You Are My Mine

You Are My Mine
Episode 139.


__ADS_3

"Em ... enak sekali kue buatan kamu Arumi," puji Hera Mamanya Albi. Mereka kini sedang duduk santai di ruang tengah dengan mencicipi kue hasil buatan Adelia.


Adelia hanya tersenyum menanggapi pujian dari Hera.


Sementara itu Albi dan kedua temannya sudah pergi ke Kantor saat selesai sarapan.


Di ruang tengah itu ada Luky dan juga Alina yang duduk dengan memainkan ponselnya.


"Mas, lihat ada yang sedang viral di ig ku," ucap Alina dengan memperlihatkan layar ponselnya kepada Luky suaminya.


"Wah iya. Padahal lihat unggahan nya baru waktu malam tadi. Tapi jadi trending nomor satu," ujar Luky dengan memperhatikan viewers dan urutan trending.


Adelia mendengarkan jelas apa yang Alina dan Luky bicarakan, bahkan Adelia merasa penasaran tentang apa yang mereka bicarakan itu.


"Ada apa kalian heboh banget?" tanya Hera kepada Alina dan Luky menantunya.


"Ini Ma ... ada unggahan. Video pria yang sedang menyanyi seumuran Albian deh kayanya, suaranya bagus sekali. Dan jelas wajahnya pun tampan," ucap Alina menjelaskan.


"Sini Mama lihat, penasaran deh," kata Hera dan mengambil ponsel yang Alina pegang. Jelas Adelia bisa melihat video itu karena posisi duduk di sebelah Hera.


Terpampang seorang pria seumuran Albi sedang bernyanyi dengan penuh penghayatan. Wajahnya yang tampan, di tambah suara yang merdu menjadi kesan nilai yang tinggi bagi pria tersebut.


Adelia yang ikut melihat video tersebut seketika mengusap perut ratanya. Bahkan Adelia ingin terus menonton video tersebut, tapi malu mengatakan nya kepada Alina. Karena ponsel sudah Hera kembalikan kepada Alina.


"Suaranya enak di dengar, dan wajahnya yang tampan jadi menambah nilai plus-plus untuk anak itu," ucap Hera memberikan penilaian atas pria yang sudah di lihatnya.


"Iya benar Ma. Dan ini katanya aku baca di komentar para netizen. Pria itu baru saja menyanyi di cafe tersebut. Cafenya juga tidak jauh loh dari sini. Mas nanti kita ke sana Yuk! aku penasaran ingin lihat langsung," sahut Alina dan mengajak Luky untuk datang ke cafe tempat pria yang berada di dalam video bernyanyi.


"Alina, kamu seperti anak remaja saja. Yang tergila-gila cowok ganteng!!" sela Luky suami Alina dengan terkekeh.


"Gak apa-apa deh kali-kali loh Mas aku cuci mata!" kata Alina terus merengek.


"Iya-iya. Ajak Arumi juga sama Albi!. Dan untung saja aku lelaki yang tidak cemburuan," ucap Luky membanggakan dirinya yang tidak pencemburu.


"Yess thankyou so much Mas. Nanti aku akan ajak Albi dan Arumi." kata Alina dengan mencium pipi suaminya.


"Arumi apa kamu mau ikut nanti?" tanya Alina kini kepada Adelia.


Adelia dengan tersenyum mengangguk.


"Iya saya mau ikut Kak," jawab Adelia dengan antusias senang.


Waktu Sorepun tiba...


Albi dan kedua temannya yaitu Dirga dan Arman pulang. Mereka langsung bergegas masuk ke dalam rumah.


"Arumi mana?" tanya Albi saat melihat Alina, Luky, dan Hera sedang duduk di ruang tengah. Biasanya Adelia menyambut kedatangan Albi. Tapi kini Adelia tidak menyambutnya.


"Tadi di kamarnya," jawab Alina.


Albi pun dengan cepat bergegas menuju kamar. Dan benar saja Adelia berada di dalam kamar sedang tertidur.


"Arumi tidur di waktu sore begini?" gumam Albi.


