You Are My Mine

You Are My Mine
Extra Part 57.


__ADS_3

Para undangan menatap kagum kepada Dido yang sedang memainkan alat musiknya. Aura Dido begitu terpancar, dengan serius memetik alat musik gitar. Dido menatap ke arah Serly, mulai bernyanyi, menyanyikan sebuah lagu Cinta Luar Biasa .


Waktu pertama kali


Kulihat dirimu hadir


Rasa hati ini inginkan dirimu


Hati tenang mendengar


Suara indah menyapa geloranya hati ini tak ku sangka


Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untukmu


Terimalah lagu ini dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu


Tatapan Dido terus tertuju kepada Serly. Dengan mengulas senyum, dan di balas oleh Serly dengan senyuman juga.


Hari hari berganti


Kini cintapun hadir


Melihatmu memandangmu bagai bidadari


Lentik indah matamu


Manis senyum bibirmu


Hitam panjang rambutmu anggun terikat


Rasa ini tak tertahan


Hati ini slalu untukmu


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Tapi cinta ku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Terimalah cintaku yang luar biasa tulus padamu


Tepuk tangan bergemuruh saat Dido mengakhiri nyanyian nya. Tatapan Dido tak lepas menatap Serly sepanjang bernyanyi. Membuat Serly terus tersenyum dengan tersipu malu. Apalagi lagu yang Dido nyanyikan merupakan sebuah lagu romantis. Yang mengungkapkan isi hatinya kepada sang gadis.


"Terima kasih atas tepuk tangannya," ucap Dido dengan tersenyum.


Kemudian Rasya yang memang hoby menyanyi menaiki panggung. Dan Dido tersenyum menatap calon kakak iparnya itu.


"Bagaimana kalau kita berduet?" Rasya bertanya dengan menggunakan microfon. Membuat para undangan merasa terhibur. Walau acara inti belum di mulai.

__ADS_1


"Baiklah. Silahkan, kakak yang tentukan lagunya!" Dido menyetujui. Dengan menyerahkan lagu pilihan nya kepada Rasya.


Rasya mengangguk seraya kini menatap alat musik keyboard. Kemudian meminta ijin kepada musisi yang ada di sana. Sehingga Rasya kini sudah duduk menghadap alat musik tersebut.


"Ok. Its you," Rasya mengatakan judul lagu yang akan di nyanyikannya. Dengan mulai menekan not-not pada alat musik keyboard.


Dido pun tersenyum. Dengan mulai memetik gitar mengiringi suara alat keyboard yang Rasya mainkan.


Rasya :


Here we are under the moonlight


I'm the one without a dry eye


'Cause you look amazing


I'm sorry for whatever I've caused


Before today I knew I felt lost


But now you're my lady


So take my hand now, see me


'Cause you've made me into this man


I promise I'll treasure you, girl


You're all that I've needed


Completing my world


Rasya memberi kode untuk Dido melanjutkan.


Lalu Dido pun paham, dan melanjutkan lirik selanjutnya.


Dido :


You


And I'm just so stoked I got you


Girl, you are the piece I've been missing


Remembering now


All the times I've been alone, showed me the way


Led me here, led me home


Right through that door straight to you


It's you


Someone needs to come and pinch me now


I just can't believe what I have found


Standing here by me


Giving me the greatest gift you can


Saying yes and now our life begin


Choosing you daily


Lalu Rasya kembali bernyanyi.


Rasya :


So take my hand now, see me


'Cause you've made me into this man


I promise I'll treasure you, girl


You're all that I've needed


Dido : (all that I need)


Completing my world


You

__ADS_1


And I'm just so stoked I got you


Girl, you are the piece I've been missing


Remembering now


All the times I've been alone, showed me the way


Led me here, led me home


Right through that door straight to you


It's you


Dido dan Rasya :


I will never give up on you, girl


Treat you right every night


Make my move, just for you


Wanna do, do this right


Dido :


You


And I'm just so stoked I got you


Girl, you are the piece I've been missing


Remembering now


Rasya :


All the times I've been alone, showed me the way (you showed me)


Led me here, led me home


Right through that door straight to you


It's you


Suara tepuk tangan kembali bergemuruh. Tuan Malik dan Pak Hadi hanya menggeleng dengan tersenyum menyaksikan anak mereka yang malah beradu suara di atas panggung. Namun di dalam hati mereka masing-masing merasa bahagia, dengan ke akraban antara Rasya dan Dido.


Adelia yang di dampingi dua baby sister tersenyum kepada suaminya. Rasya sedari tadi terus menatap istrinya, seperti halnya Dido yang menyanyi terus menatap ke arah Serly.


