You Are My Mine

You Are My Mine
Adelia Hilang.


__ADS_3

Rara yang dapat amanat dari Adelia, dari pagi ia menjaga kedai minuman. Rara bingung hampir mau sore Adelia belum juga pulang. Rara melayani pembeli dengan di liputi rasa cemas dan khawatir terhadap Adelia.


Apa Mungkin Adelia sudah pulang, dan ia sekarang ada di Vila tanpa mau kesini.


Rara berbicara dalam hatinya, ia sungguh resah. Rara memilih berpikir positif agar hatinya menjadi tenang.


Setelah jam 15:00 Rara menutup Kedai minuman itu, karena merasa pembeli sudah sepi dan terlebih Rara belum tenang sebelum bertemu dengan Adelia.


Rara dengan cepat bergegas pulang, dan melangkah masuk ke dalam Vila milik Yuda itu.


"Del.... Adel...." Rara memanggil nama Adelia setelah berada di dalam rumah.


Yuda yang sedang duduk di ruang tengah menoleh ke arah Rara yang sedang memanggil-manggil Nama Adelia.


"Ada apa Ra?." Tanya Yuda, Karena melihat wajah Rara yang sedang khawatir.


"Yuda, Adel mana?." Rara malah bertanya kembali kepada Yuda.


"Bukan kah, di Kedai Minuman?."


Rara menggeleng ia melangkah membuka pintu kamar tidak terlihat ada Adelia di dalam.


"Adelia gak ada di kamar." Ujar Rara.


Yuda yang belum tahu Adelia kemana, merasa heran melihat Rara yang beraut wajah penuh kekhawatiran.


"Ra. Ada apa kenapa Adel di cari-cari. Emang kemana dia?." Yuda yang belum tahu Adelia pergi keluar rumah.


"Elu sih baru bangun. Adelia dari pagi pergi nganterin pesanan kue nya. Adel bilang dia tak akan lama. Namun sampai sekarang ia belum pulang." Rara mulai berwajah sedih.


Yuda tercengang mendengar penjelasan Adelia yang belum pulang dari pagi hingga sore. Yuda juga seketika berwajah cemas.


"Apa kamu tahu dia mengantar pesanan kue itu kemana?." Yuda menanyakan kepada Rara.


"Aku gak tahu dia nganter nya kemana. Tadi ia juga berpesan kepada ku untuk bilangin ke Elu, bahwa dia pergi dulu."


"Aneh. Atau jangan-jangan......."


Yuda dengan cepat meraih kunci mobilnya dan bergegas melangkah ke luar, yang di ikuti Rara dari belakang.


"Yuda Lu mau kemana?." Tanya Rara setelah melihat Yuda masuk ke dalam mobil.


Yuda membuka jendela kaca nya. "Aku mau nyari Adelia, kamu mau ikut?. Ayo!!."


Rara cepat masuk ke dalam mobil Yuda, setelah Yuda mengatakan akan mencari Adelia.


Yuda mulai melajukan mobil nya, ia matanya terus menatap ke jalanan siapa tahu ia bisa menemukan Adelia.


Begitu pun dengan Rara, ia dengan cemas menoleh ke sisi kiri nya untuk menyusuri jalanan melihat-lihat kemungkinan Adelia ada di jalan.


Yuda melajukan mobilnya hingga ke pinggiran Kota. Ia masih belum menemukan Adelia.

__ADS_1


Rara sudah menitikkan Air mata nya yang masih saja belum menemukan Adelia.


Rara sungguh sedih dan khawatir akan keselamatan Adelia, karena bagi diri Rara, Adelia itu seperti Malaikat yang datang menolong nya mengajak hidup normal saat dirinya menjadi anak jalanan.


"Yuda bagaimana ini, Kita sudah dua jam lama nya belum juga menemukan Adelia."


"Iya Ra. Sudah kamu tenang dulu siapa tahu sebentar lagi Adelia ketemu."


"Adel gak bawa ponsel lagi, jadi nambah cemas gue."


Yuda terlintas ingatannya kepada orang yang berada di dalam cctv, yang ketika itu membuntuti dirinya dan mengintip di balik gordeng kaca.


"Pasti ini ada hubungan nya dengan Rima." Ungkap Yuda.


"Maksud kamu, Rima di balik hilang Adelia hari ini?."


"Iya Benar." Kata Yuda dengan tangan nya yang masih menyetir.


"Tapi Adel mengantar pesanan kue Yud... Sebelum nya ia menyebutkan orang nya telah membayar di muka."


