You Are My Mine

You Are My Mine
Pasar Malam


__ADS_3

** Maaf jika novel ini alurnya lambat, Karena Author sengaja membuat Novel ini sesantai mungkin tidak terlalu buru-buru ceritanya. Terima kasih yang masih lanjut baca sampai episode ini. Happy reading readers. Maaf bila masih banyak cara menempatkan kata-kata yang salah, dan Typo nya.**





Aldi kini menyusuri jalan yang selalu ramai dengan ruko-ruko beragam penjual. Kebetulan Masih ada Ruko yang masih buka tepatnya Toko Khusus Penjual pakaian Dalaman. Adelia melihat Toko itu karena sedari tadi ia melihat-lihat ke arah Jendela mobil.


Tapi Aldi beranggapan bahwa Bos nya ini sedang membutuhkan Toko Pakaian Aldi pun hanya melewati nya saja.


"Stop....!!!" Perintah Adelia dengan tiba-tiba yang membuat Aldi mengerem mobilnya mendadak.


Ciiiittt........


Adelia dan Rasya yang berada di belakang sedikit tersungkur kepalanya ke belakang Jok depan.


"Maaf Pak. Bu..." Aldi meminta maaf karena merasa tidak enak dengan menoleh ke arah Jok belakang.


"Maaf Aku yang salah. Em... Tolong kembali Ke Toko yang tadi yang masih Buka!." Seru Adelia.


"Toko yang mana ya bu?." Tanya Aldi yang tidak mengerti toko apa yang Adelia tuju.


Rasya hanya tersenyum melihat Adelia yang kebingungan untuk bicara kepada Aldi.


Tanpa mau berusaha membantu bicara.


"Itu... Itu...." Adelia hanya menunjuk-nunjuk dengan jarinya ke arah Toko yang Ia maksud.


Aldi pun tersenyum lalu mengangguk.


Aldi pun memundurkan mobilnya dengan pelan, untung saja jalanan malam itu sedang lenggang.


Setelah Mobil Aldi berhentikan tepat di depan Toko yang Adelia maksud. Adelia kini menatap Rasya yang sedang asyik bermain ponselnya. Adelia tidak mungkin turun tanpa membawa uang, sedangkan Adelia saat ini tidak membawa uang sepeser pun.


Rasya tahu Adelia sedang menatap nya saat ini, Ia cepat menghentikan main dengan ponselnya.


"Ayo turun." Kata Rasya kepada Adelia dengan memasukkan ponsel pada saku celana nya.


"Aku sendiri saja. Kamu di sini." Sahut Adelia tidak mau Rasya melihat dirinya memilih Pakaian dalam tersebut.


"Ya sudah. Sebentar." Rasya dengan merogoh dompetnya dan membuka untuk mengambil uang yang akan Ia berikan untuk Adelia. Tapi Ia urungkan.


"Ini Ambil." Rasya dengan menyerahkan Dompet nya kepada Adelia.


Adelia hanya mengernyitkan dahinya melihat dompet Rasya yang ia serahkan kepada dirinya tanpa mau mengambil.


"Ayo sayang keburu tutup toko nya." Rasya dengan cepat menyerahkan dompet miliknya ke tangan Adelia.


"Tapi Sya... Jangan dengan dompetnya. Nanti Aku habiskan semua bagaimana?." Seru Adelia menggoda Rasya.


"Tidak masalah. Ayo cepat jangan banyak bicara. Kalau gitu aku temenin nih..."


"Ah i-iya iya..." Adelia pun dengan cepat membuka pintu mobil dan keluar untuk menuju Toko Pakaian dalam tersebut.


"Bos yakin akan membiarkan Bu Boss sendiri ke toko itu?." Aldi dengan menatap Jalanan seperti ada segerombolan anak muda yang sedang nongkrong.


"Iya dia sendiri yang tidak mau aku temani. Biarkan saja." Ujar Rasya dengan bermain ponsel kembali.


"Kalau begitu saya mau keluar untuk mengawasi Bu Boss dari kejauhan." Aldi dengan cepat keluar.


Aldi entah kenapa begitu khawatir melihat gadis Boss nya yang keluar sendiri, sedangkan Dari arah berlawanan banyak anak pemuda yang sedang menongkrong ria. Aldi tidak mau sampai Para pemuda di depan nanti menggoda gadis Bosnya itu.


Aneh sekali sedangkan Rasya kini sedang santai di dalam mobil dengan bermain ponsel.


Aldi berdiri di depan Toko itu, sementara Adelia sedang memilih berbagai Pakaian dalaman wanita di dalam Toko.


Setelah beberapa menit Adelia keluar dan terkejut melihat Aldi yang sedang berdiri tersenyum kepada dirinya.


"Kamu disini?."


"Iya Bu saya mengkhawatirkan anda." Ucap Aldi jujur.


