You Are My Mine

You Are My Mine
Episode 171.


__ADS_3

Rasya mengejar Adelia yang sudah berjalan jauh dari hadapannya. Rasya mengejar dengan penuh tanda tanya di benaknya.


"Sayang ... jalannya jangan cepat-cepat," teriak Rasya agar Adelia terhenti.


Namun, Adelia tidak menggubris teriakan dari Rasya tersebut. Ia bahkan lebih mempercepat langkahnya. Hingga sampai langkahnya terhenti di depan parkiran. Sedari tadi banyak mata yang menatap ke arah Adelia dan Rasya yang berada di lorong Rumah Sakit tersebut


Rasya nafasnya terengah-engah saat sampai di dekat Adelia yang sedang berdiri. Ia mengatur nafasnya sejenak. Kemudian menatap wajah istrinya yang sedang memandang lurus ke depan.


"Sayang, kamu kenapa tiba-tiba ngajak aku pulang?. Dan kenapa harus jalan cepat begitu, kamu lupa, bahwa kamu sedang hamil, hmm?, bagaimana kalau kamu sampai tersandung, atau terpeleset?" tanya Rasya beruntun dengan nada lembut. Ia tidak berani membentak Adelia walaupun sedang kesal ataupun marah.


Adelia terdiam. Mulutnya ia bungkam. Bahkan tidak melirik ke arah Rasya sedikitpun.


"Sayang, kalau aku punya salah yang tidak aku ketahui, katakanlah!, dan aku mohon maaf!!" ucap Rasya setelah menunggu Adelia menjawab. Namun, Adelia tidak menjawabnya.


Mas aku cemburu. Aku marah kalau kamu akrab dengan wanita lain. batin Adelia berbicara jujur. Namun, untuk mengatakan langsung lidahnya seperti kelu.


Rasya menghembuskan nafas dengan kasar. Ia sebenarnya kesal. Namun, ia tak berani menampakkan nya kepada Adelia.


"Sayang kalau kamu terus diam begitu. Aku cium kamu sekarang juga," ujar Rasya seraya lebih mendekat. Ia memilih mengancam agar istrinya membuka suara.


Tidak. Aku tidak mau sampai orang lain melihat Mas Rasya mencium aku di sini. Ini tempat umum. Batin Adelia.


"Ja-jangan Mas!" pekik Adelia akhirnya bersuara.


Rasya sudah berjarak sangat dekat. Bahkan nafasnya sudah terasa di wajah Adelia.


"Kenapa?" tanyanya.


Adelia menggeleng.


"Ayo katakan! apa aku punya salah?"


Adelia menggeleng kembali.


"Lalu, tidak mungkin kamu membungkam mulutmu, kalau tanpa sebab?!" ujar Rasya dengan matanya kini menatap mata Adelia. Sehingga Adelia dan Rasya kini tengah bertatapan.

__ADS_1


Tidak ada suara dari Adelia kini. Membuat Rasya mengajak Adelia untuk pulang. Itu cara lebih baik pikirnya.


"Ayo pulang!" ajak Rasya dengan dingin.


Membuat Adelia merasa bersalah. Rasya membiarkan Adelia melangkah di depannya. Setelah di depan mobil miliknya, Rasya membukakan pintu mobil terlebih dahulu untuk Adelia masuk. Kemudian Rasya menuju pintu sebelahnya.


Rasya menatap Adelia yang memandang lurus ke arah depan. Hingga Rasya melihat seatbelt yang belum Adelia pasang. Sehingga Rasya berinisiatif memasangkan seatbelt tersebut ke tubuh Adelia.


Adelia gugup saat wajah Rasya yang sedang begitu dekat dengan wajahnya. Karena Rasya sengaja menatap Adelia dengan lekat. Ia bahkan sengaja meniup wajah Adelia. Membuat Adelia meremang. Merasa sensasi hangat menjalar ke seluruh tubuhnya.


Netra mata Adelia dan Rasya kini bertemu. Rasya semakin mendekatkan wajahnya. Membuat Adelia repleks memejamkan kedua matanya. Rasya tersenyum. Ia kemudian mencium bibir Adelia yang bagaikan candu bagi dirinya. Me***at dengan lembut, memberikan se***an pada bibir merah istrinya tersebut. Membuat nafas keduanya saling memburu.


Kesadaran Rasya mengingatkan bahwa ia kini tengah berada di tempat umum. Membuat Rasya melepaskan cumbuannya itu, lalu tangannya tergerak memasangkan seatbelt di tubuh Adelia dengan benar. Sedangkan Adelia baru membuka kedua matanya dengan nafas yang masih memburu. Terlihat dari dadanya yang naik turun.


