
"Rasya ini bukan jalan yang ke Vila itu?." Tanya Adelia dengan melihat ke sekeliling jalan yang Mobil Rasya lalui.
Rasya pun menoleh ke arah Adelia dengan tangan nya yang masih menyetir.
"Iya ini bukan jalan ke tempat itu." Jawab Rasya. Dan matanya kembali fokus pada arah depan.
Adelia terdiam, namun masih penasaran.
"Lalu kita mau kemana?." Tanya Adelia lagi.
"Ke tempat yang akan menjadi saksi pernikahan kita." Ucap Rasya tanpa menoleh ke arah gadisnya.
Adelia tercengang. "Nikah?."
Rasya mengangguk membenarkan ucapan yang baru saja Adelia pertanyakan.
Adelia terdiam. Tak dapat di pungkiri dalam hatinya ia merasa senang akan perkataan Rasya yang akan menikahinya. Tapi rasa sedih datang kala mengingat pernikahan nanti tanpa kehadiran kedua orang tua Rasya.
"Apa Ktp mu masih ada?." Tanya Rasya.
"Ada. Karena waktu itu aku sempat membawa barang-barang berharga ku. Termasuk Ijazah terakhirku." Sahut Adelia.
"Baguslah kalau gitu. Jadi kita dengan cepat memproses pendaftaran pernikahan kita." Rasya dengan masih fokus pada setirnya.
"Tapi Sya, Semua itu ada di dalam tas yang berada di rumah kamu." Sela Adelia.
Rasya terdiam berpikir.
"Nanti saja. Aku akan mengurusnya. Sekarang kamu boleh tidur. Soalnya perjalanan nya masih lama sekitar tiga jam lagi." Perintah Rasya menyuruh Adelia agar tidur.
"Aku kalau ngantuk sudah tidur dari tadi Sya..."
"Oh ya udah. Kalau gitu Temanin aku saja."
Rasya dengan menoleh ke arah Adelia.
"Sebenarnya kita mau ke daerah mana?. Ini seperti perkampungan?." Adelia dengan melihat ke arah jendela mobil.
"Iya. Tempatnya masih asri dan nyaman untuk kita honeymoon Sayang." Rasya mulai menggoda.
Adelia sontak menoleh ke Arah Rasya.
"Honeymoon?." Teriak Adelia.
"Iya. Biasa aja sayang gak usah teriak gitu." Rasya dengan menyunggingkan senyum.
Adelia langsung begidik mengingat kata honeymoon. Terasa panas menerpa wajahnya jika mengingat nanti dirinya melakukan aksi tersebut dengan Rasya. Sedangkan Rasya tersenyum puas melihat Adelia pipinya yang memerah.
"Gak perlu kamu bayangkan sekarang. Nanti kamu gak bisa nahan."
Adelia langsung mencubit lengan kiri Rasya.
"Kamu itu ya suka nya ngegoda aku. Lebih baik aku tidur saja." Adelia dengan merubah posisinya menghadap Jendela.
Rasya terkekeh melihat Adelia yang sedikit kesal kepada dirinya. Lalu tangan sebelah kirinya terangkat mengelus rambut Adelia yang tergerai.
"Maaf sayang. Habisnya aku gemas sama kamu. Ya sudah kamu tidur saja. Nanti kalau sudah sampai aku bangunin."
Tapi tak ada jawaban dari Adelia. Mungkin Adelia sengaja pura-pura sudah tertidur.
Tiba-tiba dalam mobil itu menjadi sunyi tanpa obrolan Mereka. Rasya menyalakan Audio musik yang berada dalam mobilnya. Terdengar lagu pertama yang Rasya putar adalah lagu Bahagia Bersamamu yang di Populerkan oleh Haico.
Rasya bernyanyi mengikuti lirik lagu tersebut.
"Bahagiaku bersamamu
Senang bila dekat denganmu
Kamu mahluk yang aku tuju
Yang lainnya ku tidak mau."
"Genggam erat tanganku sayang
Dan jangan pernah kau lepaskan
Karena aku butuh bimbingan
Cinta ku jangan kau lewatkan."
Terlihat Jari-jari Rasya mengetuk-ngetuk pada setirnya mengikuti setiap irama musik dari lagu tersebut.
"Bahagia aku bila bersamamu
Tenang hatiku dalam pelukanmu
Tetap denganku hingga kau menua
__ADS_1
Hingga memutih rambutmu."
"Senang hatiku hidup bersamamu
Belahan jiwa jagalah diriku
Karena denganmu damai lah hatiku
Menualah bersamaku."
"Genggam erat tanganku sayang
Dan jangan pernah kau lepaskan
Karena aku butuh bimbingan
Cinta ku jangan kau lewatkan". Tiba-tiba Adelia ikut bernyanyi dengan suara merdunya, membuat Rasya tersenyum kepadanya.
"Bahagia aku bila bersamamu
Tenang hatiku dalam pelukanmu
Tetap denganku hingga kau menua
Hingga memutih rambutmu." Kepala Adelia mulai bersandar pada bahu kiri Rasya.
