
Mentari telah bersinar, membangunkan seseorang yang silau akan terkena cahayanya yang masuk lewat celah-celah gordeng.
Ia mendudukan tubuhnya, melihat jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul 06:30, Adelia pun berdiri dan melangkah untuk masuk ke kamar mandi, ia berniat ingin mandi. namun ia bingung, ia menginap ke rumah Martin lupa tidak membawa baju ganti.
Adelia pun memutuskan hanya mencuci muka dan menggosok gigi saja.
Martin pun telah bangun, dengan selimut yang masih menyelimuti dirinya seakan enggan pergi dari ranjang nya.
Ia memilih memainkan ponselnya.
Adelia yang sehabis mencuci muka nya, langsung bergegas ke luar kamar.
Nampak masih sepi dengan lampu-lampu yang masih menyala, Adelia pun membuka kan gordeng-gordeng kaca di setiap ruangan rumah Martin itu dan mematikan lampu-lampu nya.
Terlihat Tante Meli turun dari tangga, tersenyum ke Arah Adelia yang sedang melihatnya.
"Kamu sudah bangun?". Tanya Tante Meli.
"Iya tante". Jawab Adelia.
"Terima kasih ya Del, sudah bukain gordeng, dan matiin lampu nya". Ucap Tante Meli.
"Iya tante sama-sama". Adelia tersenyum.
"Tante sekarang mau masak, apa kamu mau ikut?". Ujar Tante Meli.
"Adel mau tante,sekalian Adel juga ingin bantuin tante". Ucapnya Senang.
Adelia dan Tante Meli pun bergegas ke dapur, mulai berkutat mengeluarkan bahan-bahan masakan yang akan di masak dari lemari pendingin.
"Tante mau masak apa?". Tanya Adelia.
"Ehmmm... Masak apa ya?". Tante Meli malah bertanya kembali.
"Ini ada tahu, Ikan, dan bahan sayur sop". Kata Adelia yang mengabsen bahan masakan di depannya.
"Iya Del, tante belum sempat pergi kepasar kemaren. lagian tante sering makan sendiri, jadi jarang masak". ucap Tante Meli.
"Memang Rima suka gak ada di rumah, bukan?". Tanya Adelia.
"Iya Del, ia di rumah hanya malam saja. kalau siang ia suka pergi ke rumah teman nya". Ujar Tante Meli.
"Bagaimana kalau saat ini, Adel yang masak tante". Adelia menawarkan dirinya untuk memasak.
"Memang kamu bisa masak?". Tanya Tante Meli.
"Adel, sudah terbiasa tante. cuma mungkin dari segi rasa bisa berbeda dengan masakan orang lain, karena belajar masaknya Adel hanya dari Youtube itu juga sendirian". Tutur Adelia.
"Ya sudah sayang gak apa-apa. yang terpenting kamu bisa masak. Tante bersihin beras aja ya". Ucap tante Meli.
Adelia pun mengangguk.
Kini Di dapur itu biasanya hanya Tante Meli yang berkutat sendirian, sekarang ada Adelia yang membantu.
Tante Meli yang sedang mencuci beras, sambil sesekali melihat ke Adelia yang begitu cekatan dalam memotong bahan masakan nya.
Tante Meli pun merasa bersyukur karena Martin memilih wanita seperti Adelia, sudah paras cantik, sopan, baik, dan bisa masak juga.
Tak terasa dua jam berlalu, Adelia pun selesai dengan memasaknya.
Kini Hasil masakan nya telah terhidang di Meja makan.
Tante Meli terus tersenyum melihat hasil masakan Adelia yang menggugah selera nya.
Terlihat Ikan balado, sayur sup, dan tahu goreng.
__ADS_1
"Wah Del, ini sungguh menu masakan rumah banget". Ucap Tante Meli yang menyimpan Nasi di meja makan.
"Iya tante, ini karena bahannya seadanya, ya menu juga seadanya". Ucap Adelia tersenyum.
"Iya sayang. Eh Martin belum keluar ya dari kamar nya?. Coba bangunin gih, kita Sarapan bareng". Tante Meli menyuruh Adelia untuk membangunkan Martin.
"Tapi Adel belum tahu kamarnya tante". Ujar Adelia.
"Ya sudah ayo barengan, tante mau bangunin Rima, kamu bangunin Martin". Tante Meli pun menggandeng Adelia agar berjalan beriringan menuju lantai dua.
Sesampainya di lantai atas, Adelia sudah di beri tahu kamar Martin.
Tante Meli pun bergegas ke kamar Rima.
Adelia mencoba mengetuk pintu kamar Martin, dengan rasa gugup, karena teringat akan kejadian semalam yang hampir saja keduanya melakukan kesalahan yang lebih fatal.
Tak ada suara dari dalam kamar Martin, Adelia pun mencoba memegang handle pintu itu, dan ternyata pintu itu tidak terkunci.
Adelia pun masuk, dengan diedarkan nya pandangan ke setiap sudut kamar Martin.
Martin tidak ada di ranjangnya, hanya ada selimut yang berantakan di atas ranjangnya.
