
Hari ini adalah Hari fiting Baju pengantin, Ariyanti sudah menunggu Rasya di ruang tengah.
Ariyanti memang sangat bersemangat, seharusnya ia menunggu di Butiq yang sudah Lia katakan di telepon.
Berbeda dengan Lia, kini tak semangat seperti hari-hari sebelum nya, setelah tahu kenyataan ia yang membuat Rasya menderita.
Lia Kini tengah Bimbang untuk membatalkan itu tidak mungkin menurutnya, karena undangan sudah tersebar, tinggal beberapa hari lagi acara tersebut akan terselenggara.
Jika di batalkan pasti akan timbul masalah, Jika di teruskan Bagaimana dengan Nasib Rasya.
Lia menemui Ariyanti yang sedang duduk.
"Ariyanti, kenapa malah ke sini? tante sudah bilang langsung saja ke Butiq, dari rumah mu kan lebih dekat." Ucap Lia.
"Gak apa-apa tante, Ariyanti ingin datang bareng saja sama tante dan juga Rasya." Ariyanti mengatakan alasannya.
"Oh begitu. Ya sudah tunggu dulu Rasya, Rasya baru saja mau mandi." Ujar Lia dengan mulai bermain ponsel.
Ariyanti mengangguk, namun seketika ia merasa heran terhadap Lia yang seakan cuek sekarang, tidak seperti biasanya.
Tak Lama Rasya datang, dan cepat menuju pintu depan tanpa menyapa Ariyanti.
Lia menoleh dan langsung berdiri.
"Ayo, Rasya sudah keluar." Ajak Lia kepada Ariyanti.
"Ah iya tante." Ariyanti pun berjalan tepat di belakang Lia.
Rasya sudah menunggu di dalam mobil nya, Lia dan Ariyanti pun cepat masuk ke dalam mobil milik Rasya.
Rasya pun langsung dengan cepat melajukan mobil nya, karena ia sudah tahu keberadaan Butiq yang akan di tuju.
"Rasya..." Lia memanggil Rasya yang duduk di jok belakang.
"Iya Ma.." Jawab Rasya dengan masih fokus pada setir nya.
"Nanti kalau sudah fiting, kita ke rumah Adel ya." Ajak Lia.
Rasya terdiam. Terlalu fokus pada setir nya, dan menatap jalanan, ia sampai tidak mendengar Lia mamanya berbicara.
Sedangkan Ariyanti melirik ke Arah Rasya.
"Rasya, kamu dengar mama gak?." Tanya Lia.
"Apa ma?." Tanya Rasya.
"Ya sudah nanti saja, mama bicara lagi." Ucap Lia.
Rasya pun mengangguk.
Tapi Ariyanti kini tengah menunduk. Ariyanti sekarang merasa di acuhkan. Lia tidak seperti biasanya, sekarang di depan nya Lia berani membicarakan Adelia, ada apa ini maksudnya? Begitu pikir Ariyanti.
Rasya memberhentikan mobilnya, ketika ada lampu merah, dan orang-orang yang menyebrangi Zebra Cross yang ada di depan mobil nya.
Namun Mata Rasya melotot memastikan yang di lihat nya, Rasya pun membuka kaca jendela mobilnya dan mengikuti arah berjalan orang yang di lihatnya.
Lia pun mengikuti arah pandang Rasya, Lia pun melihat orang itu.
"Rasya, itu kan Adel?." Tanya Lia, dengan arah pandang tetap ke Adelia.
"Iya Ma." Jawab Rasya.
"Loh koq kaya sama anak jalanan gitu ya?." Lia melihat Adelia berjalan dengan banyak anak jalanan.
"Adel mungkin lagi berbagi ma. Karena itu kebiasaan Adel." Rasya dengan mulai melajukan kembali mobil nya, karena sudah berubah lampu nya menjadi hijau.
"Baik sekali ya, Oh iya bukan kah Rara juga asalnya dari anak jalanan. Benar itu Sya?." Tanya Lia. kini menanyakan tentang Rara.
"Mama tahu dari siapa?." Rasya sudah memberhentikan mobilnya, karena sudah sampai pada Tempat Butiq yang ia tuju.
"Dari Serly, terus Serly dari kamu katanya." Ujar Lia.
__ADS_1
"Oh. Iya ma. Dulu Adelia hampir di copet oleh Preman, dan di tolong sama Rara. Terus ya karena Adel tahu tentang membalas budi, Adel mengajak Rara untuk tinggal." Tutur Rasya dengan tersenyum, membayangkan wajah Adelia yang cantik.
"Ehmmm... Begitu. Eh udah sampai aja. Ayo Ariyanti kita keluar." Lia langsung membuka pintu mobil.
Ariyanti pun keluar, namun hati nya kini berkecamuk merasa sakit, dari sepanjang jalan Ariyanti tidak di ajak bicara, maupun sama Lia atau pun Rasya.
Ariyanti kini menjadi sedikit bimbang.
Ariyanti pun sudah masuk ke dalam Butiq itu yang di temani Lia.
Lia meminta kepada pemilik Butiq untuk merekomendasikan Gaun Pengantin dengan Design baru dan elegan yang cocok untuk Ariyanti.
Pemilik Butiq itu pun menunjukan Design baru yang baru ia buat, Terlihat cocok menurut Lia untuk di kenakan Ariyanti.
"Ariyanti, coba yang itu. Sepertinya cocok untuk mu." Lia menyuruh Ariyanti untuk mencoba memakai Gaun yang Lia tunjuk.
"Iya tante, Ariyanti akan mencoba nya." Jawab Ariyanti.
Ariyanti pun masuk ke ruang ganti, dan keluar dengan memakai gaun yang tadi di pilih Lia.
