
Kini Adelia dan Rasya tiba di suatu tempat. Tepatnya sebuah Resto.
Mereka pun turun dari mobil.
Diedarkannya pandangan Adelia kesetiap sudut ruangan.
Sungguh Resto yang menarik di mata Adelia, dengan dekorasi interior yang pas menurutnya.
Rasya menggenggam lembut tangan Adelia, mengajak masuk ke dalam Resto.
Dengan masih di genggamnya tangan Adelia, Rasya mengajak duduk di sebuah meja yang sudah di rias dengan beberapa lilin putih kecil.
Kebetulan hari mulai malam, tepatnya sekarang Rasya mengajak Adelia Dinner.
Di tarik nya kursi untuk Adelia duduk.
Adelia pun menerima dengan tersenyum, yang membuat seorang Rasya semakin terpesona.
"Apa kamu sengaja menyiapkan semua ini Rasya,?" Adelia mulai bertanya,karena merasa heran melihat meja yang lain tidak seperti meja yang sekarang ia duduki.
"Iya..."Rasya sambil tersenyum.
"Tapi ini berlebihan Rasya..." Adelia berujar
"Apanya yang berlebihan, Sungguh ini tak seberapa Del..." Rasya masih dengan tersenyum.
"Aku gak mau menghamburkan uang mu hanya demi makan malam seperti ini Rasya...Disini makanan nya pasti mahal-mahal" Bisik Adelia masih dengan jiwa hematnya berucap.
"Tidak adel,,, kata aku ini tak seberapa. Lagian sekarang aku punya penghasilan sendiri. mau di pakai untuk apapun aku tak masalah. apalagi untuk makan malam seperti ini sama kamu," Rasya mulai membuka buku menu makanan di Resto itu. Dengan di belakangnya ada pelayan resto yang berdiri.
"Iya deh, gak masalah. tapi lain kali gak usah seperti ini. makan di pinggir jalan juga aku mau Rasya." Ucap Adelia.
"Iya Adel... mending sekarang kamu pilih menu." Rasya dengan tersenyum.
memang kamu beda dari gadis yang lain.
kamu selalu tidak pernah melihat seseorang dari materi nya.
aku semakin kagum sama kamu.
semakin ingin memiliki mu.
Gumam Rasya dalam hatinya.
"Ehm.... Aku samain aja deh sama kamu" Adelia merasa bingung dengan nama makanan di buku menu.
"Ok..." Rasya pun menyebutkan nama makanan ke pelayan tersebut.
Tak lama menu makanan yang di pesan pun datang.
Dan Langsung di Lahap Rasya dan Adelia dalam keadaan hening tanpa bicara.
Sampai Makanan mereka pun Habis keadaan masih dalam hening.
Rasya berdiri dan Berjalan dengan menarik tangan Adelia dengan lembut.
Adelia pun bangkit dan mengikuti Rasya dengan heran.
Sekarang Rasya berdiri membawa Adelia di sebuah pinggir pantai, Sontak Adelia pun kaget dengan Angin pantai yang mulai menerpa rambutnya. Ternyata Resto itu berada di pinggir pantai.
Rasya mulai menatap Adelia dengan sorot mata yang teduh penuh cinta.
Adelia pun mulai gugup. karena baru kali ini Rasya menatapnya seperti itu.
Adelia mencoba mengalihkan pandangan, agar tidak merasa gugup. Namun dengan sesegera mungki Rasya meraih dagu Adelia dengan lembut untuk tetap berpandangan.
"Ekhem... Ra Rasya" Adelia dengan gugup mulai bertanya
"heem apa,?" Rasya dengan tetap menatap mata Adelia.
"Ke ke kenapa kamu seperti ini,?" Adelia memberanikan bertanya memastikan.
"Kenapa ya,,,? " Rasya dengan masih santai
Adelia malah merasa heran, dan mengerutkan dahinya.
pandangan nya kini ke arah dimana suara gemuruh ombak.
"Kamu Aneh,, di tanya malah balik tanya," Suara Adelia seakan manja di pendengaran Rasya.
Rasya dengan gemas membalikan Badan Adelia dengan lembut untuk menghadapnya.
Cup
Di kecupnya kening Adelia.
Adelia semakin terkejut, karena Rasya sudah berani mengecup nya. walaupun itu sebuah kening yang ia kecup tapi bagi Adelia merasa aneh rasanya.
