
Rasya yang sedang menyetir mobilnya termenung, teringat akan ucapan kedua teman kembarnya yaitu Bima dan Sakti. Mereka sempat berucap kalau mereka sempat melihat bahkan menyapa Adelia, tapi mereka mengatakan bahwa orang tersebut bukan Adelia, mungkin hanya mirip saja.
Rasya menggeleng-gelengkan kepalanya, menepis rasa penasarannya. Ia sempat ingin melihat sendiri tentang wanita yang di sebutkan Bima dan Sakti itu.
"Rasya, sudah kamu tak perlu terlalu larut dalam kesedihanmu. Istrimu sudah tenang di sana," ucap Rasya bermonolog dengan tatapan nya tetap fokus pada jalanan.
Selang beberapa saat, Mobil yang Rasya kendarai pun masuk kedalam halaman rumahnya. Rasya menghentikan mobilnya, dan mulai turun keluar dari mobilnya. Ia langsung bergegas masuk ke dalam rumah tanpa mengetuk pintu atau memencet bell rumah.
Rasya langsung bergegas menaiki anak tangga. Ia langsung masuk kedalam kamarnya, tanpa ingin menemui keluarganya yang masih berkumpul di ruang tengah.
Rasya melepaskan jaket denim yang terpakai di tubuhnya, lalu langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Ia merasa sangat mengantuk, dan benar saja. Baru saja ia berbaring, matanya sudah terlelap. Dan Rasya pun tertidur.
***
Sedangkan di tempat lain, Albi yang sedang menyetir, melirik Adelia yang sedang tengah melahap ice cream yang Albi belikan. Adelia terlihat sangat menikmati ice cream nya itu, hingga Albi menyunggingkan senyumnya merasa gemas pada wanita yang duduk di sampingnya.
Adelia yang merasa di lirik Albi, ia pun melirik kembali. "Mas, mau?" tanya nya menawari ice cream yang berada di genggaman tangannya.
Albi tersenyum, "Emang boleh?" kata Albi.
"Ya boleh. Masa, enggak?" sahut Adelia. "Mas aneh?!" sambungnya.
"Tapi aku lagi nyetir," ucap Albi.
"Aku suapin ya? mau?" dan langsung Albi menjawab dengan mengangguk.
Albi mulai menerima suapan ice cream itu dari tangan Adelia. Sungguh hati Albi merasa menghangat kala ia dapat perlakuan dari Adelia.
"Turun dulu yuk!" ajak Albi. Setelah Albi menghentikan mobilnya.
Adelia mengedarkan pandangannya. "Loh, ini di mini market?" tanya Adelia.
"Iya ayo!," kata Albi mengajak kembali. Albi yang sudah turun duluan membukakan pintu mobil untuk Adelia keluar. Kemudian setelah Adelia keluar, Albi dengan cepat menggenggam tangan Adelia lalu berjalan melangkah masuk ke dalam mini market.
"Mas mau beli apa?" tanya Adelia saat melihat Albi mengambil troli keranjang.
"Beli susu hamil buat kamu, dan makanan lain. Kamu mau apa? hmm?" sahut Albi dengan mulai mendorong keranjang itu.
__ADS_1
Adelia seperti nampak berpikir.
"Ayo, jangan banyak mikir. Ambil saja yang kamu mau!," titah Albi dengan mulai melihat-lihat jenis susu hamil pada Rak khusus susu.
Pas di Klinik kemarin, Arumi kandungannya memasuki empat minggu. Batin Albi dengan matanya menatap semua jenis susu itu.
Lalu Albi mulai mengambil satu kotak susu, dan membacanya. Setelah membaca, Albi pun memasukkan kotak susu itu, lalu mengambil kotak susu lain dengan berbagai jenis rasa. Ia takut nanti Adelia bosan, jika hanya memilih satu rasa saja.
Sementara itu, Adelia malah memilih berbagai buku bacaan. Dan langsung memasukkan nya ke dalam keranjang dorong yang Albi pegang.
"Kamu pilih buku?" tanya Albi saat melihat barang yang Adelia taruh.
Adelia tersenyum. "Iya Mas, emang kenapa gak boleh?," katanya.
Albi menggeleng, "Enggak gak apa-apa," sahutnya. "Makanan nya enggak?. Ayo pilih, takut nanti kamu tengah malam ingin ngemil, kamu itu kan, lagi hamil!," sambungnya.
Adelia manggut-manggut, "Ya sudah aku mau pilih banyak makanan," katanya dan berlari kecil menuju rak makanan, membuat Albi merasa ngilu khawatir takut terjatuh.
"Jangan lari-lari!!," teriak Albi. Membuat pelanggan lain menoleh ke arahnya.
