You Are My Mine

You Are My Mine
Pernikahan Part 2


__ADS_3

Rombongan Keluarga mempelai Pria sudah tiba di parkiran rumah Ariyanti.


Wakil keluarga Ariyanti pun menyambut kedatangan Keluarga mempelai Pria.


Terlihat Rasya yang di apit oleh Ke dua orang tua nya. Dan Rasya di kalungkan Sebuah bunga melati sebagai simbol, Rasya di sambut kedatangan nya.


Rasya beserta rombongan nya, kini tengah berjalan dengan berbaris, dan dengan setiap tangan masing-masing memegang Barang Hantaran yang nanti akan di serahkan ke mempelai pengantin wanita.


Seorang Bridesmaid Menuntun keluarga Rasya untuk memasuki pelataran tempat yang akan di selenggarakan Akad.


Terlihat banyak kursi yang sudah tersusun rapih, serta sebuah meja untuk melakukan akad. Dan terlihat sudah ada Seorang penghulu dengan petugas panitia KUA tengah duduk di meja yang di tunjukan untuk Rasya duduk.


Rasya pun menurut dan duduk di kursi yang sudah di sediakan. Rony tersenyum melihat Rasya yang sudah duduk di depan nya.


Seorang pembawa acara pun mulai membuka acara nya , menyambut keluarga mempelai pria, dan sampai berdo'a untuk memulai Ijab kabul.


Ijab kabul pun di mulai, Rasya cemas bahkan berkeringat dingin, ia cemas karena tidak menginginkan pernikahan nya.


Tangan Rasya mulai berjabatan dengan tangan milik Rony, dan


Terdengar Suara Rony yang menjadi wali nikah Ariyanti mengatakan.


"Saya nikah kan engkau Ananda Rasya Argadinata bin Hadi Argadinata, dengan anak saya yang bernama Ariyanti binti Rony, dengan mas kawin 20gram emas dan uang 200juta di bayar tunai"


Lalu Rasya menghela nafas terlebih dahulu.


"Saya terima nikah nya Ariyanti binti Rony dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"


Lalu penghulu bertanya kepada semua saksi nikah yang ada disana.


"Bagaimana para saksi, sah?".


"Sah"


Terdengar semua yang ada di sana mengucapkan kata yang sama, yaitu kata Sah.


Lalu datang Ariyanti melangkah,yang sudah memakai gaun pengantin, dengan di temani Alin ibunya.


Setelah sampai Ariyanti pun duduk di sebelah kiri Rasya.


Penghulu menyuruh Rasya untuk menyematkan cincin pernikahan nya ke jari tangan Ariyanti, begitu pun Ariyanti sebaliknya. Kemudian Ariyanti pun di suruh sang penghulu untuk mencium tangan Rasya, Ariyanti pun melakukan nya.


Lalu Penghulu pun menyuruh Rasya untuk mencium kening Ariyanti, namun Rasya seakan enggan ia tidak langsung melakukan nya, setelah penghulu menyuruhnya kembali Rasya melakukan nya dengan mengecup sekilas kening istrinya.


Kedua orang tua Ariyanti, dan kedua orang tua Rasya pun tersenyum, karena kini anak keduanya sudah resmi menjadi sepasang suami istri.


Begitu dengan Ariyanti yang tersenyum merekah ia Bahagia telah menjadi istri seorang Rasya yang tampan, dan kepribadian baik.


Acara Ijab kabul telah usai, kini acara selanjutnya Sesi photo Keluarga.


Rasya tak menampilkan Senyum sedikit pun di depan Kamera, sampai seorang Photografer nya pun susah mendapatkan gambar yang sempurna.


Sampai tak terasa waktu sudah menjelang sore, Ariyanti dan Rasya di suruh untuk beristirahat di kamar yang telah di sediakan sebagai kamar pengantin, yaitu kamar Ariyanti Sendiri.


Kini Rasya berada di dalam kamar dengan duduk di sebuah sofa, Rasya melirik ke arah Ranjang kasur yang sudah di rias bunga mawar merah dan putih, ia melihat nya seakan jijik.


