You Are My Mine

You Are My Mine
Episode 88


__ADS_3

Rasya dan Martin saling tatap satu sama lain dengan tatapan sebagai musuh.


Seketika Reyhan dan Dimas menyadari akan pria yang di hadapan nya kini mereka tahu dari balik rekaman Cctv waktu itu di Resto milik Kakak nya Dimas.


Reyhan menepuk pundak Martin memberikan kode agar tidak bertindak sesuatu.


"Kenapa kamu ke sini?. Dan Mana Adelia?." Martin dengan clingak-clinguk mencari keberadaan Adelia di belakang Rasya.


"Saya kesini mencari Rara. Karena saya pernah ke sini ketika menyelamatkan Adelia. Jadi saya mencoba menebak saja." Tutur Rasya dengan menatap tajam kepada Martin tanpa tidak memberitahukan Adelia ada di mana.


"Lalu kenapa anda bisa ada di sini?." Tanya Rasya kini.


Martin kini menatap lurus ke arah Markas yang di kepung Polisi itu.


"Aku sedang berusaha menangkap seorang dalang yang sudah membakar Ruko Adelia, dan para buronan polisi."


Dan ternyata ketika saat Polisi mengetahui Ciri-ciri ketiga pria tersebut yang merupakan Genk Juana. Polisi mengatakan ketiga pria tersebut adalah para buronan yang berhasil kabur setelah membunuh salah satu pengusaha Sukses di luar kota.


"Jadi anda sudah tahu siapa di balik terbakar nya Ruko Adelia?." Rasya dengan terkejut karena selama ini belum mengetahui nya.


"Adelia tidak pernah menceritakan nya sama kamu?." Selidik Martin.


Rasya terdiam memberikan tanda jawaban bahwa Adelia tidak pernah menceritakan nya.


Martin tidak mau banyak bicara lagi dengan rivalnya itu. Kini ia melangkah maju mendekati Markas Juana tersebut.


Dan di susul Reyhan, Dimas dan Serta Rasya.


Sedangkan Para Polisi berdiri di setiap sudut Luar rumah itu. Terdengar jelas suara wanita yang sedang berteriak memaki dan berbicara keras di pendengaran Martin beserta yang lainnya.


"Hai Penghianat. Bagaimana kabar mu?." Terdengar wanita itu menyapa.


"Rima apa maksud mu menahan aku beserta Rara seperti ini?." Tanya salah seorang pria. yaitu Yuda.


"Hahaa.... Tentu untuk memancing wanita yang telah kau tolong dan sembunyikan selama ini?." Teriak suara wanita itu kembali.


Rasya yang belum tahu suara wanita tersebut bertanya-tanya di dalam hatinya.


Siapa wanita ini?.


Apa sebabnya ingin menyelekai Adelia dan juga Rara?.


*Batin Rasya.


Dan terdengar kembali perbincangan dari dalam Rumah tersebut.


"Rima kamu sudah keterlaluan. Demi Ambisi dan keinginan mu untuk memiliki Sepupu mu itu Kau rela menjadi penjahat!." Hardik suara pria tersebut.


"Jangan sok nasehatin gue. Gue sebentar lagi akan menikah dengan nya. Dan sebelum pernikahan itu terjadi gue ingin menghabisi dulu wanita itu. Sebelum dia menampakan diri di hadapi Martin." Tutur Rima.


Dan seketika Tangan Martin beserta Tangan Rasya mengepal kuat.


Jadi wanita ini karena mencintai Martin. *Batin Rasya kembali.


"Sialan kamu Rima. Luarnya saja kamu terlihat anggun tapi dalam nya kamu seperti set*an." Rara kini bersuara.

__ADS_1


"Haha...." Rima tertawa.


Plak... Plak.... Rima menampar pipi Rara. Yuda dan Rara dalam keadaan terikat. Jadi mereka berdua tidak bisa berbuat apa-apa selain bersuara.


Seketika Rasya tidak bisa menahan emosinya. Rasya dengan cepat menerobos pintu yang memang tidak terkunci.


Martin membiarkan Rasya masuk terlebih dahulu.


Setelah di dalam Rasya langsung menghadang Tiga Pria kekar yang ternyata berdiri di balik tubuh Rima.


Bugh.... Bugh.... Rasya memberikan pukulan beserta tendangan kepada Tubuh Pria tersebut. Namun setelah itu Juana dengan cepat menyerang Rasya dari belakang. Rasya pun tersungkur ke lantai. Saat Juana akan menginjak perut Rasya. Kaki Juana Seketika di halau oleh kaki Martin. Dan Juana pun tersungkur ke dinding.


"Menyerah kalian." Martin bersuara.


Rima yang mendengar suara yang sangat di kenalinya. Tiba-tiba membeku dan tak mampu untuk menatap ke arah belakang.


"Lepasin Mereka!." Kini Rasya berdiri dan bersuara.


