You Are My Mine

You Are My Mine
Sesak


__ADS_3

Adelia setelah menyanyi ia pun turun dengan cepat dari panggung, ia melangkah dengan cepat dan berlari.


Adelia selama bernyanyi tadi memang membendung air matanya dengan dada nya yang sesak, kini air matanya ia tumpahkan dengan langkah nya yang masih berlari.


Adelia tidak perduli dengan orang-orang yang akan merasa heran.


Adelia terus berlari sampai depan Gerbang pagar rumah Rasya, Lalu ia berdiri di pinggir jalan untuk menunggu taksi yang lewat.


Rasya yang merasakan sama seperti Adelia, Rasya pun turun dari panggung.


Ia melangkah mendekati Lia Mama nya.


Lia yang sedari tadi mendengar Adelia menyanyi, hingga selesai. Lia sontak kaget dengan sikap Adelia yang setelah selesai dengan nyanyian nya Adelia cepat turun, dan berlari.


"Ma...." Rasya mendekati mama nya dengan mata Rasya sudah berurai air mata.


Lia pun melihat nya dengan Haru, Pasti Rasya pun merasakan apa yang Adelia rasakan.


"Kejarlah....!!" Perintah Lia kepada Rasya agar mengejar Adelia.


Rasya pun memeluk Lia, ia merasa berterima kasih.


Rasya pun mengangguk dan dengan cepat berlari.


Rasya berlari dengan cepat, sampai keluar pintu depan.


Rasya masih melihat Adelia yang masih berdiri.


Ia dengan cepat melangkah untuk mendekati nya.


Namun setelah Rasya hampir dekat, Adelia keburu masuk ke dalam Taksi yang baru saja lewat.


Rasya pun buru-buru melangkah untuk menuju mobilnya, Ia berniat untuk menyusul Adelia.


Ia dengan Cepat mengendarai mobilnya, tidak perduli dengan kendaraan lain yang ia lewati, Rasya hanya bertujuan pada satu mobil yang di dalam nya Adelia.


Rasya mengendarai mobilnya dengan kecepatan Tinggi.


Mobil Taksi yang Adelia naiki pun, kini dengan cepat terhalangi mobil Rasya yang berhenti dengan cepat di depan mobil Taksi itu.


Rasya langsung keluar dengan cepat dari mobilnya, setelah terlihat mobil Taksi itu terhenti.


Rasya mengetuk jendela pintu taksi itu dengan keras, Agar Adelia keluar.


"Nona, lebih baik nona turun. Saya tidak nyaman dengan kejadian seperti ini." Suruh sopir Taksi itu.


Adelia pun bingung, ia tidak mau bertemu dengan Rasya.


Tapi jika menolak sang sopir, Adelia tidak tega.


Adelia pun mengeluarkan uang untuk membayar argo taksi nya, sebelum keluar.


Setelah membayar, Adelia pun keluar.

__ADS_1


Rasya yang sedari tadi berdiri, dengan cepat menarik tangan Adelia, setelah Adelia membuka pintu mobil untuk keluar.


Rasya menyuruh Adelia masuk ke dalam mobilnya.


Adelia pun menurut, karena tidak mau berdebat di pinggir jalan pikirnya.


Rasya pun masuk, dan dengan cepat melajukan mobilnya, Ia bergegas membawa Adelia ke suatu tempat.


Adelia pasrah saja, bahkan Adelia sesekali memejamkan matanya ketika Rasya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Hingga Rasya sampai pada tempat tujuan nya. Ia dengan cepat menggendong Adelia di pundaknya, seperti menggendong sekarung beras.


Adelia pun sontak kaget dengan apa yang Rasya lakukan, ia berontak dengan memukuli punggung Rasya.


Namun Rasya tak bergeming, seolah pukulan itu tidak terasa di punggung nya.


Langkah Rasya terhenti kala di depan pintu rumah itu, di rogohnya kunci dari dalam saku celana milik Rasya.


Rasya pun membuka nya dengan cepat.


Adelia pun ia turunkan.


Setelah di turunkan, Adelia melihat sekeliling ruangan itu nampak gelap.


Rasya dengan cepat melangkah meraih saklar lampu, dan ruangan itu seketika terang karena Rasya telah menghidupkan nya.


Adelia kini tahu, tempat yang sekarang ia masuki Adalah Vila yang di serahkan kepemilikan nya kepada Dirinya.


Rasya kini duduk di sofa, ia memijat pelipis matanya.


Rasya kini mendongak ke arah Adelia yang berdiri dengan menunduk dari tempat duduk nya.


"Adel...." Rasya memanggil Adelia dengan suara yang serak, ternyata ia telah menangis.


