"Apa kamu masih cinta sama Ri.. Emmmmmhhh......
Kata kata Adelia terputus, karena dengan tiba tiba Martin mencium Adelia.
Martin ******* habis mulut Adelia, bahkan lidahnya sudah masuk menjelajahi mulut Adelia.
Huh... huh... Martin Sejenak melepaskan ciuman nya, Di lihat Adelia yang masih terpejam. Martin kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Adelia, kini tangan Adelia di kalungkan ke leher Martin, sedangkan tangan Martin Memeluk dan meremas pinggang ramping Adelia dengan kuat.
__ADS_1
Adelia membukakan matanya, dan mencoba melepaskan bibirnya.
Martin membuka matanya juga, ketika Adelia ingin menyudahi persatuan bibirnya.
"hmmm.... ada apa sayang?" Tanya Martin dengan mata sayu, masih ada tersisa rasa gejolak karena ciuman panasnya.
"Kita keluar dari kamar," Adelia menjawab dengan merapihkan rambutnya.
"Nanti, di sini dulu aja" Ucap Martin dengan menarik kembali Adelia, kini Adelia berada duduk di pangkuannya.
"Kamu belum menjawab pertanyaan ku Martin,," Tiba tiba Adelia mengungkit percakapannya yang terpotong karena berciuman.
"kamu ingin tahu,?" Martin malah bertanya kembali.
"Ya tentu aku ingin tahu,,," Jawab Adelia dengan beralih duduk ke atas sofa.
tok...tok..tok... Rara datang mengetuk pintu.
"Buka aja Ra, gak aku kuci kok,," Adelia sedikit berteriak,
Tapi Rara kembali mengetuk pintu kamar,
dan membuat Adelia bangkit dari duduknya dan ingin membuka pintu kamarnya, tapi ternyata pintu kamar itu terkunci. Adelia pun Langsung saja menoleh Ke Arah Martin yang tersenyum memperhatikannya.
Martin ternyata mengunci pintunya.
gumam Adelia, dan memutarkan kunci.
Ceklek.... pintu di buka
"Hei Lama banget buka pintunya?" Celetuk Rara
"Sorry Ra, tadi aku lagi di toilet. Dan Martin gak mau buka pintu nya." Adelia beralasan yang membuat Martin tersenyum dengan sedikit tawa.
"Kenapa Lu,,?" Tanya Rara kepada Martin.
Martin hanya menggeleng.
"Oh iya,, tadi si Rima pulang dan memberi pesan untuk Lu, sorry katanya gak pamit sama Lu takut dia ganggu." Rara menyampaikan pesan Rima yang tidak bisa berpamitan langsung kepada Adelia.
Rima tadi berpikir Adelia dan Martin sedang melakukan sesuatu yang membuat hatinya panas dan amarahnya memuncak.
"Ya gak apa-apa.." Ucap Adelia.
Adelia dan Rara pun turun di susul Martin juga.
Martin berjalan seperti sedikit berpikir, entah tentang Rima, atau tentang yang lainnya, Hanya Martin sendiri yang tahu.
"Kemana?" Jawab Adelia.
"Udah Lu ikut aja sana,,,!" Rara menyuruh Adelia untuk ikut Martin.
Sementara Rima yang hatinya kini sedang panas, terus mengumpat sepanjang perjalanan pulang nya dengan tangan nya yang menyetir, ia membanting pintu dengan kasar ketika sampai di kediaman Martin.
Tante Meli merasa aneh ingin menanyakan apa yang membuat Rima seperti itu.
"Rima sayang anak mama, kamu kenapa pulang-pulang wajahnya di tekuk begitu?" Tanya Tante Meli.
"Aku sedang Ma....
ting tong ting tong... tiba tiba suara bel berbunyi.
Rima belum sempat menjawab, karena Tante Meli langsung menuju pintu untuk membuka nya.
"Martin, sayang kenapa kamu baru ke sini?" Ucap Tante Meli. Karena Martin memang belum datang-datang lagi setelah waktu itu dirinya dari Luar Negeri.
"Iya tante maaf, Martin tinggal di apartemen" Ucap Martin dengan menggenggam tangan Adelia.
Tante Meli pun menoleh sang gadis yang menunduk,dengan tangan nya yang sedari tadi Martin genggam.
"Martin, ini siapa?" Tanya tante Meli.
Adelia pun menegakkan kepalanya dan seraya tersenyum kepada Tante Meli.
"Saya Adelia, Tem...
"Pacar Martin tante. " Ucap Martin dengan sengaja memotong kata kata Adelia.
Adelia di buat gugup.
"Ya ampuun ini pacar kamu, cantik sekali. Martin ini beneran kan? kamu koq bisa dapatin gadis cantik seperti Adelia," Puji Tante Meli kepada Adelia.
