
Mentari telah bersinar, cahayanya kini masuk ke celah gordeng di kamar Adelia. Adelia mulai mengerjapkan matanya untuk bangun, di lihat jam dinding nya sudah menunjukan pukul 07:00. Adelia pun langsung terduduk menyenderkan tubuhnya.
Dilihat Rara pun masih terlelap dalam tidurnya.
"Untung hari ini gak ada pesanan" Gumam Adelia.
Adelia pun masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan badannya.
Rara pun terbangun, dan tak lama Adelia pun keluar dari kamar mandi.
"Del, sorry gue kesiangan bangunnya.!"
Adelia sudah mulai duduk di meja rias, ingin merias wajahnya "iya Raa,, tak apa. aku juga kesiangan bangun nya, untung aja hari ini gak ada pesenan kue.."
"ya udah gue mandi dulu yaa.." Ucap Rara dan berlalu masuk kamar mandi.
Adelia telah selesai merias wajahnya, dengan rambutnya sengaja ia gerai karena hari ini Adelia tak akan membuat adonan.
Adelia sudah berada di depan ettalase kue, di lihat dan di hitung berapa stok kue lagi yang masih tersisa.
Setelah itu Adelia baru membuka kan Rollingdor nya.
di ambilnya sapu dan juga lap untuk mengelap kaca Toko kue nya.
Kini keadaan toko kue Adelia sudah bersih dan wangi.
"Wow... Udah bersih dan wangi aja ni toko" Celetuk Rara yang baru saja turun dari lantai ke dua.
Adelia pun sudah menenteng kunci motor, "Sekarang Aku yang pergi belanja, mumpung aku gak ada pesenan. sekalian aku mau membeli buat sarapan. kamu mau sarapan apa Ra?"
Rara seperti sedang berpikir," Nasi kuning enak juga kayanya Del.."
Adelia sudah duduk di atas motor Maticnya,dan memakaikan helm nya." ok.. Aku pamit."
Rara yang sendiri bergegas hendak ke dapur untuk mencuci piring, dan di lihat Dapur pun sudah nampak bersih dan rapi.
"Aduuh Bener-bener Adelia gak ngasih jatah kerjaan sama gue." Rara berbicara sendiri.
Rara pun duduk kembali di sofa toko nya, dengan memainkan ponselnya.
Rara asyik dengan ponselnya.
Rara tanpa mendengar ada seseorang yang hendak masuk,
"Permisi.." ucap orang yang akan masuk.
Rara masih anteng dengan ponsel nya,
"Dor...dor...dor" Kini orang itu menggedor Pintu kaca nya.
Rarapun menoleh dan bangkit dari duduknya, "Eh maaf tadi aku gak dengar.."
Orang itu pun masuk, dan duduk di sofa. tapi penglihatannya di edarkan, seperti sedang mencari seseorang atau memperhatikan sekelilingnya.
Rara pun menoleh apa saja yang orang itu di lihatnya.
"Maaf, kamu anak bu Rosy kan? terus ada apa kamu ke sini? atau kamu mau membeli kue?" Pertanyaan beruntun yang Rara keluarkan.
Membuat orang itu yang tak Lain adalah Reyhan langsung menoleh ke arah Rara.
"Iya, ini catatan kue yang mau di beli" ucap Reyhan dengan menyerahkan kertas kecil.
"Ok tunggu ya, aku bawakan dulu pesanan mu." Rara pun membaca catatan itu, dan mulai memasukkan kue apa saja yang hendak di beli Reyhan.
"Ehmmm... Adelia nya mana?" Tiba tiba Reyhan menanyakan keberadaan Adelia.
"Oh Adelia lagi pergi dulu ke swalayan"Ucap Rara yang tangan nya masih sibuk memasukkan kue ke papper bag.
Reyhan menanggapi dengan diam.
apa aku harus tanya kan, tentang siapa kekasih Adelia saat ini? tapi apa dia hanya cukup menjawab tanpa menanyakan kenapa aku bertanya?.
gumam Reyhan dalam hatinya.
"ini pesanan nya, dan semuanya lima ratus lima puluh ribu," Ujar Rara dengan menyerahkan sebuah papper bag besar.
Reyhan pun mengeluarkan uang dalam dompetnya, dan membayar kue nya.
"Terima kasih"Ucap Reyhan dan berlalu pergi.
__ADS_1
Adelia kini sudah sampai berada di swalayan, ia membeli banyak bahan makanan, dan bahan bahan untuk kue nya.
