
Adelia setelah tiga hari di rawat di rumah sakit itu kini sudah di perbolehkan untuk pulang. Karena kondisinya yang sudah membaik. Sudah sehat seperti biasanya.
Yuda, dan Rara begitu juga Rasya silih berganti menemani Adelia ketika saat itu.
Kini Adelia sedang berkemas untuk siap-siap pulang kembali ke Vila milik Yuda yang di Bantu oleh Rara. Adelia terdiam sejenak. Dan matanya menatap ke arah pintu ruangan itu.
Rara pun memperhatikan Adelia yang seperti sedang menunggu kedatangan seseorang.
"Del, Lu cari Rasya atau Yuda?." Tanya Rara.
Adelia tersenyum tipis kepada Rara. "Dua-dua nya Ra...." Jawab Adelia.
Rara menautkan kedua alisnya menatap heran kepada Adelia. "Del, Gue ingin Lu memperjelas hubungan Lu."
"Maksud kamu apa?." Sahut Adelia merasa tidak mengerti.
Rara menggaruk pelipis matanya. Dan kini menatap Adelia dengan serius. "Maksud Gue. Lu harus tentuin. Antar Yuda dan Rasya. Gue pusing melihat mereka berdua terus beradu mulut memperebutkan Lu. Ya kalau Lu tegas, mungkin diantara mereka akan menerima nya. Siapa yang Lu pilih."
Adelia terbelalak namun setelah itu Ia tersenyum. " Aku juga bingung Ra. Jujur hatiku masih memiliki rasa kepada Rasya. Namun setelah beberapa bulan bersama Yuda aku seperti mempunyai ikatan sama dia. Dan yang terlebih nya Yuda sudah baik kepada kita." Tutur Adelia.
Sebenarnya Adelia memang masih sangat mencintai Rasya. Tapi Kedekatan Adelia bersama Yuda selama beberapa bulan ini. Menjadi Adelia merasa mempunyai ikatan. Mungkin karena mereka hidup bersama dalam satu atap jadi Adelia merasakan nya seperti itu.
Rara terdiam mendengar penuturan Adelia yang sedang bingung untuk menentukan siapa yang akan Adelia pilih.
Tak lama pintu terbuka, terlihat sosok Yuda masuk ke dalam. Ia tersenyum melangkah mendekati Adelia. Yuda datang berniat menjemput Adelia untuk pulang.
"Ayo...." Yuda dengan cepat menggenggam tangan Adelia setelah dekat.
Adelia mengangguk dan berjalan berjajar bersama Yuda yang tangan nya di genggam. Rara berjalan mengikuti mereka dari belakang.
Setelah melewati beberapa lorong. Terlihat Rasya berjalan berpapasan dengan mereka. Rasya mata nya menatap tajam pada arah tangan Adelia yang di genggam Yuda. Adelia tersenyum menatap Rasya. Namun Adelia tidak menyadari akan tangan nya yang masih di genggam Yuda. Sedangkan Yuda menatap dengan bibir menyeringai kepada Rasya.
"Adel. Aku mohon kamu ikut pulang dengan ku." Ajak Rasya dengan wajah memelas.
"Tapi Sya... Aku malu bila harus tinggal bersama." Jawab Adelia.
"Apa?. Terus selama ini kamu tidak malu tinggal bersama dia. Yang hanya seorang Pria asing. Lagian kamu tinggal di rumah ku, tidak hanya dengan diriku. Kamu tinggal bersama Mama dan Adik ku. Dan Juga nanti kamu ajak Rara untuk tinggal bersama." Rasya sedikit kecewa akan mendengar jawaban Adelia tadi.
Adelia menelaah apa yang di katakan Rasya memang benar adanya. Seharusnya Dirinya tidak mengatakan itu.
"Lagian Keluarga ku dan kamu sudah lama mengenal. Bahkan Mama sudah menganggap kamu seperti anaknya sendiri." Tambah Rasya berkata lagi.
Adelia kini menatap Rasya, dan Kepalanya mengangguk tanda Ia mau ikut bersama Rasya. Rasya pun tersenyum.
"Tidak Adelia. Kamu jangan mau ikut dengan nya. Aku tidak tenang Adelia. Aku mencemaskan mu." Yuda dengan menggenggam tangan Adelia yang sedari tadi lebih erat.
Adelia kini menatap Yuda.
