You Are My Mine

You Are My Mine
Masih Bersama Rasya


__ADS_3

Adelia baru saja keluar dari kamar mandi dengan wajah yang masih basah, di lihat Ranjang yang tadi di pakai ia berbaring bersama Rasya, kini nampak rapih, dan bersih. Sepertinya Rasya yang sudah merapihkan nya. Dan Rasya tidak berada di sana, Adelia pun keluar kamar.


Di edarkan nya pandangan Adelia untuk mencari Rasya, namun bau asap panggangan membuat Adelia mengikuti bau itu berasal.


Adelia kini berada di dapur, dan terlihat Rasya yang sedang berdiri di depan kompor.


Rasya sedang memanggang Sebuah daging rupa nya.


Adelia tersenyum dan langkahnya mendekati Rasya, Rasya pun menoleh dengan tersenyum ketika Adelia sudah sampai di samping nya.


"Bau nya enak juga". Adelia sambil melihat daging yang berada di panggangan.


"Heemm...." Rasya tangan nya yang mulai membalikkan daging tersebut.


"Boleh aku bantu?". Tanya Adelia, dengan melihat wajah Rasya yang sedang serius dengan panggangan nya.


Rasya menggeleng.


"Kenapa?" Tanya Adelia lagi.


"Kamu duduk saja di kursi itu. Tuan puteri tidak boleh cape-cape. Persiapkan saja tenaga mu untuk nanti". Rasya berbisik di telinga Adelia, dengan menunjuk Kursi meja makan yang tidak jauh darinya untuk Adelia duduk.


Adelia di buat merinding karena hembusan nafas Rasya tepat pada telinga yang berbicara dengan berbisik.


Kemudian Adelia sedikit melotot mendengar ucapan Rasya, Adelia untuk mempersiapkan tenaga nya untuk nanti.


"Apa maksud kamu?" Tanya Adelia bingung.


"Udah kamu mending duduk aja di sana. aku yang akan melayani mu hari ini". Rasya sudah menempatkan panggangan daging tadi ke piring besar.


Adelia pun akhirnya menurut saja. Ia duduk dengan memperhatikan gerak-gerik Rasya yang menurutnya cekatan seperti sudah terbiasa melakukan nya.


Rasya pun kini sudah duduk dengan piring yang berisikan Steak buatan nya di taruh di atas meja.


Rasya mulai memotong steak itu menggunakan pisau dan garfu, dan di berikan ke Adelia.


"A, kamu harus makan" Ucap Rasya mulai menaikan garfu itu ke arah mulut Adelia.


Adelia tersentak di buatnya, Rasya yang begitu manis memotongkan steak itu, dan kini ia menyuapkan nya ke mulut Adelia.


Adelia pun menerima suapan Rasya, ia kini mengunyah nya, dan rasanya begitu enak di lidah Adelia.


"Bagaimana? Enak?" Tanya Rasya


Adelia mengangguk.


Rasya terus menyuapi Adelia, hingga Adelia pun kekenyangan.


"Rasya cukup. Aku sudah kenyang". Adelia menolak suapan yang Rasya berikan.


"Pintar. ya udah ini minum nya." Rasya dengan menyerah kan segelas Air putih kepada Adelia.


Adelia pun menerima segelas air itu untuk ia minum, dan Adelia pun meminum nya.


Kini Rasya sedang meyuapkan makanan nya ke mulut nya sendiri. Ternyata ia sengaja menyuapi Adelia dulu hingga kenyang, dan sekarang ia baru menyuapinya sendiri.


Adelia terdiam dengan terus memperhatikan Rasya, yang sebentar lagi ia akan menikah dengan orang lain.


Rasa sedih mulai menjalar menyeruak di hati Adelia, mengingat ini adalah moment terakhir dirinya dengan Rasya.


Rasya pun sudah selesai dengan makanan nya, kini ia sedang minum. Namun mata nya merasa heran melihat Adelia yang seakan murung, apa mungkin Adelia menyesali telah memenuhi permintaan nya pikirnya.

__ADS_1


"Del?". Tanya Rasya mencoba mendekat ke arah Adelia.


Adelia pun mendongak untuk melihat wajah Rasya, Adelia langsung berhambur ke pelukan Rasya, dengan matanya yang berkaca-kaca, Adelia melingkarkan tangan nya ke pinggang Rasya memeluk nya dengan Erat.


Rasya dengan diam, membalas pelukan Adelia yang dengan tiba-tiba.


Rasya tidak mau dulu bertanya, ia akan menanyakan nya nanti saja kalau Adelia sudah bersuara pikirnya.


Beberapa menit kemudian Adelia melepaskan pelukan nya, dan kini menatap Rasya dengan lekat.


"Rasya...". Adelia bersuara dengan menatap wajah Rasya.


"Apa?". Jawab Rasya dengan lembut.


"Terima kasih, atas semua waktu yang pernah kita lalui bersama, teman kecil, persahabatan, dan tentang cinta". Ucap Adelia yang kini tangan nya terangkat menyusuri wajah Rasya.


