You Are My Mine

You Are My Mine
Berlibur.


__ADS_3

Adelia masih terduduk berdua dengan Martin yang berada di sebelahnya. Martin yang jahil terus menggoda Adelia. Sampai Adelia jengkel dan wajahnya cemberut marah.


"Martin. Sudah aku capek gak mau bercanda terus." Adelia menyerah.


"Okey." Ucap Martin Dingin.


Tiba-tiba Rara datang dengan membawa beberapa Paper bag di tangan nya.


"Huuh... Capek juga." Rara dengan duduk di Sofa depan Adelia.


"Kamu belanja banyak Ra?." Tanya Adelia.


"Iya. Sekalian buat elu juga. Ini makanan sama keperluan besok kita berlibur." Ucap Rara.


"Berlibur?." Tanya Martin.


"Iya berlibur. Del, Lu emang belum mengatakan nya?." Rara melirik Ke Adelia.


"Mau berbicara gimana Ra, dari tadi Aku di Jahili terus?." Adelia dengan mengerucutkan bibirnya.


"Ayo sekarang ceritakan." Perintah Martin.


"Aku dan Rara, juga Rima. Mau pergi berlibur. Dan Yang Nentuin tempatnya Rima. Iya kan Ra?." Adelia mengatakan nya akan berlibur ke Martin, dengan melirik ke Arah Rara.


Rara pun mengangguk.


"Terus kamu gak akan ajak aku?." Tanya Martin.


"Iya tentu aku mau ajak kamu. Itu juga kalau kamu gak sibuk." Ujar Adelia.


Martin terdiam sejenak. Entah apa yang di pikirkan nya. Hingga Adelia dan Rara saling tatap satu sama lain akan jawaban Martin.


"Aku gak bisa." Tutur nya.


Adelia langsung berwajah kecewa, mendengar Martin yang mengatakan Tidak bisa ikut berlibur.


"Beneran kamu gak bisa ikut?." Tanya Adelia kembali untuk memastikan.


Martin mengangguk.


"Maaf. Aku harus menyelesaikan semua Proyek Cafe ku. Sebelum Hari pernikahan kita. Aku sudah menargetkan. Agar nanti Aku punya waktu banyak untuk mempersiapkan acara pernikahan, dan Bulan madu kita." Martin mengatakan Alasan nya, dan membisikkan kata Bulan Madu kita ke telinga Adelia.


Adelia pun yang mendengarnya jadi sedikit salah tingkah.


"Tapi kamu mengijinkan Aku kan untuk berlibur?." Tanya Adelia memastikan Martin memberikan Ijin nya.


"Aku ijin kan. Kamu sama Rara juga kan?." Martin memberi ijin.


"Iya. Sama Rara. Dan Rima." Ucap Adelia.


"Kemana?." Martin bertanya tempat yang akan menjadi tempat Liburan Adelia.


"Belum pasti. Karena yang nentuin Rima. Dan Rima belum ngasih tahu tempatnya." Tutur Adelia.


Martin terdiam. Mendengar Rima yang akan menentukan tempatnya. Martin sedikit ada rasa cemas, membiarkan Adelia berlibur. Namun Martin tidak bisa melarang nya, karena Adelia memang butuh untuk berlibur. Memang selama berhubungan dengan Dirinya, Adelia belum pernah di ajak untuk berlibur atau sekedar jalan-jalan saja. Martin selalu sibuk dengan waktu bekerja nya untuk memperluas cabang Cafe miliknya di berbagai kota.


"Jangan Nakal ya. Aku titip Ra... Kasih tahu aku kalau dia Nakal." Martin berpesan kepada Rara.


"Asssiiiap....!!!" Rara dengan memberikan Jempol nya.


Adelia pun hanya geleng-geleng.


...----------------...


Tentang Rasya.


