You Are My Mine

You Are My Mine
Kagum


__ADS_3

Adelia merasa risih, karena Rasya yang ikut makan di mejanya bersama anak jalanan, Sedangkan di Cafe itu masih ada Ariyanti dan Lia Ibu Rasya.


Rasya terus tersenyum ke arah Adelia, dengan menyuapkan makanan nya.


Adelia pun yang merasa di perhatikan, membuang pandangan ke arah lain.


"Kenapa kamu bisa ikut dengan mereka?." Tanya Rasya, ke Adelia di sela suapan makan nya.


"Aku, Lagi ingin bersama mereka saja." Jawab Adelia dengan menunduk.


"Kak, Adel sering koq nemuin kita. Terus kak Adel pernah nawarin kita buat jualan kue. Tapi Kita menolak, karena kita gak bisa berdagang." Ucap Anak Jalanan Yang Bernama Andi.


Rasya pun tersenyum mendengar celotehan anak tersebut.


"Mending dagang aja, dari pada ngamen. kan belum tentu dapat uang atau enggak nya." Saran Rasya.


"Tapi kita takut, pembeli pada jijik karena penampilan kita. Ya walaupun kak Adel sudah pernah bilang akan memberikan kita pakaian juga, tapi tetep kita merasa gak enak dan gak percaya diri." Ucap Andi lagi.


Rasya kini tersenyum dengan menatap Adelia, Seperti merasa kagum.


Rasya tak sadar Ariyanti yang sedari tadi duduk di meja lain bersama Lia, ia memperhatikan nya. Hati Ariyanti merasa tercabik-cabik melihat Rasya yang selalu tersenyum kepada Adelia, sedangkan kepada dirinya jangankan untuk tersenyum, menoleh pun seperti tidak mau.


Lia pun menyadari raut wajah Ariyanti yang berubah menjadi sendu, tatkala melihat Rasya yang bersama Adelia, Lia pun merasa tak enak.


Walau bagaimana pun Ariyanti akan menjadi istri Rasya.


"Rasya...." Lia mencoba memanggil Rasya.


Rasya pun menoleh.


"Kita sudah selesai, Lebih baik pulang Yuk." Ajak Lia.


"Iya ma sebentar." Rasya langsung menoleh ke arah Adelia.


"Aku pulang ya. Gak apa-apa aku tinggal?." Rasya pamit, dengan memastikan Adelia tidak apa-apa.


Adelia pun menjawab dengan mengangguk.


"Makanan nya sudah aku bayar ya. selamat tinggal anak-anak..." Ucap Rasya


"Adel, tante pulang duluan ya." Lia pun pamit dengan melangkah ke luar terlebih dulu.


Dan di susul Ariyanti.


Rasya masih tersenyum ke arah Adelia, ia pun melambaikan tangan tanda selamat tinggal ke anak-anak jalanan tersebut.


Rasya pun melangkah keluar bergegas meninggalkan Cafe.


Kini Adelia, menunduk. Berpikir, Ia sedang bersusah payah untuk menghilangkan Rasya dalam pikiran nya, namun kenapa dengan tidak sengaja malah harus bertemu.


"Kak, kita udah selesai.."

__ADS_1


"Ya udah yuk, kita pulang." Ucap Adelia.


"Gak usah antar kita kak, gak apa-apa koq. Mending kakak cepat pulang, takut nanti hujan, atau kak Rara cemas." Kata Anak salah satu nya.


"Ya udah, kakak tinggal ya. Jangan lupa kalau kalian harus jaga kesehatan." Adelia tersenyum seraya menasehati mereka.


"Iya kak." Ucap Mereka bersamaan.


Adelia pun berdiri, dan bergegas melangkah.


Kini Adelia berjalan melangkah dengan melamun, ia pikiran nya kini tertuju kepada Ariyanti, karena ia merasa tidak nyaman akan sikap Rasya yang terus memperhatikannya, dan Adelia merasa Ariyanti pasti akan salah paham.


Adelia terus berjalan, dengan melamun. Hingga Adelia tidak Sadar ketika menyebrang matanya malah terus menatap ke depan.


Seketika ada mobil kencang, dan ada orang yang memperhatikan Adelia yang melamun ketika menyebrang.


Orang itu dengan cepat menghampiri Adelia, dengan Merangkulnya. Adelia yang di rangkul dengan cepat memejamkan matanya, Seketika tergulinglah Orang itu bersama Adelia ke pinggir jalan yang terdapat banyak rumput, Orang itu seperti sengaja menahan Adelia dengan tubuhnya Agar Adelia tidak terluka.


Adelia kini sadar dengan tercengang, ketika merasa tidak ada gerakan akibat terguling. Adelia pun membuka mata nya, Adelia melotot kini tubuhnya berada di atas tubuh orang itu.


