
Happy Reading.
❤❤❤
"Hueekk"
"Hueekk"
Rasya sedang memuntahkan isi perutnya di kala pagi itu, dengan keringat dingin di dahinya. Hingga suara Rasya membangunkan Adelia yang masih tertidur pulas.
Adelia mengerjapkan matanya, menjernihkan penglihatan dan pendengaran nya.
Adelia menatap sisi tempat tidurnya, terlihat kosong. Hingga suara muntahan Rasya dari balik kamar mandi, terdengar jelas. Adelia cepat-cepat bangkit dari tempat tidurnya, dan langsung beranjak ke dalam kamar mandi yang tidak Rasya kunci.
"Mas, muntah-muntah lagi?," tanya nya, setelah berada di dekat sang suami yang menghadap washtafel.
Rasya mengulas senyum, "Iya Sayang," jawabnya.
Adelia memijit punggung sang suami berharap rasa mual nya cepat hilang.
"Mas, yang sabar yaa ... kalau Adelia dapat memilih, lebih baik Adelia yang merasakan nya bukan nya malah Mas,"
Rasya sontak membalikkan tubuhnya untuk menghadap sang istri tercinta. Rasya memegang bahu sang istri dengan lembut, hingga Adelia dan Rasya saling tatap.
"Kamu ngomong apa sih Sayang? Mas ikhlas kok, justru Mas senang bisa merasakan hal seperti ini, jadi Mas tahu perjuangan ibu hamil itu tidak mudah."
Adelia tersenyum, "Syukurlah kalau kamu ikhlas Mas, aku gak tega aja lihat Mas yang merasakan ini semua. Apa sudah mendingan sekarang?,"
Rasya mengangguk. "Sudah Sayang," jawabnya.
Rasya keluar kamar mandi terlebih dahulu, membiarkan sang istri untuk membersihkan dirinya. Sang istri berdiri tertegun di depan washtafel saat hendak ingin menggosok gigi.
Adelia merasa kasihan kepada suaminya yang harus mengalami Morning Sickness bagi ibu hamil pada umumnya. Namun Adelia yang hamil tidak merasakan nya, justru malah suaminya lah yang merasakan itu semua.
Hingga selama dua puluh menit Adelia menghabiskan waktu mandinya, Ia keluar dari kamar mandi. Dan berjalan menuju lemari pakaian. Terlihat Sang suami sedang bersandar di sandaran ranjang dengan matanya yang terpejam.
Adelia memakai pakaian nya dengan gerak cepat, karena takut Rasya terbangun. Adelia malu jika suaminya sampai melihat dirinya, walaupun Adelia dan Rasya sudah saling tahu akan tubuh polosnya masing-masing, tapi tetap bagi Adelia itu sungguh hal memalukan.
Adelia melangkah menuju meja Rias, Adelia ingin merias wajahnya. Setelah memakai make-up di wajah cantiknya, Adelia beranjak keluar kamar untuk pergi ke dapur membuatkan sarapan.
Sarapan kali ini berbeda karena adanya kedua mertua serta adiknya, Adelia merasa senang. Adelia masuk ke dapur, dan langsung menuju kulkas, Adelia mengambil bahan-bahan masakan untuk sarapan nya.
__ADS_1
Adelia memilih membuat Nasi goreng seafood. Dengan bahan-bahan cumi, telur, dan bahan pelengkap lainnya serta tidak lupa bahan pokoknya yaitu Nasi putih. Adelia sengaja memilih memasak Nasi goreng Seafood, sebab memasaknya simple dan tidak membutuhkan waktu lama.
Wangi masakan Adelia tercium sampai ke kamar Tamu, yaitu kamar Kedua Mertuanya yang terletak di dekat ruang tamu. Sedangkan kamar Serly dan Rara, terletak di lantai dua. Rumah Rasya minimalis, namun tetap memiliki banyak kamar supaya bila kedatangan tamu seperti sekarang mendapatkan tempat tidur yang layak dan nyaman.
Lia tersenyum kala melihat menantu nya sedang menghidangkan hasil masakan nya di atas meja makan. Dan keberadaan Lia, terlihat oleh Adelia.
"Pagi Ma...."
"Pagi Sayang," Lia menghampiri dan menarik kursi yang berhadapan dengan meja makan dan Lia pun duduk di sana.
"Wah dari aroma nya, sepertinya enak sekali," ucap Hadi yang tiba-tiba datang dan duduk di kursi dekat istrinya.
Adelia hanya tersenyum.