"Terima kasih. Ya sudah ayo kita kembali ke mobil." Adelia mengajak Aldi untuk kembali ke dalam mobil.

__ADS_1


Aldi membiarkan Adelia berjalan di depan nya terlebih dahulu. Adelia pun masuk ke dalam mobil. Setelah itu barulah Aldi yang masuk.


"Bos... sekarang mau kemana lagi?." Tanya Aldi kepada Rasya.


"Pulang saja." Kata Rasya.


"Pasar Malam." Kata Adelia.


Sepasang kekasih itu berucap bersamaan dengan kata yang berbeda. Kini Rasya menatap pada gadisnya.


"Pasar malam dimana sayang?." Tanya Rasya.


"Ada mungkin di depan. Tadi kata pelayan di Toko ada pasar malam yang baru pertama di buka malam ini. Ayolah aku ingin ke sana Sya...." Rengek Adelia.


"Aldi kamu tahu?." Kini Rasya bertanya kepada Aldi.


"Saya tahu Pak. Kemungkinan Di lapangan yang akan mau ke rumah saya." Sahut Aldi.


"Ya sudah kita mampir dulu." Ujar Rasya.


Aldi pun melajukan kembali mobil Bos nya itu.


"Oh iya. Aldi yaa... Tolong jangan panggil aku ibu. Panggil saja aku Adel. Aku berasa ibu-ibu padahal nikah juga belum." Gerutu Adelia berbicara kepada Aldi.


Aldi hanya bisa melihat dari arah spion depan yang terlihat Adelia sedang berbicara kepadanya.


Rasya tersenyum mendengar Adelia yang protes kepada Aldi.


"Iya." Aldi dengan mengangguk. Tangan nya masih pokus menyetir.


"Sayang kamu beli berapa setel dari toko tadi?." Rasya kini ingin menggoda sang gadis.


"Enam setel gak apa-apa kan?." Adelia kini bersandar kepalanya di bahu Rasya.


"Masih kurang." Ucap Rasya dengan mengelus rambut gadisnya.


Adelia terdiam. Ia tidak mau memperpanjang membicarakan tentang pakaian dalaman nya itu.


"Ini dompet nya. Semua nya habis seratus delapan puluh." Adelia menyerahkan dompet milik Rasya.


"Murah amat?. Padahal yang di bungkusnya mahal sekali." Rasya dengan mengambil dompet.


Si Bos mulai mesum kaya nya?.


Aldi bergumam di dalam hatinya.


"Yang di bungkus?." Adelia menautkan kedua alisnya belum mengerti.


"Iya punya kamu kan di bungkus kalau memakai ini." Rasya dengan merentangkan sebuah Pakaian yang berbentuk seperti kaca mata itu.


Adelia melotot karena Rasya menyentuh pakaian dalam nya dengan tidak ragu. Dan Rasya malah merentangkan Benda itu di depan nya.


Sontak Aldi terkekeh. Karena jelas terlihat semua dari Spion depan nya.


Astaga si Bos. Aldi di dalam hatinya.


"Rasya.... Masukin." Teriak Adelia dengan mata yang masih melotot.


"Sayang... Tidak mengapa. Aku pegang bungkusnya dulu. Nanti kalau sudah sah baru isi nya." Jelas Rasya tidak tahu malu.


"Astaga Sya... Sini. Aku malu lihatnya." Adelia dengan merebut pembungkus gunung kembar miliknya.


Rasya hanya tergelak Tertawa renyah seakan ucapan nya tadi biasa saja. Dan kini melihat Adelia yang berwajah merah menahan malu karena ulah nya Rasya semakin tertawa senang.


Aldi kini menghentikan mobilnya karena sudah sampai pada Lapangan yang di tuju. Dan terlihat Lampu-lampu kerlap kerlip dan berbagai macam para penjual di Lapangan itu.


"Kita sudah sampai Al?." Tanya Adelia.


"Iya Nona." Sahut Aldi.


Adelia dengan cepat membuka pintu mobil.


Rasya pun turun cepat menyusul sang gadis yang kini tengah kesal kepadanya.


"Ayo Al." Rasya mengajak Aldi turun.

__ADS_1


Aldi pun mengangguk dan mulai turun dari mobil.


Terlihat Adelia sudah mendekati Tukang penjual Sosis Bakar, matanya berbinar melihat Sosis yang sedang di bakar di hadapan nya, di tambah bau sedap masuk ke indra penciuman nya.


"Sayang, kamu mau?." Tanya Rasya kini yang sudah berdiri di dekatnya.


Adelia pun mengangguk.


"Kamu tunggu di sana. Aku tidak mau kamu berdesakan dengan yang lain di sini. Biar aku yang memesan." Rasya menyuruh Adelia duduk di kursi yang di dekat Aldi duduk.


