You Are My Mine

You Are My Mine
Episode 226.


__ADS_3

"Jadi, Papa berteman baik dengan Ayahnya Adelia?" pekik Rasya. Ia sungguh terkejut baru mengetahui hal ini. Karena Hadi tidak pernah menceritakannya.


Hadi mengangguk, "Maaf. Papa juga baru tahu setelah melihat ada akte kelahiran milik Adelia di kamar mu saat itu. Dan Papa baru tahu kalau Wira Atmaja adalah ayah Adelia."


Rasya menatap selidik kepada Hadi. Dan tiba-tiba ada perasaan aneh yang ia rasakan saat ini. Entah Rasya merasa bahwa Hadi menerima Adelia karena ayahnya adalah teman baik Hadi.


"Apa Papa menerima Adelia, karena Papa tahu bahwa ia adalah anak dari teman baik Papa?" selidik Rasya dengan memicingkan matanya menatap Hadi.


Lagi-lagi Hadi mengangguk, "Iya benar. Karena Papa tahu bahwa keluarga Atmaja adalah keluarga baik-baik," Hadi menatap photo itu kembali, "Karena Papa tidak mau. Anak Papa mempunyai keturunan dari seseorang yang tidak jelas asal-usulnya," lanjut Hadi.


Rasya manggut-manggut. Seketika Rasya merasa senang. Kalau Adelia ada kaitannya dengan Hadi.


"Terus maksud Papa tadi. Rahasia besar apa yang selama Papa sembunyikan?" Rasya mengingatkan kembali pada awal pembicaraan. Yang mana tadi Hadi mengatakan ada rahasia besar yang perlu Rasya tahu.


Hadi menghirup nafas dalam-dalam. Kemudian ia mengeluarkan dengan perlahan. "Kamu ingat waktu kamu masih kecil, Bara adik Papa ada yang bunuh?" tanya Hadi mengingatkan kepada Rasya tentang adiknya Hadi, yaitu Bara yang telah di bunuh oleh seseorang.


Rasya mengangguk. "Iya aku ingat. Namun, saat itu aku masih kecil, entah udah Abg atau remaja. Lupa lagi," dengan mengingat saat Rasya masih kecil ketika Bara adiknya Hadi ada yang bunuh.


"Nah. Papa akan menggali kembali kasus itu. Karena Papa menemukan kejanggalan. Di saat Bara baru saja di makamkan beberapa jam. Wira Atmaja ayahnya Adelia, tabrakan dengan mengenaskan. Saat itu keluarga Wira baru saja dari pemakaman Bara. Dan Papa tidak tahu kalau Wira masih mempunyai anak yang masih hidup, yaitu Adelia."


Hadi kembali menatap ke arah photo tersebut, lalu kembali menceritakan kepada Rasya. "Saat esoknya. Rony papanya Ariyanti datang mengakui ia melihat bahwa Wira adalah dalang pembunuhan Bara. Sungguh Papa masih merasa tuduhan itu tidak benar,"


Rasya terdiam. "Gak mungkin Pa. Menurut Rasya tuduhan itu tidak mungkin. Jikalau Ayahnya Adelia yang membunuh Om Bara. Terus apa motifnya?" Rasya tidak percaya apa yang ia dengar tentang Ayah Adelia adalah pembunuh Bara adik Hadi. Jika Ayah Adelia mempunyai sifat kejam. Tentu sifat itu akan menurun kepada anaknya.


"Sama Papa juga. Awalnya Papa percaya. Namun, saat Papa tahu bahwa Perusahaan Milik Wira ternyata di ambil alih oleh Rony. Gak tahu gimana caranya. Dan ternyata Bara adik Papa. Mempunyai masalah besar terhadap keluarga Rony. Bara telah menghamili adiknya Rony. Dari situlah Papa mencari tahu tentang semuanya lagi,"


"Em ... bisa jadi Om Rony marah mungkin, kalau Om Bara telah menghamili adiknya. Lalu Om Rony menyuruh orang untuk membunuh Om Bara. Dan bisa saja, Om Rony mengambil alih perusahaan Ayah Adelia. Dengan bukti bohong," tutur Rasya dengan pemikirannya. Seketika membuat Hadi setuju.


Hadi tersenyum, "Kamu sangat cerdas anakku. Maka Papa mohon bantulah Papa dalam hal ini. Maaf Papa telah menjanjikan kepada Ariyanti. Bahwa Papa akan menikahkannya denganmu. Tapi itu semua hanya sebagai umpan saja. Apa menurutmu Papa sangat benar?" Hadi menatap Rasya dengan cemas. Takutnya Rasya berontak dan tidak menyetujui usulnya itu.

__ADS_1


"Ok. Menurut Rasya itu benar. Jika hal itu dapat memancing terungkapnya kebenaran itu. Tapi pernikahan itu tidak akan terjadi. Karena Rasya mempunyai strategi sendiri. Bagaimana, apa Papa akan mempercayai Rasya?" Rasya memiliki strategi untuk mengetahui semuanya. Dengan berpura-pura menerima akan menikahi Ariyanti.


