You Are My Mine

You Are My Mine
Malam Pertama


__ADS_3

Acara pesta Resepsi pun selesai, Para tamu undangan sudah meninggalkan tempat pesta tersebut. Kini tinggal keluarga Rasya yang masih berada di pesta itu, yang masih berbincang dengan keluarga Ariyanti.


Rasya sangat lelah, tepat nya lelah bathin dan pikiran nya. Kini ia resmi menjadi suami Ariyanti. Dan semua ke inginan Orang tuanya sudah ia lakukan.


Rasya masih duduk di kursi pelaminan nya, seakan enggan untuk beranjak dari tempat duduknya.


Sedangkan Ariyanti, sudah masuk ke dalam kamar nya untuk berganti pakaian.


Lia melihat Rasya yang terduduk di tempatnya. Lia merasakan apa yang Rasya rasakan saat ini, Lia menghampiri Rasya yang tengah melamun.


"Rasya...." Lia ikut duduk di sebelah kanan nya.


Rasya pun hanya menoleh, dan langsung menatap ke arah depan kembali.


"Maafkan mama sayang." Lia mengusap lengan Rasya, dengan seraya meminta maaf kepada Anaknya.


Rasya tidak memberikan respon sedikit pun, ia tetap menatap lurus ke arah depan.


Hadi pun ikut menghampiri Rasya, dan duduk di sebelah kiri Rasya.


"Rasya, ini kunci rumah untuk kamu tinggali bersama Ariyanti. Papa mohon kamu terima." Hadi menyerahkan sebuah kunci rumah untuk Rasya tinggal bersama Ariyanti.


Rasya hanya menoleh, tanpa mengambil kunci yang Papa nya serahkan.


Rasya berdiri dari tempat nya, tanpa berbicara sepatah kata pun.


Rasya menghela nafas dengan panjang, Dengan memejamkan matanya.


Lia dan Hadi saling pandang, merasa aneh dengan sikap Rasya saat ini. Lia pun berdiri seraya memeluk Rasya, Lia menumpahkan tangisnya yang sedari ia tahan karena melihat Rasya yang menjadi diam tanpa kata.


"Rasya, maafkan mama. Maafkan mama Nak." Lia meminta maaf kembali ketika memeluk Rasya anaknya.


Rasya merasa sedih mendengar Lia mama nya menangis seperti itu. Rasya pun mencoba menahan agar tidak ikut menangis, Rasya mulai melepaskan lengan Mama nya yang memeluk nya, dan berjalan melangkah menuju kamar nya yang sekarang bersama Ariyanti.


Lia semakin sedih dengan sikap Rasya yang mendiamkan nya. Hadi pun merangkul Lia, untuk bergegas pulang ke rumah nya, sebelum pulang Hadi menitipkan kunci rumah ke Rony, kunci yang tadi di serahkan ke Rasya. Setelah kunci di titipkan ke Rony, Hadi dan Lia pun meninggalkan tempat itu.


Rasya sudah masuk ke dalam kamar, terlihat Ariyanti sudah memakai piyama tidur berbahan satin tipis, underware nya pun sampai menerawang dengan duduk di depan meja rias milik nya. Ariyanti tersenyum kala melihat suami nya masuk ke dalam kamar. Namun Rasya tak menoleh sedikitpun, ia menatap lurus ke depan dan melangkah menuju koper, ia hendak mengambil pakaian ganti, setelah itu Rasya masuk ke kamar mandi.


Sementara Rasya di kamar mandi, Ariyanti terus memperhatikan dirinya di kaca rias, takut ada yang kurang untuk memikat Rasya malam ini. Karena malam ini menurut Ariyanti, malam pertama nya dengan Rasya.


Ariyanti tersenyum sendiri kala mengingat sesuatu nanti akan terjadi bersama Rasya.


Terdengar Rasya membuka pintu kamar. Masih seperti tadi, ia tidak menoleh sedikitpun ke arah Ariyanti yang sudah berpenampilan sangat menggoda bagi pria lain. Rasya berjalan melewati Ariyanti, menuju sofa. Dan ia pun berbaring di sofa itu, dengan mulai memejamkan matanya, ternyata Rasya hendak tidur di sana.


Ariyanti pun memberanikan diri untuk bersuara melihat suaminya yang malah tertidur di sofa panjang.


"Rasya...." Ariyanti mulai bersuara.


"Hemmm..." Rasya dengan masih memejamkan mata nya.


"Kenapa kamu tidur di situ?. Kamu bisa tidur bersama ku, kita sudah suami istri, Rasya..." Ariyanti bertanya seraya mengatakan Rasya bisa tidur bersamanya.

__ADS_1


"Aku ingin tidur disini. Aku lelah." Jawab Rasya dan memunggungi Ariyanti.


Ariyanti pun menjadi murung, Malam pertamanya yang di bayangkan seperti orang-orang itu tidak terjadi. Ariyanti berpikir mungkin malam besok Rasya dan diri nya pasti baru akan melakukan nya.


Ariyanti pun mengantuk, ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Namun ia menatap punggung Rasya yang tertidur di sofa tanpa beralaskan bantal dan selimut.


