
Beberapa hari kemudian, dari kejadian di Alun-alun kota hingga Adelia yang menginap di Rumah Martin, Adelia dan Tante Meli semakin dekat, begitu pun dengan Rima, yang selalu mengantar jemput Ibunya untuk bertemu Adelia.
Rima masih tetap mencintai Martin dalam diam, bahkan masih menginginkan Martin untuk jadi kekasih nya. Namun Rima tidak berbuat apa-apa, ia selalu di larang Tante Meli untuk mengungkapkan perasaan nya kepada Martin.
Martin kini selalu sibuk, ia mengabari Adelia di kala mau menjelang tidur.
Adelia pun mengerti, ia bahkan selalu menyemangati Martin yang akan menjadi suami nya. Ya Martin sudah bertekad, jika Proyek cafe nya yang kini ia bangun di berbagai kota, setelah itu ia akan menikahi Adelia.
Adelia kini terduduk di sofa ruang tengah Toko Kue nya, ia sedang bermain ponsel berbalas pesan dengan Martin. Adelia terus tersenyum, dengan jari jemarinya yang lentik mengetik pesan di ponselnya.
Ada satu pesan masuk, yang membuat Adelia melotot tak percaya. Yaitu pesan dari Rasya. Hubungan Adelia sebagai teman pun kandas juga setelah pertunangan Rasya waktu itu. Jadi baru kali ini Adelia dapat sebuah pesan dari Rasya.
Adelia pun membuka pesan dari Rasya itu, dan Adelia pun membaca nya.
Adelia, Maaf jika saat ini aku mengganggu waktu mu.
Aku, hanya ingin menyampaikan ada acara di Rumah ku, sebelum aku menikah dengan Ariyanti.
Aku mohon datanglah.
Nanti ada Si kembar Bima dan Sakti juga, aku undang.
Aku mohon kamu datang ya, dan ajak Rara juga.
Begitulah isi pesan dari Rasya, Adelia pun bingung datang atau tidak. Adelia pun tidak berniat membalas pesan nya.
Adelia sekarang malah sedang melamun, jika teringat Rasya, Adelia suka membayangkan nya waktu bersama dari sejak sekolah dasar, sampai Dewasa.
Sampai Rasya mengungkap kan perasaan nya.
Rasa cinta Adelia kepada Rasya, memang masih tetap ada. Namun lebih Besar cintanya terhadap Martin saat ini, mungkin karena Rasya adalah cinta pertama Adelia, dan pacar pertama Adelia, sehingga masih saja melekat rasa cinta nya di dalam hati
"Dor....!!! Lu melamun saja Del". Rara datang mengagetkan Adelia yang sedang melamun.
"Ini...". Adelia menyerahkan ponselnya ke Rara.
"Maksud nya ada apa dengan ponsel Lu?". Tanya Rara bingung Adelia tiba-tiba menyerahkan ponselnya.
"Baca pesan nya!". Suruh Adelia kepada Rara.
Rara pun membaca pesan yang baru saja masuk.
"Sayang, sudah dulu ya, nanti kita sambung lagi. mmmuuuuach Bye...". Rara malah membaca Pesan Martin yang baru saja masuk.
"Ih Ra, koq kamu malah baca pesan Martin sih". Adelia merebut kembali ponsel miliknya yang ada di tangan Rara.
"Lu kan nyuruhnya baca pesan, ya udah gue baca pesan yang itu, haha... Martin Bucin". Rara malah tertawa
"Lu sih gak jelas, nyuruh gue baca pesan siapa?". Rara kini memperjelas kebingungan nya.
Adelia pun menghela nafas sebelum menunjukkan pesan yang Rasya kirim.
"Tadi ada pesan dari Rasya, dan dia menyuruh kita untuk datang ke rumahnya, karena ada acara sebelum Rasya nikah". Adelia pun menunjukkan kembali ponselnya dengan pesan Rasya yang tadi masuk ke ponsel Adelia.
Rara pun terbelalak kaget, membaca nya Karena Rasya sendiri yang mengundang untuk datang ke rumah nya.
