
"Beneran kalian gak apa-apa?." Tanya Rara memastikan.
Adelia pun mengangguk, dan berdiri. Ia bergegas pergi meninggalkan tempat itu.
"Del, Lu mau kemana?." Tanya Rara yang bingung karena Adelia pergi dari tempatnya.
"Aku ingin sendiri dulu Ra." Adelia dengan melangkah pergi dari tempat itu.
Rara pun kini melirik Rima. Karena tadi Rima sudah berbicara kepada Adelia. Rara ingin mengetahui apa penyebab Adelia menangis dan ingin menyendiri.
"Rim Apa yang terjadi. Kenapa Kalian menangis, dan apa penyebab nya Adel sampai ingin menyendiri dulu?." Tanya Rara beruntun kepada Rima.
Indri dan Yuda diam saja. Karena sudah tahu pasti Rima telah mengatakan Sesuatu rencana nya ke Adelia.
"Aku hanya menceritakan pengalaman pahit ku Ra. Adelia sangat terpukul mendengar apa yang aku alami. Itu saja." Jawab Rima.
"Ya udah mending kita Balik ke Vila." Ajak Indri.
Rara dan Rima pun mengangguk.
Yuda sengaja duduk dulu di tempat itu, ia ragu apa yang akan ia lakukan sesuai suruhan Rima, setelah melihat Adelia berurai air mata, Yuda merasa tidak tega untuk melakukan nya.
Yuda melihat Adelia yang terduduk di bibir pantai. Adelia menangis di sana. Yuda mencoba untuk menghampirinya. Dan duduk di sebelahnya.
"Aku... Tak menyangka akan serumit ini. Ketika ku Buka kan hatiku semua nya untuk mu. Tapi kau malah kecewakan aku. Huuu...." Adelia menangis, dengan mengucapkan kekecewaan nya yang terdengar Yuda yang duduk di sebelahnya.
"Apa salahku pada mu?. Apa kurang ku pada mu?. Sampai kau berbuat yang membuat aku kecewa." Adelia terus Meracau di sela tangisnya.
Yuda pun sungguh tak tega, mendengar Adelia yang menangis pilu seperti itu. Yuda memberanikan memberi sapu tangan yang selalu ia bawa, untuk Adelia.
"Hapus air mata mu. Aku tak suka melihat wanita menangis!." Yuda dengan menyerahkan sapu tangan nya kepada Adelia.
Adelia pun menatap sejenak ke arah Yuda, namun Adelia tidak menerima sapu tangan yang Yuda serahkan.
"Jika kamu tak suka melihat wanita menangis, Kenapa harus menghampiri ku?. Kenapa kamu gak pergi saja, dan kenapa kamu malah duduk di sini?." Adelia dengan ketus.
Yuda pun mencoba tersenyum, dengan apa yang di lontarkan Adelia ada benarnya. Namun karena Yuda tidak tega maka ia menghampirinya.
"Aku Tidak tega melihat mu menangis, seperti aku juga merasakan perasaan sedih mu. Entah kenapa? Aku juga bingung?." Tutur Yuda.
Adelia menoleh dan menatap Yuda dengan sedikit tajam. Dan mengambil Sapu tangan yang di genggam Yuda. Adelia langsung mengusap air mata nya dengan sapu tangan itu. Dan di kembalikan lagi ke tangan Yuda.
Yuda pun terkekeh atas kelakuan Adelia yang sedikit lucu. Dan tangan nya repleks mengacak-acak rambut Adelia.
"Hei... Kamu berani menyentuh rambut ku." Adelia dengan melotot.
"Eh Maaf. Kau sungguh Lucu sampai aku repleks ingin mengacak-acak rambut mu." Yuda dengan masih terkekeh.
Adelia pun mengerucutkan bibirnya, dan mulai bangun dari duduk nya. Adelia pergi meninggalkan Yuda.
Sementara itu di Vila Rara sudah membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian. Lalu keluar kamar menghampiri Rima dan Indri yang sedang menghidangkan makanan.
"Duuh... Kaya nya enak ni?." Tanya Rara.
"Pasti. Ini Indri yang masak." Kata Rima.
"Adel belum balik juga ya?." Tanya Rara lagi.
"Iya. Mungkin sebentar lagi juga pulang. Tapi jangan Khawatir Yuda juga masih di sana koq." Rima menenangkan Rara agar tidak khawatir kepada Adelia.
