
Di tempat lain.
"Apa?," teriak Hadi ketika mendapat laporan dari orang suruhan nya.
"Serius Pak. Saya melihat nya sendiri, lokasi dan keadaan putra Bapak. Sepertinya keadaan nya baik-baik saja dan nampak bahagia," tutur Bowo nama orang suruhan Hadi.
Hadi terdiam, mendengar keadaan putranya yang sudah bahagia. Dugaan nya salah selama ini, Hadi yang beranggapan Rasya akan sengsara dan menderita karena tanpa fasilitas dan materi yang Ia beri, kini Rasya sebaliknya. Bahkan Rasya mempunyai usaha sendiri di luar dugaan Hadi.
Hadi kini merasa lega anaknya baik-baik saja, namun Ia akan tetap memantau keadaan nya. Walau bagaimana pun Hadi tetap menyayangi putranya.
"Bowo, Saya bangga sama kinerja mu. Boleh saya meminta bantuan lagi?," ucap Hadi.
"Tentu saja Pak Hadi, dengan senang hati saya akan membantunya," sahut Bowo.
Hadi kemudian mengambil sesuatu dari dalam laci meja tempat kerjanya. Yaitu dua buah photo.
"Tolong kamu selidiki, Orang ini. Apa ada hubungan nya dengan pembunuhan Adik ku Bara." Perintah Hadi.
"Baik Pak!" jawab Bowo tegas dengan tangan nya mengambil Dua photo yang di serahkan Hadi.
"Yang Ini Rony dia teman ku sejak lama, dan yang ini Wira Atmaja juga teman ku. Namun saat itu Bara tewas dengan mengarah dugaan nya kepada Wira. Tapi Saya belum punya bukti saat itu hingga kini, Saya hanya di kasih tahu oleh Rony." tutur Hadi dengan membayangkan kejadian sembilan belas tahun silam.
Flashback on.
Hadi mematung tanpa gerak saat melihat Adik yang begitu ia sayangi bersimpah darah akibat sebuah tusukan pisau. Dan orang yang menusuknya memakai topeng muka, dan berlari kencang.
Hadi menangis, dan berjanji kepada siapa saja yang sudah membunuh adiknya tersebut, Ia akan membalaskan dendam nya hingga anak dan keturunan nya.
Bara adik Hadi dengan cepat di masukan ke dalam peti jenazah oleh petugas kepolisian, untuk di otopsi. Dan saat Hadi bersedih datanglah Rony dengan nafas terengah-engah memberikan rasa bela sungkawanya atas kepergian Bara adik Hadi.
"Hadi, Saya turut berduka cita atas meninggalnya Bara." Rony dengan merangkul bahu teman nya itu.
"Terima kasih Rony," jawab Hadi.
__ADS_1
Lalu Rony dan Hadi terdiam. Memikirkan siapa di balik semua itu.
Hadi dan Rony pun berpisah kembali saat jenazah Bara sudah di semayamkan ke bumi.
Hadi pergi beserta keluarganya, namun Rony masih berada di sekitaran makam sedang melakukan transaksi memberi upah.
Dan jelas terlihat oleh Wira Atmaja bahwa Rony berucap bangga kepada seseorang yang sudah ia beri uang tersebut.
"Saya bangga atas kinerja mu, Saya mohon kamu pergi secepatnya dari kota ini. Sebelum Polisi mencurigai kita, Karena Bara sudah di otopsi sebelum di kuburkan," ucap Rony kepada orang suruhan nya itu.
Sungguh Wira yang mendengar menggeleng-gelengkan kepalanya, dan mengepalkan tangan nya. Wira memutuskan untuk menemui Hadi secepatnya, namun saat membalikkan badan Rony mengetahui keberadaan Wira yang sudah mendengar percakapan nya.
"Target kita sekarang Adalah dia. Ayo sebelum orang itu, mengatakan sesuatu terhadap Hadi," perintah Rony kepada suruhan nya, dan secepatnya suruhan nya itu mengangguk.
Wira yang baru saja masuk ke dalam mobil, dapat pertanyaan beruntun dari Moni istrinya yang tengah memangku seorang bayi laki-laki yang tak lain adalah adik Adelia, sedangkan Adelia sedang sekolah di antar oleh Baby Sister nya.
"Pa, kenapa cepat sekali? bahkan mama belum sempat untuk keluar, karena Andika dari tadi nangis terus pengen asi," kata Moni.