Pernikahan Rasya dengan Ariyanti tidak terasa sudah seminggu lama nya. Namun tetap Rasya bersikap cuek dan dingin kepada Ariyanti. Setiap Hari Rasya pulang kerja setelah Ariyanti tertidur, bahkan berangkat kerja nya pun di waktu Ariyanti yang masih terlelap. Rasya masih tertidur di atas Sofa. Ia enggan untuk tidur seranjang dengan Ariyanti. Bahkan Tidak Ada Malam pertama seperti pernikahan pada umumnya. Rasya tidak memberikan Haknya, walaupun Ariyanti sangat menginginkan nya.


Rasya selalu di sibuk kan dengan bekerja. Sekarang ia mendirikan perusahaan nya sendiri di bidang otomotif. Rasya sudah memiliki Dealer Motor dan Mobil di berbagai tempat. Rasya juga membuka usaha bengkel Mobil dan Motor di berbagai daerah, hingga sampai ke pelosok kampung. Rasya pun kini terkenal dengan Sebutan Bos dingin dan Cuek. Karena memang semenjak menikah Wajah Rasya tak pernah tersenyum sedikit pun.


Rasya sebenarnya ingin tinggal di Rumah yang sempat Hadi berikan, namun Alin ibu Ariyanti tidak mengijinkan nya. Dengan Alasan Alin tidak mau jauh dari Anak tunggal nya itu. Rasya pun menurut untuk terus tetap tinggal di rumah orang tua Ariyanti. Orang tuanya memang baik, memperlakukan Rasya seperti anaknya sendiri. Rasya pun kadang terbesit merasakan bersalah karena Rasya tidak bisa bersikap seperti seorang suami pada Ariyanti anaknya.


Rasya kini sedang memantau Usaha Bengkel Motor dan Mobil nya yang terletak di pinggiran kota. Tempat itu jauh dari keramaian, bahkan masih seperti perkampungan. Tempat itu sangat jauh dari Kota tempat Tinggalnya, menempuh tempat itu harus menghabiskan waktu lima jam lebih. Namun Bagi Rasya itu sangat tidak masalah, karena dari pada berlama-lama di dalam rumah lebih baik bepergian jauh bagi dirinya. Tempat itu masih sangat asri, masih banyak sawah, ladang, dan perkebunan teh. Rasya senang memandang pemandangan hijau di sana.


Rasya pun membuka lowongan pekerjaan untuk siapa yang bisa memahami tentang permesinan Mobil dan Motor. Dan tak Lama Rasya pun mendapatkan Karyawan nya. Rasya sudah akrab dengan salah satu karyawan nya yang bernama Aldi. Aldi pemuda yang rajin, ia tak selalu banyak membantah kalau Rasya memberikan pekerjaan dari luar pekerjaan nya.


Rasya pun kini sedang duduk bersama Aldi.


"Al..." Tanya Rasya.

__ADS_1


"Iya Pak Rasya..." Aldi pun antusias membalas.


"Saya malam ini ingin bermalam di sini. Apa kamu tahu penginapan yang dekat dari sini?" Tanya Rasya lagi.


"Oh penginapan?. Penginapan dari sini agak jauh Pak. Tempatnya terletak dekat perkebunan Teh yang di Ujung Kampung ini." Tutur nya.


Rasya pun terdiam.


"Bagaimana kalau Pak Rasya bermalam di rumah saya saja. Itu juga kalau Pak Rasya sudi singgah di rumah Saya." Tawar Aldi.


"Boleh juga Al. Tapi Maaf saya jadi merepotkan mu." Rasya menerima tawaran Aldi.


"Tidak merepotkan koq Pak. Justru Saya senang Pak Rasya Mau singgah." Ucap Aldi.


"Kalau begitu, Saya pamit untuk kerja lagi Pak." Aldi pamit untuk bekerja kembali.


Rasya pun mengangguk.


*


*


*


Esok Hari nya.


