You Are My Mine

You Are My Mine
Episode 217.


__ADS_3

"Ada apa ini?!" tanya Rasya menatap ke arah Albi dengan sorot mata yang tajam.


Albi menanggapi pertanyaan Rasya dengan tersenyum santai. Ia menghampiri dan mendekati Rasya. Membuat Rasya mengernyit heran.


Albi menepuk bahu Rasya dengan pelan, "Maaf. Jika kedatangan kami membuat anda tidak nyaman. Namun, kami datang ke sini. Ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya. Yang terkhususnya dari saya sendiri. Mohon maaf sekali," ujar Albi.


Rasya mencerna ucapan Albi. Lalu setelah merasa paham. Kemudian ia menatap Albi dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Begitu dengan Albi ia menatap dengan senyuman tersungging di bibirnya.


Rasya mengedarkan pandangan untuk mencari sosok istri cantiknya. Seperti tahu apa yang di cari oleh Rasya. Rara bersuara.


"Adel ... lagi di dapur," ucapnya.


Rasya mengangguk. "Maaf saya ke belakang dulu," ujarnya lalu meninggalkan ruang tamu.


Albi menghela nafas dalam setelah Rasya melenggang pergi. "Ini pasti tidak mudah untuk dapat maaf darinya," gumam Albi yang terdengar oleh Hera yang duduk di sebelahnya.


"Mama yakin. Suami Arumi sangatlah baik. Mungkin dia hanya meminta waktu untuk memahami dan mencerna apa yang ia dengar tadi," Hera menenangkan sang putra dengan mengusap bahunya.


Rasya yang sedang melangkah mendekati area dapur. Ia tersenyum saat melihat sang istri terduduk di kursi meja makan dengan melahap makanan di sana.


"Sayang ... lagi makan apa?" tanya Rasya seraya menarik kursi yang berada di sebelah Adelia.


Adelia memaku, "Aduh, bagaimana ini Mas Rasya sudah pulang? sedangkan di depan keluarga Albi dan kedua temannya masih di depan," gumam Adelia dengan menatap Rasya tanpa berkedip.


Rasya yang tahu arti dari keterpakuan sang istri, ia menyunggingkan senyum seolah mengatakan bahwa dirinya tidak apa-apa.


"Sayang ...," sapa Rasya kembali kini dengan suara yang lembut.


Adelia terkesiap, kemudian ia tersenyum. "Mas sudah pulang?" tentu pertanyaan Adelia sangat aneh.


"Ya sudah. Makanya aku ada di sini di hadapan mu," kini tangan Rasya terangkat untuk menyelipkan rambut Adelia ke belakang telinga.


"Mas," seakan tahu apa yang akan Adelia ucapkan Rasya mengangguk seolah paham.


"Mas tahu kok, mereka datang ke sini untuk meminta maaf," ujarnya.


Rasya menatap kotak makan dan tersenyum saat tahu apa yang sedang di santap istrinya ,"Makan seblak kok gak bagi-bagi?" celetuknya.


"Ah iya Mas, maaf. Tadi yang beliin Rara," ucap Adelia dengan menyengir.


"Pasti kamu yang minta, 'kan?" tebak Rasya dengan benar.


"Iya Mas," Adelia dengan menyengir.


Rasya mengelus pipi Adelia, "Ayo habiskan. Setelah itu kita temui tamu yang di depan. Agar mereka cepat pulang," ujarnya.


"Mas ingin cepat mereka pulang?" tanya Adelia dengan mulut penuh mengunyah.

__ADS_1


"Iya, soalnya panas," kelakarnya. Maksud Rasya adalah panas karena cemburu.


"Panas?" Adelia dengan terus mengunyah menatap tidak mengerti.


Rasya mengangguk, "Lagian takut keburu Papa pulang. Dan Mas gak mau Papa tahu, siapa yang sudah menolong dan memanfaatkan mu itu," tukasnya beralasan.


Adelia telah menghabiskan makanannya. Ia berdiri dan membuangnya kedalam sampah.


"Ya sudah ayo kita temui, Mas!" ajaknya.


Rasya dan Adelia pun melangkah menuju ke ruang tamu. Dimana para tamunya terduduk.


Dengan mendahulukan Adelia untuk duduk terlebih dahulu. Rasya menyusul duduk di sebelah Adelia dengan sangat dekat. Seakan memberitahukan bahwa Adelia adalah memang miliknya.


"Jadi kedatangan Anda kemari untuk meminta maaf?" Rasya mulai membuka percakapan kepada tamunya. Tentunya Rasya fokuskan dengan menatap Albi.


Albi mengangguk, " Iya. Saya yang paling berperan. Jadi Mohon maafkan apa yang telah saya perbuat," ujarnya dengan menatap Rasya dan sekilas menatap Adelia.


Rasya menoleh kepada istrinya terlebih dahulu, "Sebenarnya saya tidak mau membahas apa yang telah anda lakukan. Tapi mungkin memang seharusnya anda meminta maaf. Terutamanya meminta maaf kepada istri saya, dan yang kedua kepada keluarga anda," tutur Rasya dengan jelas.


"Apakah anda sudah meminta maaf terlebih dahulu kepada keluarga anda?" tanya Rasya kini kepada Albi.