"Senang hatiku hidup bersamamu
Belahan jiwa jagalah diriku
Karena denganmu damai lah hatiku
Menualah bersamaku." Lanjut Adelia lagi.
"Bahagia aku bila bersamamu
Tenang hatiku dalam pelukanmu
Tetap denganku hingga kau menua
Hingga memutih rambutmu." Adelia dan Rasya nyanyi bersamaan.
"Senang hatiku hidup bersamamu
Belahan jiwa jagalah diriku
Karena denganmu damai lah hatiku
Rasya merangkul Adelia dengan sebelah tangannya dan mengecup kening Adelia dengan tangan sebelahnya tetap menyetir.
"Sayang ini lagu aku banget. Liriknya percis seperti diriku yang begitu bahagia bila bersamamu." ucap Rasya lalu kembali mengecup kening Adelia.
Adelia hanya tersenyum dengan mendongak ke arah Rasya. "Kamu nyetir yang fokus ya... Aku ingin tidur seperti ini." Adelia dengan memejamkan matanya di dalam pelukan sebelah tangan Rasya.
"Okey sayang aku akan fokus menyetir. Kalau kamu nyaman tidur seperti ini, aku tidak akan melarangmu." Ujar Rasya dengan membelai pipi Adelia dengan tangan kirinya.
Lalu Adelia tertidur lelap. Rasya menyetir dengan hati-hati karena menggunakan sebelah tangan nya. Sedangkan sebelah tangan nya lagi Rasya pakai untuk memeluk Adelia yang tertidur bersandar pada dada bidang nya.
Beberapa jam kemudian Rasya menghentikan Mobilnya di depan Sebuah bengkel miliknya yang selama ini Aldi yang mengurusnya ketika Rasya pulang.
Bengkel nya terlihat masih terbuka dengan karyawan yang masih sibuk dengan tugasnya masing-masing karena Jam masih menunjukkan pukul 18:30 Waktu setempat.
"Hus itu si Bos datang." Kata salah satu karyawan Rasya yang bernama Beni.
"Tapi kayanya bawa Cewek lihat." Sahut karyawan yang bernama Ivan.
"Iya Bener ceweknya lagi tidur itu." Ujar Damar yang merupakan karyawan Rasya juga.
Aldi yang sedari di dalam ruangan mengecek stock peralatan Bengkel mendengar sahutan teman-temannya yang membicarakan Bos nya datang. Aldi pun keluar menghampiri Rasya yang turun dari dalam mobilnya. Rasya sengaja turun terlebih dahulu untuk menyapa Para karyawan Bengkel nya.
"Pak Rasya, Apakabar?." Tanya Aldi menyambut kedatangan Bos nya itu.
Rasya tersenyum. "Baik Al. Kamu sendiri bagaimana?. Bengkel baik-baik saja?." Ucap Rasya dengan bertanya kembali kepada Aldi.
"Saya sendiri baik Pak, begitu juga dengan Bengkel." Aldi menjawab dengan sopan.
Lalu Aldi bergumam di dalam hatinya. "Tumben Si Bos tersenyum dengan lama ada angin apa ini? Biasanya hanya berwajah dingin dan datar."
Rasya bergegas mendekati Karyawan yang lain yaitu Beni, Ivan, dan Damar. Jadi Karyawan Bengkel tersebut ada Empat orang bersama Aldi.
"Hai apakabar kalian?." Tanya Rasya kepada Ketiga Karyawan yang tengah menyambutnya.
"Baik Pak." Jawab Mereka bersamaan.
"Pak Rasya, sepertinya tidak datang sendiri ya?." Tanya Ivan yang suka ceplas-ceplos dengan matanya melirik ke arah mobil depan Rasya.
Rasya pun mengikuti arah pandang Ivan tersebut dengan tersenyum melihat Adelia yang masih tertidur.
__ADS_1
"Iya saya datang bersama calon istri saya." Kata Rasya.
"Terus kapan Nih nikah nya?." Tanya Damar.
"Secepatnya." Rasanya dengan tersenyum.
"Kalian sudah istirahat belum. Kalau belum Saya mau mmengajak kalian Makan malam bersama." Kata Rasya kembali dengan bertanya kepada Para karyawan nya itu.
"Kebetulan belum pak. Asyik ni ceritanya kita di Traktir Nih..." Sahut Ivan.
"Iya. Saya akan menraktir kalian. Oh Ya Kita makan nya di sini saja. Dan Kamu Ivan dan Damar beli makanan yang di seberang sana ya kaya nya enak-enak." Ucap Rasya dengan menyuruh Ivan dan Damar untuk yang membeli makanan nya.
"Siap Bos. Tulis saja makanan nya." Sahut Ivan.
"Al, tolong kamu tuliskan makanan apa saja yang mau mereka pesan. Oh Ya Tuliskan menu buat saya Nasi padang dua bungkus dengan lauk nya Rendang dan teh tawar." Perintah Rasya kepada Aldi.
"Baik Pak." Jawab Aldi.
Rasya pun menyerahkan uang nya sebanyak Lima ratus ribu rupiah untuk membayar makanan nanti. Rasya juga menyuruh Membeli air mineral dalam kemasan botol satu Dus kepada Ivan.