Hadi tersenyum, "Papa percaya sama kamu. Kamu memang anak Papa yang cerdas. Masalah pembunuhan itu sudah Papa selidiki. Dengan menyuruh Detektif Bowo. Namun, belum ada kabar. Mungkin karena kasus itu terlalu lampau. Jadi sulit di temukan titik terangnya."


Rasya manggut-manggut, "Ok. Rasya akan mengurus tentang bagaimana perusahaan ayahnya Adelia bisa di ambil alih oleh Om Rony. Tentu Rasya akan mendekati Ariyanti dan mencaritahu semuanya,"


Hadi terkekeh, "Baiklah, Nak. Papa serahkan kepadamu masalah ini. Tapi jangan gegabah. Jangan sampai kamu sudah di ketahui sebelum mendapatkan bukti-bukti," nasihat Hadi berpesan agar Rasya tidak ceroboh.


"Siap, Pa!" Rasya dengan memberikan hormat kepada Hadi.


"Kalau begitu. Selamat berjuang Nak! Papa doakan semoga kamu mendapatkan hasilnya," Hadi dengan menepuk bahu Rasya bangga.


Rasya tersenyum. Kini perasaan kesal kepada Hadi telah hilang. Kini berganti dengan rasa penasaran akan misi yang akan Rasya laksanakan.


"Kalau begitu Rasya pamit, ya Pa!" Rasya dengan berlalu, membuka handle pintu yang ia tadi kunci. Kemudian melenggang keluar dari ruang kerja Hadi.


Rasya langsung melangkah cepat menuruni anak tangga. Ia ingin cepat-cepat menceritakannya kepada sang istri tercinta.


Rasya membuka handle pintu. Dan terlihat istri cantiknya masih terduduk menyender pada sandaran ranjang.


"Belum tidur, Bumyang?" Rasya dengan mengecup dahi Adelia.


Adelia tersenyum, lalu tangannya mengelus wajah tampan sang suami, "Belum, Mas. Aku masih nunggu kamu,"


Rasya memegang tangan Adelia yang masih berada di sisi wajahnya. Rasya tersenyum dengan menatap wajah sang istri dengan penuh cinta.


"Sayang, aku punya kabar yang mengejutkan dari Papa. Dan aku akan melakukan penyelidikan ini dengan diriku sendiri," ujar Rasya memberitahukan.


"Apa itu, Mas? sepertinya masalah besar?" Adelia begitu penasaran.

__ADS_1


Rasya mengangguk. Dan dengan perlahan Rasya menceritakan apa yang saja barusan ia bicarakan dengan Hadi. Tanpa Rasya lewati atau tambahi.


Seketika Adelia terdiam. Dan menggeleng-gelengkan kepala. Merespon serta menanggapi apa yang baru saja ia dengar dari Rasya.


"Dan aku ingin meminta ijin kepada mu Sayang. Aku akan mencoba mendekati Ariyanti. Untuk bisa mengetahui atau mendapatkan bukti itu semua," Rasya dengan hati-hati meminta ijin kepada istrinya agar mendapatkan ijin.


Adelia seketika terdiam. Dari lubuk hatinya ia sungguh berat untuk mengijinkan Rasya, apalagi harus melihatnya berdekatan dengan Ariyanti. Tapi, demi strategi yang Rasya ucapkan. Perlahan Adelia menganggukkan kepalanya, seraya menatap Rasya dengan penuh selidik.


"Aku akan mengijinkan mu Mas. Tapi apa benar hanya untuk menjebak saja. Tidak ada motif lain. Atau hanya alasan saja. Padahal kamu ingn berdekatan sama dia,"


Rasya perlahan tangannya meraih tangan Adelia yang ia pegang. Kemudian tangan Adelia itu di ciuminya beberapa kali.


"Sayang ... sungguh aku tidak ada motif lain, seperti apa yang kamu takutkan. Jika aku menginginkan berdekatan sama dia. Kenapa tidak dari dulu saat aku di jodohkan. Maka percayalah hanya kamu yang aku cinta, di dunia ini. Wanita yang mampu menggetarkan hatiku, wanita yang selalu membuat detak jantungku tak beraturan, dan wanita yang selalu membangkitkan gairah kelakianku," Rasya dengan menatap Adelia serius. Meyakinkan agar Adelia percaya dengan apa yang ia katakan.


"Sungguh, Mas?" Adelia memastikan.


"Sungguh Sayang. Hanya kamu yang membuat aku merasakan apa itu cinta dan kasih sayang terhadap lawan jenis. Jadi jangan cemburu, ya? ini demi kebaikan. Aku tidak akan membiarkan orang-orang licik itu hidup tenang. Bahkan bahagia dengan harta yang bukan hak-nya," Rasya menggebu dengan membayangkan keluarga Rony.


"Semoga berhasil, ya Mas." Adelia menyemangati Rasya. Kemudian ia berhambur memeluk tubuh Rasya. Seketika aroma parfum Rasya menyeruak masuk pada indra penciumannya. Dan membuat Adelia merasa tenang dan nyaman.


...***...


...Bersambung....


Siapa yang mau lihat keluarga Ariyanti hancur?


Pantengin di episode selanjutnya!


Jangan lupa, like, comment, dan Hadiah poinnya!

__ADS_1


Terima kasih 😍


__ADS_2