Ariyanti pun bangkit kembali, meraih bantal dan selimut untuk Rasya.


Ariyanti mulai mendekat.


"Rasya, ini bantal dan selimut untuk kamu pakai."


Namun tidak ada jawaban dari Rasya, Ariyanti pun lebih mendekat lagi. Dan terdengar Rasya sudah tertidur pulas dengan suara dengkuran halus nya.


Ariyanti pun mengangkat kepala Rasya, untuk tertidur di atas bantal. Kemudian Ariyanti pun menyelimuti tubuh Rasya.


Deg.... Ariyanti terpaku melihat wajah Rasya yang tampan walaupun saat tertidur.


Ariyanti tidak mau lama-lama menatap Rasya, takut akan Rasya terbangun.


Ariyanti pun melangkah kembali ke ranjang nya dan memejamkan mata nya untuk tertidur.


Esok pagi nya.


Ariyanti terbangun, namun tidak terlihat Rasya di sofa yang semalam Rasya tiduri.


Ariyanti pun melihat jam di dinding nya, ternyata sudah pukul 08:30 pagi. Pantas saja Rasya sudah terbangun pikirnya.


Ariyanti pun bergegas masuk ke kamar mandi.


Ariyanti pun turun setelah merasa penampilan nya sempurna.


Ariyanti menuju meja makan, namun Ariyanti tidak menemukan Rasya.


Ariyanti pun duduk saja untuk mengisi perutnya. Terlihat Alin datang menghampiri.


"Aduuh... Gimana sayang malam pertamanya? Sampai jam segini baru keluar kamar?." Tanya Alin ibu Ariyanti, dengan duduk di kursi depan Ariyanti.


Ariyanti pun tersenyum malu-malu, tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya antara Rasya dan dirinya yang tidak melakukan apa itu malam pertama.


"Senyum-senyum..." Alin menggoda Ariyanti.


"Oh ya ma. Apa mama melihat Rasya?". Tanya Ariyanti di sela sarapan nya.


"Rasya ke kantor, ia tadi berpamitan ke mama. Kamu tertidur lelap ya karena capek, sampai-sampai suami sendiri tidak tahu berangkat nya." Alin kembali menggoda Anaknya.


"Hee..." Ariyanti berpura-pura.


"Rasya itu benar-benar pekerja keras ya. Di hari sehari setelah menikah saja, ia ingin bekerja." Alin memuji Rasya yang sangat bekerja keras.


"Ah iya ma. Mungkin juga ada pekerjaan yang harus dengan cepat Rasya selesai kan." Ucap Ariyanti.

__ADS_1


Alin pun manggut-manggut.


"Ya sudah mama mau ke depan dulu." Alin pergi melangkah menuju ruang depan.


Ariyanti pun selesai dengan sarapan nya, kini ia ikut menghampiri mama nya yang berada di ruang depan.


...----------------...


Sementara itu Adelia sedang membuat bervarian kue untuk di jaja kan dalam ettalase nya.


Seloyang, dua loyang Adelia mengangkat hasil kue yang sudah matang. Adelia mulai merias kue tersebut dengan bervarian hiasan.


"Adel...." Suara seseorang memanggil Adelia.


Adelia pun menoleh ke sumber aras suara.


"Tante Meli..." ternyata yang datang adalah Tante Meli, tante nya Martin.


Adelia pun dengan cepat menghampiri tante Meli, ia langsung menyalami tangan nya.


"Tante ke sini sama siapa?." Tanya Adelia.


"Sama Martin..." Tante Meli dengan tersenyum.


Terlihat Martin berjalan mendekat untuk menghampiri Adelia dan Tante Meli.


"Hai sayang...." Martin tanpa malu di depan tante nya.


Tante Meli pun tersenyum melihat Martin yang tak malu lagi di depan nya memanggil Adelia dengan kata sayang.


"Rima gak ikut tante?." Adelia bukan menjawab sapaan Martin malah menanyakan Rima.


"Rima lagi ke Singapore dulu Del..." Jawab Tante Meli.


"Oh gitu. Eh ayo tante duduk, gak enak malah berdiri di dapur, dapur nya berantakan." Adelia merangkul lengan tante Meli untuk duduk di ruang tengah.


Martin merasa gemas, karena Adelia telah mengacuhkan nya.


Ia tersenyum menyeringai karena punya akal untuk menjahili Adelia.


Adelia pun bergegas kembali ke dapur untuk membawakan minuman kepada Tante Meli.


Ketika Adelia melangkah sampai lemari pendingin, Martin dengan cepat menarik tengkuk Adelia untuk di cium nya.


Adelia melotot yang tiba-tiba mendapatkan ciuman dari Martin.


Martin terus memperdalam ciuman nya, dengan tangan nya membelai punggung Adelia. Adelia pun pasrah, dengan mulai memejamkan ke dua matanya.


Martin merasa nafas nya telah habis, ia mulai melepaskan ciuman nya.


Dan tersenyum menatap Adelia yang mulai membuka mata nya.

__ADS_1


"Itu hukuman karena kamu mengacuhkan ku." Martin dengan berbisik di telinga Adelia.


...Bersambung....


__ADS_2