
Di Perusahaan Milik Adelia...
Semua karyawan menyambut kedatangan Adelia dengan hormat. Bahkan kebanyakan karyawan yang memuji kecantikan wajah pemilik perusahaan itu. Tidak semua karyawan tahu bahwa pemilik perusahaan tersebut adalah Adelia.
Semua karyawan sengaja di kumpulkan di sebuah ruangan yang luas, yang biasanya ruangan tersebut selalu di pakai jumpa pers atau perayaan ulang tahun perusahaan sehingga karyawan dari berbagai Divisi bisa masuk dan mendapat kursi duduk.
"Selamat Pagi semua," suara Rasya menyapa karyawan. Rasya kini sedang melakukan sambutan untuk memperkenalkan sang istri sebagai pemilik perusahaan tersebut.
"Pagi ...," suara kompak dari semua karyawan yang hadir. Mereka dengan antusias ingin mendengarkan apa saja yang akan di sampaikan oleh pemilik perusahaan.
"Pertama-tama, saya ucapkan terima kasih banyak untuk kalian semua. Tanpa kalian perusahaan ini tidak ada apa-apanya. Maka dari itu, terima kasih atas kerja kerasnya. Kedua saya mengumpulkan kalian di sini, sengaja akan memperkenalkan langsung pemilik perusahaan ini yakni pewaris tunggal Almarhum Bapak Wira Atmaja, yaitu I Nyonya Adelia Cahaya Lestari. Saya persilahkan untuk naik ke atas podium!," Rasya memberikan sambutan dan mempersilahkan sang istri Adelia untuk naik. Rasya sangat profesional mempersilahkan sang istri tanpa mengatakan bahwa Adelia adalah istrinya namun sebagai pewaris dan pemilik perusahaan tersebut.
Adelia naik dengan bibir tersenyum. Setelan yang Adelia pakai sangat serasi dengan tubuhnya yang ideal. Walau dirinya sudah melahirkan bayi kembar, namun Adelia sangat menjaga pola kesehatan dan olah raga. Sehingga tidak ada yang menyangka kalau dirinya sudah mempunyai anak.
Banyak yang bisik-bisik saat Adelia menaiki podium. Ada yang terpesona, dan ada yang sudah jatuh hati saat melihatnya.
"Selamat Pagi," sapa Adelia saat menerima microfon yang Rasya berikan.
"Pagi ...," suara kompak dari semua karyawan menjawab sapaan yang Adelia berikan.
"Terima kasih atas waktunya. Perkenalkan nama saya Adelia Cahaya Lestari. Saya pewaris almarhum Ayah Saya yaitu Bapak Wira Atmaja. Pertama-tama saya tidak menyangka jika perusahaan orang tua saya masih ada, dan ternyata perusahaan orang tua saya di ambil alih dengan bukti palsu. Alhamdulillah, perusahaan kembali lagi pada keluarga Atmaja. Mohon bimbingan dan kerja samanya. Mari kita kembangkan, dan majukan perusahaan ACL Corp ini. Begitulah sambutan dari saya, Terimakasih"
Adelia mengembalikan microfon kembali kepada Rasya. Dan kini berdiri sejajar dengan Rasya yang akan berbicara kembali.
"Bagaimana, sekarang kalian sudah tahu pemilik perusahaan ACL Corp sekarang? apa ada yang di tanyakan? silahkan berdiri!" Rasya memberikan kesempatan kepada karyawan untuk memberikan pertanyaan.
"Saya, Pak Rasya. Akan bertanya" kata salah satu karyawan pria yang berdiri.
__ADS_1
"Silahkan!" sahut Rasya dengan mulai seksama menyimak pertanyaan apa yang pria tersebut akan di tanyakan.
"Perkenalan Nama Saya Dika. Saya bekerja di bagian Team HRD. Maaf, saya akan bertanya kepada Ibu Adelia. Apakah anda masih mengenal saya? saya dahulu lima tahun yang lalu masih berprofesi sebagai Dosen. Namun, sekarang saya bekerja di perusahaan ini atas alasan yang tidak bisa saya sampaikan di sini," Dika yang berbicara menatap Adelia dengan tersenyum.
Adelia yang mendengarkan mulai mengingat-ingat apa yang baru saja Dika sampaikan. Dan kemudian Adelia mengangguk setelah mengingat bahwa Dika pernah menjadi salah satu Dosen baru dan salah satu dosen muda di saat Adelia dahulu kuliah.
"Terima kasih. Anda masih mengenal saya. Sudah, saya hanya itu saja," Dika kembali duduk. Dan mendapat sorakan dari karyawan lain yang merupakan Dika tidak memberikan pertanyaan yang tidak bermanfaat.
Rasya tersenyum memahami suara riuh dari para karyawan yang bersorak.
"Ok terima kasih. Sekarang siapa yang akan bertanya tentang seputar perusahaan? silahkan saya persilahkan!"
Salah satu karyawan pria berdiri, dan langsung memperkenalkan diri dan bertanya seputar perusahaan.