Rasya mengangguk, ia tidak bisa banyak bicara tentang itu. Bahkan tangan Rasya kini memegang tangan Adelia yang sedang menyentuh pipi nya.


Pandangan ke duanya saling terkunci, Rasya begitu lekat menatap wajah Adelia tak mau ada yang terlewat walau satu inci pun.


Seperti biasa, Jika Rasya sudah menatap bibir milik Adelia hasratnya bangkit, Rasya pun menunduk meraih bibir ranum milik Adelia, Adelia pun dengan cepat menutup mata nya. Terjadilah kembali Rasya mencium Adelia dengan dalam, Rasya memberikan pergerakan yang begitu lembut.


Hasrat ke duanya mulai memuncak, Rasya dengan lembut terus memperdalam ciuman nya, dan mulai turun ke leher. Rasya memainkan bibirnya kembali di leher Adelia.


Adelia pun memeluk erat tubuh Rasya untuk menahan apa yang Rasya berikan.


Rasya dengan bibirnya yang masih bermain di leher Adelia, kini tangan nya meraih dada Adelia, ia mulai membuka kancing depan Dress milik Adelia, terpampanglah dua bungkusan yang menyembul sebagian nya keluar. Bibir Rasya berpindah turun dari Leher, turun ke dada.


Rasya masih dengan bibirnya menyusuri dada Adelia.


Rasya memberikan tanda merah nya, tanpa membuka gunung kembar itu, ia hanya bermain di bagian atas nya saja.


Adelia yang di buat nya, meracau kembali, suaranya mendesah memenuhi Ruang makan yang berada di Vila itu.


Rasya pun leluasa meraih apa yang ia sentuh dengan bibir nya.


Dengan tangan nya menyentuh gunung kembar Adelia yang masih terbungkus.


Suara Dering ponsel menghentikan aksi Rasya yang kian memanas.


Sebelum Rasya mengangkat telpon nya, Rasya melihat terlebih dahulu siapa yang berani mengganggu nya, terlihat Mama calling.


Rasya pun menghela nafas terlebih dahulu untuk menormalkan kembali suaranya, tapi nafas Rasya masih terengah-engah.


Rasya melirik ke Adelia yang masih terpejam dengan badan nya yang masih terlentang di atas meja.


"Sayang, sebentar aku menjawab telpon mama dulu". Bisik Rasya ke telinga Adelia.


Adelia mengangguk dengan mata nya yang masih terpejam.


Rasya pun duduk di kursi, dan mulai menekan tombol hijau untuk menjawab telpon dari ibu nya.


Rasya


Hallo ma


Mama


Kamu di mana?


Di sini Ariyanti menunggu kamu. untuk photo preweding.

__ADS_1


Rasya membola matanya, ia lupa akan hari ini adalah photo preweding yang sudah di rencana kan mama nya.


Rasya


Maaf Ma. Rasya sedang ada urusan dengan rekan bisnis Rasya di luar kota.


Mama


Di luar kota?


Jadi kamu berangkat dari pagi itu pergi ke luar kota?


Rasya


Iya ma, sudah dulu ya gak enak sama yang lain.


Rasya menutup telpon nya langsung, seakan tidak mau mendengar Apa yang mama nya bicarakan lagi.


Rasya menoleh ke arah Adelia yang sekarang sedang duduk di meja.


"Bagaimana?" Tanya Rasya kepada Adelia.


"Bagaimana apa nya?" Adelia bingung tidak mengerti.


"Yang tadi, apa mau di lanjut?". Tanya Rasya kembali.


Adelia sontak malu, dan memukul sedikit bahu Rasya.


"Kamu nakal Sya". Adelia yang kini menatap Rasya.


"Gak apa apa. aku nakal hanya sama kamu". Ucap Rasya, dengan menurunkan Adelia yang duduk di meja, namun ia duduk kan di pangkuan nya.


Adelia pun menyenderkan kepalanya ke dada bidang milik Rasya.


Rasya yang melihat nya tersenyum.


"Kamu sengaja, kancing nya gak kamu tutup?". Rasya menggoda Adelia


"Ih kamu, ini ulah kamu yaa". Adelia kaget dengan kancing dress nya yang masih terbuka.


"Gak apa-apa". Ucap Rasya tanpa bersalah.


Adelia kini turun dari pangkuan Rasya, ia duduk di kursi dekat Rasya.


"Sya aku ngantuk". Ucap Adelia.


"Kamu mau bobo siang?" Tanya Rasya.


Adelia pun mengangguk.


Rasya pun berdiri, dan meraih tangan Adelia.


Rasya melangkah mengajak Adelia masuk kamar.


"Yuk, kita bobo siang". Ucap Rasya yang membaringkan tubuhnya di kasur Vila itu.


Adelia pun menurut ia rebahkan tubuhnya di samping Rasya.


Rasya merangkul Adelia,agar berpelukan.


Dan Mereka pun tidur siang dengan berpelukan.

__ADS_1


...Bersambung..............


__ADS_2