Orang itu pun melotot, dan meringis menahan sakit.


Adelia pun dengan cepat-cepat bangkit, dan berdiri. Begitu pun dengan orang tersebut.


"Mohon maaf, kamu jadi terluka karena aku. Terima kasih telah menolongku." Adelia mengucapkan terima kasih nya kepada orang yang telah menolong nya.


Adelia pun menarik tangan orang tersebut untuk membantu bangun, dan berdiri.


"Ah iya benar, aku tadi salah. Aku tidak sadar dengan lamunan ku." Ucap Adelia.


Dan tanpa Adelia sadari, Ada seseorang yang sengaja memotret ketika Adelia menarik tangan orang yang menolong nya, terlihat dari hasil potretan nya Adelia seperti menggenggam tangan orang itu.


Ketika melihat hasil potretan nya serasa sempurna. Seseorang itu pun tersenyum menyeringai.


Dan mulai melajukan mobil miliknya.


Adelia melihat sikut tangan orang itu terluka sobek, dan sedikit mengeluarkan darah.


"Ayo kita duduk di sana. Luka nya harus cepat di bersihkan." Adelia dengan menunjuk sebuah bangku panjang di pinggir jalan itu.


"Baik." Orang itu pun menurut.


Terlihat Adelia membuka tas nya, dan mengambil kain kasa, plester dan betadine. Memang Adelia selalu membawanya di dalam tas, ia selalu berjaga-jaga jika hendak bepergian.


Adelia pun menuangkan betadine ke kain kasa lalu Adelia mengoleskan nya ke Sikut yang terluka orang tersebut serta menempelkan plester.


Orang tersebut meringis, dan menatap lekat wajah Adelia yang mengobati nya.


"Selesai...." Ucap Adelia dengan memasukan kembali Alat-alat nya.


"Terima kasih." Ucap Orang itu.

__ADS_1


"Iya sama-sama." Adelia dengan tersenyum.


Senyuman Adelia membuat Orang yang di depan nya menatap kagum.


"Maaf, jika boleh tahu. Nama nona siapa?." Tanya Orang itu.


"Adelia..." Ucap Adelia.


"Perkenalkan Saya Dimas." Dimas dengan tersenyum, namun otak nya seperti mengingat-ingat tentang nama Adelia, tapi Ia belum mengingatnya.


"Kalau begitu aku permisi. Aku ucapkan terima kasih lagi, karena kamu sudah mau menolong ku." Adelia pamit dan mengucapkan kembali terima kasih.


Dimas pun mengangguk, dengan tersenyum.


Dimas pun melangkah kan kembali langkahnya, ia ternyata baru tiba di Indonesia.


Ia bekerja di Luar Negeri sehabis Kuliahnya selesai. Dan sekarang Dimas di Mutasikan kerja nya di Cabang Indonesia, yang merupakan perusahaan nya berpusat di Luar Negeri.


Adelia pun menaiki Taksi untuk pulang ke rumah nya.


Dan tak lama ia pun sampai.


Adelia langsung melangkah ke dalam Toko kue miliknya, dan terlihat Rara yang sedang duduk menghitung uang.


"Del lihat, hari ini stok kita hampir habis. Dan coba ada berapa Duit yang gue itung?." Rara sepertinya sangat senang.


"Emang ada berapa?." Tanya Adelia, dengan mulai duduk di sebelah Rara.


"Tadi laku kue,30 biji. Jadi hari ini dapat duit 4,5 jeti. Itu cuma hasil dari stok doang, bukan pesanan langsung." Rara dengan gembira.


"Ya Syukur, Aku ke kamar dulu ya Ra." Adelia beranjak menaiki anak tangga.


"Iya. Persiapkan tenaga Lu. Untuk Meracik Kue. Maksud gue ngadonan kue." Rara berlaga seperti Bos.


Rara pun memasuk kan uang yang baru saja ia hitung.


Dan Rara pun menutup toko nya dengan cepat, di karenakan sudah laku banyaknya tidak ada Stok.


Adelia yang sudah ada di kamarnya.


Berbaring dengan bermain ponsel, Ia menscroll aplikasi medsos nya.


Ada yang baru ngefollow ke Akun baru nya, Nama Desi dan Mita.


Adelia sontak kaget bukan main, dengan bersamaan Desi, dan Mita memfollow akun nya, ini sungguh membuat Adelia terharu senang, akan kemunculan lagi kedua sahabatnya selagi kuliah.


Adelia pun mengirim Direct Message, ke Desi dan Mita.


Namun belum ada jawaban.


Adelia pun menguap, dan berniat tidur di siang itu. Dengan cepat Adelia pun terlelap.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2