You Are My Mine

You Are My Mine
Bertemu Rasya


__ADS_3

Hari-hari Adelia kini semakin berwarna dengan selalu adanya Martin yang selalu menyempatkan bertemu walau sebentar saja.


Martin sebenarnya selalu di sibukkan dengan pekerjaannya yang memantau Setiap Cafe nya yang berada di berbagai kota. Martin sengaja turun tangan sendiri agar dari segala sudut Terpantau olehnya.


Adelia seperti biasa setiap paginya di sibukkan dengan alat alat kue nya, pesanan kue tiap hari selalu ada.


Kini Semua kue yang telah Adelia buat, di tata rapi di dalam ettalase. Setelah itu Adelia bergegas membersihkan badan terlebih dahulu sebelum rolling dor Toko di buka.


Adelia pun sudah mengenakan dres Selutut yang di belikan Martin. dipoles sedikit wajahnya agar terlihat lebih fresh.


Adelia pun turun untuk membuka rolling dor tokonya, Terlihat Rara dengan motornya yang baru saja pulang dari swalayan, menurunkan barang-barang yang telah di belinya.


"Del Lu mau kemana cantik banget?" Celetuk Rara dengan menenteng belanjaannya.


"Gak mau kemana mana, terus dari kemarin aku gak cantik gituu...?" Adelia menoleh yang sedang duduk di atas sofa.


"Hehe...." Rara malah menyengir dan ikut duduk di sofa.


Tiba tiba ada seseorang masuk dan langsung memeluk Adelia.


"Kak Adel... Serly kangen" Serly yang memeluk Adelia tiba-tiba membuat Adelia kaget.


"Ya Ampun Serly. kak Adel kaget tau." Ucap Adelia dengan menjawab pelukan Serly.


"kakak juga Kangen kamu Serly.." kata Adelia lagi.


"Ade ipar yang gak jadi.. upss.." Celetuk Rara, ternyata Rara tak sengaja berkata seperti itu langsung mendekap mulutnya sendiri. untung saja Serly tidak mendengarnya.


Serly kini duduk di dekat Adelia, ia ternyata sengaja datang karena rindu terhadap Adelia.


Serta Serly ternyata membawa sebuah undangan, yang merupakan undangan ulang tahun Serly, Serly mengundang Adelia dan juga Rara.


"Kakak datang ya,, pestanya di rumah koq." Pinta Serly kepada Adelia.


"Iya Pasti Kakak akan datang dan juga kak Rara," Adelia menyanggupi undangan nya karena tidak merasa enak jika menolak hadir.


"Kak Adel, Serly juga pengen Pesan kue Birthday nya dari kakak.." Ucap Serly


"Wah Serius, ini suatu kehormatan bagi kakak, Ser.." Adelia antusias senang.


"Iya karena kue buatan kak Adel itu enak banget, dan Mama papa pun malah menyuruhnya pesan ke sini." Kata Serly. Dengan matanya mulai melihat ke arah ettalase.


"Kak, yang ini bagus Dekorasinya. Serly mau ya buat ulang tahun Serly.." Serly senang melihat kue yang menurutnya sangat bagus.


"Iya, apa mau sekarang di ambilnya..?" tanya Adelia.


"Iya kak, sama buat suguhan nya 30 biji, kakak aja deh yang pilih" Serly meminta Adelia memilihkan berbagai kue yang akan Serly beli.


"Ya udah kakak ambilkan ya semuanya." Adelia pun di bantu Rara mengemas kue pesanan Serly.


Setelah selesai semuanya. Adelia menyusunnya dengan rapi. Adelia pun melihat ke halaman rukonya, ternyata Serly tidak membawa mobilnya. Lalu bagaimana Serly akan membawa semua kue nya menurut Adelia.


"Serly, kamu gak bawa mobil. terus tadi kamu kesini naik apa?" Adelia mulai bertanya.


"Tadi Serly naik Taksi kak, Nanti kak Rasya yang akan jemput." Ucap Serly.


Adelia sontak membeku, mendengar kata Nama Rasya, Adelia teringat kembali bagaimana tante Lia mengatakan perjodohan Rasya.


Adelia diam tak banyak bicara, seperti mencari cara bagaimana nanti bila bertemu Rasya.


Rara pun mengerti dengan Adelia yang tiba-tiba diam.


"Serly, btw acara Ultah nya nanti malam bukan?" Tanya Rara mengalihkan Adelia yang sedang termenung.