"Tentu, sebelum kami datang ke sini. Saya sudah meminta maaf terlebih dahulu kepada keluarga saya. Yang paling utama kepada Mama,"


"Apakah maaf itu sudah anda dapat?" pertanyaan Rasya membuat Albi terdiam.


"Keterdiamannya anda. Saya anggap anda belum mendapatkan maaf!" Rasya menghela nafas sejenak lalu melanjutkan kembali ucapannya. "Jujur. Bagi saya sendiri sangat ingin marah sekali saat tahu apa yang anda lakukan terhadap istri saya. Bahkan saat ini juga saya ingin memukuli anda. Tapi beruntungnya emosi saya saat ini sedang kalah dengan pikiran saya sendiri. Dan pikiran saya sedang jernih, maka saya menyerahkan semuanya kepada istri saya." Rasya bertutur dengan santai dan bahkan lembut.


"Sayang ... bagaimana apa kamu memaafkan pria itu?" tanya Rasya kepada istrinya dengan lembut di hadapan semuanya.


Adelia menatap kepada Albi. Melihat pancaran yang Albi berikan adalah harapan bahwa Adelia memberikan maafnya.


"Ya aku maafkan. Karena aku tahu apa alasan yang di lakukannya. Jadi aku tegaskan sekali lagi. Aku memaafkan," ujar Adelia dengan tegas tanpa ada senyuman di bibirnya.


Albi bisa menghela nafas dengan lega. Begitupun semua yang ada di sana. Termasuk Alina dan Lucky keduanya tersenyum senang.


"Terima kasih. Terima kasih sekali. Kalian memang pasangan yang begitu baik. Memang sepantasnya kalian berjodoh," ujar Albi dengan memuji pasangan suami istri itu.


"Maka jadilah pribadi yang baik. Jika ingin mendapatkan jodoh yang baik. Karena jodoh adalah cerminan diri kita," Rasya memberikan wejangannya.


Membuat Adelia tersenyum simpul menoleh ke arah sang suami.


Alina kini bersuara, dengan berdehem terlebih dahulu, "Ehem ... bagaimana kalau malam nanti kalian datang makan malam bersama kami?. Dan khususnya untuk mu. Nyanyilah untuk kami," ajak Alina.


Rasya mengernyitkan dahi. "Memang anda tahu saya bisa bernyanyi?" tanya Rasya dengan heran.


Alina tersenyum, "Ayolah jangan berpura-pura, aku tahu kamu lagi viral-viralnya di instagram," ujarnya dengan menyenderkan kepalanya ke bahu Lucky sang suami. Seperti sedang salah tingkah karena bisa berbincang dengan Rasya.

__ADS_1


Adelia yang sangat tahu bahwa Alina tengah mengidolakannya, ia menjawab "Iya Kak Alina, kami akan datang" ucapnya menyetujui undangan Alina.


"Sayang?" Rasya ingin protes. Tapi dengan cepat di pelototi oleh Adelia.


"Ya Ampun ... terima kasih sebelumnya loh, kalian mau datang. Aku senang sekali," ucap Alina dengan senang.


Hera kini menatap Albi. Lalu Hera menatap ke arah Rara. Seperti mempunyai ketertarikan kepada Rara. Hera tersenyum, "Boleh tahu siapa nama kamu?" tanyanya membuat Rara gugup.


"Sa-saya Nyonya?" Rara dengan gugup menunjuk dirinya.


"Iya," Hera mengangguk dengan tersenyum.


"Nama saya Rara," ujar Rara.


Kini Hera melirik ke arah Albi. "Albian ... apa kamu ingin mendapatkan maaf dari Mama?" membuat Albi tersenyum dengan mengangguk.


"Pacari, Rara!" ucapnya.


"Hah?" Albi dengan melotot.


Bahkan yang melotot bukan Albi saja bahkan Rara juga. Oh ya ... dan tak lupa begitu juga dengan Dirga yang sudah memantapkan hati untuk menandai Rara sebagai kekasihnya.


Adelia dan Rasya yang mendengarkan itu. Tersenyum dengan saling tatap.


"Kalau kamu menolak. Maka tidak akan dapat maaf dari Mama!" ancam Hera.


"Tapi Ma, aku gak cinta," Albi menegaskan.


"Nanti akan cinta," ujar Hera kini menatap kepada Rara.


Albi menggeleng samar. Lalu mendapat tatapan tajam dari Adelia. Setelah merasa mengerti bahwa ia memilik perjanjian. Albi menyetujui.


"Baiklah ...," ucapnya tegas.


Hera tersenyum begitu juga dengan Adelia.


Namun tidak dengan Rara. Ia tidak tahu harus bagaimana. Rara hanya terdiam dengan tatapan datar.


Menjadi pacar Albi? ah ... itu tidak pernah terbayang dalam benak Rara. Memiliki pacar saja tidak pernah ada dalam pikirannya. Yang terpenting bisa hidup layak seperti pada umumnya saja. Ia sudah merasa bersyukur dan semua itu berkat Adelia yang telah membawanya serta mengajaknya untuk tinggal bersama.


...***...


...Bersambung....


Readers! terima kasih yang masih setia membaca, dan jangan lupa tinggali jejaknya dengan meng-Like setiap episode-nya yang telah kalian baca!


Terima kasih 😍

__ADS_1


__ADS_2