
Pagi yang cerah menyibukan gadis cantik dengan rutinitasnya. ya Adelia, Setiap hari gadis cantik itu membuat kue untuk di jual. Dia sudah terbiasa, setiap geraknya begitu cekatan.
Rara baru datang dari pasar dengan penuh belanjaan di motor maticnya, tepatnya motor matic punya Adelia. Dengan berbagai bahan kue, dan juga bahan masakan untuk di masak setiap harinya.
Di buka lah Rolling dor Toko kue, yang Bertuliskan Adelia Cake.
Kue yang sudah mulai matang dan di bungkus di jejerkan ke dalam etalase, berbagai macam kue Adelia buat.
"Ah... Gue ngiler Del..." ucap Rara
"kalau ngiler, tinggal makan aja sih Raa..." Adelia menyuruh.
"Gak ah, kalau di makan sayang. soalnya pagi ini kita belum dapat pembeli" Ucap Rara lagi.
Adelia hanya tersenyum,menanggapi apa yang Rara ucapkan.
"Aku bersihkan badan dulu yaa ,, gak enak bau telur sama tepung," Adelia bergegas mau mandi.
"Iya sana, sekalian dandan yang lebih cantik. siapa tau nanti banyak cogan ke sini hahaaa." Rara berteriak
Adelia tidak bisa mendengarnya, karena dia sudah ada di dalam kamar mandi.
Tin tin....
Suara klakson mobil yang datang menghampiri toko kue.
ternyata yang datang Rasya, yang sekarang tepatnya menjadi kekasih Adelia.
Rasya sudah masuk ke dalam toko. Di edarkan pandangannya untuk mencari sang gadis.
"Adelia di mana?" Rasya bertanya kepada Rara
"Ada di atas, ia sekarang lagi mandi", Ucap Rara
Tanpa berucap lagi, Rasya langsung bergegas menaiki tangga. Untuk menuju kamar Adelia.
"Hei.. dia sekarang berani nyamperin ke kamar" Rara bergumam. tapi tetap Rasya tidak ia cegah.
tok tok tok
di ketuknya kamar si gadis.
tapi tidak ada jawaban.
Rasya pun membuka handle pintu, dan masuk ke dalam kamar.
Suara air terdengar dari balik kamar mandi.
ternyata Adelia masih mandi.
ceklek....
Adelia membuka pintu kamar mandi. Dengan memakai handuk sebatas atas lutut, dan rambutnya yang masih basah.
Adelia belum menyadari keberadaan Rasya yang sekarang sedang tersenyum duduk di atas kasur sambil memperhatikannya.
ah gila, kenapa se sexy itu dia habis mandi.
*Batin Rasya* dengan menelan ludah mata Rasya tanpa berkedip.
Di ambil hair dryer, dan mulai di gunakan Adelia untuk mengeringkan rambutnya.
Ketika Adelia bercemin di meja rias, dia melihat sosok Rasya yang tersenyum di belakangnya.
Adelia pun berbalik.
Deg...
Sontak saja Adelia kaget, karena dia merasa malu dengan keadaan nya yang masih memakai anduk.
"Ra Rasya.. Sejak kapan ka kamu ada di sini,?" Adelia mulai Bertanya dengan suara yang gugup.
"Sejak kamu di dalam kamar mandi,," Ucap Rasya dengan santai sambil menghampiri Adelia yang sedang berdiri mematung.
Di peluknya Adelia yang masih dalam keadaan memakai handuk.
Di usap-usapnya punggung Adelia.
"Kamu telah berhasil menggoda ku," Bisik Rasya tepat pada telinga Adelia.
Di jauhkannya badan Rasya oleh Adelia.
Dengan sorot mata tajam memandang Rasya.
"A apa maksud kamu Rasya... a aku menggoda kamu?" Adelia berbicara dengan masih tergugup.
"Iya,,," Rasya dengan masih sengaja menggoda Adelia.
"Kamu sengaja ya sayang,, tidak mau memakai baju mu,?" Rasya lagi lagi menggoda Adelia.