"Ya udah Ah masuk dulu,, Martin pegel tante." Martin dengan Menarik Adelia masuk ke dalam rumah.
"Maaf Martin tante saking terpesona nya liat pacar kamu" Tante Meli tersenyum kepada Adelia
Adelia yang di puji-puji sedari tadi sungguh merasa malu di buatnya.
"Siapa ma?" Rima datang dengan menanyakan tamu yabg datang.
__ADS_1
"Ini Rima, Martin sama pacarnya.." Ucap Tante Meli.
Tante Meli seakan di buat lupa bahwa anaknya sangat menyukai Martin.
Rima pun di buat menegang melihatnya, namun Rima berpura-pura tersenyum.
"Adel....",Sapa Rima dengan mendekat duduk di samping Adelia.
"Rima.."Sapa Adelia kembali.
Namun hati Adelia masih belum mengerti kenapa Martin malah membawanya ke rumah Rima, yang Adelia Anggap Kalau Rima adalah bekas pacar Martin.
"Adel, aku sengaja ngajak kamu ke sini. aku ingin mengenalkan keluarga ku yang ku punya.",Ucap Martin dengan Adelia yang langsung menoleh ke Martin dengan belum mengerti.
"Ini tante Meli, adik dari almarhum ibu ku.
dan Rima anak dari tante Meli, yang merupakan sepupu ku." Ucap Martin Lagi.
"Iya Adel, Martin adalah keponakan tante." Jelas tante Meli.
Adelia pun tersenyum, kini Adelia mengerti.
Adelia merasa lega hatinya,karena Martin dengan Rima hanya sebatas saudara.
"Sebentar, Rima kamu sudah kenal Pacar Martin?" Tany tante Meli. Sontak Martin dan Adelia pun menatap ke Arah Rima.
"Ah Aku baru tahu tadi ma.." Ucap Rima bohong.
Padahal Rima sudah tahu pas Rima melihat Martin dan Adelia di pinggir danau.
"Kalian koq bisa kenal?" Tanya Tante Meli lagi.
"Itu tante kebetulan pas Adel lagi di Mall, Adel bertemu Rima. dan kita berkenalan" Adelia menjawab yang tante Meli tanyakan kepada Rima.
"Ooh begitu toh. sampai kebetulan begitu ya.. " Kata tante Meli.
"Tante sampai lupa belum menyuguhi kalian, sebentar tante tinggal dulu..." Tante Meli ke dapur untuk membawakan minuman dan makanan.
Tersisa Adelia, Rima, dan Martin.
Martin menatap selidik ke arah Rima.
Dengan Adelia menatap sekeliling rumah.
Rima nampak canggung berada diantara Adelia dan Martin.
"Del, aku pamit ke kamar dulu yaa.. " Uca Rima dan berlalu menaiki anak tangga.
Adelia sekarang memperhatikan Martin dengan tersenyum.
Martin pun tersenyum seakan tahu apa yang membuat Adelia tersenyum.
"Apa sekarang pikiran mu tidak aneh lagi,?" Bisik Martin ke telinga Adelia.
"hmmm... i iyaa..." Adelia terbata.
Tante Meli datang dengan nampan yang di pegangnya, banyak makanan dan juga minuman untuk di suguhkannya.
"Ayo Adelia silahkan di cicipi," Kata tante Meli.
Adelia pun mengangguk.
"Tante, hmmm.... Martin ingin tunangan sama Adelia," Ucap Martin, yang seketika membuat Adelia tersedak.
Adelia menatap Martin, Martin dengan tiba tiba membicarakan tunangan kepada tantenya.
"Kamu serius Martin,?" Tanya tante Meli.
"Martin......?" Adelia kini bersuara.
"aku serius tante,,,,"
"Apa?" Jawab Martin kepada Adelia.
"Rencana nya kapan?" Tanya Tante Meli.
"Kalau bisa secepatnya.. tante," Martin ternyata ingin buru-buru.
Adelia terdiam, Adelia di buat bingung, tiba tiba Martin ingin tunangan dengannya, tanpa berbicara dengan Adelia sebelumnya.
Martin merasa cukup atas pembicaraan nya dengan Tante Meli. Martin melirik Adelia.
"Tante, Sepertinya itu saja yang Martin ingin sampaikan ke tante , nanti tentang waktunya kapan Martin kabari tante lagi."
Martin berdiri dan menarik tangan Adelia.
"Ya udah Nanti kabari tante lagi. Martin Sering sering ajak Adel ke sini.." Kata tante Meli.
Martin pun mengangguk dan menyalami Tante Meli begitu pun Adelia.
__ADS_1
Bersambung.......