Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Cukuplah Ayaz yang selalu membuat masalah.


__ADS_3

“Tolong lakukan dan lihat apa yang terjadi sebenarnya!" ucap Rymi memerintahkan Mike.


Kecurigaan terus saja menguasai pikirannya selama belum terpecahkan, ia ingin tahu mengapa kondisi orang tua Sam bisa menjadi seperti itu, tidak mengingat sama sekali siapa Samudra dan malah terang-terangan membenci Samudra, tidak gampang sepasang orang tua harus kompak membenci anaknya kalau bukan ada sesuatu di balik semua itu.


Rymi mencurigai mungkinkah sepeninggalan Samudra, Sian melakukan sesuatu pada kedua orang tua Sam. Seperti membuat kedua orang tua Sam hilang ingatan, hal itu adalah yang paling mungkin yang bisa dipikirkan Rymi.


“Tidak usah khawatir, serahkan saja padaku dan timku.” lalu Mike mulai mendekat dan menyuntikkan sesuatu pada tubuh kedua orang tua Sam, keduanya berteriak histeris tidak terima diperlakukan seperti itu, namun sayangnya Rymi tidak peduli. Hanya Sam yang begitu terkejut berada di dekatnya.


"Apa yang kau lakukan? Kau mau mengambil apa? darah mereka untuk apa?" tanya Sam panik.


"Kau diamlah! lihat dan ikuti saja!" sahut Rymi sinis.


Sam tidak berani membantah, sejauh ini apa yang dilakukan Rymi memang cukup membantu, mungkin jika Rymi mengatakan itu adalah yang terbaik untuk kedua orang tuanya, maka Sam akan menurut meski dilihatnya kedua orang tuanya itu tidak meronta-ronta tidak terima.


Mike sudah selesai dengan kegiatannya, ia berkata, "Aku akan membawa sampel darah ini ke laboratorium terlebih dahulu, aku akan kabari hasil ini secepatnya!" kemudian siap untuk berlalu.


"Baiklah!" ucap Rymi, ia tersenyum manis. Satu pekerjaannya sudah selesai, melihat itu ia yakin sekali pasti ada sesuatu di balik itu.


Sam mendekat, ia mengambil tangan Rymi dan lalu membawanya ke luar ruangan.


"Ada apa?" tanya Rini sembari tangannya melepaskan genggaman tangan Sam.


"Apa itu?" tanya balik Sam, nadanya sedikit meninggi, "Apa terjadi sesuatu dengan kedua orang tuaku? Tolong katakan? Mengapa kau mengambil darah mereka? Apa ada yang salah?" tanya Sam bertubi-tubi, ia takut sekali.


"Ya aku rasa!" jawab Rymi santai.

__ADS_1


"Apa?" tanya Sam cepat.


"Tunggu saja dan lihat nanti hasilnya, kita akan mengetahui setelah Mike memberikan hasilnya!"


"Oh ya Tuhan, apa kau tidak bisa menjelaskan? Memberitahuku sedikit saja sebenarnya apa yang terjadi? Merve, maksudku Rymi tolong!" ucap Sam dengan begitu memohon.


"Hemmm! Bagaimana juga aku harus menjelaskan padamu, aku mencurigai Sian dan Amla telah melakukan sesuatu pada kedua orang tuamu dulu saat kau pergi ke Itali, bayangkan saja... Mengapa mereka bisa berubah memusuhimu begitu yakin, meskipun kau tidak pernah menemui mereka selama tiga tahun ini tapi seharusnya mereka tidak bersikap seperti itu padamu!" jelas Rymi.


"Hubungan orang tua dan anak, apalagi itu adalah kandung, aku rasa cukup berat untuk saling membenci jika pun ayahmu membencimu seharusnya ibumu tidak bisa melakukan itu, karena kau terlahir dari rahimnya, sulit rasanya untuk membenci seorang anak yang kita lahirkan sendiri!" tambah Rymi.


Sam mengangguk paham, sebenarnya selama ini ia cukup bertanya-tanya Mengapa kedua orang tuanya bisa membencinya separah itu, namun di samping itu ia juga tidak bisa memikirkan apa yang sebenarnya terjadi ia selalu saja memikirkan bahwa mungkin Sian menghasut orang tuanya terus-terusan meskipun itu terdengar tidak begitu logis.


"Yang kau lakukan ini rasanya kau begitu hebat!" puji Sam, sekali lagi ia harus menatap kagum pada Rymi.


Merve, aku rasa aku semakin jatuh cinta padamu, kau hanya terlihat kasar dari luar namun nyatanya hatimu itu sungguh begitu lembut, aku bisa merasakan itu, meski kau selalu bersikap acuh tapi aku yakin kau tidak akan setega itu aku bisa melihatnya.


"Kenapa?" tanya Rymi, ia melihat Sam memandangnya intens, Rymi sedikit gugup, benarkah ia memiliki perasaan lebih terhadap pria ini seperti yang dituduhkan Ayaz tadinya, benar begitu? Ahhh, sungguh rasanya Rymi tidak mau percaya.


"Tidak apa!" Sam tiba-tiba saja menjadi gugup.