Albi langsung bergegas membersihkan diri di dalam kamar mandi. Setelah beberapa menit. Albi keluar dari kamar mandi, dan bergegas menuju lemari untuk memilih pakaian ganti.


Setelah selesai memakai pakaiannya Albi kembali menghampiri ranjang. Albi berniat ingin membangunkan Adelia yang masih tertidur.


"Arumi ... bangun!. Tidak baik loh tidur di waktu sore menjelang malam seperti ini!"


Adelia terlihat mengerjapkan kedua matanya. Lalu tersenyum saat mendapati Albi yang sedang duduk di sampingnya dengan sudah berwajah segar, bahkan wangi maskulin menyeruak ke dalam indra penciumannya.


Adelia tiba-tiba memeluk Albi. Membuat Albi gugup mendapat pelukan dari Adelia.

__ADS_1


"Arumi ayo mandi dulu!" titah Albi.


"Sebentar Mas. Aku suka wangi kamu," ucap Adelia dengan memejamkan kedua matanya seraya tangannya masih memeluk Albi.


Arumi. Jikalau kamu benar-benar istri sah ku. Maka tidak kubiarkan kamu melepas pelukan mu sendiri! Akan aku buat kamu terus tertidur di atas ranjang!!!


"Tapi ini sudah terlalu sore, kamu lagi hamil. Oh ya, besok kita chek ya kandungannya ke dokter,"


"Iya Mas."


Adelia pun menurut dan langsung bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Selang beberapa menit. Adelia sudah keluar dari kamar ganti lalu menuju meja rias untuk memolekan skincare di wajahnya. Dan semua itu tidak luput dari pandangan Albi. Albi terus memperhatikan gerak-gerik Adelia yang sedang memoles wajahnya.


"Arumi ... menurut aku, meskipun wajahmu tanpa make-up kamu masih sangat begitu cantik terlihat di pandangan mata," ucap Albi dengan tangannya bersedekap di dada, dan tubuhnya duduk bersandar pada sandaran ranjang.


Adelia terkekeh masih menghadap cermin. "Mas, gombal ya," jawabnya.


Albi tersenyum, "Enggak. Aku jujur loh, serius malahan" ujar Albi kemudian bangkit dan memeluk Adelia dari belakang.


"Terus Mas cinta sama aku?" tanya Adelia menghentikan gerakan tangannya yang sudah selesai memoles wajahnya.


"Iya"


"Iya Apa?" tanya Adelia kembali. Kini Adelia menghadap pada wajah Albi.


"Iya, a-aku mencintaimu," ujar Albi gugup karena harus mengakui perasaannya.


"Tapi kenapa Mas tidak pernah menyentuhku?"


Karena kamu bukan istri ku sesungguhnya. batin Albi.


Sontak pertanyaan Adelia membuat Albi bingung untuk menjawabnya. Albi hanya bisa terdiam dengan otaknya berpikir mencari jawaban yang tepat untuk Adelia pahami dan tidak membuat perasaan Adelia kecewa.


"Ya sudah lupakan! karena Mas tidak mau menjawab" ucap Adelia dengan ketus karena tidak dapat jawaban dari Albi. Kemudian Adelia memilih duduk di sofa dan menyalakan tv.


"Benarkah begitu, Mas?"


"Iya"


"Maafkan aku Mas, aku tidak mengingat kesana. Bahkan aku lupa, bahwa aku baru saja sembuh dari sakit ku," ucap Adelia lalu memeluk Albi.


Untung saja aku kepikiran kesana! dan teringat akan ucapan Mama waktu kemarin.


Albi berucap dalam hatinya, dan merasa tenang telah memiliki jawaban untuk di berikan kepada Adelia. Bahkan Adelia langsung percaya dan merasa bersalah.


Tiba-tiba di layar televisi yang Adelia tadi nyalakan. Menayangkan video seorang pria yang lagi viral itu, di acara obrolan viral di stasiun swasta. Membuat Adelia melepaskan pelukannya dan menatap video itu dengan serius. Lalu teringat akan ajakan Alina saat siang tadi.


