You Are My Mine

You Are My Mine
Keberhasilan Rima.


__ADS_3

Yuda keluar dari kamarnya setelah mengunci Adelia di kamar mandi. Lalu Yuda menghampiri Rima dan Indri yang sedang tertawa senang atas keberhasilan rencana nya. Terlihat Rima dan Indri memutar Video hasil rekaman tadi, dengan terus tersungging senyum di bibirnya.


"Gila Lu Yuda. Lu jadi pemain Blue film juga pantes." Celoteh Indri, setelah Yuda mendekat.


"Obat itu benar-benar bereaksi, gak nyesel gue bayar mahal." Tutur Rima dengan matanya yang masih tertuju ke Video yang ada di ponselnya.


"Puas Lu Rim?." Yuda berkata dengan suara meninggi.


"Bentar, kenapa Lu bentak gue?." Rima tidak terima karena Yuda telah membentak nya.


"Gue gak sangka Lu bakal sejahat ini sama dia, Lu udah bikin cerita bohong sampai dia menangis dan kecewa sama kekasihnya, Lu tambah dia harus jatuh di pelukan gue." Ucap Yuda dengan Wajah memerah karena marah akan kejahatan Rima.


"Elu kasihan sama tuh cewek?. Iya kan?." Tanya Rima dengan menyeringai.


"Jelas gue kasihan. Lu hampir buat dia kehilangan keperawanan nya. Tadi Lu lihat, cewek selugu dia jadi Seagresif itu akibat pengaruh obat yang Lu taruh di minuman nya.?" Yuda masih marah.


"Tapi Lu menikmatinya kan?. Bahkan gue udah bayar Lu. Jadi Lu gak boleh protes atau menceramahi gue. Harusnya Lu dukung gue. Lu sahabat Gue,Yuda." Rima masih tidak terima akan Yuda yang memarahinya.


"Iya Lu Yud. Harusnya Lu diam aja. Gak usah banyak ngomong. Lagian ini menguntungkan buat Lu." Tambah Indri yang mendukung Rima.


Yuda terdiam dengan apa yang Rima dan Indri katakan. Memang Benar ini semua menguntungkan baginya, di sisi lain ia mendapatkan bayaran mahal, dan sisi lain lagi ia mendapatkan sentuhan Adelia. Yang memang sedari Yuda bertemu telah tertarik akan kecantikan nya.


"Terus gimana sekarang?. Apa rencana Lu selanjutnya?." Tanya Yuda, yang akhirnya mengalah.


"Sekarang, Kita berpura-pura seakan tidak ada yang terjadi apapun." Ucap Rima.


"Tapi Rim, dia sekarang lagi berendam. Dia akan sadar sebentar lagi." Ucap Yuda.


Rima terdiam sejenak memikirkan apa yang seharusnya ia lakukan.


"Sekarang gue mau lihat dia." Ucap Rima yang melangkah ke dalam kamar Yuda.


Rima pun masuk ke dalam kamar itu, dan mendengar suara air yang masih menyala. Indri dan Yuda pun mengikuti Rima dari belakang.


"Yuda, elu kunci kamar mandi nya?." Tanya Rima yang melihat kunci pintu kamar mandi menggantung di luar.


"Iya gue kunci. Takutnya dia keluar, dan mengejar gue. Gue takut melakukan yang lebih, yang membuat dia akan menyesal setelah sadar nanti." Jawab Yuda.


"Elu Sok Naif Yud. Elu demen juga kan sama dia?." Ucap Indri.


"Iya gue akui. Gue suka sama dia. Tapi jika dia dalam pengaruh obat itu, gue gak bisa lakuin nya. Gue gak bisa memanfaatkan keadaan." Timpal Yuda.


"Sudah kalian diam." Rima membuat Yuda dan Indri diam seketika.


Rima lalu melangkah ke arah pintu kamar mandi, dan di buka kuncinya. Ketika di buka pintu itu, seketika mata Rima melotot kaget melihat Adelia yang pingsan dalam bathup yang airnya menyala.


Yuda dan Indri pun sama kaget nya.


"Yud cepetan bawa dia. Gue gak mau sampai dia mati." Rima menyuruh Yuda untuk cepat membawa Adelia keluar dari bathup itu.


Yuda pun dengan cepat masuk ke bathup itu untuk menggendong Adelia. Lalu dengan cepat ia baringkan ke atas kasur. Yuda mencoba memeriksa denyut nadi nya, dan ternyata masih berdenyut. Yuda pun akhirnya lega.


"Sekarang kalian gantiin baju nya." Perintah Yuda yang langsung keluar kamar.


Rima dan Indri pun menurut. Indri mengambil baju milik Adelia yang berada dalam tas ransel miliknya. Kemudian Rima mencoba membuka kan Baju basah yang menempel di tubuh Adelia. Lalu dengan cepat menggantikan nya dengan baju yang sudah Indri ambil. Setelah itu Rima dan Indri merasa bernafas lega. Takutnya Adelia keburu sadar.


