You Are My Mine

You Are My Mine
Episode 92.


__ADS_3

Aldi mengerjapkan matanya, Ia sungguh kaget karena dirinya tertidur di ruang tengah dengan posisi duduk kaki berselonjor bersama Adelia. Polisi Adelia masih seperti tadi dengan tangan nya masih memeluk tubuh Aldi. Dilihat jam sudah menunjukan jam empat pagi. Untung saja lampu sudah nampak terang dan Ibu Aldi ataupun Adiknya belum pada bangun.


Aldi mulai menggerakkan tubuhnya dan dengan pelan Ia menggendong Adelia untuk di tidurkan di kamar Adelia. Tidak ada pergerakan dari Adelia, sepertinya Adelia tertidur dengan pulas. Aldi mulai membaringkan tubuh Adelia dengan pelan, lalu tidak lupa menyelimuti.


Entah dorongan dari mana Aldi ingin menatap wajah cantik Kekasih Bos nya itu yang terlelap. Dengan mengulum senyum Aldi keluar dari kamar Adelia.


Lalu menuju kamarnya untuk melanjutkan tidur.


Menit pun berganti. Jam pun berlalu. Tak lama terdengar kicauan burung, dan suara ayam jago saling berkokok. Adelia terbangun dari tidurnya. Adelia terdiam memikirkan hal semalam yang telah ia lakukan kepada Aldi. Saking dirinya takut gelap Ia sampai tak sadar terus memeluk Aldi.


"Aduuh.... Gimana ini. Aku jadi malu keluar kamar. Aku malu ketemu Aldi. Tambah lagi sekarang aku sudah ada di dalam kamar, pasti Aldi yang sudah menggendongku."


"Kenapa sih. Aku gak sadar meluk-meluk Aldi. Bagaimana kalau Aldi berpikiran kalau aku cewek yang.... " Adelia merutuki dirinya sendiri yang tidak sadar akan semalam terus memeluk Aldi saat keadaan gelap hingga ia tak mampu mengucapkan kata yang tidak-tidak untuk dirinya.


Adelia lalu bangun dan merapihkan terlebih dahulu tempat tidurnya. Lalu mengambil handuk. Kemudian Ia bergegas menuju kamar mandi. Adelia tidak sadar dirinya lupa membawa baju ganti.


Adelia mulai melakukan aktivitas mandinya. Adelia setelah mandi, mencuci baju bekas di pakainya dengan masih menggunakan handuk. Setelah cucian bajunya bersih Adelia ingin memakai baju ganti. Tapi ia tidak menemukan tergantung di kastop kamar mandi.


"Ya ampun aku sampai lupa bawa baju ganti." Adelia mengumpat dirinya setelah sadar dirinya lupa.


Adelia ragu-ragu ingin membuka pintu kamar mandi. Ia masih terus berdiri di depan pintu.


"Kak Adel di dalam ya?. Udah selesai belum?. Alma kebelet ni..." Teriak Alma dengan mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.


"Iya Alma bentar." Adelia pun tak tega membiarkan Alma menunggu lama.


Dengan menghembuskan napas secara pelan Adelia pun membuka pintunya, dan Alma langsung menerobos masuk.


"Kak Maaf ya Alma gak kuat." Alma dengan cepat mendorong Adelia.


Adelia hanya menggelengkan kepalanya menanggapi kelakuan gadis remaja tersebut.


Adelia kemudian sadar akan dirinya yang memakai handuk sebatas paha yang melilit sampai dada, memperlihatkan paha mulus nya dan bahu nya yang terbuka.


Adelia clingak clinguk ke arah dapur ternyata Ibu Aldi belum ada di sana, dan mulai melangkah menuju ruang tengah.


Adelia merasa lega namun saat mendekat arah sofa ternyata Ada Aldi yang sedang menonton tv.


"Aduuh gimana ini?."


Adelia bergumam, dan mendapat ide.


Adelia berjalan dengan berjongkok di belakang sofa karena tidak ingin terlihat oleh Aldi. Aldi yang merasa ada pergerakan di belakang sofa yang di duduki nya Aldi pun menoleh dan matanya langsung menangkap Adelia yang sedang berjalan pelan dengan berjongkok.


"Non Adel...." Aldi menelan saliva nya saat tersadar akan Adelia yang memakai handuk yang begitu mini.


"Aldi tutup mata mu." Adelia yang merasa malu Aldi sudah melihatnya.


"Baik Non..." Aldi dengan cepat sudah menutup matanya begitu rapat.


Adelia pun memastikan Aldi terlebih dahulu. Sesudah terlihat Aldi menutup matanya Adelia langsung berjalan cepat menuju kamarnya.


Brakk.....


Adelia dengan kasar menutup pintu kamarnya.


Ibu Aldi yang masih di dalam kamar merasa aneh mendengar suara gebrakan lalu Ibu Aldi pun keluar dan langsung melihat anaknya yang sedang menutup mata.


"Al kamu tidur lagi?."