Ariyanti keluar dari kamar mandi namun dengan gaun yang tadi, padahal ia berniat ke kamar mandi untuk mengganti gaun nya.


"Rasya, aku minta tolong. Aku kesusahan menjangkau Resleting belakang gaun ku." Ujar Ariyanti meminta tolong.


Rasya pun paham, namun ia malah merogoh ponsel yang ada di saku celana nya.


Tanpa menjawab permintaan Ariyanti.


"Serly, kamu ke sini sekarang ke kamar Ariyanti." Rasya ternyata malah menelpon Serly adik nya.


Ariyanti pun bingung, dengan sikap Rasya yang tidak menolong nya malah menelpon Serly Adiknya.


Terdengar suara ketukan pintu, dan Ariyanti membuka nya, Terlihat Serly yang datang.


"Kak ada apa?" Tanya Serly kepada Rasya.


"Kamu bantu dia." Rasya menyuruh Serly untuk membantu Ariyanti.


Dan kini Ariyanti pun paham, Serly di suruh untuk membuka kan Resleting yang susah di jangkaunya.


Serly pun mendekat dan mulai bertanya kepada Ariyanti, apa yang harus di bantu Serly.


"Kak Yanti, butuh bantuan apa?." Tanya Serly, dan melirik Rasya yang keluar kamar.


"Serly, aku susah menjangkau resleting gaun ku, aku mau mengganti gaun." Ariyanti mengatakan apa yang di maksud Rasya.


"Ya ampun sini." Serly lalu meraih resleting yang berada di belakang gaun Ariyanti.


Kak Rasya, ada-ada saja. Kenapa hal kecil begini pun ia tidak mau melakukan nya.


Serly berbicara di dalam hatinya, dengan mulai membuka resleting gaun milik Ariyanti.


"Terima kasih Serly, aku ganti dulu gaun nya ya." Ucap Ariyanti dengan melangkah ke dalam kamar mandi.


...----------------...


Sementara itu Adelia sedang menghias wajahnya bersama Rara, dengan make-up yang sama, dan melakukan nya dengan bergantian. Mereka berencana akan menghadiri resepsi pernikahan Rasya.


Martin yang sedari malam kemarin masih berada di rumah Adelia, Ia sudah tidak marah lagi, Martin kini duduk menunggu di bawah dengan bermain ponsel.

__ADS_1


Terlihat Adelia dan Rara turun menuruni anak tangga.


Mata Martin tidak berkedip ketika menoleh dan menatap hingga Adelia sampai di depan nya. Adelia yang berbalut gaun putih panjang selutut, berlengan panjang, membuat Adelia semakin cantik di depan Martin.


Rara yang melihat Martin seperti itu tersenyum.


"Cantik ya?. Maka nya cepetan Lu nikahin." Celoteh Rara, sampai Martin pun tersenyum.


"Sayang, apa kamu mau nikah dulu atau kawin dulu?." Martin menggoda dengan mulai menaik turunkan kedua matanya.


Adelia pun tersenyum, memegang pipi Martin.


"Kamu nakal ya..." Adelia menarik hidung Martin.


"Auw... Sakit Adel." Martin dengan memegang hidung mancung nya.


"Udah ayo, kita ke undangan." Rara sudah tidak sabar untuk menghadiri undangan.


Adelia pun mengangguk, dan merangkul tangan Martin untuk melangkah keluar.


Rara yang di belakang hanya menggelengkan kepala nya.


Dan setelah di luar Rara mulai mengunci pintu rumah Adelia.


Kemudian masuk ke dalam mobil yang sudah ada Martin dan Adelia di jok depan.


Setelah Rara masuk, Martin pun mulai melajukan mobil nya, untuk menuju Rumah Ariyanti yang tertera lokasinya dari undangan.


Tak lama Mobil Martin pun sudah sampai di parkiran Rumah Ariyanti, terlihat sudah banyak mobil yang terparkir.


Martin pun menggenggam tangan Adelia seraya berjalan masuk ke dalam taman yang sudah di dekor dengan indah, Rara yang sendiri mengekori Langkah Martin dan Adelia.


Terlihat Rasya dan Ariyanti duduk di kursi singgah sana nya. Di sebelah panggung hiburan.