Terlihat suara pintu mobil Rasya tertutup. Ternyata Adelia keluar dan datang menghampiri Rasya. Mereka semua karyawan Rasya sangat terpana melihat Adelia yang begitu cantik melangkah mendekatinya. Tidak dengan Aldi yang sedang fokus menuliskan menu makanan yang akan di beli Ivan dan Damar. Rasya yang melihat tatapan Para karyawan nya menoleh ke arah mata yang mereka tatap. Terlihat Adelia yang sedang berjalan ke arah dirinya.
"Sudah bangun sayang?." Tanya Rasya saat melihat Adelia sudah duduk di sampingnya.
Adelia pun menjawab dengan mengangguk.
Aldi yang mendengar Rasya berbicara seperti itu kini menatap kedepan. Mata Aldi terpana melihat calon istri Bosnya itu yang sangat cantik, namun dengan cepat matanya ia alihkan kembali pada kertas yang sedang ia catat.
"Ini semua sudah saya catat." Kata Aldi dengan menyerahkan kertas catatan berisi pesanan makanan yang sudah Aldi tulis kepada Ivan.
Ivan pun mengambil kertas itu."Ayo Bro. Kita Shopping." Celetuk Ivan kepada Damar.
"Shopping apaan?." Sahut Damar dengan menonyor kepala Ivan.
Ivan pun tertawa dengan mulai menaiki motornya.
Seperginya Ivan dan Damar kini Rasya menatap gadis yang tengah duduk di sampingnya. "Sayang ini Bengkel milik kita." Ucap Rasya.
"Milik kamu." Adelia meralat ucapan Rasya.
"Iya. Tapi nanti jadi akan milik kamu juga."
"Enggak. Aku gak mau." Sahut Adelia.
"Loh koq gak mau?." Tanya Rasya.
"Ada-ada saja kamu. Ini kan Usaha milik kamu. Aku gak berhak memilikinya." Tolak Adelia.
"Hei. Milik ku adalah milikmu. Dan milikmu juga adalah milik ku." Rasya dengan menatap serius kepada Netra mata milik Adelia.
"Iya deh." Jawab Adelia pasrah.
Obrolan mereka berdua sontak terdengar di telinga Aldi dan Beni. Beni menyikut Aldi dengan tersenyum.
"Si Bos ternyata Bucin ya?." Kata Beni dengan berbisik kepada Aldi.
Aldi hanya tersenyum menanggapi Beni.
"Aduh jiwa kejombloan ku meronta-ronta Al melihat Pak Rasya dengan ceweknya itu." Bisik Beni lagi kepada Aldi.
"Sutttt sudah Ben, Kamu gak baik ngomongin si bos terus. Gak enak kalau sampai beliau mendengar." Aldi juga dengan berbisik memperingatkan Beni untuk tidak membicarakan Bosnya.
"Iya Al. Iya...." Beni pun menurut mulutnya kini ia bekap dengan tangan nya.
Tak lama terdengar motor Ivan dan Damar datang dengan membawa Sekantong Kresek Besar. Ternyata Mereka juga memutuskan memesan makanan Masakan Padang seperti makanan yang Rasya pesan.
Aldi dengan cepat membuka Ruangan sebelah yang terdapat meja Kerja Rasya kalau Rasya sedang berkunjung. Jika Rasya tidak ada Aldi lah yang duduk di meja tersebut. Aldi lalu mengambil Karpet Lebar yang tersedia di ruangan itu, lalu Aldi merentangkan nya.
"Ayo sayang kita makan bersama." Ajak Rasya kepada Adelia dengan menggenggam tangan Adelia.
Tak luput semua itu Para karyawan nya memperhatikan. Adelia dan Rasya pun duduk bersebelahan. Saat Ivan menaruh kantong kresek itu di atas Karpet yang Aldi rentangkan Adelia dengan tersenyum menawarkan untuk membantu.
"Sini biar aku yang bantu menyiapkan. Kalian bisa cuci tangan terlebih dahulu." Ucap Adelia dengan ramah kepada Ivan dan tidak lupa senyum Adelia sunggingkan.
"Ah i-iya Nona Boss." Ucap Ivan dengan terbata sekaligus terpana melihat Adelia yang tersenyum.
Adelia pun membuka Kantong Kresek tersebut dan mengeluarkan ada enam bungkusan nasi padang di dalam nya.
"Sya kamu tadi pesan lauk apa buat aku?." Tanya Adelia dengan matanya membaca setiap tulisan nama lauk yang ditertera pada setiap bungkusan.
"Aku pesan Rendang sama buat kamu juga." Jawab Rasya.
Adelia pun membawa dua bungkusan untuk dirinya dan Rasya. Lalu Para Karyawan Rasya yang sudah mencuci tangan nya kini datang dan duduk di Karpet itu. Lalu memilih Bungkusan yang sudah tertera lauk yang mereka pesan.
Kemudian mereka makan dalam hening tanpa ada yang bersuara.
...Bersambung....
__ADS_1