Lalu datang tiga orang Polisi dengan menodongkan Pistol.


"Kalian sudah kami kepung." Kata salah satu polisi.


Juana dan kedua teman nya mengangkat tangan.


Lalu dari salah satu polisi menghampiri Rima dan memborgol kedua tangan Rima.


"Lepaskan aku. Lepaskan." Teriak Rima berontak.


"Anda kami tangkap dengan tuduhan anda yang telah merencanakan pembakaran sebuah Ruko." Kata Polisi itu.


"Jangan mempersulit kami. Ayo ikut kami ke kantor Polisi. Dan setelah di sana Anda harus memberi keterangan yang sesungguhnya." Kata Polisi itu lagi.


"Martin tolong aku. Aku tak mau di tangkap. Bukan kah kita akan menikah?." Rima dengan wajah memelas minta pertolongan Martin.


Martin dengan tersenyum sinis dan matanya menatap tajam. " Menolong mu?. Menikah?. Mimpi."


Rima menggelengkan-gelengkan kepalanya tanda ia tidak percaya akan sikap Martin saat ini.


"Sebentar Pak." Rasya kini mendekat ke arah Rima yang sedang di pegangi Polisi itu.


"Jadi anda yang sudah menghancurkan kehidupan Adelia?." Rasya dengan menatap tajam.


Rima hanya diam dan tak berani menatap Rasya yang tak kalah tajam menatapnya dari Martin.


"Inilah awal kehancuran dari hidup anda Nona." Rasya dengan tersenyum menyeringai.


Sedangkan Reyhan dan Dimas sedang berusaha membuka ikatan yang berada di tubuh Yuda Dan Rara.


Mereka pun keluar dengan mengiring ketiga pria Genk Juana itu, dan Rima kedalam mobil Polisi. Dan Mobil Polisi itu pun pergi meninggalkan Markas yang di jadikan Juana dan Genk nya.


"Rasya, Adelia mana?." Rara kini bertanya kepada Rasya.


"Adelia ada bersama ku. Di tempat yang aman." Sahut Rasya.


Martin kini menatap tajam ke arah Yuda. Ia sungguh masih memiliki rasa penasaran untuk memberi perhitungan karena telah berani menyentuh Adelia.

__ADS_1


Bugh... Martin menonjok pipi Yuda.


Seketika Rasya, Rara, Reyhan dan Juga Dimas menatap heran kepada Martin.


"Kini aku bertemu dengan mu. Pasti kamu tahukan aku menonjok mu?." Sungut Martin.


Yuda tersenyum dengan mengusap darah yang menetes dari sudut bibirnya.


"Aku tahu. Pasti karena video itu?."


Bugh.... Martin melayangkan kembali pukulan nya. Dan Yuda tidak memberi perlawanan seperti membiarkan Martin melampiaskan Amarahnya.


"Kamu sudah menyentuh Adeliaku.!!!" Teriak Martin.


Membuat Rasya menautkan kedua alisnya.


Bagaimana pun menyangkut atas nama Adelia, Rasya sangat sensitif begitu juga Martin.


"Tapi itu hanya jebakan Rima. Agar mendapat hasil video rekaman untuk membuktikan kepada mu. Kamu tidak tahu kan yang mengirim nya siapa. Yang tentu Jelas Rima lah yang sudah mengirim nya." Ucap Yuda dengan tenang.


"Maksud kamu dan Adelia di jebak?." Teriak Martin.


"Ya."


"Jelaskan!!!!" Titah Martin.


"Saat liburan itu Adelia di kasih obat perangsang lewat minuman nya. Dan Aku di bayar oleh Rima untuk melakukan nya. Tapi kita tidak sampai melakukan yang membuat kehormatan Adelia hilang." Tutur Yuda dengan ringkas.


Martin mengepalkan tangannya.


Rasya bereaksi emosi atas penuturan Yuda yang sengaja di jebak Rima.


Rasya lalu menarik tangan Rara. "Ayo pulang aku akan mengantar mu ke rumah orang tua ku."


"Sya... Ajak Yuda juga. Bagaimana pun dia sudah sangat berjasa telah menolong aku dan Adelia." Bujuk Rara.


"Ayo." Rasya pun mengajak Yuda.


Yuda pun melangkah mengikuti Rasya dan Rara yang akan menuju mobilnya Rasya.


Martin masih mencerna ucapan Rara barusan.


Jadi yang sudah menolong Adelia selama ini Yuda. Yang saat itu Rara tidak mengatakan namanya.


Martin bergumam di dalam hatinya.


"Ayo kita pulang Bro..." Reyhan menepuk pundak Martin.


Martin mengangguk. Dan mereka pun masuk kedalam mobil nya. Meninggalkan Markas Juana yang kosong saat ini.


Martin melajukan mobilnya menuju rumah Rasya. Ia berharap Adelia ada di sana.


Martin pun mengikuti mobil Rasya dari belakang.


...Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2