Adelia pun mulai sadar, kalau sekarang ia masih mengenakan handuk yang begitu pendek.
"Auww... Rasya, Aku malu. kamu keluar dulu cepat..!" Adelia merasa malu dan di dorong lah Rasya untuk keluar.
Hanya kehkehan yang Rasya keluarkan, bahkan sampai sekarang ia tertawa dengan menuruni anak tangga.
"Apa yang terjadi?" Rara langsung bertanya.
"Oh tidak ada.." Rasya tidak mungkin mengatakan apa yang terjadi di kamar.
Rasya mulai mendekati etalase kue yang berjejer, di lihatnya satu persatu.
Dan dia menunjukkan Salah satu kue yang ia ingin beli. Tepat pada kue Red Velvet. kue yang termasuk kesukaan ibunya.
"Aku ingin kue yang itu Raa..." Pinta Rasya
"berapa biji,,?" Rara berucap
"dua aja, tambah Rainbow cake nya satu" Rasya seraya sambil membuka dompetnya.
"Berapa semuanya?" tambah Rasya.
"Semuanya, ehm... empat ratus lima puluh ribu" Rara menyebutkan total harganya.
__ADS_1
"Ok ini uangnya.. Sekalian sama kembalian nya" Rasya sambil menyerahkan uang merah lima lembar.
"Wah.. Thanks Rasya." Rara senang sambil menerima uang dari pembelian Rasya.
Tak lama Adelia datang.
Pandangan nya menunduk ke bawah, merasa malu pada Rasya atas kejadian tadi di dalam kamar.
"Adel,,, Lho kenapa habis mandi wajah mu muram?" Rara menyapa sambil sengaja menggoda.
"Enggak, aku gak apa-apa?" Adelia masih menunduk
"Bentar... bentar. Eh Rasya lhu apain Adelia..? tadi lhu masuk ke kamarnya kan?" Rara mencurigai Rasya yang tadi masuk kamar Adelia.
Rasya malah tersenyum dengan santai menghampiri Adelia yang masih menunduk.
Di angkat nya dagu Adelia, untuk menatapnya.
"Ehmmm... tadi aku ngapain kamu yaa...?" Rasya sengaja menggoda Adelia dengan bertanya.
Adelia menggelengkan kepala.
"Tuuh Raa,, aku gak ngapain Adel koq,,," Rasya berbicara tapi masih dengan memegang dagu Adelia.
Rara sekarang merasa Rasya berprilaku aneh, tidak biasanya dia bertingkah seperti itu,kepada Adelia.
"Hei sekarang jelaskan , apa yang terjadi dengan kalian.?!" Rara penasaran
Adelia dan Rasya malah saling pandang.
"Eittts... Apa kalian sekarang pacaran?" Rara masih dengan penasarannya.
Adelia mengangguk.
Beda dengan Rasya, dia masih tersenyum memandang Adelia.
"What,,? pantesan gelagat kalian beda. seperti yang di mabuk cinta. hahaaa"
"Selamat yaa... Entar gue minta pajak jadian nya." Rara berlalu karena ada seorang yang mau membeli kue.
Tinggal Adelia yang masih beradu pandang dengan Rasya
"Aku mau mengajak mu ke rumah, sudah lama kan kamu tidak berkunjung?" Rasya ke situ ternyata berniat ngajak Adelia ke rumah nya.
"Boleh juga.. " Adelia tersenyum
"Aku bawa tas dulu sebentar.." Adelia bergegas mengambil tas ke kamarnya.
......
Di tempat lain
Sementara itu seorang pemuda tampan baru bangun dari tidurnya, karena ketika tengah malam ia baru melakukan penerbangan dari luar negeri.
Martin bergegas mandi.
Selesai memakai baju ia bergegas turun untuk melakukan sarapan.
Di lihat sudah Ada Tante Meli, dan juga Rima sudah duduk di meja makan
"Selamat pagi Martin.." Sapa Tante Meli.