"Perkenalan nama saya Willy. Saya bekerja di bagian team Marketing. Pertanyaan yang akan saya sampaikan adalah Bagaimana cara meyakinkan konsumen agar mau membeli produk yang kita tawarkan?"
"Terima kasih kepada Pak Willy yang bekerja di bagian team Marketing. Saya akan menjawab pertanyaan anda. Tentang bagaimana caranya meyakinkan konsumen agar mau membeli produk kita. Pertama, Produk harus berkualitas. Kedua, tawarkan kepada orang yang tepat. Ketiga, Gunakan bahasa yang mengerti. Ke empat, Produk yang ditawarkan harus memiliki ke unggulan. Ke lima, tunjukkan pencapaian bisnis kita. Ke enam, tunjukkan testimoni dari konsumen yang pernah membeli. Ke tujuh, Biarkan konsumen mencobanya. Ke delapan, Konsisten berpromosi. Dan yang terakhir, harus memperbanyak relasi. Itulah menurut ilmu yang saya pelajari. Semoga jawaban saya membuat Pak Willy puas. Terima kasih"
Karyawan yang bernama Willy mengangguk dengan tersenyum dan bertepuk tangan merasa puas atas jawaban yang sudah Adelia berikan. Sehingga para karyawan yang lainnya pun memberikan tepuk tangan.
Rasya selaku suamipun merasa bangga atas jawaban yang Adelia berikan. Bahkan Rasya merasa takjub atas kecerdasan yang di miliki sang istri. Sehingga Rasya mendoakan semoga perusahaan milik istrinya tersebut berkembang maju atas Adelia yang kini turun tangan.
"Baiklah. Sesi pertanyaan selanjutnya. Akan saya tunjuk dari Divisi keuangan. Silahkan perwakilannya untuk bertanya!"
Rasya memberikan waktu kembali untuk sesi pertanyaan. Kini Rasya sengaja menunjuk khusus Divisi keuangan untuk bertanya kepada Adelia.
Dan tak lama, Seorang pria perwakilan dari team divisi keuangan berdiri.
__ADS_1
"Perkenalan nama saya Dimas dari team divisi keuangan. Pertanyaan saya, Apa aktivitas management keuangan?, terima kasih"
Adelia menatap lama wajah karyawan yang bernama Dimas. Adelia merasa Dimas adalah pria yang pernah menolong dirinya saat waktu dulu hampir tertabarak.
Sedangkan Dimas. Ia sudah merasa tahu Adelia adalah mantan pacar sahabatnya Martin. Pertama kemunculannya Rasya di perusahaan tersebut. Dan kini semakin yakin atas kehadiran Adelia langsung.
"Baiklah terimakasih, pertanyaan atas Pak Dimas saya akan menjawabnya. Apa saja Aktivitas dalam Management keuangan? Yakni, Secara umum, pengelolaan keuangan Perseroan memiliki tiga kegiatan penting, yaitu; Dapatkan dana, dana digunakan dan mengelola aset. Dapatkan dana, salah satunya adalah aktivitas bagaimana perusahaan dapat memperoleh sumber pendanaan dari modal dan ekuitas juga yang eksternal atau pinjaman,"
Dimas mengangguk-anggukan kepala. Membenarkan atas jawaban yang Adelia berikan. Kemudian setelahnya ia bertepuk tangan. Dan di susul tepuk tangan meriah dari karyawan lainnya.
"Terima kasih atas pertanyaan-pertanyaannya. Silahkan kembali bekerja. Dan semangat semoga apa yang kita usahakan dan kita rencanakan mendapatkan hasil."
Rasya membubarkan karyawan yang hadir di ruangan tersebut.
Dan Karyawan pun keluar dengan tertib. Kini Adelia tersenyum kepada suaminya, begitupun sang suami tersenyum kepadanya dengan mengacungkan ibu jarinya.
"Ayo sayang sekarang kita keruangan mu. Mas, bebaskan kamu mau bekerja di posisi mana,"
"Benarkah? kamu tidak mempermasalahkannya?" Adelia meyakinkan suaminya. Yang semula Rasya menunjuk Adelia untuk menduduki jabatan CEO. Jabatan Adelia yang sesungguhnya. Namun, Adelia tidak mau. Adelia akan membiarkan Rasya yang akan terus duduk di jabatan itu. Namun, kini Rasya membebaskan dirinya untuk memilih.
"Mas, aku ingin duduk di semua management agar aku tahu masalah apa di setiap management nya, dan mendapat ilmu-ilmu baru, bagaimana?"
"Wah itu ide bagus sayang ... terus management apa dulu yang akan kamu duduki?"
"Keuangan. Aku ingin tahu dana yang masuk dan keluar. Semoga aku bisa meneliti dalam keuangan,"
Rasya tersenyum kemudian mengelus kepala istrinya, "Silahkan sayang, ini perusahaanmu. Kamu bebas. Semoga menambah ilmu dengan cara yang kamu lakukan, Mas mendukung apa yang kamu inginkan."
__ADS_1
...***...