You Are My Mine

You Are My Mine
Malam terakhir


__ADS_3

Hari-hari pun berganti, Sesuai rencana Keputusan Orang tua Rasya, dan Orang tua Ariyanti, Acara pernikahan nya akan di selenggarakan Tepat pada tanggal Ulang Tahun Ariyanti.


Dari hari ini, Rumah Ariyanti sudah di dekorasi oleh pihak WO. Memang Rencana nya Acara Akad, dan Resepsi akan di Adakan di Rumah Ariyanti, memang karena Rumah dan halaman nya yang luas.


Ariyanti sudah di pingit dari beberapa hari ini, sesuai tradisi jika pengantin sebelum menikah harus di pingit terlebih dahulu. Konon katanya Agar mengumpulkan tenaga ketika nanti acara pernikahan di selenggarakan tidak merasa capek, dan ketika nanti bertemu dengan mempelai pria akan ada rasa rindu yang menggebu.


Tapi tidak dengan Rasya, ia seakan cemas dan gelisah mengahadapi hari esok.


Rencana nya di malam terakhir ini sebelum melepas status lajangnya, Rasya mengajak teman-teman terdekat nya, untuk berpesta.


Itu semua rencana sang Mama, ia menginginkan Rasya agar sebelum Hari spesial nya tidak tegang.


Sudah terlihat Taman belakang Rumah Rasya di dekorasi dengan sederhana, dan sudah terdapat panggung kecil untuk sebuah Musik yang akan mengiringi acara nanti.


Tidak lupa beberapa kursi dan meja untuk teman-teman nya nanti duduk, dan meja untuk suguhan makanan nya.


Terlihat Si kembar Bima dan Sakti sudah berada di sana.


Dan teman -teman Rasya yang sekantor pun sudah hadir.


Rasya pun sudah melangkah untuk mendekat ke tempat itu, namun ia edarkan pandangan nya untuk mencari seseorang.


Seseorang itu belum hadir di tempat itu.


Kenapa Dia belum datang?


Atau memang tidak akan datang?


Rasya berbicara di dalam hatinya, dengan pandangan nya yang masih di edarkan untuk mencari seseorang.


"Darrr....." Rasya kaget akibat seseorang yang telah mengagetkan nya.


"Hei, bikin kaget aja." Rasya masih dengan berwajah kaget.


"Kakak, pasti nyariin Kak Adel ya?." Tanya Serly.


Dan Serly lah yang baru saja mengagetkan Rasya.


Rasya pun hanya mengangguk saja.


Memang ia benar, ia sedang tengah mencari Adelia di tengah-tengah teman yang sudah berkumpul.


"Sudah, kakak gak boleh cemas. Kak Adel sudah datang koq." Serly berucap dengan santai.


"Sudah datang? Lalu di mana ia?." Rasya seperti sudah tidak sabar ingin bertemu Adelia.


"Ia di dapur, bantuin mama dulu. Dan sayang nya Kak Martin gak bisa ke sini." Ucap Serly.


Rasya hanya tersenyum, memang yang ia inginkan Adelia datang sendiri, tidak dengan pacar nya.


Rasya pun dengan cepat melangkah pergi ke arah dapur, Taman belakang memang di belakang Dapur.


Di lihat Rara dan Adelia sedang membantu Lia, Rasya pun mencoba mendekatinya.


Dan Ketika Tangan Adelia ingin mengambil Sekeranjang buah, dengan Cepat Rasya membantu nya.


Adelia pun di buat kaget, dengan keberadaan Rasya yang datang tiba-tiba.


"Rasya..."


Namun Rasya dengan cepat menutup bibir Adelia dengan menempelkan telunjuk nya.


Adelia pun terdiam, dan kini Rasya memandang Adelia dengan lekat.


Ia Tak perduli dengan orang-orang yang berada di dapur memperhatikan nya.


Rasya kini merapihkan rambut Adelia, dengan cara menyelipkan nya ke balik telinga.


Adelia pun seketika matanya berkaca-kaca, Adelia selalu bingung, Rasya selalu bersikap manis di depan nya, Sehingga Adelia ingin berusaha menghindar pun tak bisa.


Adelia dengan cepat menghindar, ia melangkah mendekati Rara yang sedang memotong Buah Semangka.


Adelia pun mencoba merapihkan hasil potongan Yang Rara lakukan ke atas nampan.


Rasya masih berdiri pada tempat nya.


"Rasya? Kenapa Ada di dapur?." Lia menatap anak nya heran dengan apa yang di lakukan nya di dapur.