"Ma, kita harus secepatnya menemui Hadi, karena aku baru saja mengetahui sesuatu yang sesungguhnya," ucap Wira dengan cepat melajukan mobilnya meninggalkan area parkir pemakaman.
Seseorang tersenyum di balik sebuah mobil yang melaju cepat tadi saat mendengar suara mobil yang bertabrakan. Dan merasa lega sekaligus beruntung telah menghabisi dua orang sekaligus di hari yang sama.
Dan berita itu terdengar oleh Hadi, hingga membuat Hadi begitu syok akan musibah yang menimpa kedua orang terdekatnya.
Dan tak lama dari kejadian itu, Rony membuat suatu konsfirasi mengelabui pikiran Hadi. Rony mengatakan telah menangkap seseorang yang sudah di bayar Wira untuk membunuh Bara Adiknya Hadi, toh Wira sudah meninggal ini pikir Rony walaupun kena fitnah juga.
Sungguh Hadi naik pitam, dan bahkan mencari keberadaan anak dan istrinya.
Tapi Hadi mendapat berita bahwa anaknya juga telah meninggal saat kejadian tersebut. Hadi dan Rony belum mengetahui bahwa Wira memiliki Putri pertama yang sengaja Wira tidak menunjukan nya kepada Hadi dan Rony.
Namun semua terungkap saat Adelia meninggalkan sebuah Akte kelahiran di kamar Rasya yang saat itu Adelia dan Rasya baru saja berkuliah, Dan saat Hadi masuk ke dalam kamar putranya mata Hadi terpokus pada Sebuah Kertas yang berlaminating di atas meja belajar Milik Rasya, dan Hadi pun membacanya.
Hadi terkejut bukan main, dirinya telah dekat dengan anak dari sang pembunuh adiknya sendiri, tanpa harus mencari jauh selama ini. Hingga Hadi terus berpura-pura berbuat baik kepada Adelia. Namun tanpa di sangka, Anaknya malah jatuh cinta kepada Anak Wira yang sudah di anggap Hadi seorang anak pembunuh.
__ADS_1
Flashback off.
"Kalau begitu saya permisi Pak Hadi, Saya akan memberikan bukti setelah saya mendapatkan informasinya."
Hadi pun hanya mengangguk, dan tinggalah sendiri di ruang kerjanya. Hadi merasa pusing akan masalah perusahaan nya yang tiap bulan omsetnya terus menurun, dan kini di tambah bayangan masa lalu terngiang kembali hingga Hadi mengingat Adelia selalu dengan rasa benci dan amarah.
Hadi meraih sebuah intercom dan berbicara kepada seseorang.
"Bapak memanggil saya?," tanya seseorang yang menjabat sebagai manager keuangan.
"Saya minta laporan keuangan dari satu tahun kebelakang," pinta Hadi.
"Baik Pak."
"Ya sudah, kamu boleh kembali."
"Permisi Pak."
Hadi merasa ada sesuatu di bagian laporan keuangan yang setiap bulan ia terima langsung dari Divisi keuangan melalui Sekretarisnya, Hadi merasa janggal. Omset selalu turun, tapi tidak ada komplain atau kritikan dari konsumen.
Hadi memijit keningnya untuk menghilangkan rasa pusing saat ini, Hadi tidak mau menuduh seseorang tanpa bukti. Tapi Hadi saat ini sangat membutuhkan kinerja Anaknya yaitu Rasya, karena saat Hadi memerintahkan Rasya menghandle perusahaan nya, Rasya itu dapat di andalkan.
Apa aku restui saja pernikahan Rasya?.
Toh Anak ku sudah bahagia.
Dan Adelia tidak tahu apa-apa akan kejadian itu, dan Adelia tidak salah.
Batin Hadi merasa tergugah untuk merestui pernikahan anaknya yaitu Rasya. Dan Hadi tidak akan mengsangkut pautkan Adelia dengan masalalu nya, karena Adelia tidak ada hubungan nya dan tidak tahu apa-apa.
...Bersambung....
Semoga Ya Readers pernikahan Rasya dan Adelia dapat restu dari Papa Rasya.
__ADS_1
Dan sekarang Readers sudah tahu, kan? masalah Hadi Papa Rasya yang tidak merestui Rasya bersama Adelia.
Jangan lupa Like, Comment, dan Vote nya ya readers!!.