Adelia setelah itu bergegas, ke tempat yang mengjaja kan Makanan untuk Sarapan, ia ingat tentang Rara yang memesan Nasi kuning, Adelia pun menghampiri tukang Gerobak Nasi kuning.
"Pak Nasi kuning nya di bungkus dua, pakai Bakwan dan juga tahu goreng nya ya pak..".
"Baik neng, di tunggu ya" ucap pedagang nasi kuning itu.
Adelia pun duduk sembari menunggu pesanannya.
"Ini neng, semuanya dua puluh lima ribu" Kata pedang nasi kuning.
Adelia pun membayar, dengan uang tiga puluh ribu."Ini pak, kembaliannya buat bapak"
"Terima kasih neng"Kata pedagang itu dengan senang.
"Iya sama sama pak, saya permisi" Adelia yang hendak pergi dari pedagang itu.
Adelia kini sudah membawa motornya, dengan kecepatan sedang Adelia mengendarainya.
Tak lama sampai lah Adelia di depan Ruko nya, tapi matanya langsung menatap ke arah mobil yang berada di depan nya.
ini mobil Rima yang semalam.
apa dia sengaja ke sini. Adelia berbicara sendiri dalam hatinya.
Adelia pun mulai menurunkan semua belanjaannya, dan di bawa ke dalam Ruko.
Ternyata benar mobil yang di depan terparkir adalah Rima.
Adelia pun tersenyum kala Adelia masuk dan melihat Rima sedang duduk dengan Rara,
"Hai Rima,," Adelia mulai menyapa, dengan tangannya membawa banyak belanjaan untuk di simpan di dapur.
"Hai Adel,," Ucap Rima seraya tersenyum.
Adelia pun duduk di sebelah Rara. dan membawa kantong kresek kecil yang isinya dua bungkus Nasi kuning.
"Rima apa kamu sudah lama?" Tanya Adelia.
"Baru saja Del, oh iya kamu habis belanja?" tanya Rima, dan memperhatikan kantong kresek kecil di atas meja.
"oh iya Ra ini pesenan kamu," Ucap Adelia menyerahkan kantong kresek yang tadi di simpannya di atas meja.
"Wiih,,, ya udah gue bawa dulu piring sama sendok nya" Rara dengan antusias pergi ke dapur.
Sedangkan Rima, menatap jijik melihat makanan yang sudah di buka Adelia. tapi Rima berpura pura dengan terus tersenyum.
Kini Rara duduk di samping Adelia, dan mulai menuangkan Nasi kuning nya ke dalam piring
"Eh Rima, kamu sudah sarapan?" tanya Rara.
"Ya aku tadi sudah sarapan," Ucap Rima.
"jadi malu dong, kalau kamu malah liatin kita" Ucap Adelia tak enak makan di depan Rima.
"Ayo makan aja, gak usah malu. aku baru saja sarapan sebelum ke sini" kata Rima.
Adelia dan Rara pun makan Nasi kuning nya dengan diam, tanpa terasa makanannya habis.
Rima berdiri melihat Kue yang tertata rapi di dalam Ettalase, jujur di mata Rima kue-kue nya sangat cantik.
"Adel, apakah ini semua kamu yang buat,?" Tanya Rima
Adelia pun berdiri mendekati Rima." iya ini semua buatan ku" Jawab Adelia dengan menatap kue-kue nya.
"Oh Btw, apakah kamu gak ada acara hari ini, misalnya pergi bareng pacar gitu,?" Rima sengaja ingin tahu tentang Adelia.
"Kebetulan gak ada Rima,," Jawab Adelia.
"Oh ya kamu sendiri, gak ada acara sama pacarnya. atau kamu sengaja datang ke sini singgah ke tempat ku?" Kata Adelia lagi.
"Tentu gak ada, iya memang aku sengaja datang ke sini. ingin lebih dekat lagi sama kamu dan Rara. tidak apa apa kan?" Rima memberikan Alasannya ia berkunjung ke rumah Adelia semata ingin lebih dekat, namun kenyataan nya di balik itu semua Rima merencanakan sesuatu.
"Ya tentu tidak apa apa Rima, Aku senang kamu mau berkunjung ke sini, pintu rumah kami terbuka lebar untuk menyambut kedatangan mu. bahkan aku senang teman aku bertambah" Ujar Adelia dengan Senang.
"Ya Ampun Adelia kamu baik sekali, terima kasih." Ucap Rima tersenyum.
Sementara itu datang seseorang dari dalam mobil, namun ketika turun, seseorang itu tercengang melihat mobil salah satu miliknya ada di sini di depan Ruko Adelia.