"Pastilah enak Pa, orang Mama sudah tahu, Adelia itu pandai memasak dan hasil masakan nya tak usah di ragukan lagi," sahut Lia, bangga akan Adelia yang memang pintar memasak.
"Wah, sini Papa mau coba!"
Lia pun langsung mengambilkan nasi goreng buatan Adelia ke atas piring suaminya.
Dan tak lama Serly datang bersama Rara, dan mereka duduk di kursi yang berhadapan dengan Lia dan Hadi. Sedangkan sedari tadi Adelia hanya berdiri menanggapi obrolan kedua mertuanya.
"Eh, Adel Sayang dari tadi kamu malah berdiri terus, Ayo duduk." ujar Lia.
"Terus suami mu mana sekarang?," tanya Hadi.
"Mas Rasya sudah bangun sebenarnya, namun sepertinya sedang lemas karena sedari tadi sudah muntah-muntah," tutur Adelia.
"Prihatin Sekali, Saking cintanya sama kamu. Jadi dia yang merasakan semuanya," cebik Hadi.
Dan Adelia pun hanya bisa menanggapi dengan senyuman.
"Kalau begitu, Adel mau coba bawa nasi goreng nya ke kamar. Ma, Pa ... permisi, ya"
Hadi dan Lia pun menjawab dengan anggukan. Karena mulut mereka sudah di penuhi nasi goreng hasil masakan sang menantu.
Adelia sudah masuk ke dalam kamar, namun tak menemukan sang suami di atas ranjangnya. Gemercik air dari dalam kamar mandi terdengar, dan Adelia yakin bahwa suaminya sedang mandi.
Adelia manaruh sepiring Nasi goreng buatan nya terlebih dahulu di atas nakas. Lalu tangan Adelia tergerak untuk membereskan dan merapihkan ranjang kasur beserta selimutnya.
Ceklek ... pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan Rasya yang berhanduk. Adelia sekilas melirik suaminya, dan kembali fokus merapihkan ranjang. Adelia tidak mau kalau harus menatap dada bidang milik suaminya itu, bisa-bisa Adelia terpancing begitu pikirnya.
__ADS_1
Dengan gerakan kilat Rasya sudah berpakaian rapih, dengan celana panjang berwarna hitam dan di padukan kemeja berwarna putih yang sengaja Rasya gulung hingga batas lengan.
Adelia tersentak saat Rasya memeluknya dari belakang, dan tersentak lagi saat Adelia ingat belum menyiapkan pakaian ganti buat suaminya.
"Mas ... maaf, Aku lupa tidak menyiapkan baju ganti untuk mu," kata Adelia membalikkan badan, dan menatap suaminya yang sudah berpakaian rapih.
(Anggap saja seperti itu penampilan Rasya nya, Author belum bisa merangkaikan kata-kata yang sesuai imajinasi dari gambar tersebut 😁 )
Adelia tertegun akan penampilan suaminya saat ini, simple dan sederhana. Tapi tetap terpancar aura ketampanan nya di mata sang istri.
"Jangan lupa berkedip!," bisik Rasya.
Memang benar Adelia melihatnya hingga tidak berkedip.
"Ih Mas ini, aku sangat terpesona tahu. Ketampanan suamiku ini tiada bandingan nya," ucap Adelia, dengan mengerlingkan sebelah matanya menggoda sang suami.
Rasya tersenyum.
"Istriku ini ternyata sudah mulai nakal yaa," kata Rasya, seraya tangan nya mencubit pipi sang istri dengan gemas.
"Auw ... aku nakal karena Mas yang ngajarin!," pekik Adelia dengan mengelus pipinya yang Rasya cubit.
"Kapan Mas ngajarin kamu nakal? hmm," tanya nya.
Adelia terkekeh, dan memeluk suaminya itu.
"Tidak Mas, Oh iya ... Mas aku buatkan nasi goreng seafood kesukaan Mas," Adelia dengan beralih mengambil piring di atas nakas.
"Mas sarapan yaa...."
Rasya pun mengangguk, "Tapi Mas ingin di suapi kamu Sayang," katanya.
Adelia menggeleng-gelengkan kepalanya merasa gemas terhadap suaminya yang selalu manja. Bukankah dirinya yang sedang hamil, tapi malah suaminya yang manja. Ah... mungkin karena efek ibu hamilnya berpindah kepada suaminya, jadi mau tak mau Adelia harus menuruti apa itu maunya.
...***...
...Bersambung....
**Ayo Readers jangan lupa like nya yaa...
__ADS_1
Dan terima kasih atas readers yang sudah setia membaca karya receh saya**!