"Ah iya kak Ra, maaf mendadak. tadinya mau dari kemarin Serly ke sini. tapi hari kemarin Serly baru pulang berlibur bersama keluarga." Jelas Serly.


"Oh ya gak apa apa Ser.." Kata Rara


Adelia masih terdiam, mendengarkan percakapan Serly dan Rara.


Tak lama datang Sebuah mobil berwarna Merah, yang merupakan milik Rasya. ya Rasya datang menjemput Serly.


Serly pun langsung berdiri membuka kan pintu kaca toko Adelia.


Rasya begitu canggung melihat Adelia. begitupun Adelia.


"Hai Rasya.." Rara menyapa untuk memecahkan kecanggungan antara Adelia dan Rasya.


"iya Ra Hai..." Sapa Rasya.


Kini Rasya mencoba menatap ke arah Adelia, tak dapat di pungkiri rasa cinta Rasya ke Adelia masih ada. bahkan saat ini Rasya merasakan Jantung nya berdetak lebih cepat,seperti biasa jika bertemu Adelia.


Ingin Rasanya Rasya memeluk erat Adelia saat ini.


"Hai Adel... Apa kabar?" Sapa Rasya.

__ADS_1


"Baik, kamu Sendiri gimana Syaa...?" Tanya Balik Adelia.


"Baik.." Jawab Rasya.


"Oh ya ini, Syaa semua pesanan Serly." Ucap Rara, agar Rasya cepat berlalu.


"ehmmm... Serly ini gak Salah? banyak bener.." Rasya melihat banyaknya kue yang Serly pesan dengan sedikit kaget.


"iya Bener, nanti kalau tersisa juga tidak apa. akan Serly makan koq.." Ucap Serly.


"Ya udah kita masukin mobil sekarang aja" Kata Rara.


Rara pun sudah mulai mengangkut kue yang akan di bawa Serly pulang dengan di Bantu Rasya, dan juga Adelia ke dalam bagasi mobil milik Rasya.


Rasya terus memandang belakang punggung Adelia ketika Adelia berjalan di depannya dengan mengangkat kue.


Rasya tak dapat berbicara lebih, Rasya merasa bersalah atas hubungan nya harus kandas atas perjodohan orang tuanya.


"Huh.... Akhirnya selesai juga" Ucap Rara.


"Makasih ya Ra, Del.. udah ngebantuin" Rasya mengucapkan terima kasih.


"Iya sama-sama" Ujar Rara.


Adelia menjawab dengan mengangguk.


"Ya udah, kak Adel, kak Rara... Serly pulang ya. Jangan lupa datang ya. sekalian bawa cowoknya juga" Serly berbicara dengan mendekati Rara Adelia dan Rasya.


"iya pasti datang, tapi yang bawa cowok cuma Adelia aja Ser... gue kan jomblo" Rara sengaja ingin memanasi Rasya.


"Oh ya, yang waktu itu ketemu di Resto bukan kak Adel, cowoknya..?" Serly malah bertanya seakan penasaran.


Adelia mengangguk dan tersenyum.


"Wiih... selamat kakak, Serly setuju koq, Cowok kakak Ganteng dan sepertinya baik." Serly menilai tentang Martin.


Adelia pun hanya tersenyum kembali.


Sedangkan Rasya, mendengarnya sedikit panas dalam hatinya, mendengar Adelia yang sudah menjalin hubungan dengan Lelaki lain.


Rasya langsung masuk ke mobilnya tanpa pamit terlebih dahulu.


Serly di buat heran, karena kakaknya tiba-tiba bertingkah seperti itu.


"Kak, Serly pamit yaa.." Serly dengan langsung masuk ke mobil Rasya.


Mobil Rasya pun mulai meninggalkan Halaman Ruko milik Adelia.


Kini Rara menggandeng Adelia untuk masuk ke dalam Tokonya.


"Del,, gue tahu sekarang Lu lagi asam asem pahit kan hati Lu..?" Rara selalu aja di buat Lucu kalau bicara.


"Ah siapa juga, Aku cuma ngerasain Manis koq." Ucap Adelia sengaja bercanda.


"Iya iya... tapi udah jangan di pikirkan" Rara seolah tahu apa yang ada di pikiran Adelia.


"Heemm..." Adelia akhirnya menjawab juga.


"Del mending sekarang kasih tau Martin, dia bisa enggaknya datang ke acara nanti malam!" Perintah Rara


"Eh iya ya.. ya udah aku ambil dulu ponsel," Adelia dengan bergegas naik ke lantai dua.