Rasya kembali duduk dengan benar di jok kemudinya. Ia menekan pedal gas. Lalu mulai melajukan mobilnya tersebut. Rasya mengemudikan mobilnya tanpa bertanya kembali. Ia menatap lurus ke jalanan. Fokus pada setirnya.


Adelia melirik ke arah Rasya dengan rasa bersalah. Ia tahu Rasya terdiam. Mungkin karena kesal terhadap dirinya yang tidak menyahuti setiap Rasya tadi bicara.


Ketika Rasya menghentikan laju mobilnya. Adelia mengernyitkan dahinya saat ia tahu bahwa mobil Rasya kini terhenti di depan Vila pantai, milik Rasya.


Rasya langsung duduk di sofa ruang tengah. Kemudian Adelia ikut mendudukan tubuhnya di sofa seberang Rasya. Membuat Rasya menatapnya dengan jelas.


"Ayo katakanlah!. Aku sengaja datang ke Vila ini. Agar Orang-orang rumah tidak tahu kalau kamu sedang kesal dan marah sama aku. Kita bicarakan dengan baik-baik. Apa penyebab yang membuat kamu terdiam terus sedari tadi!, katakanlah!"


Rasya berbicara dengan menatap lekat wajah Adelia. Adelia tertunduk. Ia menghela nafas sebelum ingin menjawab semua pertanyaan Rasya.


"Maaf Mas. Aku hanya sedang kesal," jawab Adelia. Kini ia bersuara dengan hati penuh rasa takut beserta malu.


"Kesal?, lalu apa yang membuat kamu kesal?, ayo katakanlah!"


Adelia masih menundukkan kepalanya. Ia tidak berani menatap Rasya saat ini.


"A-aku. Tidak suka lihat Mas akrab dengan wanita lain," lirih Adelia. Namun, masih bisa Rasya dengar.


Rasya tersenyum dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Merasa sangat begitu gemas terhadap istrinya tersebut.

__ADS_1


Loh Mas Rasya diam? tanya Adelia dalam hatinya. Ia kini menegakkan kepalanya dan menatap wajah Rasya yang sedang tersenyum.


"Sayang, berarti kamu tadi cemburu?" tanya Rasya saat Adelia menatap dirinya sedang tersenyum. Adelia mengangguk dengan pelan.


"Yess!!" kata Rasya dengan sedikit melompat. Membuat Adelia menatapnya dengan bingung.


Rasya kini memeluk Adelia dengan erat. Ia bahkan melabuhkan ciumannya di puncak kepala Adelia. Rasya senang di cemburui Adelia. Itu artinya Adelia mencintai dirinya walaupun dalam keadaan amnesia sekalipun.


"Mas, kamu sepertinya senang?" pekik Adelia dalam dekapan Rasya.


"Tentu aku senang. Kamu cemburu itu tandanya Sangat mencintai aku. Walaupun keadaan dirimu yang ingatannya hilang," ujar Rasya seraya tangan nakalnya menurunkan resleting dress belakang Adelia.


"Mas percaya diri sekali," kelit Adelia. Ia sebenarnya tersenyum senang. Tapi tidak menyadari bahwa punggungnya yang polos sudah terpampang di depan wajah Rasya.


"Memang aku percaya diri. Karena aku sendiri sangat mencintai kamu," imbuh Rasya.


Adelia mendongak. Dan Rasya langsung menunduk. Kini keduanya menatap dengan memuji paras masing-masing.


"Mas, kamu mencintai aku?"


"Sangat,"


"Aku juga sangat mencintai kamu, Mas"


Rasya dan Adelia pun tersenyum. Merasa senang atas ucapan cinta dari masing-masing keduanya. Rasya kini mengangkat tubuh Adelia ke dalam kamar. Lalu Adelia ia baringkan.


"Sayang, kita olahraga siang ya?!" bisik Rasya saat setelah membaringkan Adelia.


Adelia tersenyum lalu mengangguk dengan cepat. Membuat Rasya langsung menyambar bibir merah miliknya. Dengan tangannya menjelajahi tubuh Adelia.


Adelia melenguh, dan menggelinjang. Saat tangan Rasya mengusap paha dalam. Rasa geli bercampur hasrat menjalar ke seluruh tubuh Adelia. Dan terjadilah olah raga siang antara Rasya dan Adelia di ranjang itu.


...***...


...Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2