
Terkadang ketika hati seseorang sudah mulai terbuka menerima. ia akan cepat dengan mudah melupakan seseorang yang telah pernah singgah di hatinya, namun dengan tahap perlahan. Apalagi seseorang itu merupakan cinta pertamanya, pasti akan butuh waktu ekstra untuk bisa benar-benar lupa.
Begitu juga dengan Adelia, walaupun hubungannya dengan Martin sekarang sudah memasuki dua bulan lamanya. Namun di hati Adelia masih ada nama Rasya, bahkan terkadang suka ada rasa rindu menyeruak yang Adelia rasakan terhadap Rasya.
Adelia kini sedang berada di sebuah mall bersama Rara.
Hari ini sengaja ia tutup toko kue nya, setelah buka setengah hari. Adelia dan Rara sengaja pergi ke mall itung-itung refreshing menurutnya.
Sudah ada beberapa papper bag belanjaan di tangan Adelia dan juga Rara.
Seketika Langkah Adelia terhenti, ketika melirik Sebuah rumah perawatan kecantikan yang berada di mall itu.
"Ra, ke sana yuuk..."Ajak Adelia
"Waah beneran ni, Lu ngajak Gue perawatan?" Rara seakan tak percaya dengan Ajakan Adelia.
"Iya ayoo, Aku beneran Raa. kali kali gak salah kita lakuin perawatan" Adelia seraya menarik lengan Rara untuk menuju rumah Perawatan Kecantikan.
Rara begitu senang karena baru kali ini akan melakukan perawatan.
Sesampainya di Rumah perawatan kecantikan itu, Adelia dan Rara di sambut oleh seorang pelayan. dan menanyakan perawatan apa yang akan di lakukan.
Adelia dan Rara sama-sama ingin melakukan perawatan Spa terdahulu, bertujuan untuk merileks kan badannya karena kurang berolah raga. Setelah itu Adelia dan Rara melakukan berbagai perawatan lainnya.
"Huh... Badan Gue berasa ringan Del.." Ucap Rara seketika keluar dari tempat itu.
"Terus kita kemana lagi setelah ini?" Tambah Rara lagi.
"Ke sana yuuk..." Adelia menunjuk orang -orang yang mengerumuni Live music di mall itu.
Tiba -tiba Adelia tertabrak seseorang.
"Maaf aku gak sengaja" Ucap orang itu. tatapan nya sedikit menajam kaget melihat Adelia.
Ini kan Cewek yang waktu itu bersama Martin.
gumam Rima dalam hatinya.
"Oh iya gak apa-apa koq mbak." Adelia tidak mempermasalahkan.
"Kalau gitu, saya pamit. mari....",Ucap Adelia lagi.
Rima pun mengangguk, dan seraya terus menatap ke arah Adelia walau pun sudah berlalu.
kini tampak seringaian jahat dari bibirnya.
Ok, ternyata gue tak harus susah mencari kamu.
kamu sudah berani mengambil martin.
permainan akan segera di mulai.
Rima pun bergegas menuju kerumunan music live, bertujuan ia akan melakukan aksi permainan nya.
Rima kini berdiri tepat di sisi Adelia yang sedang Anteng matanya melihat penyanyi di atas panggung, sesekali Adelia bernyanyi mengikuti liriknya.
"Ekhemmm....eh mbak Yang tadi?" Rima mulai melancarkan aksinya dengan berpura-pura menyapa.
"Eh i iya,"Ucap Adelia.
"Boleh kenalan mbak,,?" Tanya Rima.
"Tentu boleh," Ujar Adelia.
Rima tersenyum dengan mengulurkan tangannya."Aku Rima.."
Adelia pun membalas uluran tangan Rima dengan tersenyum "Adelia.."
Rima kini melirik ke arah Rara, Rara yang masih anteng menonton. "Ehmm... kalau dia siapa?"
Adelia pun melirik juga ke arah Rara, "ini Rara teman saya, Raa.... ini mbak yang tadi ingin berkenalan"
Rarapun menoleh ke arah Adelia dan Rima, "Oh iyaa, Gue Rima"
Rima tersenyum" Aku Rima.."
Dan mereka mulai menonton tanpa bicara. Rima sedikit melirik ke arah Adelia, ingin lebih banyak berbicara agar terkesan ramah, dan agar bisa lebih akrab lagi dengan Adelia.
"Adelia, bolehkah aku jadi teman kamu.? sebenarnya aku orangnya kurang bergaul. tapi ketika aku liat kamu, kamu sepertinya orangnya menyenangkan."