Adelia pun kini sedang mengetik pesan kepada Martin.


Martin yang berada di tempatnya sedang duduk di ruangan kerjanya di sebuah cafe.


Martin pun merogoh saku nya. dan dilihat ada pesan dari sang kekasihnya. Martin pun tersenyum.


Adelia


Martin, nanti malam aku di undang ke acara ulang tahun Serly adiknya Rasya, bisa gak kamu ikut temenin aku.!


Martin pun mulai mengetik membalas pesan Adelia.


Martin


Jam berapa?


Adelia


jam tujuh malam.


kamu bisa gak?


Martin kembali membalas pesan Adelia.

__ADS_1


Martin


Bisa, cuman aku gak bisa bareng berangkatnya aku sekarang lagi di kota S.


kamu duluan aja, nanti aku nyusul.


Shareloc aja alamatnya.


gak apa apa kan?


Adelia


ya udah aku nanti sama Rara duluan.


tapi beneran ya kamu datang.?


Martin


tentu aku datang.


Adelia


ya udah,


selamat bekerja


Martin


iya sayang....


Adelia pun tersenyum menyudahi berbalas pesan dengan Martin.


"Gimana, bisa?" Tanya Rara yang ikut masuk ke kamar.


Adelia pun mengangguk.


"Mending sekarang kita cari Kadonya, gimana?" Ajak Rara.


"Ah iya ayoo..." Jawab Adelia.


Adelia dan Rara pun menutup toko kue nya, dan tak lupa mengunci Rolling dornya.


Kini Adelia di bonceng Rara dengan motor Matic nya.


bertujuan ke sebuah Mall untuk mencari Kado untuk di bawa nanti ke acara Serly.


Sampai juga Adelia dan Rara di sebuah mall yang di tuju nya, kini mereka melihat lihat kado apa yang cocok buat Serly.


"Ra, aku kaya nya mau beli tas deh buat kado nya" Ucap Adelia yang sedang melintasi toko tas.


"Ya udah ayo, nanti giliran gue.." Rara dan Adelia pun bergegas ke toko Tas.


Adelia sudah memilih salah satu tas yang lumayan agak mahal harga nya, bagi Adelia tak apa. karena Serly sudah di anggap seperti adiknya sendiri


Setelah di lihat pas dengan selera Adelia, Adelia pun membayarnya ke cashier.


Kini Tinggal Rara yang mencari kado nya, Rara melihat toko sepatu yang terlihatnya bagus-bagus.


"Del, kesana yuu... kaya nya gue ngado Sepatu deh." Kata Rara yang menunjuk toko sepatu.


"Ayo Ra.." Adelia dengan menggandeng tangan Rara.


Rara pun mulai memilih. di lihatnya satu persatu sepatu yang terpampang. Rara jatuh hati ke salah sepatu berwarna merah muda. seperti warna kesukaan Serly.


Sepatu itu pun sudah di bungkus dan di bayar.


Kini Adelia dan Rara mampir ke sebuah Salon kecantikan dan terdapat butiq di dalamnya.


Rara dan Adelia memilih baju untuk nanti di kenakan nya ke pesta Ulang tahun Serly, dan tak lupa Wajah Rara dan Adelia pun di rias dengan make-up yang sederhana.


"Wah Gila Del, Lu cantik banget. Martin makin Bucin ni liat Lu dandan kaya gini," Ucap Rara setelaah Adelia selesai di rias.


"Ah kamu Ra, ada ada saja. kamu juga pangling loh aku liatnya. secara kamu sehari-harinya gak suka dandan, kini kamu beda Ra.." Ucap Adelia tersenyum memuji sahabatnya.


"Iya deh gue jadi malu.." Rara seakan malu bila di puji.


"Ya udah kita cabut, langsung ke pesta. atau ke rumah dulu?"Tanya Rara antusias.


"Ya ke rumah dulu Ra, ganti sepatu ni. terus kita berangkat naik taksi aja." Ucap Adelia.


"Loh koq naik taksi, emang gak bareng si Martin?" tanya Rara belum mengerti.


"Martin berangkatnya gak bisa bareng, dia sedang di luar kota saat ini. tapi nanti dia datang koq." jawab Adelia.


Rara pun mengangguk mengerti.

__ADS_1


Dan mulai Mereka menaiki motornya.


Bersambung....


__ADS_2