Adelia dan Rara sedang menunggu Rima yang Akan menjemputnya untuk berlibur. Rima akhirnya mengajak Adelia dan Rara berlibur ke Sebuah Pantai yang tidak jauh dari kota itu. Rima sudah merencanakan nya dengan Indri dan Yuda teman nya. Indri dan Yuda sudah menunggu di Vila milik Yuda.


Tak lama Rima pun datang. Adelia dan Rara pun antusias dengan cepat menghampiri Rima yang turun dari mobilnya.


"Gimana udah pada siap?." Tanya Rima.


"Tentu Kita sudah siap." Adelia dan Rara menjawab bersamaan.


"Ok. Sekarang juga kita berangkat." Ajak Rima.


Rara dan Adelia pun masuk dengan tas Ransel yang di gendong nya.


Rima pun dengan cepat melajukan mobilnya.


"Martin gak bisa ikut bukan?." Tanya Rima kepada Adelia.


Rima tersenyum senang karena memang itu ke inginan nya Martin tidak ikut. Karena Rima akan dengan cepat melancarkan Rencana nya saat nanti di tempat berliburnya. Rima tidak mau menunggu lama. Rima tidak mau terlambat hingga pernikahan Martin dan Adelia sampai terjadi.


Suasana di dalam mobil pun hening. Rima fokus pada setirnya. Adelia anteng dengan melihat-lihat pemandangan dari balik jendela kaca mobil, sedangkan Rara sudah tertidur lelap.


Tak lama mobil Rima pun berhenti di sebuah Vila yang tidak jauh dari pantai. Rima, Rara, dan Adelia turun. Dan di sambut oleh Indri dan Yuda.


"Adel, Ra. Kenalin ini teman aku Indri dan Yuda." Rima memperkenalkan Indri dan Yuda teman nya.


"Adelia..."


" Rara..."


Adelia dan Rara memperkenalkan dirinya ke Indri dan Yuda. Indri membalas tersenyum, juga Yuda tersenyum melihat Adelia yang memang begitu cantik.


"Ayo.. kita ke dalam." Ajak Yuda.


Mereka pun bergegas masuk ke dalam Vila yang begitu luas. Yuda menunjukkan kamar untuk Adelia dan Rara. Adelia dan Rara pun masuk ke dalam kamar untuk beristirahat terlebih dahulu.


Setelah Adelia dan Rara masuk ke dalam kamar. Rima pun mengajak Indri dan Yuda untuk berbicara di tempat yang lebih jauh dari kamar yang di pakai Adelia dan Rara.


"Gimana rencana Lu?." Tanya Indri ke Rima.


"Pokok nya kalian harus bantu gue." Ucap Rima.


"Bantu apa dulu?." Tanya Yuda yang memang belum tahu apa rencana dan masalah Rima.


"Gue ingin nyingkirin cewek yang menjadi penghalang gue. Gimana pun cara nya." Rima berapi-api.


"Cewek yang mana?." Yuda yang memang belum tahu.


"Adelia..." Ucap Rima.


"Yang Cantik itu...? Gue juga mau jadi cowok nya. Orang dia memang Perfect gitu." Puji Yuda, yang langsung dapat toyoran kepala dari Indri.


"Woii.. Elu malah puji dia di depan Rima. Orang Rima gak suka banget sama dia." Celetuk Indri.


"Terserah kalau Lu suka. Mau di apain juga. Asal lu bantu gue lenyapkan dia dari hadapan gue." Perintah Rima.

__ADS_1


Yuda pun tersenyum.


"Ayo kasih tahu gue cara nya apa?." Yuda dengan antusias.


"In... Lu bawa kan barang yang waktu itu dari Club?." Tanya Rima kepada Indri.


"Tentu gue bawa." Jawab Indri.


"Barang apaan?." Tanya Yuda yang memang belum tahu tentang benda yang di tanyakan Rima kepada Indri.


"Sini, keluarin In." Perintah Rima.


Indri pun mengeluarkan barang tersebut dari dalam tas nya. Ada dua barang yang di keluarkan nya.


"Serbuk apa itu?." Tanya Yuda.


