
Rasya sedang berdiri di balkon kamarnya ia menatap langit malam yang nampak terang dengan bintang berkilauan.
"Dorr..." Serly tiba tiba datang mengagetkan sang kakak,
Rasya hanya menoleh saja, tanpa bicara.
"Kak, Kakak ngelamun?" Tanya Serly yang ikut berdiri di dekat Rasya.
Namun Rasya tak memberikan jawaban apapun.
"Kak, Serly sebenarnya ada yang ingin di tanyakan sama kakak." Ucap Serly, yang membuat Rasya menoleh ke arahnya.
"Sebenarnya kakak terpaksa kan bertunangan dengan kak Ariyanti?" Tanya Serly, yang membuat mata Rasya menatap dengan tajam.
"Kakak boleh jujur koq sama Serly, dan Serly tidak akan memberitahukan kepada mama atau papa" Ucap Serly menatap sang kakak dengan serius.
"Darimana kamu bisa tahu kalau kakak terpaksa bertunangan?" Kini Rasya bersuara dengan pandangan nya menatap lurus ke depan.
"Aku bisa menilai koq kak, setiap kakak bersama kak Ariyanti." Ucap Serly.
"Maksudnya?" Tanya Rasya menoleh.
"Ya dari sikap kakak. kakak kalau sama kak Ariyanti seperti biasa saja." Ucap Serly. dan seketika itu dapat toyoran kepala dari Rasya.
"Sok tahu kamu bocah." Ucap Rasya. dengan melangkah masuk ke arah dalam kamar.
"Serly tahu kalau kakak menyukai kak Adel" Tiba tiba Serly berkata seperti itu yang membuat langkah Rasya terhenti.
"Apa mungkin kakak juga mencintai kak Adel.?" Kata Serly Lagi.
"Ya sangat." Ucap Rasya.
Rasya kini duduk di sebuah sofa kamarnya, Serly pun ikut duduk dengan wajah sedikit kaget atas pengakuan sang kakak.
"Apakah kakak sempat jadian sama kak Adel?" Tanya Serly ingin lebih tahu.
"Sempat. malahan kakak udah ngejalanin dua bulan lamanya." Rasya mulai menceritakan.
"Terus?" Serly antusias ingin lebih Tahu.
"Ya hubungan itu harus kandas ketika kakak sudah bertunangan" Rasya dengan menelungkupkan tangannya ke wajah.
"OMG... Kakak. kamu kasihan sekali."Ucap Serly seraya mengusap-usap kepala sang kakak.
"Udah ah pergi sana. kaka mau tidur" Rasya menyuruh Serly pergi.
Padahal itu hanya alasan Rasya, Rasya tidak mau terlihat lemah karena hubungannya yang harus kandas di depan Serly Adiknya.
"Ya udah Serly ke kamar ya." Ucap Serly dan berlalu.
Rasya kini terbaring di atas kasur nya, seketika matanya menoleh ke arah ponsel di atas nakas yang baru saja menyala karena ada notifikasi pesan.
Rasya pun meraihnya, dan membuka ada pesan dari Serly. Ternyata Sebuah video yang Serly kirimkan.
Rasya pun mulai melihat apa itu isi videonya.
Rasya tersenyum kala melihat isi video itu adalah dirinya yang tengah menyanyi bersama Adelia.
Ketika perayaan Ulang tahun Serly.
Rasya terus menatap Adelia yang tengah menyanyi tersenyum kepada dirinya di dalam video itu.
Entah masih adakah cinta mu untuk ku?
Tapi Cinta ku pada mu tak pernah berubah, masih pada Tempatnya yaitu kamu.
Walau ragaku telah bersama orang lain, tapi hatiku selalu tertuju padamu.
Rasya berbicara di dalam hatinya dengan menatap Adelia yang berada di layar ponselnya.
Rasya pun terlelap dengan ponsel yang masih menyala di tangannya.
..........................
__ADS_1
Pagi yang cerah.
Tante Lia tengah menyiapkan hidangan untuk Sarapan keluarganya, yang di bantu oleh Bi Ina Art di rumah itu.
Serly telah duduk di kursi meja makan, dan di Susul oleh Rasya yang sudah rapi dengan mengenakan kameja kerjanya.
Om Hadi pun datang untuk sarapan. begitupun Tante Lia yang sudah duduk di dekat suaminya.
Mereka pun memulai sarapannya.