"Ya bisa saja orang itu adalah suruhan Rima." Yuda yakin dengan pemikiran nya.


"Lalu bagaimana Yud?."


"Tak ada pilihan kita harus menemui Rima saat ini juga." Yuda dengan memutar arah untuk menuju rumah Rima.


"Iya Ayo." Rara pun menyetujui.


Yuda memukul setirnya, karena merasa membuang waktu sudah datang ke rumah Rima namun keadaan Rumah sedang sepi dan terkunci, itu berarti Rima dan Ibu nya sedang pergi.


Yuda pun dengan cepat melajukan mobil nya untuk kembali mencari keberadaan Adelia.


Tak di sangka, Mobil Rima datang dari arah berlawanan. Namun Yuda tidak menyadari itu bahwa mobil Rima. Karena Yuda tidak mengenali mobil yang di bawa Rima yang merupakan mobil Martin. Rima menyetir mobil milik Martin yang tiba-tiba kepala Martin pusing. Jadi Rima tidak membiarkan Martin untuk menyetir.


Tapi Rima tahu bahwa mobil yang sempat berpapasan dengan nya, itu adalah mobil Yuda.


Berani sekali kau penghianat datang ke sini.


Untung saja Aku sedang tidak di rumah.


Rima berbicara dalam hatinya. Dengan tangan nya lincah mengetik pesan kepada orang suruhan nya.


Bagaimana rencana mu hari ini?.


Itu isi pesan Rima kepada Orang suruhan nya.


Orang yang di kirimi pesan oleh Rima pun dengan cepat membalasnya.


Berhasil. Gua telah masukin dia ke dalam Gudang.


Itu pesan balasan dari orang suruhan nya.

__ADS_1


Rima pun dengan cepat memasukan ponsel nya ke dalam tas. Dengan tidak berniat membalas pesan kembali.


"Martin bangun. Sudah sampai." Tante Meli yang berada duduk di belakang membangun kan Martin.


Martin mengerjapkan kedua mata nya lalu duduk tegak.


"Gimana kepala nya masih pusing?." Tanya Rima.


Martin menggeleng.


"Aku ingin lanjut tidur di kamar." Martin dengan cepat membuka pintu mobil, dan membuka gembok gerbang pagar.


Martin langsung masuk setelah membuka pintu Rumah nya, ia dengan cepat bergegas naik tangga untuk menuju kamar nya.


Setelah di kamar Martin cepat mengunci pintu kamar nya. Lalu ia langsung berbaring di atas ranjang.


Aku rapuh tanpa mu Adelia.


Sungguh Aku rapuh.


Martin berbicara dalam hatinya dengan sedih, Ia merasa rapuh tanpa kehadiran Adelia. Ia menjadi sering sakit-sakitan, mungkin memang karena pikiran Martin sepenuhnya memikirkan Adelia. Di tambah Rencana menikah dengan Adelia pun menjadi tidak akan terlaksana. Hingga dapat ganti Rima yang akan di nikahi nya, karena merasa Balas Budi. Bukan dari rasa cinta.


Di tempat Yuda dan Rara. Mereka berdua masih tetap berusaha mencari keberadaan Adelia, setiap tempat mereka susuri.


Yuda dan Rara menggunakan photo Adelia yang berada di dalam galery ponsel Yuda untuk menanyakan kepada setiap orang.


"Permisi Mas lihat gadis di dalam photo ini tidak?." Yuda memperlihatkan photo di layar ponsel nya.


Pria yang di tanyai Yuda menggeleng kan kepala nya memberikan jawaban ia tidak pernah melihat Adelia.


Yuda merasa cemas, setiap orang yang ia tanya semua menggelengkan kepala nya, tanda Mereka tidak pernah bertemu dengan Adelia. Yuda mengusap wajah nya prustasi setelah masuk ke dalam mobil nya.


Kamu dimana Del?.


Jangan buat aku khawatir.


Aku sungguh tidak mau kau pergi dari ku.


Aku sungguh sangat mencintai kamu.


Pulanglah.


Yuda membatin. Ia sungguh khawatir akan keselamatan Adelia.


Tuhan. Hamba Mohon jaga Adelia.


Adelia orang Baik.


Jangan sampai ada orang yang menyakiti nya. Berikanlah perlindungan-Mu Tuhan.


Rara juga berbicara dalam hatinya, dengan di penuhi rasa was-was, cemas, hingga khawatir.

__ADS_1


...Bersambung....


__ADS_2