Adelia pun bergegas melipatkan dan membereskan Selimut itu, dan juga Seprei nya.
Terdengar suara air dari dalam kamar mandi, Martin ternyata sedang mandi.
Adelia memilih ke balkon kamar martin yang pintu nya dibuka sengaja oleh Martin.
Adelia melihat ke sekeliling Halaman rumah Martin, di lihatnya sangat asri dan sejuk.
Martin keluar dari kamar mandinya, dan melihat ranjangnya yang sudah rapih dan bersih.
Martin menuju ke lemari pakaian nya, mengambil kemeja, celana jeans, dan juga celana boksernya.
Martin mulai membuka handuknya.
"Aahhhhh...." Adelia ternyata melihat Martin yang sedang membuka handuknya.
Martin pun kaget mendengar ada yang menjerit, dan di lihat ternyata Adelia.
Martin tersenyum bahkan sengaja ia melambatkan pergerakan nya, ia baru memakai bokser.
"Martin, cepat pakai baju nya". Adelia yang seraya menutup matanya.
Martin cuek saja, dan malah mendekat ke arah Adelia.
"Sudah". Ucapnya.
Adelia pun membuka mata nya, yang langsung di suguhi dada Martin yang bersih dan bidang. Adelia pun menelan ludah nya.
"Kamu mau pegang juga boleh!". Ucap Martin seakan tahu Adelia yang sedang ngiler.
"Ih ayo Martin pakai bajunya, Tante Meli sudah menunggu untuk sarapan di bawah". Kata Adelia.
"Terus kamu belum mandi kan?". Martin malah bertanya.
Adelia pun mengangguk,
"Aku gak bawa baju ganti". Ucapnya.
Martin berjalan menuju lemari nya, di ambilnya sebuah paper bag dan di serahkan ke Adelia. Adelia pun menerima nya.
"Ini baju gantinya. Dan kamu mandi di sini saja, aku akan menunggu". Perintah Martin.
Adelia pun masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Tante Meli, sedang berada di kamar Rima. Matanya melotot melihat isi kamar yang seperti kapal pecah.
Rima yang masih terbakar cemburu meluapkannya dengan mengobrak-abrik kamarnya dari semalam.
Rima menoleh saat Mama nya Masuk, Namun Rima tidak bersuara.
"Rima apa yang kamu lakukan, kenapa kamar mu seperti ini?" Tanya Tante Meli.
"Aku cinta Martin ma, aku cinta Martin". Rima membuka suaranya.
Tante Meli pun mengerti, Rima pasti terbakar cemburu melihat ada Adelia di sini pikirnya.
"Aku akan bunuh wanita yang berani mengambil Martin". Rima emosi bahkan ucapan nya menakutkan.
"Tidak Rima, jaga ucapan mu. Jangan berbuat yang membuat diri mu celaka!". Cegah Tante Meli.
"Tapi dia sudah mengambil Martin ma, bahkan Martin seperti budak cinta dihadapan nya". Rima yang terus emosi.
"Rima dengarkan mama, kamu jangan sampai melakukan tindakan kriminal nak, kamu bisa mencari lelaki yang lebih dari Martin. kamu cantik sayang". Tante Meli mengusap usap rambut anak nya.
"Aku cantik ma?" Rima menanyakan akan kecantikan nya.
"Iya sayang". jawab Tante Meli.
"Adelia dengan aku, lebih cantik siapa?". Tanya Rima Lagi.
"Tentu kamu sayang, kamu anak mama. anak mama paling cantik dari siapa pun". Tegas Tante Meli merangkul Rima ke pelukan nya.
"Lalu kenapa Martin tidak pernah tertarik kepada ku, bahkan ia cuek dan dingin kepada ku ma". Rima kini menangis sejadi-jadi nya.
Tante Meli pun terdiam ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Tante Meli terus berusaha menenangkan keadaan Rima.
Tante Meli tidak mungkin melihat anaknya terus menderita seperti ini.
Apa yang harus ia lakukan pikirnya.
Tidak mungkin menyuruh Martin untuk bersama Rima.
Rima pun tenang, kini ia tertidur.
Sepertinya semalaman Rima tidak tidur, ia hanya meluapkan terus emosinya dengan mengobrak-abrik kamarnya sampai tidak bisa ada untuk jalan lewat.
Rima pun di baringkan, dan di selimuti.
Tante Meli pun bergegas keluar untuk turun.
Dan terlihat Adelia pun sedang turun yang tangan nya di gandeng Martin.
Sesampainya di dapur, Tante Meli langsung menyuruh untuk sarapan.
Martin dan Adelia pun duduk dan mulai sarapan nya.
"Bagaimana Martin makanan nya enak?". Tanya Tante Meli.
Martin pun mengangguk.
"Ini itu, yang masak Adelia loh". Kata Tante Meli lagi.
"Benar sayang kamu yang masak?". Tanya Martin ke Adelia.
Adelia pun tersenyum dan mengangguk.
Tante Meli pun tersenyum melihat Martin yang begitu mencintai Adelia, dengan memperlakukan nya seprti itu.
__ADS_1
...Bersambung............. ...