"Pagi juga..." Martin dengan datar menyapa balik tante Meli.
Tidak dengan Rima seakan syok melihat Martin dengan pesonanya,sudah berada di rumah.
Selama ini ia masih tetap mencintai Martin sepupunya.
kenapa mama gak bilang, kalau Martin sudah pulang. kalau tau kan aku tadi dandan yang cantik.
*Batin Rima*
Sarapan pun selesai.
Martin bangkit dari duduknya.
"Kamu mau kemana nak, sepagi ini?" Tante Meli bertanya kepada Martin
"Aku mau ke rumah temen tan,,," Martin menjawab.
"Oh ya udah Hati-hati nak.." ucap Tante Meli
Rima pun langsung berbisik kepada mama nya
"Ma,, kenapa mama gak kasih tahu aku. kalau Martin pulang?"
"Kenapa sayang, apa kamu masih mencintai Martin?" Tante Meli malah balik bertanya.
"Tentu ma,, Aku masih mencintainya" Rima menegaskan.
"Sudahlah nak, Buang rasa cinta mu. jangan mengharapkan Martin. Martin tidak pernah melihat mu, lagian kalian bersaudara,," Tante Meli mengingatkan Rima
"Tidak ma,, aku tidak bisa" Rima sambil berlalu pergi.
.........................
Kembali ke Adelia dan Rasya
Kini Adelia tiba di rumah Rasya, dan di sambut hangat oleh Ibu Rasya. tapi tidak dengan adik Rasya yaitu Serli, ia tidak suka dengan melihat keberadaan Adelia di rumahnya.
"Sayaang... ya Tuhan kamu semakin cantik. apa kabar nak..? kenapa selama dua tahun ini kamu baru berkunjung?" Ibu Rasya sambil memeluk Rindu Adelia.
"Ah iya tante maaf, Adel baru bisa ke sini. Adel selalu sibuk.. dengan pesenan kue" Adelia mengatakan alasan nya.
"Apa kamu berjualan kue sayang,? Ibu Rasya bertanya.
"Tepat nya Adelia Membuka Toko Kue Maa..." Rasya ikut berbicara.
"Syukur kalau begitu sayang..." Ibu Rasya berucap
"Serli, sapa dong kak Adelia nya..!" Tambah ibu Rasya menyuruh Serli Untuk menyapa.
"Aah i iya Hai kak Adel... Apa kabar?" Serli berbasa basi
__ADS_1
"Hai Juga Serli, kabar Baik. Bagaimana kabar mu? kamu sekarang Udah beranjak Remaja yaa...?" Adelia tersenyum menyapa kembali.
"aah i iya baik, Serli pamit ke kamar." ucap Serli sambil berlalu.
Sontak pandangan Adelia,Rasya begitu pun ibu Rasya memandang kepergian Serli yang tiba-tiba beranjak pergi.
"Ayo kita masuk... dari tadi kita berdiri di sini,!" Ibu Rasya seraya mengajak masuk ke dalam.
Adelia pun di ajak duduk berkumpul di ruang keluarga.
Dan di suguhi berbagai macam cemilan dan juga minuman.
"Oh iya ini maa Ada kue.." Rasya sambil menyerahkan Paper bag dengan bertuliskan Adelia Cake.
"Yaa Ampun terima kasih Del..." Ucap Ibu Rasya sambil menerima Papper bag.
"I iya tante, sama-sama". Adelia sambil memandang sebentar kepada Rasya.
Lho kok aku lupa sampai tak membawa apa-apa ke sini untuk buah tangan.
Ternyata Rasya menyiapkan nya.
aku jadi malu.
*Batin Adelia
Dan di buka lah Paper bag itu, mata ibu Rasya langsung berbinar suka. karena melihat kue paforit nya, yaitu Red Velvet.
"Waah ini wajib langsung di coba ni,," Kata Ibu Rasya sambil melangkah ke dapur untuk membawa piring.
Tiba -Tiba Ayah Rasya pulang.