Lia melihat tatapan Rasya berarah ke Adelia.


Lia pun menghela napas, sekarang dugaan nya sudah benar bahwa wanita yang di Cintai Rasya adalah Adelia.


"Kamu, mama beri waktu untuk berbicara dengan Adel." Ucap Lia. Yang membuat Rasya tak percaya, Mama nya berucap seperti itu akan tahu apa yang Rasya ingin.


"Del... Sini." Lia menyuruh Adelia untuk menghampiri nya.


Adelia pun menurut menghampiri.


"Tante mohon, kamu temani Rasya ya." Lia dengan tersenyum dan menyatukan tangan Rasya dengan tangan milik Adelia, dengan secara Di genggam.


"Tapi tante..." Adelia bingung dengan melihat tangan nya di satukan dengan tangan Rasya.


Rasya tersenyum menatap mama nya.

__ADS_1


"Terima kasih ma." Ucap Rasya.


Dan dengan cepat menarik tangan Adelia yang sudah di genggamnya, melangkah menuju Kamar Rasya.


Rasya terus menarik tangan Adelia dengan lembut, menaiki tangga.


Adelia terdiam dan hanya menurut saja.


Rasya kini membuka pintu kamar nya, Ia masuk dengan masih menarik tangan Adelia.


Ketika Adelia sudah masuk, Rasya langsung mengunci pintu kamar nya.


Adelia berdiri dan menatap Rasya, namun dengan secepatnya Rasya memeluk Adelia dengan Erat.


Seakan Adelia tidak ingin ia lepaskan.


"Rasya... aku sesak." Adelia merasa sesak, karena pelukan Rasya yang begitu erat.


Rasya pun perlahan melepaskan pelukan nya, dengan tangan nya masih menempel pada pinggang Adelia.


Kini Rasya menatap Adelia dengan Jarak yang begitu dekat.


Adelia merasa gugup di tatap Rasya dengan jarak dekat, ia pikiran nya sadar tak mau melakukan kesalahan seperti yang sudah-sudah.


Adelia sedikit mundur untuk menjauhi Rasya.


Namun Rasya malah maju mendekat.


"Rasya..." Adelia kini bersuara, langkah nya terhenti ketika punggung nya sudah mengenai dinding tembok.


"Hemmm..." Rasya dengan menatap lekat wajah Adelia.


"Aku mau keluar..." Pinta Adelia.


"Nanti dulu. Aku ingin menatap mu lebih lama Adelia." Rasya berbicara dengan berbisik.


"Teman-teman yang lain pasti menunggu mu Rasya." Ucap Adelia.


"Aku tak perduli. Aku ingin menatap mu di sini." Rasya dengan terus menatap lekat Adelia.


"Tapi Rasya....."


Ucapan Adelia terhenti, ketika telunjuk Rasya sudah di tempelkan di bibir Adelia.


"Sudah, jangan terlalu banyak bicara." Rasya yang masih menempelkan telunjuk nya pada bibir Adelia.


Adelia pun terdiam. Ia tidak bisa berkata untuk alasan lain. Rasya kini mendekat dan mengungkung Adelia yang menempel di dinding, dengan ke dua tangan Rasya di tempelkan di dinding kiri kanan nya.


Adelia pun merasa gugup, dengan sikap Rasya yang seperti itu.


"Tidak Rasya... aku tak bisa." Jujur Adelia.


"Kenapa? Apa salah nya tatap aku?." Rasya yang memang terus menatap Adelia dengan lekat.


"Kamu tidak boleh seperti ini Rasya. Aku mohon Lepaskan aku. Aku ingin ke luar." Adelia tidak ingin terjadi sesuatu antara dirinya dengan Rasya.


Rasya menghela nafas. Adelia sekarang tidak mau menatap nya dengan jarak dekat.


Pasti karena Adelia saat ini ingin menghindar.


Rasya pun melepaskan tangan nya yang menempel dari dinding tembok.


Kini tangan nya ia sedekapkan di dada.


Dengan masih menatap Adelia dengan lekat.


Adelia dengan cepat menuju pintu, dan ingin membuka kunci, Namun dengan cepat Rasya membalikkan tubuh Adelia.


Rasya langsung mencium Adelia, dengan lembut. Adelia berontak, memukul dada Rasya. Namun tangan Rasya dengan cepat menangkap tangan Adelia yang memukul dada nya, dengan bibirnya yang masih mencium Adelia.


Adelia mencoba menggigit bibir milik Rasya, dan Sontak Rasya pun melepaskan ciuman nya karena merasa Sakit dan kaget.


