
Ketiga pemuda itu terduduk di bangku tunggu depan Ruang UGD. Mereka merasa cemas akan wanita yang mereka tolong tadi.
"Albi, Lu tadi udah nyadar kalau yang ngambang di sungai itu cewek?," tanya Dirga.
Albi mengangguk. "Iya Gue tadi Pas lihat yakin banget, tapi asalnya gue yakin itu udah jadi mayat." ucapnya.
"Terus gue perhatiin cewek tadi itu udah ngambang berjam-jam." seloroh Arman.
"Semoga saja. Dia dapat tertolong," harap Albi dan di angguki oleh kedua temannya.
Beberapa menit kemudian pintu ruang UGD terbuka, dan keluarlah seorang Dokter menghampiri Albi, Arman, dan Dirga.
"Dokter bagaimana keadaan wanita itu?," tanya Albi saat dokter tersebut sudah mendekat. Dokter itu mengerutkan alisnya karena Albi menanyakan nya tanpa nama, namun dengan sebutan wanita itu.
"Mohon maaf Pasien siapa namanya ya?," tanpa menjawab pertanyaan Albi, Dokter malah bertanya tentang nama pasien yang mereka bawa.
Mereka pun Albi, Arman, dan Dirga menggeleng kompak. Dokter itupun menautkan alisnya kembali bingung.
"Maaf Dok, kami hanya menolong wanita itu." ucap Dirga.
"Iya benar Dok, wanita itu kami temukan saat memancing di sungai. Wanita itu sepertinya terbawa hanyut oleh arus sungai," jelas Arman lebih detail.
Dokter itu pun akhirnya paham, mengapa mereka tidak tahu akan nama pasien nya.
"Ya sudah, kalau tentang nama lebih baik kita tunggu pasien sadar saja." kata Dokter itu.
"Dan mengenai keadaan nya, Pasien terlalu lama berada di dalam air hingga keadaan nya lemah, namun yang lebih menakjubkan janin dalam kandungan nya dalam keadaan baik-baik saja. Dan banyak luka benturan dari mulai kepala hingga kakinya," ujar Dokter itu kembali.
Mereka bertiga saling memandang. Albi berpikiran bahwa wanita yang di tolongnya itu telah bunuh diri karena hamil, sedangkan Arman berpikiran bahwa wanita itu dianiaya suaminya.
"Jadi wanita itu tengah hamil, Dok?" tanya Dirga.
"Iya, baru hamil beberapa minggu. Namun secara detailnya tunggu nanti saja ketika pasien itu sudah sadar," tutur Dokter.
"Terima kasih Dok, atas penjelasan nya." ucap Albi.
"Iya sama-sama. Kalau begitu saya permisi," ucap Dokter wanita tersebut, dan pergi meninggalkan mereka bertiga.
__ADS_1
Setelah Dokter itu pergi kini mereka bertiga mengobrol tentang wanita yang ditolong nya, dengan pikiran dan prasangka masing-masing.
"Albi, Arman, menurut kalian wanita itu kenapa bisa hanyut di sungai?," tanya Dirga ingin mendengar pendapat kedua teman nya.
"Kalau menurut gue, secara dari bagian kepala hingga kaki banyak luka benturan, dia dianiaya suaminya, dan di buang ke sungai," pendapat Arman.
"Kalau menurut gue, bisa saja ya wanita itu bunuh diri, karena telah hamil di luar nikah," pendapat Albi kini.
Dirga terkekeh akan pendapat kedua temannya yang merasa lucu dan sadis.
"Kalau menurut elu apa?," tanya Arman kepada Dirga yang terkekeh.
"Kalau menurut gue ya, bisa aja wanita itu tak sengaja terjatuh ke dalam sungai, dan tidak bisa berenang." kata Dirga dengan santai.
"Kalian semua dan gue bisa beda-beda ya, pendapatnya? tapi, tunggu kebenaran nya saat wanita itu sudah sadar," ujar Arman.
Dirga menganggukan kepalanya, sedangkan Albi hanya terdiam. Albi memang paling pendiam diantara mereka berdua.
"Eh ngomong-ngomong kita baru saja tadi siang sampai di kota ini, tapi malah dapat kejutan penemuan seorang wanita terhanyut di sungai. Terus rencana liburan kita gagal dong?," celetuk Arman.
