
Ariyanti kini duduk di ranjangnya, Sementara Orang tua nya masih mengobrol di ruang tengah bersama Orang tua Rasya.
Rasya sendiri sudah berlalu pergi meninggalkan kediaman Ariyanti, dengan beralasan ada sedikit urusan bersama rekan kerjanya.
Ariyanti mempunyai ide, ia akan ikut bersama orang tua Rasya untuk menginap.
Ariyanti akan lebih mendekatkan diri kepada Rasya, ia ingin membuat Rasya jatuh cinta kepada nya.
Ariyanti pun mengemas barang-barang dan pakaiannya untuk di masuk kan kedalam koper kecil miliknya. Setelah merasa tak ada lagi yang di butuhkan, Ariyanti pun menutup serta mendorong Kopernya untuk keluar kamar.
Setibanya di hadapan Orang tuanya, Ariyanti duduk.
"Ma, Pa. Boleh tidak Ariyanti nginap di rumah Rasya?". Ucapnya kepada orang tuanya meminta ijin.
"Kamu mau nginap?". Tanya Alin ibu Ariyanti.
"Tentu kamu boleh sayang, itu lebih baik agar kamu lebih akrab lagi dengan Rasya". Ucap Lia ibu Rasya menyetujui permintaan Ariyanti kepada orang tuanya.
"Beneran tante?. Ariyanti senang sekali". Ucap Ariyanti senang.
"Ya tentu sayang. Ya sudah mending sekarang saja kita berangkat ke rumah tante!". Lia begitu antusias.
Hadi pun mengangguk.
Mereka pun pamit pulang kepada Rony dan Alin.
Ariyanti pun menyeret kopernya untuk masuk kedalam mobil Orang tua Rasya.
Di tempat lain.
Adelia sudah mandi dan duduk santai di dalam kamarnya, ia mencoba memainkan ponselnya.
Namun pikirannya terus tertuju mengingat apa yang terjadi di pagi tadi, Adelia meraba bibirnya dengan mengingat Rasya yang sangat Nafsu menciumnya, bahkan kata-kata Rasya yang mengatakan ia menyerahkan Sentuhan pertama bibirnya hanya kepada Adelia.
Seketika pikiran Adelia mengingat Martin yang begitu mencintainya juga, rasa bersalah pun menyeruak di rongga dada Adelia seakan sesak ia rasakan.
Maafkan aku Martin.
Ucap Adelia di dalam hatinya. Sungguh Adelia membayangkan jika Martin sampai tahu entah apa yang akan terjadi.
Tiba-tiba chat masuk dari Serly, ke ponsel Adelia.
Serly.
kak Adel lagi apa?
Adelia.
Kakak lagi tiduran aja Ser.
Serly sendiri lagi apa?
Serly.
Sama.
Oh ya kak, apa tadi pagi kak Rasya datang ke rumah kakak?
Adelia pun mengernyitkan dahinya heran kenapa Serly tiba-tiba bertanya seperti itu.
Adelia pun mengetik kembali untuk menjawab pertanyaan Serly.
Adelia.
Iya tadi pagi.
Memang Ada Apa Ser...?
Serly.
Tidak ada apa-apa kak.
Adelia pun memutuskan untuk tidak membalas kembali pesan dari Serly, Adelia memutuskan untuk tidur saja.
Rara yang sudah beres dari lantai bawah, masuk ke kamar dan melihat Adelia yang sudah tertidur.
Rara pun ikut berbaring dan menyelimuti tubuh Adelia, dan di susul menyelimuti dirinya.
Sementara itu Rasya baru saja pulang dari urusannya, namun tiba-tiba saja terkejut melihat Ariyanti yang sudah ada di dalam rumahnya duduk di ruang tv menonton bersama Serly dan Ibu Rasya.
Rasya pun memutuskan untuk tak menyapa. ia bergegas saja masuk kamar untuk membersihkan badannya.
__ADS_1
Setelah beres Rasya pun duduk di sofa yang berada di kamarnya.
Rasya mulai mengingat yang sudah terjadi di pagi tadi, ia tersenyum seakan bahagia karena berhasil bertemu dengan Adelia, dan bahkan lebih dari bertemu tanpa Rasya duga.
Rasya membaringkan dirinya di sofa, membayangkan kebersamaan nya dari dulu bertahun-tahun dengan Adelia, sampai ketika Rasya mengungkapkan perasaan nya kepada Adelia, dan wajah nya berubah sedih ketika membayangkan saat orang tuanya dengan tiba-tiba menjodohkannya dengan Ariyanti.