Rasya memegang bibirnya yang merasa perih, dan kesempatan itu di pakai Adelia keluar dengan cepat dari kamar Rasya.


Adelia lari dengan terbirit-birit seperti di kejar sesuatu yang menakutkan.


Nafas Adelia terengah-engah ketika sampai di dapur, di lihat sudah tidak ada siapa-siapa.


Adelia pun melangkah menuju Taman yang di pakai Acara Pesta Rasya melepaskan Status Lajang nya, terlihat sudah di mulai acara nya.


Adelia pun bergegas mendekat, menuju kursi yang kosong.


"Huuhh...... Akhirnya."Adelia dengan nafas nya yang tersengal.


Terlihat Rasya sudah Ada di Taman itu, berdiri di dekat panggung music, Sepertinya ingin menyambut teman-teman nya.


Rasya terlihat sudah memegang Microfon.


"Selamat malam semuanya. Terima kasih sudah mau menghadiri acara ini. Saya senang atas kedatangan kalian semua. Silahkan di nikmati jamuan nya, dan selamat menikmati acara musik kami. Abisara Band...." Ucap Rasya dengan mempersilahkan teman Band nya tampil.


Adelia melotot dengan nafas nya yang masih terengah, terlihat Bima, Sakti sudah naik ke atas panggung. Hanya tinggal Adelia yang belum naik.


"Adelia, kami tunggu untuk berpartisipasi di acara ini. Silahkan naik ke atas panggung." Ucap Rasya dengan Microfon nya.

__ADS_1


Adelia masih terdiam duduk di kursi nya, Semua orang yang ada di sana mengedarkan mata nya untuk mencari sosok Adelia.


Adelia merasa tegang saat ini, Rara dengan cepat menghampiri ketika ia sudah menemukan Adelia berada.


"Del, ayo Lu cepet naik panggung. Gue gak sabar ingin denger Lu nyanyi." Ujar Rara bergelayut di tangan Adelia.


Adelia pun terpaksa bergegas melangkah, dan menaiki panggung.


Rasya tersenyum ketika Adelia sudah ada di depan nya, di atas panggung.


Rasya menyerahkan microfon yang di pegang nya ke Adelia.


Adelia pun menerima microfon nya, dan Adelia pun mulai memegang nya.


"Selamat malam semuanya. Semoga kami bisa memberikan penampilan terbaik di malam yang terakhir Rasya dengan status Lajang nya. Semoga Rasya berbahagia dengan pernikahan nya nanti, dan Saya persembahkan Lagu pembuka di acara ini dengan Lagu Mungkin Hari ini Esok atau Nanti, Saya persembahkan Cover kami."


Ucap Adelia.


Ucapan Adelia membuat Rasya, berwajah muram.


Rasya mulai bermain dengan Keyboard nya.


Adelia pun mulai bernyanyi.


Kuhampiri *Jalan yang kita lewati


Setiap hari kita di sini


Ku menanti hadirmu tuk kembali


Hanya kenangan yang tersisa di sini


Namun sekarang kau tlah pergi


Dan ku yakini kau takkan kembali*


*Mungkin hari ini hari esok atau nanti


Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini


Mungkin hari ini hari esok atau nanti


Tak lagi saling menyapa


Meski ku masih harapkan mu


Ku menanti hadirmu tuk kembali


Hanya kenangan yang tersisa di sini


Namun sekarang


Namun sekarang kau tlah pergi


Dan ku yakini kau takkan kembali*


*Mungkin hari ini hari esok atau nanti


Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini


Mungkin hari ini hari esok atau nanti


Tak lagi saling menyapa


Meski ku masih mengharapkan mu*


*Sesungguhnya hatiku tak sanggup menerima


Dan lupakan segalanya


Mungkin hari ini hari esok atau nanti


Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini


Mungkin hari ini hari esok atau nanti


Tak lagi saling menyapa


Meski ku masih harapkan mu


Ooh


Meski ku masih harapkan mu


Ooh


Ku relakan mu*.


Adelia pun selesai dengan menyanyikan Lagu tersebut, yaitu Mungkin hari ini esok atau Nanti yang di populerkan seorang penyanyi wanita yang bernama Anneth.


Suara tepukan pun terdengar ketika Adelia selesai dengan nyanyian nya.


Rasya yang sepanjang memainkan Keyboard merasa terenyuh hati nya, seakan saat ini setelah selesai Adelia nyanyi nya, ia ingin dengan cepat memeluk Adelia, namun itu tidak mungkin Rasya lakukan di depan semua teman-teman nya.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2