"Oh ya tentu boleh Rima, ayoo mulai sekarang kita berteman," ucap Adelia dengan tersenyum tanpa tahu Rima ada niat jahat mendekatinya.
Setelah menonton Live music, Adelia,Rara, dan juga Rima sekarang sedang duduk di sebuah cafe, terdengar sesekali canda tawa dari mereka, entah apa saja yang mereka bicarakan.
Adelia cantik, dan juga baik. terus polos lagi.
__ADS_1
tapi tetep gue benci cewek yang deket dengan Martin.
Rima bergumam di hatinya, dengan terus tersenyum mendengarkan apa yang di bicarakan Adelia dan Rara.
Drttt.... Drttt....
Nada panggilan dari ponsel Adelia berbunyi.
Di lihat oleh Adelia ponselnya tertera Martin calling.
"Sebentar aku angkat telpon dulu..."
Rara dan Rima pun mengangguk.
Adelia
"Hallo... Ada apa?"
Martin
"Kamu lagi ngapain sayang?"
Adelia
"Aku lagi duduk di cafe bareng Rara. Abis jalan ke mall."
Martin
"Tumben keluar, terus kenapa gak ngajak aku?"
Adelia
"ini sengaja acara aku sama Rara, dan menurutku kamu pasti lagi sibuk dengan kerjaan mu. makanya aku tak ngajak"
Martin
"ehmmm... begitu ya. ya udah hati-hati. jangan terlalu malam pulangnya yaa... See you cantik. Bye.... I love you"
Adelia
"iya aku sebentar lagi juga pulang, iya see you too...Bye juga."
Martin
"terus I Love nya gak di jawab?"
Adelia
tutt....
Adelia menutup telpon nya sepihak, dan tersenyum.
Tanpa Adelia tahu Rima sedari tadi mendengarkan percakapan antara Adelia dan Martin dengan hatinya bergejolak marah serta benci.
Adelia melirik ke arah Rara dan juga Rima." Maaf yaa,,"
Rara mencolek dagu Adelia "pake maaf segala lu... gue udah tahu koq gimana bucin nya si Martin sama kamu Del".
Adelia pun hanya menyengir kuda.
Rima hanya tersenyum menanggapi.
Adelia kini melihat jam tangannya. "Kita pulang yuuk, udah jam 7 aja ni.."
Rara pun mengangguk,"Ayoo..."
Rima ikut bicara " kalian naik apa tadi ke sini?"
Adelia menjawab "Kebetulan tadi kita ke sini naik Taksi, Rima.."
"Gimana kalau aku antar, sekalian aku pengen tahu rumah kalian di mana." Ucap Rima tersenyum menawarkan.
Adelia menoleh ke Rara, dan Rara pun mengangguk tanda membolehkan Rima mengantarnya."Tapi kita jadi ngerepotin kamu Rim,,?"
"Ngerepotin gimana, aku gak masalah koq... ayooo..." Rima seraya menarik tangan Adelia dengan lembut untuk mengajak ke arah parkiran.
Adelia dan Rara pun kini duduk, di jok belakang penumpang mobil Rima.
Sesekali mereka mengobrol.
Rima pun meminta kepada Adelia untuk menunjukan arah jalan rumah Adelia.
Sesampainya di depan sebuah Ruko yang tak lain adalah tempat tinggal Adelia dan Rara. Adelia dan Rara turun. begitu juga dengan Rima. Di edarkannya pandangan Rima untuk melihat suasana di sekelilingnya.
jadi ini tempat tinggalnya.
__ADS_1
gal level banget. gue kira dia anak kaya. ternyata miskin. gu bingung martin sampai mau dekat dengan ini cewek.
Lamunan Rima buyar, ketika Adelia berbicara untuk mengajak masuk.
"Rima, apa kamu mau masuk dulu?"
Rima tersenyum menjawab." Besok lagi deh kayanya. kapan kapan aku bolehkan main ke sini.?".
Adelia tersenyum senang."Ya tentu boleh Rima. kalau gitu hati hati ya. terima kasih sudah mau nganterin kita"
Rima bercipika-cipiki."iya terima kasih juga kamu dan Rara sudah mau berteman dengan aku. ya udah aku pamit".
Adelia mengangguk dan juga Rara.
Rima melambaikan tangannya dari jendela mobilnya yang terbuka.
Rima pun berlalu...
Adelia pun masuk ke Ruko dengan di buka kan nya pintu oleh Rara.