"Ini obat tidur. Dan yang ini obat perangsang." Tunjuk Rima kepada dua barang tersebut dan memberitahukannya ke Yuda.


"Wah Lu jahat Rim. Lu mau ngejebak Si Adelia pakai benda itu?." Yuda sedikit tidak terima akan rencana Rima.


"Hahaa.... Gue emang sekarang jahat. Gue akan melenyapkan siapa saja wanita yang berdekatan dengan Martin." Rima dengan tertawa jahat.


"Sudah Lu lakuin aja perintah Rima. Perintah nya juga bikin Lu enak koq." Indri menyuruh Yuda agar tidak membantah Perintah Rima.


"Jadi maksudnya?. Gue harus...." Yuda melotot menerka perintah dari Rima, dan ucapan nya terhenti karena dengan cepat Rima memotong kata-kata Yuda.


"Lu Nidurin dia." Rima dengan tersenyum.


Yuda pun terdiam mencerna ucapan Rima yang begitu tega, dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Gue kasih Bayaran gede buat Lu. Tenang saja. Lu lagi butuh Duit banyak kan?." Rima dengan mengeluarkan amplop coklat yang berisikan uang. Dan di serahkan ke Yuda.


Yuda pun menerima uangnya, karena memang Yuda sedang membutuhkan uang banyak untuk pengobatan Ibu nya yang sedang sakit, sedangkan pekerjaan nya sedang sepi. Karena pekerjaan Yuda sebagai Photografer.


Yuda, Indri, dan Rima pun terdiam setelah mendengar pintu Kamar Adelia terbuka.


Barang yang sempat tadi di perlihatkan pun langsung di masukkan kembali ke dalam tas milik Indri. Ternyata Rara yang keluar dan menghampiri mereka.


"Hai..." Sapa Rara dan ikut duduk di sofa.


"Iya Ra. Adel mana?." Tanya Rima.


"Adel lagi ganti baju. Katanya dia ingin berenang." Tutur Rara.


"Wah bener, Yuk kita berenang bersama." Ajak Indri.


Rima dan Rara pun mengangguk.


"Ya udah kita tinggal dulu ya Ra. Kita ganti baju dulu." Rima dengan menggandeng tangan Indri menuju kamar yang sudah dari tadi Indri tempati.


"Iya." Jawab Rara.


Dan Tak lama Adelia keluar dari kamar, melangkah menghampiri Rara dan Yuda.


Yuda anteng memainkan ponselnya. Lalu mendongak mendengar suara langkah kaki yang mendekatinya. Mata Yuda terus tak berkedip melihat Adelia berjalan dengan tersenyum.


"Ra.. Rima dan Indri kemana?." Tanya Adelia yang sudah duduk di sebelah Rara.


"Lagi ganti baju. Kita juga mau berenang." Ucap Rara.


Rima Dan Indri pun datang dengan sudah memakai Pakaian renang sexy nya.


"Ayo. Kita berenang sekarang." Ajak Rima.


"Eh iya. Lu harus photoin kita ok." Perintah Indri kepada Yuda.


Adelia dan Rara menatap Yuda bingung.


"Dia Photografer Del, Ra. Tenang hasilnya pasti bagus." Rima mengatakan profesi Yuda.


"Oh begitu...?" Rara manggut-manggut.


"Ya udah kalian duluan ke depan. Aku dan Indri mau nyiapin minum untuk di bawa ke depan." Rima menyuruh Adelia dan Rara untuk ke Pantai terlebih dahulu.


Adelia dan Rara pun menurut. Mereka melangkah berjalan yang Yuda di belakangnya.


Setelah Terlihat Adelia dan Rara berjalan Jauh. Rima dan Indri pun menyiapkan minuman yang akan di masukan obat serbuk tadi. Satu obat tidur, dan yang satu nya obat perangsang. Setiap botol nya Rima memberikan tanda masing-masing agar tidak tertukar.


...Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2