"Terus,Lu mau datang?" Tanya Rara kini menatap Adelia dengan serius.
"Gak tahu Ra, jujur aku kalau ketemu Rasya suka kaya yang linglung. bahkan kaya orang bego". Adelia dengan sedikit tertawa.
"Apa mungkin Lu masih punya Rasa Del?". Tanya Rara, yang membuat Adelia sedikit kaget.
"Enggak Ra, aku sudah gak ada Rasa". Adelia sengaja tidak jujur kepada Rara, karena takut Rara suka keceplosan.
"Terus gimana?". Tanya Rara kembali kepada Adelia.
"Entahlah Ra, aku bingung. aku serahin sama kamu aja deh". Adelia bingung dan pasrah meminta Rara yang menentukan.
"Ya kalau gue, selama ada makanan gratis gue mau aja datang, haha..". Rara Ucapnya dengan tertawa.
"Ah kamu, ijo ya kalau lihat yang gratisan". Ucap Adelia dengan meledek Rara.
Rara pun tertawa bersama Adelia.
"Kaya nya lagi pada seneng nih?". Tanya Rima yang datang tiba-tiba ke Toko Kue milik Adelia.
"Hai Rim", Adelia dan Rara menyapa dengan berbarengan.
"Aku suntuk di rumah, gak apa-apa kan aku sering main kesini?". Ucap Rima.
"Ya enggak lah Rim, kami senang malahan kamu sering datang ke sini". Adelia yang senang atas kedatangan Rima.
"Ya syukur deh, eh iya ni aku bawain bakso. buat Rara juga ada". Rima membawa bakso untuk Adelia dan Rara, entah ada apa di balik itu semua, hati dan perbuatan nya sungguh bertolak belakang.
"Gue tentu mau dong". Rara yang langsung mengambil kantong kresek yang berisikan bakso itu.
"Ah, Ra. kamu tuh, emang ya kalau lihat yang gratisan langsung embat aja". Ucap Adelia dengan terkekeh melihat tingkah Rara.
"Rejeki itu kan gak boleh di tolak, iya gak Rim?". Celoteh Rara.
"Iya Ra, udah sekarang kalian makan aja bakso nya mumpung masih anget". Rima menyuruh Rara dan Adelia untuk cepat memakan Bakso nya.
"Pasti!". Ucap Rara.
__ADS_1
Adelia hanya tersenyum.
Adelia dan Rara pun mulai memakan bakso nya, di depan Rima.
Namun suara getaran ponsel Adelia di atas meja yang dekat dengan Rima, mengalihkan pandangan Rima. ia sedikit melotot melihat nama yang tertera di ponsel Adelia yang memanggil bukan nama Martin, namun nama orang lain.
Drtttt..... Drtttt....Rasya calling......
"Del, ponsel nya bunyi". Ucap Rima.
"Ada yang nelpon bukan?". Tanya Adelia yang sedang mengunyah bakso nya.
"Iya," Kata Rima.
"Siapa Rim?". Tanya Adelia lagi, yang masih mengunyah.
"Udah Lu bawa dulu ponsel Lu!". Ujar Rara, menyuruh Adelia untuk mengambil ponselnya.
Namun Rima sudah memegang, dan memberikan nya ke Adelia.
"Ini Del". Ucapnya, dengan menyerahkan Ponsel itu ke Adelia.
Adelia pun menerima ponselnya, namun mata nya terbelalak kaget melihat nama yang memanggilnya Adalah Rasya.
Adelia pun gugup di buatnya. Adelia membiarkan saja panggilan Rasya sampai nada dering nya terhenti.
Adelia pun menyuapkan kembali bakso nya, Tapi Ponsel Adelia berdering kembali, dan yang memanggil adalah nama Rasya lagi.
Adelia menoleh ke arah Rara, Rara pun menoleh langsung ke ponsel Adelia.
Rara pun di buat kaget, karena Rasya menelpon di saat ada Rima.
"Lu jawab aja telpon nya Del!". Rara menyuruh Adelia untuk mengangkat telpon dari Rasya.