Albi merasa tak enak karena banyak pasang mata menatapnya. Albi langsung mendorong troli keranjangnya itu berniat menghampiri Adelia. Terlihat dari kejauhan oleh Albi, Adelia sedang memilih banyak makanan. Dengan ditangannya sudah banyak beberapa makanan ia pegang.
"Hehe iya Mas. Maaf banyak!" kata Adelia dengan cengengesan.
"Enggak masalah. Ada lagi?"
Adelia menggeleng.
"Ya sudah. Yuk kita ke kasir!" ajak Albi.
Adelia pun mengikuti Albi dari samping. Adelia berdiri saat Albi menyerahkan belanjaannya kepada kasir, hingga Albi membayarnya dengan memakai kartu debit.
"Yuk sekarang kita pulang!" ucap Albi saat sudah menerima belanjaan dari kasir dan menoleh kepada Adelia.
Adelia tersenyum dan mengangguk.
Albi terlebih dahulu, memasukkan barang belanjaannya ke kursi belakang mobil. Kemudian, membuka pintu depan untuk Adelia masuk.
__ADS_1
Adelia tersenyum, "Terima kasih Mas. Padahal aku bisa buka sendiri, loh" kata Adelia.
Albi hanya tersenyum menanggapi. Kemudian ia berjalan ke arah pintu kemudi.
Setelah Albi masuk dan duduk. Albi melirik Adelia terlebih dahulu.
"Pakai dulu seatbelt nya, Arumi!" titah Albi saat Adelia hanya diam saja belum memakai sabuk pengamannya.
"Eh, iya. Maaf Aku lupa," sahut Adelia. Kemudian Adelia pun memakai seatbelt nya.
Setelah Adelia memakai seatbelt. Albi pun langsung melajukan mobilnya meninggalkan halaman mini market.
Selang beberapa menit mobil Albi terhenti di depan gerbang pintu pagar yang tinggi. Lalu seorang penjaga membuka gerbang pintu pagar tersebut, dan mobil Albi masuk kedalam.
Albi saat membuka seatbelt, ia melirik ke arah Adelia yang tertidur pulas. Albi tak tega untuk membangunkan nya. Albi pun turun terlebih dahulu, lalu membuka pintu sebelah yang dimana Adelia terduduk.
Albi dengan hati-hati membuka seatbelt yang melingkar di tubuh Adelia, ia menyampirkan rambut Adelia yang menghalangi wajahnya. Albi memandangi wajah Adelia yang tertidur itu, kemudian bibir Albi tersenyum saat tersadar bahwa dirinya sudah jatuh cinta kepada wanita yang berada di depannya.
Albi dengan gerakan lembut, mengangkat tubuh Adelia. Albi menggendong Adelia hingga ke dalam kamar. Dengan pelan-pelan Adelia di baringkannya. Lalu Albi menyelimuti tubuh Adelia.
Albi teringat akan belanjaan nya yang masih berada di dalam mobil, ia pun keluar dari kamar untuk mengambilnya. Albi bergegas keluar rumah dan menuju mobilnya. Ia membuka pintu belakang, dan mengambil belanjaannya tadi.
Albi pun melangkah kembali masuk kedalam rumah. Albi langsung menuju kamar Adelia. Ia mengeluarkan makanan ringan yang Adelia pilih tadi, dan Albi menyusun nya di dalam lemari kecil dekat ranjang Adelia.
Setelah itu Albi mengeluarkan buku-buku yang Adelia pilih tadi. Albi tersenyum saat membaca judul cover buku yang Adelia pilih. Adelia memilih buku tentang pernikahan, seputar kehamilan, kecantikan, dan novel romantis.
Albi masih tersenyum, lalu ia melirik ke arah Adelia yang tertidur. Ia merasa beruntung jika Adelia benar-benar sebagai istri sah nya. Adelia memilih buku-buku tersebut, pasti ingin belajar tentang ilmu pernikahan, dan ilmu tentang kehamilan. Bahkan sepertinya Adelia ingin menggali tentang kecantikan seorang wanita.
Albi lagi-lagi merasa tidak nyaman saat sudah teringat akan tindakan nya itu. Bahkan Albi memikirkan kembali jika suatu saat kesadaran Adelia pulih, entah akan bagaimana jadinya. Ia pasti akan kehilangan Adelia.
Albi menggeleng-gelengkan kepalanya.
Tidak. Aku tidak mau sampai itu terjadi. Aku lebih baik membiarkan Arumi tidak akan sadar selamanya. Aku tidak mau sampai kehilangan Arumi. Albi berbicara dalam hatinya. Ia akan memutuskan membiarkan Adelia kehilangan ingatan selamanya. Albi Tidak akan melakukan pengobatan selanjutnya untuk Adelia, dari pada Ia harus kehilangan Adelia.
...Bersambung....
**Bagaimana menurut readers, Albi jahat ya??
__ADS_1
Jangan lupa like, comment, dan poin hadiahnya ya!!. 😊😊**