Adelia tersenyum, memang kini Adelia sudah belapang dada melepaskan Rasya untuk Ariyanti.


Martin pun melirik Adelia yang tersenyum, tidak Ada raut sedih yang Martin lihat dari wajah Adelia. Kini Martin yakin Adelia sudah melepaskan nya.


"Sayang, apa kamu mau ngucapin selamat sekarang?." Tanya Martin.


"Boleh." Jawab Adelia.


Martin dan Adelia pun melangkah menuju Rasya dan Ariyanti duduk.


Rasya yang sudah berdiri dan Ariyanti, melihat Martin dan Adelia menghampirinya.


"Rasya selamat ya. Semoga pernikahan kalian langgeng." Ucap Martin di depan pasangan pengantin tersebut.


"Terima kasih, sudah mau sudi menghadiri undangan kami" Ariyanti menjawab dengan tersenyum.


"Ariyanti, Rasya Selamat ya. Semoga pernikahan kalian bahagia." Adelia mengucapkan selamat kepada ke duanya dengan tersenyum.


Rasya terdiam, memang sedari tadi yang menjawab hanya Ariyanti.


"Terima kasih Del, kamu juga segera nyusul ya." Ucap Ariyanti.


"Iya, Aku juga akan segera menikah." Ujar Adelia.


Lalu Martin dengan cepat merangkul tangan Adelia untuk turun.


Terlihat Rara sudah duduk dengan penuh makanan di piring nya.


Adelia dan Martin saling tatap, lalu tertawa bersamaan akan kelakuan Rara yang menurutnya lucu.


Memang Rara ketika Martin dan Adelia melangkah ke arah pengantin, ia malah melangkah ke meja perasmanan, dengan menyendokan banyak macam makanan ke atas piring nya.


Terdengar dari arah panggung hiburan sedang bernyanyi, setelah itu selesai.


Mc memberikan kesempatan untuk tamu undangan yang mau bernyanyi.


Martin berdiri dan melangkah ke arah panggung, ia tersenyum ke arah Adelia.


Adelia pun membalas nya tersenyum.


Martin sudah memegang Microfon nya.


"Selamat malam semua nya, Saya ucapkan untuk Pasangan pengantin semoga berbahagia, dan pernikahan nya langgeng. Saya di sini ingin menghibur semua, dan lagu nya saya khususkan untuk seseorang yang sangat saya sayang. Ok Beautiful in white saya cover." Martin tersenyum ke arah Adelia.


Dan Musik langsung mulai terdengar.


Martin pun mulai bernyanyi.


Not sure if you know this


But when we first met


I got so nervous I couldn't speak


In that very moment


I found the one and


My life had found its missing piece


So as long as I live I love you

__ADS_1


Will have and hold you


You look so beautiful in white


And from now 'til my very last breath


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


Tonight


What we have is timeless


My love is endless


And with this ring I


Say to the world


You're my every reason


You're all that I believe in


With all my heart I mean every word


So as long as I live I love you


Will haven and hold you


You look so beautiful in white


And from now 'til my very last breath


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


Tonight


You look so beautiful in white, yeah yeah


Na na na na


So beautiful in white


Tonight


And if a daughter is what our future holds


I hope she has your eyes


Finds love like you and I did


Yeah, and if she falls in love, we'll let her go


I'll walk her down the aisle


She'll look so beautiful in white, yeah yeah


So beautiful in white


So as long as I live I love you


Will have and hold you


You look so beautiful in white


And from now 'til my very last breath


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


Tonight


Na na na na


So beautiful in white


Tonight


Martin selesai dengan menyanyi nya, tepukan tangan pun bergemuruh dari tamu undangan yang hadir.


Adelia pun tersenyum dan bertepuk tangan untuk Martin kekasih nya.


Rasya tidak sama sekali tersenyum, seakan saraf senyum nya sudah terputus.


Rasya jiwa ceria nya dari saat ini mulai hilang, yang ada wajah datar dan dingin.


Hingga untuk melengkungkan bibir nya pun seakan tidak bisa.


Rasya menertawakan dirinya di dalam hati, inilah nasib nya menjadi Bayaran atas hutang Papa nya.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2