Namun setelah dua jam lamanya Adelia belum sadar-sadar. Yuda pun cemas, kemudian Ia mencoba menghampiri Adelia, lalu mendekatinya. Bibir Adelia terlihat pucat, dan Yuda menyentuh tangan Adelia begitu panas. Yuda pun keluar untuk membawa Dokter terdekat agar memeriksa Adelia. Yuda pun berhasil membawa Dokter itu. Dan langsung Dokter itu memeriksa Adelia.


Setelah Dokter selesai memeriksa nya, Yuda pun dengan cepat menanyakan ke adaan nya.


"Bagaimana Dokter keadaan nya?." Tanya Yuda.


"Pasien Sepertinya terlalu banyak kemasukan air. Hingga jantung nya sedikit melemah. Apakah sebelum nya pasien habis berenang?." Kata Dokter, dan bertanya Akan Adelia sebelum pingsan.


"Ah I-iya Dokter. Tadi teman saya hampir terbawa arus ombak ketika berenang. Jadi ia pingsan seperti sekarang." Ucap Rima berbohong.


"Pantas saja. Nanti setelah ia sadar beri minum air yang hangat, dan harus makan terlebih dahulu sebelum meminum obat ini." Perintah Dokter, dengan menyerahkan obat itu ke Yuda.


Yuda pun mengangguk.

__ADS_1


"Kalau begitu saya pamit pulang. Semoga pasien nya cepat sadar." Pamit Dokter itu.


"Iya Dokter terima kasih." Ucap Yuda dan mengantar Dokter itu ke depan Vila nya.


Terlihat Jam sudah menunjukkan pukul 22:00.


"Gue tidur ya.. Ngantuk ni." Ucap Rima dengan menguap.


"Gue juga sama ngantuk." Ucap Indri juga.


Rima dan Indri pun masuk ke dalam kamar yang lain. Sedangkan Yuda memilih berbaring di Sofa yang berada diruang Tengah.


...----------------...


Di tempat lain.


Rasya datang ke rumah bersama Aldi. Rasya yang berniat akan menginap di rumah Aldi, di sambut hangat oleh Ibu Aldi, dan Adik Aldi.


"Mari Pak. Silahkan Masuk." Suruh Ibu Aldi.


Rasya pun mengangguk. Dan Masuk ke dalam rumah milik Aldi, lalu duduk di Sofa mengikuti Aldi yang sudah duduk.


"Pak. Maaf ya keadaan Rumah Saya kecil. Semoga bapak nyaman singgah di sini." Ucap Aldi yang merasa tidak enak akan rumahnya yang kecil di singgahi Rasya Bos nya.


"Tidak apa-apa Aldi. Saya sudah bersyukur dengan kamu mau mengajak saya untuk singgah." Ucap Rasya.


Adik Aldi yang sedari tadi memperhatikan Rasya terus tersenyum hingga mata nya tidak berkedip akan ketampanan Rasya.


"Tadi Aldi sudah menceritakan kepada Saya, Kalau Bos nya mau menginap di rumah. Tentu saya senang mendengarnya, kalau Bos Aldi mau singgah di sini." Tutur Ibu Aldi. Dengan menyuguhkan air minum dan beberapa makanan di meja.


"Iya. Bu Terima kasih. Maaf jika kedatangan Saya akan merepotkan Ibu." Ucap Rasya.


"Tidak apa-apa Pak. Kalau begitu silahkan di minum." Suruh Ibu Aldi.


Rasya pun mengangguk.


"Alma... Kamu belum tidur?." Tanya Aldi kepada Adiknya yang sedari tadi berdiri mematung dengan tersenyum sendiri.


Rasya melirik ke arah Alma. Aldi pun ikut melirik kembali.


"Dia adik saya Pak. Nama nya Alma..." Ucap Aldi.


Rasya hanya menjawab dengan mengangguk.


"Jika Bos kamu sudah ngantuk. Suruh saja tidur di kamar Tamu ya Al. Ibu mau tidur duluan. Ayo Alma... kamu besok kan sekolah." Ibu Aldi pamit tidur dengan menggandeng tangan Alma untuk mengajaknya tidur.


"Iya Bu." Jawab Aldi.


"Apa Pak Rasya sudah mengantuk?." Tanya Aldi kini kepada Rasya.


"Seperti nya begitu Al." Jawab Rasya.


"Ayo kalau begitu saya tunjukkan kamarnya Pak." Aldi bergegas berdiri untuk melangkah menunjukkan kamar yang Akan di tiduri Rasya.


Rasya pun berdiri ikut melangkah di belakang Aldi.


"Silahkan Pak. Ini Kamarnya. Semoga Bapak nyaman ya." Aldi dengan membuka kan pintu kamar Tamu nya.


Rasya pun mengangguk, dan masuk ke dalam kamar tersebut. Lalu menutup pintunya. Rasya melangkah menuju Ranjang yang berukuran tidak begitu besar, ia kemudian merebahkan tubuhnya.