Mengingat selama menjadi temannya, Rasya tak pernah bersikap seperti ini.
"Ra Rasya..." Adelia menatap mata Rasya
Di tariknya Badan Adelia, kedalam pelukan Rasya. Di dekapnya erat. Sambil di hirup aroma rambut Adelia.
Deg...
Detakan jantung Adelia seakan berdetak kencang.
Adelia merasakan rasa yang aneh pada dirinya, Badannya se akan menegang.
"Aku Selama ini Mencintai mu Adelia..." Rasya berbisik lembut di telinga Adelia.
__ADS_1
"Hah... Apa,?" Adelia dengan keterkejutannya. di dalam pelukan Rasya.
" Aku mencintai mu bahkan aku menyayangimu" Rasya memastikan ucapannya. Dengan Sorot mata yang teduh memandang Adelia.
"Maaf aku lancang mengecup kening mu..."
"Aku benar-benar telah lelah menjaga untuk mengungkapkan perasaan ini, Del...." Rasya mengungkapkan
"Maukah kamu menjadi kekasih dan pendamping hidupku del...?" Rasya memastikan Adelia
"A aku... " Adelia malah terbata ucapannya dengan sedikit menggigit bibir dalamnya. Terlintas bayangan Rasya yang selalu bersikap baik dan sopan. seakan Adelia Di hargai sebagai wanita. Bahkan seingat Adelia, Rasya tak pernah dekat dengan wanita lain selain dirinya.
"Bagaimana?" Rasya mengagetkan Lamunan Adelia.
Sontak saja Adelia Menganggukan kepalanya.
Rasya pun tersenyum.
"Berarti itu tandanya kamu mau kan?" Rasya memastikan lagi.
"i iya Rasya aku mau..."Adelia bersuara
"Terima kasih Adelia.. " Rasya dengan senyum bahagia nya.
Rasya kembali menggenggam tangan Adelia, di kecup tangan nya. Dan Lansung di dekapnya Adelia begitu Erat, seakan tak ingin ia lepaskan.
"Rasya.. Aku sesak" Adelia meminta di lepaskan.
"Hah.. Maaf Del.. aku saking Bahagianya" Rasya merasa tak enak atas ulahnya.
"Terima kasih... Del Terima kasih.." Rasya berucap seakan bersyukur, telah mendapatkan Adelia.
Seketika mereka saling pandang, dengan pandangan begitu dalam.
Rasya mulai mengangkat jemarinya untuk membelai pipi sang gadis di depannya.
Di belai pipi sang gadis dengan lembut sambil tersenyum.
Belaian nya mulai pindah ke dagu.
Di usapnya bibir sang gadis dengan lembut oleh ibu jarinya.
Di tempelkan keningnya ke kening Adelia.
Deg...
Oh tidak... Rasya kenapa seperti ini.
ini sungguh aneh rasanya.
hembusan nafasnya.
ah.... tidak
*Batin Adelia
Drrt... Drrt...
Suara ponsel Adelia begitu keras memecah keheningan.
Rara is calling
Nama Rara tertera di ponselnya.
Rasya dan Adelia pun sontak sama-sama kaget.
Rasya di buat kikuk salah tingkah.
begitu pun Adelia.
Namun Adelia merasa terselamatkan.
"Aku angkat dulu ya..." Ucap Adelia
"Heem..." Rasya masih dengan salah tingkahnya.
Adelia
Haloo iya Rara ada apa?
***Rara
.....
Adelia**
Sebentar lagi aku pulang*.
tutt...
Suara sambungan pun terputus. Karena batre ponsel Adelia sudah Lowbet.
"Rasya.... kita pulang sekarang Yuuuk..." Ajak Adelia kepada Rasya, karena sekarang sudah menunjukan jam 21.00 WIB di Arloji tangannya, Adelia merasa cemas jika pulang terlalu malam.
"Ya udah, kalau kamu pengen pulang. kita pulang..." Rasya dengan berjalan dan di ikuti Adelia dari belakang.
Rasya menuju kasir sejenak. Mungkin dia membayar Menu makan malam mereka.
Setibanya di parkiran Rasya membuka kan pintu mobil untuk Adelia masuk.
kini Rasya masuk ke mobil, namun menatap Adelia dulu sejenak..