Keduanya pun kini turun dari atas panggung. Acara inti akan segera di mulai. Keluarga Hadi beserta Tuan Malik mengambil posisi di tengah-tengah hadapan panggung. Mendengarkan pemandu acara yang menguraikan poin-poin penting dalam acara tersebut.


Hingga saatnya tiba, acara tukar cincin. Dido sudah berhadapan dengan Serly. Seseorang yang merupakan kerabat Tuan Hadi memegang nampan yang berisikan kotak cincin yang terbuka di atasnya. Sepasang cincin berlian itu berkilau. Dengan Desain yang elegan, serta unik. Terdapat nama pasangan di balik cincin tersebut.


Setelah mendengar panduan Mc. Pertama-tama Dido mulai menyematkan cincin ke jari manis Serly. Begitu pula dengan Serly, ia menyematkan cincin yang satunya lagi pada jari manis Dido. Suara tepuk tangan bergemuruh kembali saat acara tukar cincin selesai.


Kecuali seseorang yang berdiri di tengah-tengah menatap nanar acara tersebut. Tangan nya sama sekali tidak terangkat untuk sekedar bertepuk tangan. Membuat gadis yang ada berdiri di sampingnya merasa heran dan aneh.


"Aldi ... kamu gak ikut tepuk tangan melihat adik bos mu itu?" Maharani berbisik kepada Aldi. Takut suaranya terdengar oleh orang lain. Yang Maharani tahu, para undangan semua yang hadir merupakan kolega bisnis Tuan Malik beserta Pak Hadi.


Aldi tidak menyahuti. Malah menatap lekat wajah Maharani.


Maharani tersipu dengan tatapan Aldi yang menurutnya seperti sedang sengaja memandang. Tidak mempermasalahkan dengan pertanyaan nya yang tidak di jawab oleh Aldi. Karena bagi Maharani sudah biasa, jika Aldi sangat irit dalam berbicara. Maharani sedikit demi sedikit mulai memahami kriteria Aldi yang memang dingin dan datar. Tapi, Maharani tetap ingin selalu dekat. Maharani sudah sangat jatuh cinta, tepat saat pertama insiden Aldi tidak sengaja menubruk bahunya waktu itu. Hingga, Maharani memanfaatkan kesempatan itu, memberikan kesepakatan kepada Aldi untuk menemaninya makan malam setiap malam.


"Nona, boleh saya meminta bantuan?" setelah Aldi menatap lekat wajah Maharani. Aldi berbicara.


Maharani mengangkat sebelah alisnya, "Bantuan apa?"


"Tolong, bawa saya ke Club Malam!" celetuk Aldi. Membuat Maharani melotot tidak percaya dengan yang Aldi pinta.


"Kamu ada masalah Al? kalau ada, jangan pergi ke tempat itu. Ceritakan padaku. Aku akan pasti menjaga rahasia mu serapat mungkin," ucap Maharani menolak halus permintaan Aldi. Walau dirinya sering datang ke tempat seperti itu, tapi Maharani juga takut terjadi sesuatu pada dirinya. Maka dirinya selalu waspada.


Aldi menggeleng. Lalu kembali menatap Maharani dengan lekat. Aldi kali ini menilai wajah Maharani yang begitu cantik, apalagi penampilan nya yang seksi. Tidak kemungkinan setiap yang melihatnya pasti akan terpana. Aldi berpikir, apa dirinya mencoba menjalin hubungan dengan Maharani agar bisa melupakan sosok Serly yang selalu memenuhi relung jiwanya.


Di sudut lain, Rara yang tidak sengaja melihat Aldi yang begitu dekat dengan Maharani. Merasa panas. Ya. Rara diam-diam menyukai Aldi, saat bertemu pertama di kota B.


'Aldi begitu akrab dengan model itu? apa aku gak akan bisa menggapainya?' batin Rara merasa sedih dengan apa yang ia lihat.


Rara kembali menatap ke arah depan menyaksikan pasangan Serly dan Dido yang terus tersenyum bahagia.


'Kapan aku ada yang melamar?' batin Rara geli.


Tamu undangan perlahan satu persatu menyalami, dan mengucapkan selamat kepada keluarga Tuan Malik dan Pak Hadi. Begitu kepada Dido dan Serly.


Senyuman dari keduanya tidak pudar sedari tadi. Walau belum sempat Dido dan Serly berbincang. Namun dalam hati keduanya begitu merasa senang dan bahagia. Berharap, langkah ke depannya hubungan antara Serly dan Dido tetap terjalin awet.

__ADS_1


...***...


__ADS_2