...****************...


Adelia terbangun dari pingsan nya. Kepala nya terasa berat, ia merasa heran akan tertidur sendiri di dalam kamar, ia ingat bahwa kamar yang Adelia tiduri ini bukan kamar yang ketika masuk bersama Rara.


Adelia mulai menyandarkan kepala nya ke sandaran Ranjang. Di lihat Jam yang menempel di dinding menunjukkan pukul 09:00. Adelia mencoba berdiri untuk melangkah keluar kamar. Namun ruangan terlihat sepi. Tercium bau masakan dari arah Dapur. Adelia pun bergegas melangkah ke arah dapur terlihat Yuda sedang memasak. Sedangkan Rima dan Indri duduk di kursi meja makan yang tidak terlalu jauh dari posisi Yuda.


Rima dan Indri pun menoleh ke arah Adelia yang melangkah.


"Hai Del. Kamu udah bangun?." Tanya Rima dengan melangkah ke arah Adelia, dan dengan cepat menggandeng Adelia untuk duduk.

__ADS_1


"Iya Rim. Rara mana?." Tanya Adelia yang sudah duduk.


"Rara sepertinya masih tidur." Jawab Rima.


Indri mengambilkan air hangat untuk Adelia, dan di serahkan kepada Adelia.


"Del. Ini minum dulu air hangat nya." Suruh Indri.


Adelia menerimanya dengan bingung.


"Kamu semalam pingsan Del." Tutur Rima.


Adelia pun terdiam mengingat-ingat atas kejadian semalam. Adelia hanya ingat ketika sore melihat Sunset. Selebihnya dari itu ia tidak mengingat apapun.


Adelia pun meneguk air hangat itu, masih dengan pikiran nya yang belum mengerti kenapa ia pingsan.


Tak lama Rara datang menghampiri.


"Sorry gue baru bangun." Ucap nya lalu duduk di sebelah Adelia.


"Iya Gak apa-apa Ra." Kata Rima.


Yuda datang menaruh makanan hasil masakan nya. Terlihat begitu menggiurkan hasil masakan nya itu.


"Wah.. Ini yang masak Kamu Yuda?." Tanya Rara.


Yuda hanya mengangguk, kemudian menatap ke arah Adelia yang sedang tertunduk.


Pasti dia sedang memikirkan kejadian semalam, yang dia tidak ingat?.


*Batin Yuda.


"Yuda emang Jago masak. Selain jadi photografer. Cuma sayang nya dia Jomblo." Ucap Indri dengan tertawa.


Yuda pun merasa tak masalah akan apa yang di ucapkan Indri, ia santai duduk di kursi kosong sebelah Adelia.


"Wah masa seganteng kamu Jomblo?." Tanya Rara dengan wajah tak percaya.


"Ra kamu bilang dia ganteng?." Rima dengan tertawa mengejek Yuda.


"Memang sih Banyak yang bilang kalau Yuda itu ganteng. Tapi kalau Jomblo terus kan percuma..." Indri menimpali lagi dengan tertawa.


Adelia kini tersenyum mendengar celotehan-celotehan dari mulut Rima dan Indri.


"Del kamu mau makan?." Tanya Yuda yang melihat Adelia nampak tersenyum.


Adelia pun mengangguk.


"Hei Lu. Jangan Sok perhatian nawarin makan. Ingat Adelia sudah punya Calon Suami." Rara sedikit tidak terima Adelia di perhatikan Yuda.


"Ya Gue cuma nawarin aja. Apa Lu mau gue tawarin juga?." Yuda dengan sedikit menatap tajam Rara.


"Sutt.... Sudah ah. Mending kita makan." Rima melerai Rara dan Yuda.


Rara pun mengambil makanan, begitu pun yang lain nya. Yuda terus melirik ke arah Adelia, yang sedang makan. Adelia pun melirik karena merasa Yuda melirik nya. Yuda pun tersenyum Kepada Adelia. Adelia yang memang orangnya suka tersenyum, membalas tersenyum kembali kepada Yuda.


Mereka pun selesai dengan makan nya. Dan berencana akan pulang di hari ini. Rima kembali pulang bersama Adelia dan Rara.


Indri di antar pulang Oleh Yuda.


Setiba nya di depan halaman Ruko Adelia. Adelia Kaget melihat Ada mobil yang tidak ia kenali parkir di depan Ruko nya.


Begitu pun juga Rara, sama ikut terkejut.


Rima setelah mengantarkan Adelia dan Rara langsung pulang dan tidak melihat-lihat ke arah mobil tersebut.


Adelia dan Rara pun melangkah untuk membuka Rolling dor Ruko nya. Tiba-tiba seseorang keluar dari dalam mobil tersebut.


"Adelia... " Tanya Seseorang itu.

__ADS_1


Adelia pun menoleh dengan matanya sedikit melotot. Ia tidak percaya Akan kedatangan orang tersebut. Dan untuk apa orang itu mendatangi Adelia.


...Bersambung....


__ADS_2