"Oh iya Rasya, Nanti kita datang ke kediaman Ariyanti. kita bicarakan tentang tanggal pernikahan kalian" Kata om Hadi disela sarapan, yang Membuat Rasya langsung tersedak.
"ya Rasya, mama sudah gak sabar ingin cepat melihat kamu menikah." Ucap Tante Lia.
Rasya hanya terdiam saja. menolak pun ia sudah tidak bisa. ia memikirkan harga diri orang tuanya jika Rasya membatalkan perjodohan itu.
Dengan cepat Rasya menyelesaikan Sarapannya. dan Menyalami kedua orang tuanya sebelum berangkat.
Namun berbeda dengan Serly, ia dapat merasakan yang tengah Rasya rasakan. karena Serly sekarang sudah memahami Karakter orang tuanya yang melakukan sekehendaknya tanpa bertanya tentang Rasya.
Serly pun buru buru, dan menyalami kedua orang tuanya.
Serly berniat ingin mengejar kakaknya.
Dan di lihat Rasya masih terdiam dalam mobilnya dengan mesin yang menyala.
"Kak, Serly nebeng yaa..." Ucap Serly yang tiba-tiba masuk membuyarkan Rasya yang sedang melamun.
Tanpa bicara Rasya langsung mengemudikan mobilnya keluar gerbang rumahnya, dan membelah jalanan.
"Kak,,," Tanya Serly. Rasya pun hanya menoleh,
"Nanti kita ke Toko kue kak Adel yuuk," Ajak Serly.
Rasya hanya mengerutkan Kening, namun dengan cepat mengangguk.
Entah apa yang Serly rencana kan, Serly mengajak Rasya ke toko kue Adelia.
"Tapi nanti Setelah Serly pulang sekolah ya. Nanti kakak jemput Serly". ucap Serly.
"Hah... tidak ada maksud apa apa. hanya Serly kangen kak Adel saja." Alasan Serly.
Rasya pun Seakan tiba tiba menyeruak Rasa Rindu terhadap Adelia setelah mendengar Serly mengatakan Rindu Adelia.
Rasya membawa mobilnya ke lain arah, seharusnya ke sebelah kiri menuju sekolah Serly dan Kantornya.
"Kamu turun, dari sini naik taksi sebentar koq.." Perintah Rasya.
"Loh Kak,, kenapa? Arah kantor kakak kan Searah dengan Sekolah Serly?" Tanya Serly bingung.
"Kakak Ada urusan. Ayo turun!" Rasya menyuruh cepat Serly turun.
Serly pun turun dengan bingung. Namun seketika matanya melotot setelah mobil Rasya berlalu meninggalkannya ingatan nya kini paham, Jalan yang Rasya tuju adalah Jalan yang bertujuan ke Rumah Adelia.
Dan ternyata benar. Rasya dengan kecepatan tinggi mengendarai mobilnya kini telah terhenti di depan Ruko Adelia yang masih nampak sepi.
Rasya sudah paham Jadwal Adelia dan Rara, Adelia pasti sedang berkutat di dapur membuat kue, sedangkan Rara sedang pergi ke Swalayan, dengan tidak adanya Motor Matic yang suka terpampang di depan Rolling dor.
Ceklek... Rasya mulai membuka pintu Kaca Toko Adelia yang tidak terkunci. Rasya tanpa Suara langsung bergegas ke dapur untuk melihat Adelia di sana.
Dan ternyata benar Adelia tengah merias kue nya dengan Sedikit bernyanyi.
Rasya berdiri di belakang Adelia, terus memperhatikan apa saja yang Adelia lakukan.
"Akhirnya, selesai juga"Ucap Adelia yang terdengar di telinga Rasya.
Adelia pun membalikan tubuhnya berniat ingin ke kamar untuk membersihkan diri,Namun langkahnya terhenti kala melihat Rasya yang berdiri di depannya.
Adelia mengedip-ngedipkan matanya takut dihadapannya bukan Rasya, takut hanya halusinasinya.
"Rasya..."Ucap Adelia. yang setelah memastikan memang adalah Rasya yang berdiri.
Tiba tiba Rasya memeluk Adelia dengan pelukan Rindu, Adelia pun tak menolak. Karena sebagian hati Adelia sebenarnya masih menyimpan Nama Rasya, yang merupakan cinta pertama nya. Adelia pun merasakan Rindu yang sama, walaupun Terkadang teralihkan oleh perhatian Martin selama ini.