Dengan tergesa gesa,,,
"Mah, Mama..." Seketika pandangan nya melirik ke ruangan keluarga melihat sudah ada Rasya dan Adelia.
"Eh ada Adel,, Apa kabar nak,,?" Ayah Rasya menyapa.
"Baik om, om sendiri gimana kabarnya?" tanya balik Adelia.
"om juga baik..." Ayah Rasya sambil melirik Rasya sebentar.
"Oh iya Rasya, papa mau ngobrol sebentar sama kamu... papa tunggu di ruang kerja ya.."
"Adel, om tinggal yaa.." Ayah Rasya sambil berlalu pergi ke ruang kerja nya
"iya pa..." Ucap Rasya.
Di Lirik sebentar Adelia yang sedang meminum minuman nya.
"Aku nemuin papa dulu ya,,, tungguin ya entar mama juga ke sini" Ucap Rasya pamit
Karena Ibu Rasya masih berada di dapur.
Adelia pun mengangguk
kok aku merasa canggung ya sekarang berada di sini, setelah status menjadi pacar Rasya.
Adelia dalam batin nya.
"Lho sayang kok sendiri,,, Rasya nya mana?" Ibu Rasya menghampiri
"Ooh itu tante,, lagi di ruang kerja nya om." Ucap Adelia
"Om udah pulang?" Ibu Rasya yang belum tahu suaminya sudah pulang.
Datanglah Rasya dengan wajah datar nya menghampiri.
Dan di susul Ayah Rasya dari belakang.
"Ada apa pah , tumben bicara berdua?" Ibu Rasya bertanya.
Sedikit menghela nafas Ayah Rasya menjawab dengan wajah serius.
"Mah, Rasya harus pergi ke Singapur. Untuk membereskan Usaha papa yang sedikit ada masalah di sana." Ayah Rasya mengatakan apa yang dia katakan tadi bersama Rasya.
"Dan Rasya harus sekarang juga berangkat.. karena papa sudah memesan tiket penerbangan !" Tambah Ayah Rasya.
"Ya udah cepat bersiap kamu nak,, mama akan menyuruh Bi Ina untuk berkemas !" Ibu Rasya yang akan pergi memanggil Bi Ina.
"Tidak perlu mah,, aku ingin Adel yang membantu ku" Rasya seraya menarik Adelia untuk ikut ke kamarnya.
"Oh tapi, Rasya kamu merepotkan Adelia.." Ucap Ibu Rasya.
"Tidak tante, gak apa apa.." Adelia yang ikut berdiri bersama Rasya
"Ya udah kalau gitu, Maaf ya Del.. Rasya merepotkan mu.." Ucap Ibu Rasya
"Tidak Tante..." Adelia sambil berlalu bersama Rasya.
Kini Adelia mengemasi Barang -barang yang akan Rasya perlukan di sana, dari mulai baju,Sepatu, handuk, dan Alat kebersihan milik Rasya.
Adelia begitu cekatan menata rapi di dalam koper.
Deg...
Rasya Tiba-tiba Memeluk erat dari belakang.
"Biarkan seperti ini dulu.." Rasya mencegah Adelia yang akan berbalik.
Di hirup aroma tubuh Adelia, di benamkan kepalanya ke tengkuk Adelia.
Kira kira sudah Lima belas menit lamanya, Rasya baru melepaskan pelukannya, dan di hadapkan Adelia untuk menghadapnya.
"Aku pergi ya,, Jaga Diri kamu baik-baik... pasti aku akan menyelesaikan nya dengan cepat, biar kita bisa bersama lagi.." Ucap Rasya sambil menyatukan keningnya ke kening Adelia.
Adelia pun hanya bisa mengangguk.
"Kamu hati hati ya di sana, jaga kesehatan mu..!" Adelia sambil tersenyum.
Dan di peluklah Rasya oleh Adelia.
Rasya pun tersenyum karena Adelia sekarang sudah mulai berani memeluknya.
__ADS_1
Bersambung..........