Tak lama Adelia pun datang yang di belakang nya ada Yuda.
"Tuh kan benar apa kata ku." Ujar Rima.
"Del, Yud. Yuk makan Dulu." Ajak Indri.
Yuda pun menghampiri, dan duduk di kursi kosong dekat Rara.
Namun Adelia menggeleng ia langsung masuk ke dalam kamar.
"Bentar aku susul Adel dulu ya.." Pamit Rara.
__ADS_1
Rima, dan Indri pun mengangguk.
Setelah kepergian Rara.
Rima pun dan Indri ber Tos Ria dengan sedikit tertawa. Yuda yang melihatnya, mencoba bertanya.
"Apa sebenarnya yang Lu katakan Rim, sampai Adelia sesedih itu?." Yuda yang penasaran.
"Gue cuma bilang, Gue udah di perkosa Martin, calon suami nya." Ucap Rima dengan mulai mengunyah makanan nya.
"Hah, Gila Lu. Pantas aja gue dengernya dia sedih banget pas nangis." Yuda sedikit melotot.
"Hush udah, mending sekarang gimana rencana kita selanjutnya. Lu udah siap?." Rima antusias dengan rencana yang akan ia buat selanjutnya.
"Gue gak mau sampai harus nidurin dia. Gue gak tega." Yuda memang merasa kasihan kepada Adelia.
"Ya deh. Tapi kalau Lu cium dia mau kan?. Nanti gue ambil gambar nya." Tanya Rima.
"Ya kalau sekedar cium gue mau aja. Tapi Jangan sampai Lu maksa gue untuk lakuin itu." Yuda sedikit mengancam.
"Iya iya. Nanti gue mau coba ngasih air yang udah Gue sama Indri kasih obat itu. Dan Lu In, harus pastiin Rara minum air yang itu. Agar dia tidak jadi penghalang rencana kita." Perintah Rima.
"Siap." Kata Indri.
Rara dan Adelia pun datang.
Dan duduk di kursi yang di depan Indri dan Rima.
"Ayo makan Del." Perintah Rima.
Adelia pun mengangguk.
Adelia pun mulai mengambil makanan dengan porsi kecil, karena saat ini ia sebenarnya tidak bernafsu makan.
Rima dengan sigap mengambilkan Botol minum yang sudah ia masukan sesuatu tadi.
Adelia pun menerima dan meminum nya.
"Ah iya makasih." Dan Rara pun dengan cepat meneguk nya.
Rima tersenyum melihat Rara dan Adelia sudah meminum minuman yang sudah ia masukan sesuatu tersebut. Tinggal sebentar lagi menunggu reaksi nya.
Mereka pun selesai dengan makan nya.
Adelia terus meneguk minuman dari botol itu sampai habis. Begitu pun Rara. Di karenakan Cuaca yang begitu panas membuat Adelia dan Rara menjadi kehausan.
"Sebentar lagi Sunset. Kalian mau lihat gak View nya suka bagus Loh." Ajak Indri.
Rara seketika menguap.
Membuat Rima tersenyum.
"Aku pengen lihat." Kata Adelia.
"Gue enggak deh. Gue ngantuk banget soalnya. Gue mau tidur aja." Ucap Rara dengan melangkah menuju kamar.
"Iya udah kalau gitu. Kita ke Pantai lagi ya Ra." Ucap Rima.
Adelia sudah berdiri dari duduknya, Namun seketika tubuhnya merasakan Aliran panas. Adelia mengibas-ngibaskan tangan nya.
"Kamu Kenapa Del?." Tanya Rima.
"Koq Aku Seperti kepanasan, padahal aku baru saja mandi." Ucap Adelia dengan mengibas-ngibaskan tangan nya.
"Mungkin memang cuacanya lagi musim panas Del, jadi kamu kepanasan." Kata Indri.
"Iya bisa jadi begitu." Ucap Rima.
"Ya udah ayo, kita Lihat Sunset." Rima dengan menggandeng tangan Adelia.
Yuda berjalan bersama Indri di belakang nya.
__ADS_1
Sesampainya di pinggir pantai, Rima mengajak Adelia dan Indri untuk berpose.
"Yuda, photoin kita." Perintah Rima.
Yuda pun mengangguk dan mulai menggunakan Kameranya untuk memotret mereka. Hingga banyak hasil yang Yuda Potret.
"Kita ke sana dulu ya Del. Yuda Lu jagain Adel ya.." Ijin Rima dan Indri pergi ke tempat lain.