Mereka langsung menuju kamar. dilemparkan barang bawaan yang sengaja ia beli tadi ketika di mall.
Mereka berbarengan menjatuhkan badan dan menelentangkan tangannya.
"Wuiiih.... puas Rasanya, Del thanks yaa..." Rara berucap syukur kepada Adelia.
Adelia tersenyum,"iya Rara..."
Rara kini memeluk Adelia dengan posisi tiduran dengan matanya berkaca-kaca.
"Del,, sungguh gue gak nyangka. gue bisa hidup normal seperti ini. ini berkat elu Del, gue yang berandalan hidup di jalanan, bersyukur sekali di pertemukan dengan eluu... eluu seakan Malaikat yang membawa ku pergi dari kehidupan gelap, ke kehidupan terang"
Adelia merasa haru dan di usap lembut lengan Rara."Udah Ra, jangan ungkit itu lagi. mungkin ini jalan tuhan lewat aku. aku senang malahan bisa bertemu kamu. aku yang kesepian tanpa sanak saudara, kini lebih berwarna dengan adanya kamu."
Rara pun tersenyum begitupun juga Adelia.
Rara kini kepalanya manggut manggut seakan memikirkan sesuatu."Eh Del,, gue masih aneh deh. tentang Rima.."
Adelia mengerutkan dahinya."Ada apa maksud kamu tentang Rima, Raa..?"
"Kebetulan apa sengaja ya, dia tiba-tiba di hadapan kita, terus meminta kita untuk berteman dengan nya?" Ucap Rara.
Adelia tersenyum. "Gak baik Ra, berpikiran buruk terhadap orang lain, ya mungkin ini kebetulan Ra.. udah Sana Mandi duluan."
Rara pun menurut ia segera masuk ke dalam kamar mandi.
Adelia meraih ponselnya, ia mulai membuka pesan chat yang belum sempat di bukanya. dengan bibir tersenyum Adelia membaca chat yang di kirimkan Martin.
Ternyata sehari tak ketemu kamu. bagaikan seminggu. I Miss You Adelia. Have a nice dream. See you tomorrow, I come to you 😘.
Begitulah pesan yang Martin kirimkan untuk Adelia. Di tutupnya pesan itu tanpa Adelia berniat membalasnya.
"Cinta emang indah ya, bikin orang kaya gak waras" Celetuk Rara yang baru saja keluar dari kamar mandi memperhatikan Adelia yang terus tersenyum sendiri.
Adelia sontak kaget, di lemparkanlah sebuah bantal tepat ke wajah Rara," Sok tahu kamu..."
"aku mau mandi," Tambah Adelia.
Setelah selesai dengan mandinya. Adelia pun tertidur di sebelah Rara yang sudah lebih dulu terlelap.
Sementara itu Rima membanting pintu mobilnya,setiba sampai di depan rumahnya Martin, yang Rima tinggali beserta Tante Meli ibunya Rima.
"Benar-benar,,, sebenarnya apa yang di lihat oleh Martin dari wanita itu...? aku harus cepat-cepat bertindak. tapi dengan cara yang lembut."
Rima terus berjalan ke dalam rumah. Ibu Rima yang sedang duduk di ruang tv, mencoba ingin tahu seharian ini Rima pergi kemana. "Rima, kamu dari mana saja.?"
Rima pun menghampiri , dan duduk disamping ibunya."Aku habis dari rumah teman maa..".
"Oh iya apa Martin ada pulang Maa,,?" Kata Rima lagi, bertanya tentang Martin yang tidak pernah pulang ke rumah besarnya, sejak kepulangannya dari luar Negeri.
"Tidak ada, Tapi Martin sudah bilang ke mama,, kalau Martin tinggal di apartemen nya" Ucap Tante Meli ibu Rima.
Rima pun berlalu pergi menuju kamarnya, ia merebahkan dirinya di atas kasur yang berukuran king size.
Masih terbayang waktu Rima melihat sendiri, ketika Martin bagaimana tertawa dan tersenyum kepada Adelia.
Seketika hati Rima seakan panas terbakar, ia melempar bantal dengan marah.
Awas ya kau Martin, kau itu harus jadi milik ku. tak boleh ada yang memilikimu selain aku.
aku akan memisahkan bagai mana pun caranya.
Gumam Rima dengan seringai jahat ia tersenyum.
**Bersambung....
__ADS_1
Jangan Lupa Dukung dengan cara Vote, like, dan commentnya ya Readers.!!
Mohon maaf kalau ada typo**.