Lia pun tersenyum, melihat Ariyanti yang begitu cantik dengan gaun yang di kenakan nya.
"Sayang kamu cantik banget dengan memakai gaun itu." Puji Lia.
"Terima kasih Tante." Ariyanti merasa hatinya berbunga-bunga atas pujian Lia.
Ariyanti pun kembali ke dalam ruang ganti. Ia sekarang merasa lega, karena Lia yang sempat ia pikir telah berubah, itu tidak benar.
Acara fiting Baju pengantin pun selesai.
Rasya pun tadi sempat mencoba nya dengan cepat.
Kini Mereka pun memutuskan pulang.
"Rasya, gimana kalau kita makan siang dulu di cafe depan itu. Mama Lapar rasanya." Lia mengajak Rasya untuk makan siang.
"Boleh ma..." Jawab Rasya.
Lalu melangkah langsung ke dalam cafe.
Rasya, Lia, dan Ariyanti pun duduk di meja yang begitu dekat dengan jendela. Jendela itu mengarah ke jalanan, jadi dari dalam dengan leluasa bisa melihat aktivitas di jalanan.
Rasya pun melihat hiruk pikuk jalanan, ia tersenyum melihat ketika anak kecil, membantu menyebrang seorang kakek tua.
"Rasya kamu mesen apa?" Tanya Lia.
"Samain aja sama apa yang mama pesan." Ucap Rasya yang matanya masih menatap jalanan.
"Ariyanti kamu mau pesan apa?." Lia kini bertanya kepada Ariyanti.
"Ariyanti pesan spagetti, sama orange jus aja Tante." Kata Ariyanti.
Dan pelayan cafe itu pun mencatat pesanan yang di minta Ariyanti dan Lia.
Rasya anteng dengan terus menatap ke jalanan.
Kini matanya sedikit kaget melihat Adelia yang sedang ikut bernyanyi dengan anak-anak jalanan. Adelia seperti menemani mengamen.
Rasya pun berdiri.
"Ma... Rasya ke luar dulu sebentar." Rasya dengan cepat melangkah ke arah luar cafe.
Lia pun belum sempat menjawab, ia bingung melihat Rasya yang begitu terburu-buru.
Rasya pun mendekat dan mendengarkan Adelia yang bernyanyi bersama anak jalanan itu.
*Aku sepi sepi sepi sepi jika tak ada kamu.
Aku mati mati mati mati kalau kau pergi.
Dengarlah kesayangan ku jangan tinggalkan aku.
__ADS_1
Tak mampu jika ku tanpa mu.
Dengarlah kesayangan ku hidup matiku untuk mu.
Ku mohon pertahankan aku*.
Rasya pun bertepuk tangan ketika Adelia dan yang lain nya telah berhenti bernyanyi.
Adelia pun melotot kaget ke arah di mana Rasya berdiri.
Namun Anak-anak jalanan itu menyerahkan topi mereka untuk meminta uang kepada Rasya.
Rasya pun menyerahkan lembaran uang yang berwarna merah ke dalam topi anak jalanan itu.
"Om, ini terlalu banyak." Ucap salah satu anak jalanan itu.
"Tidak apa-apa." Rasya Dengan Arah matanya menatap Adelia yang mematung.
"Terima kasih om. Semoga Rijki om semakin berkah." Ucap anak jalanan tersebut dengan bersamaan.
"Aamiiin...."
"Eh apa kalian sudah makan siang?" Tanya Rasya.
"Belum , Om." Kata Anak jalanan itu.
"Tapi nanti mau makan sama kak Adel." Ucap Salah satu anak jalanan.
"Oh begitu, tapi sekarang Om yang traktir kalian gimana? mau gak?" Rasya dengan memastikan mereka mau di ajak untuk makan.
Anak jalanan itu pun saling tatap satu sama lain.
"Iya kami mau om." Ucap salah satu anak jalanan mewakili yang lain nya.
"Kalau begitu kak Adel pulang ya." Adelia yang sedari tadi diam mematung kini bersuara.
"Loh kak, koq pulang. kita mau di traktir ni." Tanya salah satu anak jalanan.
"Kalian aja ya." Adelia mulai melangkah, namun dengan cepat tangan Rasya mencekal tangan Adelia.
"Kamu mau kemana? Apa kamu mau menghindar?." Tanya Rasya dengan tangan nya yang masih mencekal Tangan Adelia.
"Aku mau pulang." Jawab Adelia.
Lia menghampiri Rasya yang sedang mencekal tangan Adelia, ternyata sedari tadi Lia memperhatikan Rasya dan Adelia dari balik kaca cafe.
"Rasya, Adel..." Lia menatap Rasya dan Adelia.
"Mama..."
"Tante..."
"Ada apa ini?." Tanya Lia lebih mendekat.
"Ah tidak ada apa apa tante." Adelia pun dengan cepat melepas tangan nya yang di cekal Rasya.
Karena Cekalan Rasya melemah ketika mama nya memanggil.
"Adel, aku ajak makan sama anak-anak ini juga ma." Rasya dengan menatap anak-anak jalanan tersebut.
"Ya udah ayo, Ayo sayang." Kini Lia yang memegang tangan Adelia.
Adelia pun menurut, tidak bisa menolak ajakan Lia.
Sesampai di dalam Cafe, Adelia melotot ternyata Ariyanti juga ada di sini.
Ariyanti pun melotot tajam melihat Adelia di gandeng tangan nya ole Lia yang akan menjadi mertua nya.
Adelia pun memilih duduk di meja lain bersama anak jalanan yang berjumlah empat orang.
Namun tak di duga, Rasya pun ikut duduk di meja yang Adelia duduki.
__ADS_1
...Bersambung...