"Kau tenangkanlah mereka, kau harus lebih dekat dengan mereka meskipun mereka tidak menyukaimu, aku hanya bisa membantu mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi namun jika kenyataannya tidak terjadi apa-apa maka kaulah yang lebih banyak harus mendekatkan diri kepada mereka dan mengembalikkan rasa cinta itu." ucap Rymi, tangannya mencoba terulur untuk memegang pundak Sam, namun hal itu urung dirinya lakukan.


"Hemmm, baiklah!" ucap Sam menyetujui, pria itu menurut, lalu ia kembali ke ruangan yang berbentuk kamar itu, ia akan mencoba menenangkan kedua orang tuanya dan mengatakan bahwa kedua orang tuanya harus menurut pada Rymi karena Rymi melakukan itu semua untuk menyelamatkan mereka berdua.


Awalnya kedua orang tua Sam tidak percaya namun Sam menegaskan kembali bahwa kemarin bukankah Rymi yang menyelamatkan ibunya dari penjara, "Apakah Ibu tahu, malam itu Ibu akan dibawa ke sebuah villa kosong keluarga Huculak, Huculak adalah nama belakang Sian, dari itu saja seharusnya cukup membuat Ibu dan Ayah sadar bahwa Sian bukanlah orang yang baik!" ucap Sam menggebu,ia seperti penegak kebenaran.

__ADS_1


Akhirnya kedua orang tua Sam percaya dan tidak lagi berprasangka buruk terhadap Rymi.


"Ayah, Ibu, aku adalah anak kalian, aku berada di sini untuk menyelamatkan kalian, aku akan melindungi kalian, jadi aku mohon... Percayalah padaku, cobalah untuk mengerti, tidak ada anak yang membenci kedua orang tuanya, aku tidak pernah melakukan itu, sudah kujelaskan berkali-kali kalau aku bukannya tidak ingin mengunjungi kalian waktu itu, aku juga sama sekali tidak mengetahui keberadaan kalian, aku pergi untuk sebuah misi dan harus meninggalkan kalian, hilang tanpa kabar adalah bukan kemauanku, mohon mengertilah Ibu, Ayah, aku sangat menyayangi kalian!" ucap Sam, air mata itu menetes dengan sendirinya saat ia mengatakan itu, laki-laki tidak boleh menangis namun rasanya jika menyangkut orang tua apalagi saat ini kedua orang tuanya begitu membencinya hal itu semakin menyesakkan dadanya saja dan ia tidak bisa lagi untuk menahan air matanya supaya tidak jatuh.


"Aku harap tangisan palsumu ini benar-benar menjadi tangisan yang sebenarnya, jika kau memang menyayangi kami maka aku akan berlutut padamu untuk meminta maaf karena telah membencimu selama ini." ucap Ayahnya Sam tidak kalah yakin.


"Ibu, Ayah, tidak pernah tidak perlu melakukan itu, di sini tidak ada yang harus disalahkan, ini terjadi sebab sebuah kesalahpahaman, percayalah Ayah, Ibu, hanya sebuah kesalahpahaman." ucap Sam kembali meyakinkan kedua orang tuanya.


Rymi menatap rimbunnya pepohonan pada halaman belakang markas milik Marco, ia memikirkan sesuatu, lebih tepatnya memikirkan apa yang dituduhkan ayah tadinya. Apa benar dirinya menyukai Samudra?


Pria berkepala plontos itu memang cukup tampan dan lagi pula Rymi sudah pernah dengan sukarela mencium bibir itu, oh tidak bahkan tidur dengan pria itu, jadi... Mungkinkah sebab itu Rymi bisa bersikap peduli dengan Sam.


Namun, jika ia berani memulainya dengan Sam maka yang harus dihadapinya adalah Donulai, Rymi tidak yakin Donulai akan menerimanya dengan senang hati, mengingat dirinya adalah seorang pembunuh bayaran, dunia hitam dan kotor menjadi kawannya selama ini.


"Itik buruk rupa seharusnya jangan pernah berani memimpikan menjadi tuan putri! Sangat konyol!" Rymi tergelak miris membayangkan hidupnya.


Mungkin hal semacam itulah yang juga dirasakan Ayaz saat mencintai Yaren, beruntung saja yaren dan Argantara bukanlah sesuatu yang sulit untuk dipisahkan, maka akhirnya Yaren bisa menerima Ayaz dengan sepenuh hati.


Selama ini, ia juga sudah mencari tahu bagaimana kedekatan Sam dengan tuan Donulai, dari sebanyak yang dia lihat dan amati Sam begitu menyayangi Tuan Donulai begitupun sebaliknya, dan Donulai juga berperan penting dalam kisah hidup Sam. Jadi entahlah, jika itu benar terjadi apakah Sam akan memilih Donulai ataukah dirinya.


Huh, membayangkannya saja Rymi begitu malas, cukuplah Ayas yang selalu membuat masalah Mengapa dirinya juga harus ikut-ikutan juga. Gerutunya dalam hati.


Bersambung...


...Like, koment, and Vote!!!...

__ADS_1


__ADS_2