"Hah..." Aldi pun dengan cepat membuka matanya dan menoleh ke arah belakang sofa yang sudah tidak ada keberadaan Adelia.


"Enggak bu." Aldi mengatur napasnya.


"Terus ngapain kamu merem gitu?. Oh iya Ibu gak masak, Ibu mau langsung ke perkebunan."


"Iya bu. Gak apa-apa." Sahut Aldi.


Ibu Aldi pun pergi bergegas menuju perkebunan teh yang merupakan kegiatan sehari-harinya untuk mengais rejeki. Walaupun Aldi sudah melarangnya untuk berhenti dan Aldi sudah bisa mencukupi keperluan sehari-hari beserta biaya sekolah Alma. Tapi tetap Ibu Aldi tidak mau berhenti, Ia malah menyuruh uang Aldi untuk di tabungkan buat bekal di masa depan.


Aldi masih terengah-engah nafasnya.

__ADS_1


"Gila. Ada apa dengan nafas ku. Sungguh gadis itu membuat jantungku tidak beraturan. Atau dia sengaja ingin menggoda ku. Ini gak boleh terjadi aku pria normal. Gadis itu harus secepatnya keluar dari rumah ini." Aldi bergumam di dalam hatinya.


Ada rasa terbesit tidak suka akan Adelia yang seperti sengaja ingin menggoda nya di benak Aldi. Aldi mengakui dirinya adalah pria normal. Aldi bahkan ingin cepat Adelia keluar dari rumahnya yang merasa pengaruh buruk pada jantungnya.


"Aku harus mencari tahu apa penyebab jantungku berdetak kencang saat dekat gadis itu." Aldi dengan mulai mengambil ponsel yang masih tercharger.


Aldi berniat mensearching ke browser.


Dan bertepatan Aldi berdiri, Adelia keluar dari kamarnya. Aldi bersikap tidak melihat Adelia, Tapi Adelia merasa malu dan canggung akan kejadian semalam juga di tambah kejadian barusan.


"Al maaf..." Adelia dengan lirih.


Maaf?.


Dia meminta maaf?.


Untuk hal apa?.


*Batin Aldi.


Aldi menatap Adelia dengan tidak mengerti.


"Nona Minta maaf karena apa?.


"Semalam dan barusan." Adelia dengan kepala menunduk tidak berani menatap Aldi.


Apa dia sadar telah menggoda ku?.


*Batin Aldi.


Aldi terdiam dengan ekspresi datar. Jari tangan nya mulai mengetik lewat penelusuran google.


"Al...." Adelia memanggil karena merasa Aldi terdiam.


"Hmm..." Aldi dengan matanya menatap ponsel dengan serius.


"Aldi... Saya mohon maaf. Saya mohon kamu jangan sampai salah paham atau salah sangka. Saya semalam sangat ketakutan dan saya tidak ada kepikiran untuk hal lain, saya repleks karena takut." Adelia memohon maaf kembali dengan mengatakan praduga nya.


Aldi langsung menoleh ke arah Adelia, dengan menatap mata milik Adelia yang begitu indah.


Aldi mulai membaca dengan serius.


Seperti inilah hasil browsingan Aldi di ponselnya. Aldi membaca di dalam hati.


Pernahkah Anda merasakan jantung berdebar saat bertemu seseorang yang Anda suka? Jika ya, tenang. Anda tidak sedang mengalami kondisi medis tertentu. Anda hanya sedang jatuh cinta.


Tubuh manusia dirancang sedemikian rupa untuk memberikan berbagai reaksi terhadap stimulus dari luar. Bahkan saat jatuh cinta, tubuh juga dapat memberikan reaksi khusus. Contohnya adalah kejadian jantung berdebar saat bertemu dengan orang yang disukai.


Inilah Penyebab Henti Jantung Mendadak


Otak adalah organ pengatur reaksi, yang terjadi dalam tubuh manusia. Oleh karena itu, reaksi yang dialami tubuh saat bertemu dengan si dia seperti jantung berdebar, napas terengah-engah, rasa lemas pada lutut diatur oleh otak.


Saat jatuh cinta atau bertemu dengan orang yang disukai, Anda akan merasa seperti bertemu sesuatu yang misterius, tidak dapat diprediksi dan ada rasa ketertarikan seksual.


Hal tersebut menjadi sinyal untuk bagian otak, yang disebut amigdala, menjadi aktif. Kemudian, otak akan mengirimkan sinyal yang menyatakan akan terjadi sesuatu yang misterius, menakutkan, tidak terprediksi, namun menyenangkan pada kelenjar adrenal. Akibatnya, kelenjar adrenal akan memproduksi berbagai hormon, seperti adrenalin atau epinefrin dan norepinefrin, sebagai akibat dari sinyal otak.


Adrenalin akan bekerja pada beberapa sistem tubuh, salah satunya jantung. Respon jantung terhadap kenaikan jumlah adrenalin adalah jantung yang berdetak secara lebih cepat dan kuat. Dengan demikian, Anda merasa berdebar-debar.