Adelia pun menoleh ke arah Rasya.


"Sini..." Rasya menepuk sebelah nya untuk Adelia duduk.


Adelia menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak akan macam-macam saat ini, percayalah." Rasya tahu Adelia ketakutan Rasya akan berbuat sesuatu.


Adelia perlahan mendekat, dan duduk di sebelah Rasya.


Adelia duduk dengan menundukkan kepalanya.


"Del, kenapa kamu menyanyikan lagu itu?." Rasya kini bertanya.


Adelia menoleh sebentar ke Rasya,


"Aku ingin saja." Ucap Adelia dengan mulai menoleh ke arah lain.


"Tapi lagu itu, membuat aku sesak mendengar nya Del..." Rasya mengatakan apa yang dia Rasa ketika Adelia menyanyi tadi.

__ADS_1


"Maaf." Adelia meminta maaf.


"Pasti kamu juga merasakan sama seperti ku. Kalau tidak kenapa kamu sampai turun dan langsung berlari?." Rasya mulai menatap lekat Adelia yang berada di samping nya.


Seperti memastikan dari Wajah Adelia akan berbohong atau akan jujur.


Adelia terdiam, ia bingung untuk menjawab.


Jika Adelia mengatakan Ya, pasti Rasya akan menyangka Adelia masih berharap.


"Tidak. Aku tidak merasakan nya." Ucap Adelia berbohong.


Rasya menyunggingkan bibirnya, ia tahu bahwa Adelia telah berbohong.


Rasya sudah tahu tentang Adelia, ia kenal bukan sebulan dua bulan bahkan sudah bertahun-tahun.


"Lalu, kenapa wajah mu sampai sembab begitu? tidak mungkin kan kalau kamu tidak merasakan yang sama seperti ku? Kamu telah menangis, tidak mungkin tanpa alasan."


Rasya mengatakan apa yang di lihatnya dari wajah Adelia yang sembab.


Adelia masih terdiam. Tidak ingin mengatakan bahwa saat ini ia merasakan sesak di dada nya, karena harus melepaskan Rasya untuk menjadi milik orang lain.


"Del....." Rasya kini menggenggam tangan Adelia.


Adelia tidak menolak, ia menerima tangan hangat Rasya yang menggenggam tangan nya.


"Rasya, kamu Jangan seperti ini. Besok kamu akan menikah dan akan menjadi seorang suami. Aku mohon jika kamu benar-benar mencintaiku Lupakan lah Aku. Jangan temui aku lagi, jangan risaukan aku, karena aku sendiri akan mencoba semuanya. Aku rela melepaskan mu Rasya..." Adelia mengatakan nya dengan berurai air mata.


Ia Bohong jika telah rela melepaskan Rasya, namun mau apa lagi.


Sekarang pikiran Adelia akan fokus dengan Martin pacarnya yang sangat mencintai nya.


"Kamu bohong Del, aku tahu itu." Ucap Rasya. Seraya mengusap air mata Adelia yang basah di pipi, dengan menggunakan ibu jari nya.


Adelia kini terisak dengan suara, hingga terdengar Rasya.


Rasya kini merangkul Adelia, ia memeluk Adelia yang sedang menangis terisak.


"Adelia, maaf bukan aku tak memperjuangkan cinta kita. Tapi aku tak bisa melawan kedua orang tua ku. Aku sangat sangat mencintai mu. Bahkan tak ada wanita yang selama ini yang bisa membuat aku jatuh cinta selain dirimu. Mohon maafkan aku Del, Aku mohon bila kita tidak bisa bersama, namun tetaplah menjadi Adelia sahabat ku. Jadikan aku sahabat seperti dulu, yang sebelum kamu mengetahui semua isi hati ku."


Rasya berucap dengan menitikan air matanya.


Adelia semakin terisak mendengar ucapan Rasya, berarti sekarang Adelia yakin Rasya juga akan merelakan ia untuk Martin.


Rasya memang mencintainya, namun keputusan orang tua nya tak bisa ia bantah ataupun di lawan, Adelia sangat mengerti itu.


Adelia membalas pelukan Rasya dengan lebih erat, mungkin malam ini adalah malam terakhir ia bisa memeluk Rasya dengan seperti ini.


Rasya pun tak kalah memeluk Adelia lebih erat. Dengan sesekali ia cium kepala Adelia dengan menghirup aroma rambut Adelia, seakan tak akan pernah lagi menghirupnya lagi.


Memang benar, karena mulai besok Rasya akan menjadi seorang suami dari Ariyanti.


Ia juga akan menghargai pernikahan nya walaupun tanpa cinta.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2