Adelia pun mengangguk.
Dan di tekan nya tombol hijau untuk menjawab panggilan.
Adelia
Haloo...
Haloo Del, lagi apa?
Apa aku ganggu?
Adelia
Aku lagi duduk aja.
eng.. enggak.
Ada apa ya?
Kenapa pesan nya gak di balas?
Adelia
Oh itu, ehmmm.... maaf!
Adelia dan Rasya pun terdiam, dua duanya gugup untuk berbicara.
Adelia mencoba melangkahkan kakinya menuju tangga, ia ingin lebih menghindar dari Rima dan juga Rara. Takut pembicaraan nya terdengar mereka.
Adelia sesampai nya di kamar, mencoba menghela nafas untuk mulai berbicara.
Adelia
Iya.
Adelia
Kapan acara pernikahan mu?
Adelia
I iya Del, maaf.
Adelia
Kapan Sya?
Dua minggu lagi Del.
Adelia terdiam mendengar Rasya yang mengatakan pernikahan nya dua minggu lagi, ia merasa perih mendengarnya, seakan separuh jiwa nya akan pergi.
Del, aku lakuin itu terpaksa.
Aku hanya tetap mencintai kamu, aku di jodoh kan Del, aku tak bisa menolak permintaan orang tua ku.
Aku hanya Mencintai kamu.
Adelia Cahaya Lestari.
__ADS_1
Adelia pun tidak menyangka ternyata perasaan Rasya selama ini masih mencintainya, pantas saja Rasya sudah berani sampai dua kali mencium nya dengan lancang, karena memang masih mempunyai perasaan terhadap Adelia.
Adelia terdiam, bingung. Ada Rasa senang bahkan sedih juga.
Rasa Senang mungkin karena sekarang Adelia tahu kalau Rasya masih mencintai Adelia.
Rasa Sedih nya, Adelia harus tetap kehilangan dan melepaskan Rasya untuk orang lain.
Del, apa kamu dengar yang semua aku katakan tadi?
Adelia
Iya Rasya, aku mendengarnya.
Terus bagaimana dengan kamu?
Apakah masih mempunyai perasaan yang sama terhadap ku?
Adelia
Iya.
Aku mencintai mu Del, Aku mencintai mu.
Adelia yang mendengarnya begitu terharu, sampai matanya berkaca-kaca.
Del, boleh aku meminta permintaan sama kamu?
Adelia
Apa Sya?
Tapi kamu harus janji memenuhi permintaan ku, sebelum aku menikah dengan orang yang tidak aku cintai. dan pernikahan yang tidak aku inginkan.
Adelia
Katakan lah Sya!.
Aku akan memenuhi nya.
Aku ingin satu hari menghabiskan waktu bersama kamu.
Apakah kamu mau?
Adelia terdiam sejenak. Mau berkata tidak mau, tapi ia sudah terlanjur mengatakan akan memenuhi apa itu permintaan Rasya.
Adelia
Iya aku mau Sya.
Terima kasih Del.
Aku senang kamu mau memenuhi permintaan ku.
Adelia
Iya Sya,
Satu hari itu kapan?
Besok aku chat, aku akan menjemput kamu.
Adelia
Ja jangan jemput Sya.
Aku tak mau Rara tahu, dan Rima.
Siapa Rima?
Adelia
Sepupu Martin.
Ya sudah aku akan menunggu mu agak jauh dari rumah mu, gimana?.
Adelia
Iya Sya gak apa-apa.
Ya sudah. Terima kasih ya Del, udah mau mengobrol dengan ku, dan terima kasih banyak atas waktu nya.
See you... bye....
Adelia
Iya Sya, See you juga...
Panggilan pun terputus, Adelia pun terdiam di tempat.
Adelia berpikir harus mencari alasan untuk besok ke Rara, untuk bisa memenuhi permintaan Rasya tapi apa alasan nya.
Adelia terus berpikir, dan berpikir.
__ADS_1
Namun tidak menemukan ide sama sekali.
...Bersambung...