Selain itu, adrenalin juga bekerja pada paru-paru dan menyebabkan laju napas yang lebih cepat. Akibatnya, Anda dapat merasa seperti napas yang terengah-engah.


Respons lain yang dialami tubuh pun berkaitan dengan produksi zat-zat oleh kelenjar adrenal. Contohnya, norepinefrin yang akan mengakibatkan kenaikan suhu tubuh. Di mana kejadian ini akan mengakibatkan pipi yang nampak kemerahan atau blushing saat bertemu si dia.


Demikianlah sedikit sains di balik jatuh cinta. Semoga dengan ini, rasa penasaran Anda terkait jantung berdebar saat bertemu si dia sudah terjawab.


Aldi lalu menoleh ke arah Adelia yang masih berdiri, Adelia ternyata sedari tadi memperhatikan Aldi yang sedang serius dengan ponselnya.


Aku jatuh cinta sama Pacar Si Bos?.


Tidak. Aku tidak percaya hasil browsingan ini.


Ya kalau suka aku percaya.

__ADS_1


Tapi kalau Cinta?. Tidak. Itu tidak boleh.


Aldi bergumam dengan menatap gadis yang sama sedang menatap nya.


"Al... kamu kenapa?." Adelia merasa aneh akan Aldi yang sedang menatapnya setelah melihat ponselnya tadi.


"Non. Maaf Ibu tadi langsung ke perkebunan. Kalau Non Adel mau sarapan. Aldi mau membelikan nya. Non mau sarapan apa?." Aldi tidak menjawab akan pertanyaan Adelia, Ia mengalihkan dengan mengatakan tentang sarapan.


"Saya sepertinya ingin bubur Ayam deh." Adelia dengan tersenyum kepada Aldi.


Non jangan senyum please!!!


Aldi bergumam di dalam hati, lalu mengangguk.


"Ya sudah saya mau belikan sekarang."


Aldi pun keluar bergegas membelikan bubur untuk Adelia. Sebelum keluar Aldi menaruh ponsel nya di meja depan sofa. Adelia berniat duduk menonton tv untuk menunggu Aldi. Tapi matanya mengarah ke meja yang di atasnya ponsel Aldi dalam keadaan menyala. Adelia pun meraihnya, dan membaca tulisan yang begitu panjang itu. Yang ternyata tulisan panjang itu Hasil browsingan Aldi tadi tentang detak jantung. Adelia tersenyum saat selesai membaca hasil browsingan Aldi tersebut dan menaruh kembali ponsel tersebut ke atas meja lagi.


Aldi sepertinya kamu begitu polos.


Sampai mencari ke google tentang detak jantung yang berdetak kencang bila bertemu lawan jenis.


Adelia tersenyum dengan bergumam didalam hatinya.


Dan tak lama Aldi datang dengan menenteng kantong kresek yang di dalam nya tiga bungkus kotak bubur Ayam.


"Ini Non Buburnya." Aldi menaruh satu bungkus kotak Bubur di depan Adelia.


"Iya Al terima kasih." Ucap Adelia seraya tangan nya mulai membuka kotak bubur tersebut.


"Buat aku mana kak?." Alma yang datang mendekat bertanya akan bubur untuk dirinya.


"Tuh Ambil." Aldi dengan menunjuk satu lagi bungkus kotak bubur.


Alma pun mengambilnya dan mulai menyantap bubur itu bersama Adelia dan Aldi di sofa depan televisi.


Aldi mendapat chat dari Rasya.


Pak Rasya.


Al... Jangan lupa kamu ajak Adelia ke bengkel.


Aldi pun mulai mengetik membalas chat Bos nya itu.


Aldi.


Baik Pak.


Aldi pun kembali menyantap bubur ayamnya.


"Al... Kamu lagi suka sama seseorang ya?." Adelia dengan tiba-tiba, yang membuat Aldi sontak terbatuk-batuk.


"Wah... Beneran kak Al?." Alma adik Aldi dengan antusias bertanya.


Shiittt.... Ada apa Non Adel tiba-tiba bertanya seperti itu?.


*Batin Aldi.


Aldi merasa sudah tenang. "Tidak ada Non." Aldi dengan memasang wajah datar. Padahal di balik hatinya ia sedang merasakan was-was di ketahui perihal pertanyaan Adelia.


"Benarkah?." Adelia mencoba meyakinkan Aldi.


Aldi pun hanya mengangguk.


"Terus kamu tadi membrowsing tentang....."


Seketika ada nada panggilan di ponsel Aldi dari Beni.


"Maaf Non saya angkat panggilan dulu." Aldi dengan mulai menggeser tanda hijau di ponselnya.


Thankyou Ben Lu udah nyelamatin gue.

__ADS_1


Gumam Aldi yang begitu pelan hingga tidak ada yang bisa mendengarnya.


...Bersambung....


__ADS_2