__ADS_1
Lama sekali Adelia berpelukan dengan Rasya, seakan Adelia lupa bahwa Rasya sudah mempunyai calon istri, dan Adelia pun sudah memiliki Martin sebagai pacarnya.
Kini Rasya menangkup wajah Adelia, ia menatap lekat wajah Adelia tanpa berkedip, menelusuri setiap wajah dengan sorot mata kerinduan. Begitu pun dengan Adelia menatap wajah Rasya begitu lekat.
Kini Rasya menarik tengkuk Adelia,Rasya pun mencium Adelia dengan lembut, Adelia pun menikmati tanpa menolak. Seakan Lupa bahwa hubungan nya dengan Rasya sudah berakhir.
Rasya mulai memainkan bibirnya, mengulum bibir Adelia dengan kuat, Adelia pun memberikan respon apa yang Rasya lakukan,dengan membukakan sedikit mulutnya. Lidah Rasya pun mulai berselancar ******* mulut Adelia dengan dalam.
Hingga beberapa menit Adelia dan Rasya bercumbu.
Sampai merasakan kehabisan nafas, Rasya baru melepaskan ciumannya.
Dengan kening yang masih saling menempel, dengan nafas yang masih bersahutan,keduanya masih memejamkan mata.
"Aku berikan ciuman pertama ku untuk mu"Bisik Rasya yang masih terpejam.
Adelia sontak membuka matanya dan menatap ke arah Rasya. Rasya yang di tatap pun membuka matanya dan berbalik menatap Adelia.
Lama sekali Adelia dan Rasya saling pandang.
Seakan tidak mau terlepas dari penglihatan.
Rasya menarik tubuh Adelia kedalam dekapannya.
Rasya juga begitu erat memeluk Adelia.
Sampai Seseorang yang datang mereka tak menyadarinya.
"Ekhemmmm....."Suara Deheman membuat Adelia melepaskan pelukan Rasya.
Deg.....
"Rara...." Sapa Adelia dengan kikuk.
Beda dengan Rasya yang seakan biasa saja.
"Maaf Gue ganggu.. ya?";Tanya Rara.
"Enggak Ra.." Jawab Adelia dengan melirik Rasya. Rasya yang di lirik biasa saja seakan tidak terjadi sesuatu antara dirinya di beberapa menit yang lalu.
"Rasya Lu tumben ke sini?" Rara kini menoleh ke arah Rasya.
"iya, hanya ingin bertemu Adelia" Ucap Rasya jujur.
"Lu kan udah punya tunangan Sya.. tak sebaiknya Lu menemui Adelia. untung gue yang lihat Lu pelukan, kalau selain gue gimana," Rara seakan mengingatkan Rasya yang sudah mempunyai calon istri.
Dan Seketika Adelia membeku, mengingat tadi antara dirinya dan Rasya telah melakukan kesalahan. Adelia Sampai lupa dengan calon istri Rasya, dan juga Martin.
Adelia langsung pergi dan berlari menaiki anak tangga untuk ke dalam kamarnya.
Rasya ingin menyusul, namun Rara mencegahnya.
"Sudah Biarkan Adelia sendiri. Gue paham kalian masih saling mencintai. tapi dengan status Lu yang sebentar lagi mau merid, itu membuat Adelia terluka. dan Gue paham itu," Tegas Rara
Rasya pun terdiam, tapi tidak ada rasa menyesal apa yang saja Rasya lakukan kepada Adelia, bahkan Rasya seakan bahagia dirinya telah memberikan Sentuhan pertama bibirnya hanya kepada Adelia.
Kejadian tadi akan Rasya kenang, tanpa tidak tahu akan mengulanginya lagi.
"Ra, gue pamit" Ucap Rasya. Dengan melangkahkan kaki menuju pintu untuk keluar.
Rasya pun sudah berada di dalam mobilnya, ia langsung menancapkan gas untuk bergegas pergi ke tempat kerjanya.
Aku yakin kamu juga merindukan aku Del...
Sampai kamu tak menolak apa yang sudah aku lakukan,
Aku yakin Bibir mu pertama yang sentuh bukan lah aku,
melainkan Martin yang kini menjadi Kekasih mu.
Tapi bagiku tak mengapa, terpenting aku yang sudah memberikan Sentuhan bibir pertama ku hanya kepada dirimu.
Kamulah ciuman pertama ku, akan selalu ku ingat dan tak akan ku lupa.
__ADS_1
Rasya terus berbicara di dalam hatinya sepanjang perjalanan menuju tempat kerjanya.
Bersambung.....................................