__ADS_1
Seseorang itu buru buru masuk ke Ruko Adelia, ketika di pintu terlihat jelas ada Rima. dan hatinya bertanya-tanya kenapa bisa ada di Rima di sini.
"Adel..." Martin masuk dan menghampiri Adelia, namun matanya menelisik keberadaan Rima yang sedang mengobrol dengan Rara.
"Martin.." kata Rara dan Rima berbarengan.
Sontak Rara menoleh ke arah Rima.
dan Rima menjadi sedikit salah tingkah.
"Rima, kamu kenapa bisa ada di sini?" Tanya Martin.
"Oh ya Adelia mana?" Kata Martin lagi, namun menoleh ke arah Rara.
Rara hanya memberi isyarat kalau Adelia ada di dapur.
"A Aku berteman dengan Adelia dan Rara. dan kamu kenapa ke sini Martin?" Ucap Rima terbata. dan pura-pura bertanya. walaupun Rima sudah tahu pasti Martin ke sini pasti ingin menemui Adelia.
Martin pun berlalu ke dapur untuk menemui Adelia tanpa menjawab yang Rima tanyakan.
Adelia yang sedang berdiri mencuci piring, tidak tahu kalau Martin sedang berjalan ke arahnya dari belakang.
"Hei..",Adelia kaget ketika ada sebuah tangan melingkar di perutnya. dan Adelia menoleh ke belakang ternyata tangan itu milik Martin.
"Martin... bikin aku kaget tau," Ucap Adelia mencubit tangan Martin.
"Auw... Adel kamu sekarang kebiasaan ya cubit cubit aku. ini kdrt tau.." Martin yang berpura pura kesakitan.
Namun Adelia tak banyak bicara lagi, ia pokus pada air yang sedang di masaknya telah berbunyi tanda telah matang. dan air panas itu ia tuangkan ke dalam termos.
"Sayang..."ucap Martin.
tapi Adelia seakan tak mendengarnya, kini Adelia pokus menata piring yang baru saja di cuci.
Martin merasa gemas, dan di balikan nya badan Adelia dengan lembut. Adelia pun kini menghadapnya,namun matanya memandang ke arah lain.
Martin pun meraih dagu Adelia untuk menatapnya, dan berbisik. "Aku kangen kamu.. "
Adelia pun menatap wajah Martin, tak dapat di pungkiri Adelia pun merasakan yang sama.
Martin kini lebih mendekatkan wajahnya, mulai mengikis jarak, hembusan nafas Martin kini terasa di wajah Adelia. tangan Martin meraih tengkuk Adelia.
Adelia sedikit gugup tentang perlakuan Martin saat ini, dan tanpa terasa Bibir Martin sudah menyentuh bibir Adelia, Martin mulai memberikan penekanan ke bibir Adelia, dan Adelia pun sedikit membuka bibirnya yang membuat Lidah Martin masuk untuk menjelajahi mulut Adelia.
Adelia pun mengalungkan tangannya ke leher Martin dengan mata terpejam.
Begitupun dengan Martin, tangannya yang terus membelai leher Adelia.
Ketika ke duanya merasakan tak bisa bernafas lagi, dengan nafas yang tersengal Martin menyudahi ciuman nya, dan menatap Adelia yang masih memejamkan
matanya.
...Martin pun berbisik,"You are my mine, Adelia.."...
Adelia pun langsung membuka matanya, dan memeluk Martin erat.
"Kamu telah mengambil ciuman pertama ku" Ucap Adelia dengan nafasnya yang masih terengah.
"Waduuuh....pantesan di tungguin ni Bocah lagi peluk-pelukan aja." Celetuk Rara yang datang dengan tiba tiba.
Adelia pun di buat kikuk, dan salah tingkah.
Berbeda dengan Martin yang masih saja santai.
"Ada apa Ra,,?" tanya Rima yang datang di belakang Rara. dan melihat Martin juga Adelia di sana.
"Ooh eng enggak Rima,, ya udah kita kembali lagi kedepan" Ujar Rara dengan menarik tangan Rima untuk meninggalkan dapur.
Adelia kini menatap Martin,, begitu pun dengan Martin,,,
"Ehmmmm... ki kita kedepan" Ucap Adelia terbata karena merasa gugup,
"Ayooo..." Martin pun merangkul Adelia dengan berjalan menuju ruangan depan.
Sontak Rima yang melihatnya melotot, dan Hatinya berubah panas.
sekarang kalian bisa mesra-mesraan,
tapi lihat setelah ini.
__ADS_1
Bersambung.......