Adelia pun menurut dan duduk di kursi dekat Aldi. Adelia melihat Rasya yang sedang mengantri membeli Sosis Bakar itu, Ia berdiri di dekat para pengantri lain nya. Tapi Adelia merasa jengkel karena ada tiga gadis remaja yang kini tengah memperhatikan bahkan menatap Rasya dengan raut wajah terpesona. Ternyata salah satu diantara tiga gadis tersebut ada adik Aldi yaitu Alma.


Rasya yang di perhatikan tiga remaja tersebut bersikap cuek saja. Tanpa tidak mau melihat ke arah tiga remaja itu. Tapi Adelia yang melihatnya sedikit cemburu, karena Kekasihnya sedang di tatap tiga gadis lain.


"Eh Aldi kamu di sini nak?." Tanya seorang ibu paruh baya kepada Aldi.


"Ibu... Disini?." Aldi berdiri menyalami Ibu paruh baya itu. Dan ternyata itu adalah Ibu Aldi.


Ibu Aldi lalu menoleh ke arah gadis yang duduk di kursi dekat Aldi. Mata gadis tersebut anteng memperhatikan Kekasihnya yang kini sedang berhadapan dengan tukang penjual Sosisnya langsung, Kekasihnya itu sedang menunggu Sosis pesanan nya sedang di bakar.


"Ini pacar kamu Al?." Tanya Ibu Aldi kemudian langsung menyapa Adelia yang tidak tahu kehadiran Ibu paruh baya tersebut.


Aldi gelagapan. "Bukan bu." Tapi Ibu nya tidak mendengar.


"Neng.... ya Ampun cantik sekali." Ibu Aldi menyentuh wajah Adelia.


Adelia pun kaget lalu matanya menoleh kepada Aldi.


"Bu... Ini."


"Pacar Aldi ya, cantik sekali. Kenapa kamu gak bawa kerumah Al?. Malah mojok di sini." Ibu Aldi dengan cepat memotong Ucapan Aldi yang akan mengatakan bahwa Adelia adalah Pacar Bos nya.


Adelia tersenyum kikuk.


"Saya Adelia bu. Ibu... Ibu nya Aldi?." Adelia dengan ramah memperkenalkan dirinya.


"Iya Neng Saya Ibu nya Aldi. Neng cantik sekali.... Neng Pacarnya Aldi ya?." Ibu Aldi dengan terus tersenyum.


"Dia Pacar Saya bu." Ucap Rasya mengagetkan Ibu Aldi.


Rasya sudah berdiri di belakang Ibu Aldi dengan tangan nya menenteng kantong plastik berisi Sosis bakar.


Ibu Aldi pun menoleh ke belakang lalu tersenyum. "Eh Pak Rasya... Jadi ini Pacarnya?. Ya Ampun serasi sekali. Tadi saya kira Neng ini pacarnya Aldi."


"Ibu sih... tidak mau dengar Aldi bicara. Selalu saja ibu potong ucapan Aldi tadi." Gerutu Aldi kepada ibunya.


"Tidak apa-apa Al." Kata Rasya.


"Oh Ya Bu. Saya mau minta tolong sama Ibu, Untuk sementara waktu boleh tidak kalau Pacar saya ini tinggal di rumah ibu untuk sementara. Itu juga kalau Ibu tidak keberatan." Ucap Rasya meminta tolong kepada Ibu Aldi.


"Tentu boleh Pak Rasya. Dengan senang hati saya mengijinkan Neng cantik ini tinggal dirumah saya." Ibu Aldi tidak keberatan.


"Terima kasih ya Bu." Ujar Rasya.


Rasya kini mendekat ke arah Adelia yang masih terduduk dengan menyerahkan sekantong kresek berisi Sosis bakar yang telah di belinya.


"Ini pesanan nya nona cantik."


Adelia pun menerima dengan berbinar.


Lalu di lihat dalam nya terdapat banyak sosis bakar yang Rasya beli.


"Ibu mau?." Adelia menawarkan Sosis bakar tersebut.


"Ah tidak neng. Ibu kurang suka." Sahut Ibu Aldi.


"Oh ya kalau begitu ibu suka nya apa?." Kini Rasya yang bertanya.


Ibu Aldi tersenyum malu. "Ibu suka nya Martabak telor."


"Ibu...." Aldi merasa malu kepada Boss nya itu.


"Gak apa-apa Al. Ya sudah Al tolong belikan Martabak Telor buat ibu, dan beli yang lain nya lagi sekalian." Rasya dengan menyerahkan uang lembaran berwarna merah kepada Aldi.


"Baik Pak. Terima kasih sebelumnya Pak. Maaf Jadi merepotkan bapak." Aldi tidak enak kepada Bos nya tersebut.

__ADS_1


"Iya Al. Sudah tidak masalah... Anggap saja Aku ini keluarga mu." Kata Rasya.


...Bersambung....


__ADS_2