"Mohon maaf Yuda. Rasya benar. Aku dan Rasya sudah bertahun-tahun mengenal. Bahkan bersama keluarga nya. Aku bukan menolak semua kebaikan mu. Aku sudah sangat malu bahkan aku tidak tahu harus dengan cara apa untuk membalas nya. Kamu Pria yang baik Yuda. Aku bersyukur di pertemukan dengan mu. Suatu saat ketika aku mempunyai pekerjaan yang layak. Aku akan mengembalikan semua biaya yang selama ini kamu pakai untuk menghidupi aku dan Rara. Aku Janji aku akan mengembalikan nya." Adelia dengan tersenyum.
Yuda terdiam. Menatap Adelia dengan sendu. Ia merasa sedih akan keputusan Adelia yang tidak akan kembali tinggal bersamanya. Matanya merah dan berkaca-kaca. Adelia melihat itu semua dan dirinya merasa bersalah. Adelia berhambur memeluk Yuda. Yuda pun menjawab pelukan Adelia dengan erat. Dan dengan cepat Adelia melepaskan pelukan nya, karena dari belakang Yuda. Adelia bisa melihat wajah Rasya yang menatap dengan tajam ke arahnya yang sedang memeluk Yuda.
"Terima kasih atas semuanya Yuda. Aku tidak akan melupakan semua kebaikan mu." Adelia dengan menatap Yuda dan tersenyum.
Rara pun mendekat ke arah Yuda dan Adelia.
__ADS_1
"Iya Yud. Gue juga Mengucapkan banyak terima kasih atas semua kebaikan Lu sama gue. Gue gak akan Lupakan itu." Rara pun seraya dengan tersenyum kepada Yuda.
Yuda mengangguk menjawab semua ucapan Adelia dan Rara.
"Jika kalian ada masalah. Jangan sungkan untuk memberitahu kepada ku. Aku akan siap membantu kalian apapun itu." Tutur Yuda menawarkan.
Adelia dan Rara pun mengangguk.
Rasya melangkah mendekat ke arah mereka bertiga. Dengan berdiri tegak sebelah Yuda.
"Terima kasih Ya. Anda sudah menjaga Adelia dan Rara dengan baik. Namun Jika Adelia ada apa-apa. Jangan Harap Ia akan meminta bantuan sama Anda selama Saya masih berada di dekatnya. Jangan khawatirkan tentang itu." Rasya berucap dengan tegas. Dengan seraya tangan nya menepuk pelan bahu Yuda.
"Aku sekarang pegang ucapan mu. Namun jika suatu saat aku mengetahui kamu menyakiti Adelia. Maka jangan salahkan aku bila aku akan membawa dia dari kehidupan mu." Kata Yuda dengan penuh penekanan.
Rasya tersenyum penuh makna.
"Itu tidak akan terjadi. Percayalah."
Rasya tangan nya terulur kepada Adelia. Adelia pun dengan canggung menjawab uluran tangan Rasya di hadapan Yuda.
Kini Tangan Adelia dan Rasya saling menggenggam.
"Kami pamit." Ucap Rasya kepada Yuda.
Adelia pun mengikuti langkah Rasya yang menggenggam tangan nya. Dengan menganggukkan setengah badan nya kepada Yuda.
"Yuda. Kita pamit Ya...." Ucap Rara.
Yuda pun hanya menjawab dengan mengangguk. Melihat kepergian mereka menuju parkiran Rumah sakit. Setelah sudah jauh dari pandangan nya. Yuda berlari mengejar mereka.
"Del.....Adel....." Teriak Yuda memanggil nama Adelia.
Adelia pun membalikkan badan nya dan menoleh ke arah Yuda yang sedang berlari mendekat kepada dirinya.
Rasya dan Rara hanya diam memperhatikan Yuda yanv sedang berlari itu.
"Iya ada Apa Yud?." Tanya Adelia setelah Yuda dekat dengan nya.
Yuda perlahan mendekat, mengikis jarak antara dirinya dan Adelia. Tanpa di duga Yuda mengecup lembut bibir Adelia dengan lama. Adelia terdiam mematung. Dengan matanya melotot. Lalu Yuda melepaskan kecupan nya.
Rasya melihat itu sungguh naik pitam, Tangan nya mengepal dan melangkah mendekat ke Arah Yuda. Bugh.....Bugh..... Rasya memukul pipi Yuda dengan bertubi-tubi. Hingga Yuda jatuh tersungkur.
Adelia yang sudah sadar akan keterpakuan nya. Kini berteriak.
"Rasya sudah... Rasya...." Tangan Adelia menarik lengan Rasya dengan sekuat tenaganya.
Rarapun mendekat untuk membangunkan Yuda yang sudah tersungkur.