__ADS_1
"Jadi mulai sekarang...?" Rasya menyapa Adelia dengan pertanyaannya.
"Jadi apa?" Adelia masih belum mengerti.
Di genggamlah Tangan Adelia, Rasya sambil mengecupnya.
"Jadi mulai sekarang, kita sepasang kekasih?" Rasya menaik- naikan sebelah Alisnya sengaja untuk menggoda Adelia.
"Ah... i iya."Jawab Adelia gugup karena malu.
Rasya mulai melajukan mobilnya.
Rasya di sepanjang jalan terus tersenyum. sambil terus melirik Adelia, dan menggenggam sebelah tangan Adelia.
Tidak terasa perjalanan pulang yang menghabiskan waktu sekitar 20 menitan dari tempat makan malamnya tadi.
Sampai lah di depan Ruko milik Adelia.
"Rasya aku masuk yaa..." Adelia berucap. seraya pamit kepada Rasya.
"iyaa... tapi sebentar.." Rasya mencegah Adelia membuka pintu mobil.
"A ada apa Rasya,?" Adelia gugup karena jarak Rasya dan dirinya begitu dekat.
"Jangan nakal..!" Rasya dengan mengusap rambut Adelia dengan lembut.
"Jangan nakal kamu di belakangku. Selama aku tak ada di sampingmu. dan terus kabari aku kalau ada apa-apa. Dan Jangan sungkan, karena aku bukan temanmu lagi, melainkan aku kekasih mu," Rasya menuturkan ke inginannya dan menegaskan bahwa dari sekarang ia kekasihnya.
Adelia hanya menganggukan kepalanya tanda jawaban iya.
"Aku Turun,, Hati-hati dijalan. dan terima kasih untuk malam ini," ucap Adelia turun dari mobil Rasya.
"heem... ok aku pulang yaa..",Rasya berpamitan.
Sepulangnya Rasya, Adelia masuk ke Ruko yang belum di kunci oleh Rara.
Ditutupnya pintu kamar, Adelia berdiri sejenak dengan memegang dadanya.
Sungguh Rasya malam ini membuat ku jantungan.
Dia selalu memperlakukan ku dengan lembut, Ternyata selama ini aku tak menyangka kalau Rasya menyimpan perasaan kepada ku.
Begitu dengan aku, selama ini diam-diam menyukainya.
Tapi aku tahan, karena aku wanita tak sepantasnya mengungkapkan.
*Batin Adelia.*
"Dorrr.... " Rara sengaja mengagetkan Adelia yang terus berdiri di balik pintu dengan melamun dan senyum-senyum sendiri.
"Ah kamu mengagetkan ku Raa..." Adelia dengan rasa terkejutnya.
"Ada sesuatu yang terjadi sampai kamu seperti ini?" Rara memastikan Adelia.
"Sesuatu seperti apa?" Adelia sambil berlalu mulai membuka sepatunya.
"Sesuatu yang membuat tingkah mu aneh, datang-datang kaya orang gila senyum-senyum sendiri," Ujar Rara sengaja menggoda Adelia.
Adelia hanya menggelengkan kepalanya, sambil berlalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah beres membersihkan diri, Adelia membaringkan tubuhnya di atas kasur di sebelah Rara yang sudah terlelap.
Adelia pun ikut terlelap dengan hati Bahagia yang saat ini ia rasakan.
Di Tempat Rasya
Rasya sedang membaringkan dirinya di ranjang tempat tidur, sambil memegang ponselnya. ia akan mengabari Adelia kalau ia sudah sampai.
Rasya.
Aku sudah sampai.
Selamat malam.
Semoga Mimpi indah.
Rasya lalu membuka galeri photonya, dan melihat-lihat photo kebersamaannya dengan Adelia.
Aku gak menyangka, kamu menerima aku jadi kekasih mu.
Aku berjanji , Aku akan memberikan kebahagiaan untuk mu.
dari mulai sekarang You are my mine.
*Batin Rasya*
Dan tak lama ia memejamkan mata dan terlelap.
.............................
Cinta itu memang indah.
Cinta itu butuh kepastian dan pengakuan.
Walaupun Terkadang terlihat dari tingkah laku.
Tetap Cinta tanpa Ungkapan, Cinta itu belum pasti.
Cinta butuh kejujuran.
Cinta butuh Kepastian.
__ADS_1
❤❤❤
**Bersambung**......