"Oh ya Mas, tadi Kak Alina akan mengajak kita untuk menonton pria yang bernyanyi itu di Cafe."


"Di cafe?"


Adelia mengangguk.


"Aku gak mau ikut"


"Kenapa Mas gak mau ikut?" tanya Adelia sedikit heran.


"Ya gak mau aja"


"Tapi aku ingin ikut, boleh ya?" ucap Adelia dengan wajah memelas.


"Enggak. Kamu di sini bersama aku. Biarkan Kak Alina pergi," sahut Albi melarang Adelia untuk pergi bersama Alina.

__ADS_1


Adelia terdiam. Dan teringat akan buku tentang pernikahan. Bahwa kata-kata suami harus di dengar dan dituruti oleh istrinya. Kecuali ucapan suami yang keluar dari jalur kebaikan. Itu boleh di tentang.


"Baiklah, aku di sini sama Mas" ucap Adelia. Akhirnya Menuruti ucapan Albi walaupun ada rasa kecewa di dalam hatinya yang tidak bisa bertemu sosok Pria tampan yang sedang viral itu.


"Bagus!. Kamu istri yang patuh!" kata Albi memuji Adelia.


Kemudian Albi memeluk Adelia dengan mengecup puncak kepalanya.


Tok ... tok ... tok ...


"Aku buka pintu dulu ya," kata Albi dan dapat anggukan dari Adelia.


Albi pun membuka pintu kamar.


"Kak Alina? ada apa?" tanya Albi saat melihat Kakaknya yang mengetuk pintu dan berdiri di depan pintu.


"Aku mau ngajak kamu makan malam. Di cafe yang kini tengah viral. Gak jauh kok, dari sini," ajak Alina dengan menuturkan.


"Aku sama Arumi gak mau ikut. Kakak saja sana!"


"Loh, padahal tadi istri kamu tadi ingin ikut?"


"Aku melarangnya!"


"Huss, dasar lelaki posesif dan pencemburu. Untung Mas Luky gak kaya kamu," Hardik Alina dan kemudian pergi meninggalkan Albi.


Iya memang aku pencemburu!!!


Albi pun menutup dan mengunci pintu kamarnya kembali. Lalu terlihat Adelia berbaring di sofa dengan tangannya memegang sebuah buku tentang kehamilan.


"Baca buku apa?" tanya Albi. Kemudian Albi mengangkat kepala Adelia dan Albi baringkan di atas pangkuannya.


"Buku kehamilan Mas," sahut Adelia.


"Oh ... terus tentang apa saja di dalamnya?" Albi seraya mengelus rambut Adelia yang wangi.


"Di sini mengatakan bahwa ibu hamil harus melakukan senam hamil, dan juga katanya tidak boleh banyak pikiran karena nanti akan stress. Kemudian ibu hamil harus memakan makanan yang bagus untuk perkembangan si janin. Itu sih garis besarnya yang sudah aku baca," kata Adelia dengan mendongak menatap Albi.


"Begitu. Ya kamu mulai besok boleh mengikuti senam ibu hamil. Nanti aku daftarkan,"


"Emang boleh, Mas?" tanya Adelia dengan masih mendongak menatap Albi.


"Iya boleh. Agar badan kamu dan si bayi dalam kandungan kamu sehat,"


Adelia pun tersenyum dan Albi membalas tersenyum juga.


"Arumi ....."


"Iya Mas, ada apa?"


"Em ... apa aku boleh mencium kamu?" tanya Albi meminta ijin.


Adelia terkekeh mendengar Albi yang bertanya seperti itu.


"Tidak boleh," jawab Adelia dengan tersenyum.


"Kenapa?"


"Karena saat ini aku lapar, Mas. Aku ingin makan. Ayo kita makan!!" ujar Adelia kemudian mendudukan tubuhnya seraya mengajak Albi untuk makan.


Gagal lagi????


"Iya ayo!!" sahut Albi dan ikut berjalan bersama Adelia menuju dapur.

__ADS_1


...***...


...Bersambung....


__ADS_2