Rasya yang sudah tertarik lengan nya. Kini menatap Adelia. Dengan cepat Tangan nya menekan tengkuk Adelia. Wajah Rasya mendekat pada wajah Adelia. Lalu Bibir Rasya sudah mendarat di bibir milik Adelia. Mencium lembut bibir milik Adelia. Rara dan Yuda terbelalak kaget melihat Rasya yang mencumbu Adelia di hadapan nya. Rara menutup kedua matanya. Sedangkan Yuda matanya menatap tajam ke arah Adelia dan Rasya.
Dan setelah Rasya merasa puas, Lalu ia melepaskan pagutan nya.
"Aku sudah menghapus jejak bibir miliknya." Rasya dengan tajam menatap Adelia.
Dada Adelia terengah-engah. Sungguh jantungnya seakan terpompa dengan cepat. Dari Yuda yang sudah mengejutkan nya, kini Rasya menambah kekagetan nya.
__ADS_1
Adelia berlari masuk ke dalam mobil Rasya.
Dan di susul Rasya. Sedangkan Rara memutuskan untuk membiarkan dulu Adelia berdua bersama Rasya.
Rasya sudah duduk di sebelah Adelia yang sedang menunduk. Rasya tahu mungkin Adelia saat ini pasti kesal kepada nya.
"Maaf. Aku hanya tidak ingin wanita ku di sentuh oleh Pria lain." Rasya mengucapkan kata Maaf.
"Aku hanya ingin berusaha menghapus bekas bibirnya." Sambung Rasya kembali.
Tiba-tiba Rasa bersalah merasuki dada Adelia. Ia mengingat semua yang pernah dilakukan nya bersama Yuda tanpa sepengetahuan Rasya.
"Rasya Maafkan Aku. Bahkan aku pernah melakukan nya lebih dari itu bersama Yuda. Tanpa kamu ketahui." Ucap Adelia dalam hatinya dengan kepalanya masih menunduk.
Sedikit demi sedikit, Adelia kepalanya mulai mendongak dan menatap Rasya.
Lalu Adelia mengangguk. "Iya Sya... Aku hanya malu saja." Kata Adelia.
Rasya tersenyum. Lalu merengkuh tubuh Adelia untuk masuk kedalam pelukan nya.
"Aku mencintai mu Adelia. Saangaaaat mencintai mu." Ucapnya dengan menciumi kepala Adelia.
Adelia pun mengangguk yang masih berada dalam pelukan Rasya.
"Kamu jangan ngangguk-ngangguk gitu dong. Yang Jelas aku butuh kepastian ni...." Rasya dengan mendongakkan Wajah Adelia untuk menatap nya.
Pipi Adelia langsung bersemu merah. Bagaimana pun Adelia malu untuk menuturkan bahwa dirinya mencintai Rasya.
"Hei... kenapa harus merah pipinya?. Aku hanya ingin mendengar ucapan mu sayang. Apakah kamu masih mencintai aku?." Rasya benar-benar menggoda Adelia saat ini.
Adelia mencubit lengan Rasya dengan gemas.
"Auw... Koq malah nyubit sih?." Rasya dengan mengusap-usap lengan nya. Dan terlihat merah karena Rasya hanya mengenakan Kaos berlengan pendek.
"Iya itu jawaban nya." Sahut Adelia dengan memanyunkan bibirnya.
"Hah...." Rasya lalu tergelak tertawa. Sungguh lucu menurutnya. "Cubitan ini apa artinya?." Rasya dengan penasaran.
Adelia menatap Rasya dengan mencubit kedua pipi Rasya dengan kedua tangan nya.
"Artinya Aku masih mencintai kamu."
Setelah mendengar itu. Rasya tertawa terbahak-bahak. Lalu tangan nya melepaskan tangan Adelia yang masih berada di kedua pipinya. Lalu menggenggam nya.
"Sayang sungguh ini tidak romantis. Di mana-mana ungkapan perasaan itu dengan ciuman. Pelukan. Apaan ini.... Cubitan?. Haha...." Rasya masih tergelak tertawa.
Rara yang masih di luar setelah mendengar Rasya tertawa, Ia memutuskan masuk ke dalam mobil. Rasya terhenti tawanya kala melihat Rara membuka pintu belakang mobilnya. Rasya langsung berduduk tegak.
"Kita berangkat sekarang?." Katanya.
"Iya Sekarang. Aku sudah gak sabar ingin ketemu Serly dan Tante Lia." Sahut Adelia.
Rara hanya terdiam saja. Menyaksikan Sepasang di depan nya.
...Bersambung. ...
__ADS_1