"Kalau kalian mau balik ke Vila ya udah balik aja!!" pekik Albi membuat Dirga dan Arman seketika berpandangan merasa aneh terhadap dirinya yang biasanya cuek terhadap wanita tapi kini ia seperti membelanya.
"Eh maksud Lu apa Albian?," tanya Arman yang ingin memastikan.
"Iya maksud lu apa sih?," sambung Dirga.
"Liburan kalian gak mau terganggu, kan? ya udah sana balik ke Vila. Biar wanita yang di dalam jadi urusan gue!!" sahut Albi.
"Elu beneran?" tanya Arman memastikan dan langsung dapat jitakan di kepalanya dari Dirga.
"Elu gimana sih, kalau si Albian sudah ngomong begitu, itu tandanya lagi kesal sama kita, elu ngerti gak sih?," bisik Dirga di telinga Arman.
"Iya sekarang gue ngerti. Tapi yang anehnya, sejak kapan si Albi perhatian sama cewek?," bisik Arman balik di telinga Dirga.
Albi menatap tajam ke arah dua temannya, bisikan-bisikan yang mereka lakukan berdua masih terdengar jelas di pendengaran Albi.
"Kalian ghibahin gue? bosan hidup Lu!!" Pekik Albi dengan mulai mengambil ponselnya dari saku jaket yang di kenakan nya.
__ADS_1
"Sorry Albian," kata mereka berdua kompak.
Nyali Arman dan Dirga menciut kala Albi sudah mengatakan tentang nyawa, karena Albi jago bela diri dan di antara mereka Albi lah yang paling tajir, hingga Arman dan Dirga merasa kalah dalam segi apapun. Tapi mereka berteman sejak lama hingga Sekarang.
Menceritakan sosok tiga pemuda yang baru di munculkan oleh Author di You are my mine ini hanya melengkapi tokoh-tokoh saja. Dan wanita yang di temukan tiga pemuda tersebut adalah Adelia. Ya Adelia yang terpeleset hingga kakinya tergelincir masuk ke dalam sungai. Hingga Adelia terbentur kepalanya oleh arus air yang deras pada batu-batu yang terdapat di sungai itu, dan akhirnya Adelia tak sadarkan diri hingga Adelia mengambang terbawa Air, namun saat hujan reda dan saat berada di aliran air sungai yang tenang. Adelia di temukan oleh ketiga pemuda tadi. Hingga Adelia kini sudah berada di Klinik kesehatan.
Dan kembali ke tiga pemuda yang masih terduduk di bangku ruang tunggu UGD, tak ada tanda-tanda kesadaran dari wanita yang di tolongnya, hingga mereka bertiga memutuskan beristirahat di dalam Mushola yang berada di Klinik tersebut. Mungkin karena waktu sudah tengah malam, mereka merasa kantuk yang luar biasa.
***
Ke esokan paginya, wanita yang tengah berbaring di dalam ruangan UGD mengerjapkan matanya hingga beberapa kali, dan setelah penglihatannya normal, yang pertama kali di lihatnya adalah langit-langit yang berwarna putih.
Matanya mulai berputar mengarah ke kiri, dan berpindah ke kanan. Terasa sunyi, dan merasa kosong dalam pikiran nya. Saat mencoba untuk mengingat apa yang telah terjadi pada dirinya tak ada gambaran sedikitpun.
Ceklek ... Suara pintu terbuka dan yang datang adalah Dokter bersama suster. Dokter itu tersenyum kala melihat pasien nya sudah sadarkan diri.
"Hallo Nona, sudah sadar?" tanya Dokter itu saat sudah berada dekat pasien nya.
Adelia hanya menatap Dokter itu dengan datar. "Ada apa dengan saya?" kata Adelia.
"Nona tenang dulu! em ... siapa nama nona?" tanya Dokter itu untuk memastikan prasangka nya karena banyak benturan di sekitar kepalanya hingga kaki pasien.
"Nama Saya?" Adelia bertanya tentang namanya sendiri.
"Saya tidak ingat nama saya" ucapnya kembali.
Dokter itu pun hanya menghela nafas dalam, meyakini akan prasangka nya bahwa pasien terkena amnesia.
...Bersambung....
**Gak apa-apa ya Readers Adelia nya di bikin amnesia dulu sama Author, biar cinta antara Rasya dan Adelia sedang di uji dulu.
Udah hilang dan di tambah amnesia 😆
Jangan lupa like, comment, dan Vote nya.
Terima kasih semoga semuanya sehat selalu**!!.
__ADS_1