Adelia pun mengangguk.
"Iya" Jawab Yuda.
Adelia sudah terlihat gelisah, ia terus menggigit bibir bawahnya. Saat ini Adelia merasakan Hasrat yang selalu ia rasakan jika setelah berciuman dengan Martin.
Ada apa ini?. Kenapa aku merasakan panas yang menjurus ke sana.
*Batin Adelia.
Yuda yang duduk tidak jauh memperhatikan Adelia yang gelisah. Yuda pun menghampiri nya.
"Del, kamu kenapa?." Tanya Yuda.
"A-aku... Ah... Panas." Ucap Adelia.
Yuda pun dengan cepat menggandeng tangan Adelia ke tempat yang sepi, Adelia pun tidak menolak nya.
"Kamu kenapa Del?." Tanya Yuda berpura-pura.
"Entah kenapa aku merasakan Hasrat seperti ingin berciuman dan.... Ah..." Adelia dengan mulai ingin membuka baju nya. Otak nya sungguh seperti tidak bekerja kala itu. Karena yang lebih Dominan Adalah Hasrat nya yang menggebu.
Yuda pun menelan ludahnya kala melihat Adelia mencoba membuka salah satu kancing nya.
Yuda mencoba mendekat.
"Apa aku boleh menolong mu?." Ucap Yuda dengan berbisik.
Adelia pun mengangguk.
Yuda pun langsung mencium Adelia dengan lembut, Adelia pun mengalungkan tangan nya ke leher Yuda.
Yuda terus memberikan ciuman nya, dengan tangan nya menekan tengkuk milik Adelia untuk memperdalam ciuman nya.
Tanpa Adelia dan Yuda Sadari dari kedekatan Rima dan Indri merekam Aksi Ciuman Adelia dan Yuda.
Yuda mulai menciumi leher Adelia. Adelia pun mengerang nikmat, dengan memegang kepala Yuda. Yuda menghentikan aksi nya. Ia sadar ia sedang berada di tempat umum.
Yuda pun menggendong Adelia menuju Vila nya. Rima dan Indri pun mengikuti nya.
Yuda membaringkan Adelia di ranjang kamarnya. Yuda menatap Adelia yang terpejam. Ia sedikit ragu untuk mencium Adelia kembali. Namun Adelia membuka matanya dan Merangkul Yuda dengan cepat, dan mencium Yuda dengan *****. Yuda pun akhirnya membalas ciuman Adelia. Adelia kehilangan kesadaran nya saat ini, Ia begitu ***** mencium Bibir milik Yuda, Adelia menghentikan ciuman nya. Dan membuka Baju milik Yuda. Adelia dengan cepat menciumi Dada Yuda yang Atletis dan wangi. Yuda pun memejamkan matanya, menahan Hasrat yang di berikan Adelia. Adelia naik ke atas tubuh Yuda dan menciumi leher milik Yuda. Yuda pun repleks memegang dan meremas Dada Adelia yang masih terbalut pakaian nya. Yuda pun dengan cepat meraih leher Adelia. Memberikan ciuman nya, dan sesekali memberi tanda kissmark di leher Adelia.
Adelia pun menggelinjang, bahkan mengerang. Yuda sadar aksi nya terlalu jauh. Yuda pun menghentikan nya. Adelia menatap Yuda seperti ingin lebih dari itu.
Yuda menggeleng. Dan berbisik ke telinga Adelia, agar tidak terdengar Rima dan Indri yang sedang merekam nya.
"Jangan di teruskan. Nanti kamu akan menyesal." Bisik Yuda.
Adelia pun terdiam. Mencerna apa yang di katakan Yuda. Namun Otak nya saat ini seperti tidak berfungsi. Adelia hendak ingin membuka Kancing baju nya lagi.
Yuda dengan cepat menarik tangan Adelia ke dalam kamar mandi. Yuda menyalakan kran Air untuk mengisi bathup untuk Adelia berendam.
"Kamu berendam. Agar Rasa panas di tubuh mu hilang." Perintah Yuda.
Namun Adelia dengan cepat memeluk Yuda dengan menggeleng.
"Please aku mohon kamu berendam. Aku tak mau nanti kamu menyesal. Menurut lah!."
Adelia pun melepaskan pelukan nya, Yuda dengan cepat meninggalkan Adelia.
Adelia pun menurut dan masuk ke dalam bathup dengan pakaian nya.
...Bersambung....
__ADS_1