Rasya pun menegakkan kembali tubuhnya, ia sekarang duduk dengan menangkap wajahnya seakan prustasi.
Tiba-Tiba Ariyanti membuka pintu dan masuk ke kamar dengan begitu saja.
"Rasya..." Sapa Ariyanti.
Rasya pun mendongak.
"Ada apa kamu ke sini?". Tanya Rasya dengan berwajah dingin.
"Aku hanya ingin memastikan kamu sudah pulang atau belum". Jawab Ariyanti.
"Dan sekarang kamu sudah melihat aku sudah pulang, jadi kamu mau apa lagi di sini?". Ketus Rasya.
"Ya, sudah aku kembali ke kamar. Selamat beristirahat Rasya". Ucap Ariyanti bersabar menghadapi sikap Rasya yang selalu dingin.
Rasya pun cepat-cepat mengunci pintu kamarnya, seakan takut Ariyanti kembali masuk ke dalam kamarnya.
Ariyanti pun kini bearada di kamar yang sudah di sediakan Lia Ibu Rasya.
Ariyanti sedang berpikir bagaiman caranya untuk mendapatkan perhatian Rasya, Ariyanti sungguh sudah jatuh cinta kepada Rasya, maka ia akan mencari cara bagaimanapun itu caranya agar dapat perhatian dan simpati dari Rasya.
Tiba-tiba pikirannya teringat dengan sosok Adelia yang terakhir bertemu di acara Pesta ulang tahun Serly, Ariyanti mengingat bagaimana Rasya bernyanyi bersama Adelia, dan Ariyanti sekarang tahu kalau lagu itu yang sempat Rasya bilang Untuk seseorang. Kini Ariyanti Menduga lagu itu pasti buat Adelia.
Ariyanti Sekarang berpikir, Bahwa Rasya mencintai Adelia.
Ini tidak boleh terjadi pikirnya, Rasya harus mencintai dirinya. Ariyanti akan mencoba untuk lebih akrab dengan Adelia, dan mencoba mengorek apa benar Rasya mencintai Adelia.
Ariyanti pun tertidur dengan pikiran nya terus tentang Rasya.
Rasya merasa haus, ia melangkah keluar kamar untuk bergegas mengambil air minum ke dapur.
Langkahnya terhenti kala melewati kamar Serly, terdengar Serly yang ketawa cekikikan di dalam kamarnya.
Di lihat jam dinding yang menempel tidak jauh dari berdiri nya Rasya, menunjukkan pukul 23:40.
Tawa Serly pun terhenti, pintu kamar pun di buka.
"Serly, jam berapa ini? kenapa belum tidur?".
Tanya Rasya.
"Serly, lagi nonton drakor kak", ucapnya sedikit takut.
"Sudah sekarang kamu tidur, tidak baik tidur terlalu larut, apalagi kamu besok harus sekolah". Tutur Rasya menyuruh adiknya agar cepat tidur.
"Iya deh kak, ehmmm... kak, kakak tadi pagi pergi ke rumah kak Adel kan?". Tanya Serly, Serly padahal sudah mengetahui dari Adelia namun ingin sedikit menggoda kakaknya.
"Suttt.... Udah mending kamu sekarang tidur. tidak usah membahas yang lain ini udah malam!". Perintah Rasya.
Dan Rasya meneruskan langkahnya untuk menuju Dapur.
Serly pun masuk ke kamar, dengan mematikan laptop nya.
Ia akan tidur sesuai perintah kakaknya.
....................
Pagi telah tiba, membangunkan seseorang yang begitu terlelap dalam tidurnya.
Adelia bangun dan bergegas mandi.
Rara pun juga terbangun, namun Rara harus duduk dulu untuk menunggu Adelia mandi, karena kamar mandi di rumah itu hanya ada satu dan terdapat di dalam kamar tidur itu.
Adelia pun keluar sudah rapi dengan bajunya.
Kini giliran Rara yang masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badan nya.
Adelia pun turun ke lantai bawah setelah merasa penampilan nya pas, pagi ini Adelia tidak akan membuat kue, karena stok kue masih banyak dalam ettalase dan tidak ada pesanan juga.
Adelia mulai memegang sapu untuk menyapu lantai, setelah menyapu selesai, Adelia pun mengambil alat pel begitu juga ember untuk di isi air. air itu di beri karbol pewangi lantai, Adelia pun mulai mengepel.
Adelia mengepel dengan fokus tanpa menoleh kemana mana.
Sampai tak menyadari Martin memperhatikannya dengan tersenyum.
__ADS_1
Martin datang di waktu yang begitu pagi, Martin baru saja dua hari tak bertemu Adelia, ia sibuk ke luar kota mengelola cafe nya.
Dan hari ini Martin tidak ada pekerjaan, ia sengaja di waktu kosong nya ia pakai untuk bertemu dengan Adelia.
"Ekhemmm...." Martin berdehem, membuyarkan Adelia yang tengah fokus mengepel.
"Martin." Sapa Adelia yang menoleh ke suara deheman berasal.
"Ternyata calon istri ku selain cantik, rajin juga ya." Puji Martin dengan melangkah mendekati Adelia.
"Kamu jangan mendekat Martin, lantai ini masih basah". Ucap Adelia menghentikan langkah Martin.
"Maaf sayang, tadinya aku pengen cepat-cepat peluk kamu". Ujar Martin dengan mengerlingkan matanya.
"Udah, kamu duduk dulu di situ. aku mau membereskan mengepelnya". Perintah Adelia, dan Martin pun menurut duduk di sofa.
Rara datang menuruni tangga, melihat Adelia yang sedang mengepel, dan juga melihat Martin yang duduk santai di sofa.
"Wah, Calon bini lagi ngepel. lu enak duduk nongkrong di sofa". Celetuk Rara
Martin pun menoleh dan hanya menyengir kuda.
"Untung Hari ini lu datang, kalau gak datang kayanya Adelia bakalan mengurung lagi di kamar". Rara berceloteh lagi, membuat Martin tersenyum ke arah Adelia yang sudah beres mengepelnya.
Namun tidak dengan Adelia, wajahnya seakan marah mendengar Rara berbicara seperti itu.
"Rara apa-apaan kamu ya". Ucap Adelia sedikit melototkan matanya.
"Gue tinggal dulu ya, gue mau beli sarapan. Lu pada udah sarapan belum?". Rara tak menggubris Adelia yang kini sedikit marah kepadanya.
"Aku mau sarapan di sini aja". Ucap Martin.
Rara pun berlalu pergi keluar.
Kini Martin terus tersenyum ke arah Adelia.
Martin pun lebih mendekat.
"Apa benar apa yang di bilang Rara?". Tanya Martin sedikit menggoda.
"Enggak, dia hanya bercanda saja". Ucap Adelia.
"Ehmmm.... begitu ya?". Martin menggoda Adelia lagi.
"Iya begitu".
"Katanya kamu ingin sarapan disini, kamu mau aku buatkan apa untuk sarapan?". Tanya Adelia.
Martin sedikit berpikir,
"Nasi goreng enak kayanya". Kata Martin.
"Ya udah tunggu aku di sini, aku mau buatkan dulu". Ujar Adelia yang akan pergi ke dapur, namun langkahnya terhenti ketika tangan Adelia di tarik Martin, Sontak Adelia pun menghadap ke Martin dengan jarak yang begitu dekat.
Cup........
Martin mencium bibir Adelia sekilas.
Adelia pun melotot kaget.
"Ini Sarapanku, sebelum sarapan nasi goreng yang kamu buatkan". Ucap Martin dengan mengerlingkan matanya.
Adelia pun hanya menggelengkan kepalanya dan berlalu pergi ke dapur untuk membuatkan Nasi goreng, yang Martin pinta.
Martin selalu bisa membuat Adelia tersenyum, bahkan membuat Adelia seakan jantungan karena suka dengan tiba-tiba mencium Adelia.
Adelia pun mulai mengupas bawang merah, dan bawang putih, Adelia pun mulai mengiris nya. Tidak lupa Adelia pun menambahkan sedikit sayuran untuk di iris,di tambah baso, dan sosis.
Adelia mengambil wajan kecil, lalu di taruhnya di atas kompor, kemudian Adelia menuangkan sedikit minyak untuk menggoreng bumbu yang tadi sudah Adelia iris. setelah itu di masukan telur dan di orak-arik menggunakan spatula.
Setelah semua Adelia masukan semua bahan, tidak lupa Adelia masukan nasi dan di taburi kacang polong begitu juga ayam suwir, dan juga penyedap rasa, serta sedikit kecap.
Setelah menurut Adelia matang, Adelia pun mematikan kompornya, dan Nasi goreng pun Adelia hidangkan ke dalam piring dan di bawa ke sofa di mana Martin sedang duduk.
Ketika Adelia beranjak ingin menemui Martin, ternyata Martin sudah tertidur di sofa dengan posisi duduk.
Apa dia lelah?
Adelia pun tak tega untuk membangun kan nya.
Bersambung..................
__ADS_1